
setelah Juli pingsan beberapa saat yang lalu ia pun tersadar.
"cihhhh....tadi itu sangat sakit" gumam Juli pelan.
"enakkan rasanya? gimana mau coba lagi sebelum dengar penjelasannya?" ucap Dewi Artemis dengan mengejek Juli.
Juli yang mendengar itu hanya diam dan menatap dia datar "sapa suruh kau lambat sekali menejelaskan nya, bahkan guru metik ku masih cepat hapus papan tulis buat bikin catatan 1 kamus" ucap Juli datar.
Dewi Artemis yang tidak paham apa yang dimaksud Juli tapi dia merasa sedang diejek.
"apa kau menghina ku?" tanya Dewi Artemis.
"tidak aku memuji mu" ucap Juli sambil membuang muka.
"baguslah kalo kau memuji ku" ucap Dewi Artemis bangga.
"sungguh dia sangat gila. sapa aja tolong aku, disini ada orang yang dihina malah bangga" batin Juli sambil menatap Dewi Artemis takut.
Dewi Artemis yang melihat muka Juli ketakutan pun bingung dan tidak ingin bertanya karena dia kira Juli masih trauma dengan hal tadi.
"baiklah apa kau ingin melanjutkan nya?" tanya Dewi Artemis.
"lanjutkan apa? kalo ngomong jangan setengah-setengah gitu nahh" ucap Juli kesal.
"lanjut latihan lah bocah, emang kau ingin lanjut apa haaaa?" ucap Dewi Artemis marah.
"sapa suruh ngomong setengah-setengah kan orang jadi ambigu" ucap Juli mengejek Dewi Artemis.
"apa kali ini kau memuji ku lagi?" ucap Dewi Artemis ingin memasang muka bangga lagi.
Juli yang melihat itu pun melangkah mundur "fix dia sudah gila, aku gak sanggup liat orang gini" batin Juli.
"baiklah cepat kita memulai latihan" ucap Juli ingin cepat selesai dari latihan ini karena tidak ingin melihat Dewi sableng ini.
"baiklah mari kita mulai, dan kali ini akan ku bantu kamu dan jangan asal main mulai aja kaya tadi" ucap Dewi Artemis.
"okeh gak akan ku ulang lagi , jadi cepat mulai"ucap Juli.
"kau duduk lah disitu nanti aku akan mengirimkan mana ku ke dalam tubuh mu untuk membantu proses nya" ucap Dewi Artemis.
lalu Juli pun duduk bersila dengan bersikap seperti orang bertapa. Dewi Artemis yang melihat Juli sudah duduk pun mendekati dia dan mengarahkan tangannya dia atas kepala Juli.
"Transfer ; mana pure" ucap Dewi Artemis.
seketika jumlah mana yang sangat banyak dan tidak masuk akal keluar dari tangan Dewi Artemis lalu masuk ke dalam tubuh Juli.
lalu Juli pun yang merasa ada kekuatan masuk ke dalam tubuhnya pun mulai mengolahnya.
saat Juli mengolahnya dia merasa tubuhnya ditarik ke dalam pusaran yang sangat kuat dan dia pun tidak sanggup menahannya. ia pun terhisap dalam pusaran itu.
Dewi Artemis yang melihat Juli sudah tertidur pun memperbaiki posisinya.
"sekarang kau akan memulai takdir mu dari sini dan berjuang supaya tidak kalah darinya, bila kau kalah maka bukannya hanya demon saja yang akan di hapuskan nya bahkan semua eksistensi ikut dihapus karena dia merasa semua salah" ucap Dewi Artemis.
sedangkan untuk Juli saat ini dia berada di sebuah Padang rumput emas yang sangat luas seperti tidak ada ujungnya.
"dimana ini kenapa aku merasa tidak asing?" ucap Juli mencoba mengingat.
ketika Juli mengingat dia merasakan aura yang sangat kuat yang menghampirinya tapi aura ini seperti pernah dia rasakan.
__ADS_1
Juli pun menjadi waspada ketika melihat sekelebat bayangan yang sangat cepat menuju nya.
Juli menjadi semakin takut ketika merasakan auranya karena ini lebih kuat daripada aura dewa kuno tingkat rendah.
tiba-tiba bayangan itu sudah ada didepan Juli dan menatapnya.
"siapa kau? apa yang kau inginkan?" tanya Juli takut.
tiba-tiba bayangan itu menundukkan kepalanya dan berlutut.
"salam tuan muda, maaf saya baru tiba" ucap bayangan itu.
Juli pun merasa bingung dengan bayangan didepannya lalu berkata "siapa kau tunjukkan dirimu" ucap Juli yang masih waspada.
lalu bayangan itu menunjukkan dirinya dan terlihat seorang iblis yang memiliki warna hitam dan ada biru tua di setiap sisi tubuhnya, memiliki 4 tangan ,dan ekor yang sangat panjang.
"maaf tuan muda saya lupa memperkenalkan diri. Nama saya adalah KURO , saya merupakan leluhur kaisar dewa iblis kuno" ucap iblis itu.
"kenapa seorang leluhur kaisar dewa iblis kuno ada disini? apa mau?"ucap Juli yang masih waspada.
Kuro yang melihat tuanya masih waspada hanya diam dan mulai menjelaskan nya.
"baik tuan saya akan menjelaskannya. dulu sekali sekitar 5000 tahun lalu semua ras didunia SANCTUARY sangat damai dan tidak ada sama sekali diskriminasi terhadap lain. mau itu miskin ataupun kaya, dan kami para leluhur setiap ras sangat senang melihat itu. tapi itu semua tidak bertahan lama tuan muda.
saat itu tiba-tiba ada seorang dewa kuno yang sesat turun ke daratan yang ditinggal oleh ras kami. dewa kuno itu mulai membuat ulah dimana-mana bahkan ia juga mulai menghasut para bangsawan setiap ras. dan kami para leluhur setiap ras menolak hal itu karena kami disuruh untuk membunuh ras kami sendiri dan menjadi ras yang tersisa satu-satunya.
tentu saja kami para leluhur menolak hal itu karena kami tidak ingin membunuh ras kami sendiri demi menjadi satu-satunya. dan dewa sesat itu pun kesal dan pergi, tapi dia tidak lah pergi lama setelah itu dia kembali lagi dengan memberikan hal yang menggiurkan bagi setiap ras. hak yang diberikan yaitu setiap ras yang mendominasi daratan SANCTUARY maka ras itu akan diangkat menjadi ras dewa di alam atas.
tentu saja setiap ras ingin hadiah itu tapi kami para leluhur kuno menolak itu dan melarang ras kami berperang. tapi itu tidaklah dilakukan karena ada seorang fallen angel yang menghasut para bangsawan setiap ras untuk berperang secara diam-diam.
lalu perang pun terjadi yang dimana itu ulah para bangsawan setiap ras yang dihasut fallen angel dan kami para leluhur ingin menghentikan itu tapi di gagalkan oleh pasukan dewa sesat Zeus yang saat ini memimpin alam atas.
saat itu pula para leluhur setiap ras disegel oleh pasukan dewa Zeus. dan letak segelnya berbeda-beda setiap ras, saat itu ketika kami sudah disegel selama 4000 tahun kami diselamatkan oleh sepasang pahlawan yang berani menentang dewa Zeus.
kami para leluhur setiap ras diselamatkan olehnya dan sejak itu kami bersumpah untuk mengikuti mereka bahkan sampai mereka memiliki anak bahkan cucu sekali pun. tapi 1000 tahun yang lalu pasangan pahlawan itu menghilang dan perang mulai bergejolak lagi. dan kami para leluhur tidak bisa apa-apa karena kami dikhianati oleh ras kami sendiri dan dibunuh.
tapi saat saya mati, saya mendengar suara yang dimana suara itu berkata "*l**anjutkan perjuangan kalian untuk menentang dewa Zeus bersama takdir baru yang tidak akan lama lagi akan mengguncang dunia kalian dan ingat musuh kalian tidak hanya dewa Zeus, musuh kalian lebih kuat dari dewa Zeus. bila kalian ingin menyelamatkan dunia kalian maka ikuti anak itu bersama adiknya karena dia adalah harapan satu-satunya untuk kalian*". itulah yang dikatakan suara itu, saat itu saya bingung dan tidak mengerti siapa yang dimaksud suara itu tapi ketika tuan dipanggil ke dunia ini saya paham maksud dari suara itu tuan. dan saya adalah yang waktu itu membantu tuan di hutan mati untuk mengalahkan bangsawan iblis" ucap Kuro menjelaskan.
Juli yang mendengarkan dengan serius dan melihat bahwa Kuro telah selesai menjelaskan nya pun tiba-tiba "UEKKKK....UEKKKK" Juli muntah karena pusing memahami semua penjelasan Kuro.
"tuan muda apa kau baik-baik saja?" tanya Kuro.
"apa kau buta aku sedang muntah ini kaya orang hamil 4 bulan gara-gara memahami penjelasan mu" ucap Juli kesal.
"maaf tuan muda bila saya menjelaskannya terlalu panjang" ucap Kuro menundukkan kepalanya.
Juli yang melihat itu hanya berkata "tidak masalah, jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Juli.
"saya akan menjadi pengikut tuan karena ini sudah menjadi takdir saya mengikuti tuan untuk menata ulang dunia ini" ucap Kuro dengan serius.
"baiklah terserah kau saja , tapi aku juga ingin berterima kasih pada mu karena telah membantu ku waktu itu. kau tau waktu itu kau sangat keren" ucap Juli karena dia sadar waktu itu dan dia lihat apa saja yang dilakukan Kuro.
"saya senang bila tuan menyukainya" ucap Kuro bahagia karena dipuji oleh Juli.
"yaa terserah kau saja ingin berkata apa, tapi aku kesini tidak untuk bertemu dengan mu saja kan?" ucap Juli serius.
"benar tuan, anda kesini tidak untuk bertemu saya saja tapi anda akan melawan seseorang dan saya disini untuk membantu tuan" ucap Kuro yang serius.
__ADS_1
tiba-tiba mereka berkata seperti itu ada sebuah aura yang sangat kuat bahkan melebihi Kuro.
"heeeee... apakah ini diriku yang lemah?" ucap suara itu.
Juli dan Kuro pun berbalik dan melihat siapa yang berbicara dengan aura kuat.
ketika mereka berbalik melihat siapa yang berbicara, mereka pun kaget karena yang mereka lawan adalah
"kenapa kau sangat mirip dengan ku?" ucap Juli waspada
"tuan muda?" ucap Kuro yang mulai waspada.
yaa orang yang berbicara itu adalah diri Juli sendiri tapi dari sisi lain yang dimana Juli yang ini serba putih tidak seperti Juli yang biasa memiliki rambut hitam dan mata hitam.
suara itu memiliki rambut putih dan mata merah dengan aura yang sangat kuat.
"kenapa diri ku yang lemah ini menerima bawahan iblis rendahan?" ucap Juli putih.
"kau siapa kenapa kau sangat mirip denganku? jawab pertanyaan ku" ucap Juli dengan nada serius.
"siapa aku? harusnya kau tau aku ini adalah kau, dan kau adalah aku" ucap Juli putih.
"tapi yang berbeda adalah kalo kau lemah dan aku tidak" ucap Juli putih dengan nada menghina.
Juli yang melihat dirinya seperti itu pun bingung "sejak kapan diri ku punya mulut kaya gitu? 😕" batin Juli sambil menatap datar Juli putih.
"aku tau kau kuat tapi bukannya kau terlalu sombong?" ucap Juli.
"jelaslah aku sombong kau kira aku itu kau yang tidak bisa apa-apa?" ucap Juli putih.
Juli yang mendengar itu dari mulutnya sendiri sangat kesal karena dirinya tidak akan menghina dirinya sendiri dengan sombong.
"apa mau mu" ucap Juli yang sudah emosi.
"tentu saja aku ingin membunuh mu dan mengambil alih tubuhmu untuk menghancurkan dunia yang menjijikkan ini. dan tentu saja membunuh orang-orang tersayang mu terutama adikmu sendiri" ucap Juli putih.
"baj***an apa maksudmu membunuh adik mu sendiri?" tanya Juli yang masih menahan emosi nya.
"adik? kau bilang adik? aku tidak butuh itu selama aku kuat" ucap Juli putih dengan sombong.
ketika Juli mendengar itu langsung melesat dan menghantam Juli putih.
Bukhhhhh....
Juli pun berhasil memukul Juli putih yang dimana Juli putih terlempar sejauh 5 meter.
"baji**an beraninya kau memukul ku dasar lemah" ucap Juli putih langsung menghilang dari tempatnya.
Juli yang melihat musuh menghilang mulai waspada bersama Kuro.
tapi tiba-tiba Kuro tidak sadarkan diri dan dibelakangnya sudah ada Juli putih.
"cihhhh iblis ini menggangu saja" ucap Juli putih.
Juli yang melihat Kuro pingsan kaget karena menurutnya Kuro kuat tapi dia kalah dalam sekejap.
Bersambung....
***
__ADS_1
Seperti biasa jangan lupa komen buat kasih saran dan jangan lupa like, vote, dan, share. kasih bintang 5 juga yaa.
see you next time dan bye bye.