Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
76. Persiapan Ragnarok awal


__ADS_3

400 Tahun berlalu di dimensi Juli...


saat ini 50 juta Pasukan Juli sedang bersiap-siap untuk berperang melawan aliansi bangsa iblis dan pasukan dewa Zeus yang dipimpin langsung oleh dewa Ares.


diruang keluarga Kekaisaran.


Juli berserta istri dan anak-anaknya sedang berkumpul untuk membahas strategi yang akan mereka gunakan.


"Jadi Rapunzel apa kau ada saran nak?"ucap Juli memulai percakapan.


Rapunzel pun mengangguk dan berkata.


"Ada ayah. tapi strategi ini kita akan mempermainkan bangsa iblis berserta pasukannya nya."ucap Rapunzel sambil melihat peta benua timur.


Juli berserta anak laki-laki nya yang mendengar itu tersenyum menyeringai.


lalu Ryuu berkata.


"Seperti apa rencananya itu Kak Rapunzel." ucap Ryuu.


"Baiklah rencana kita adalah akan bermain-main dengan bangsa iblis terlebih dahulu, yang dimana kita hanya akan mengirim Ayah, Killua, Ryuu, Makoto, Shin, Shiro , Rokuro, Tamiko dan Kak Raphael maju di garis terdepan." ucap Rapunzel.


yang lainnya hanya diam mendengarkan saja.


"Saat maju nanti kalian akan memancing emosi para pasukan bangsa iblis hingga dia maju ke sini."ucap Rapunzel menunjuk ke arah sebuah gunung.


"Pasti mereka akan mengirim paling tidak 10.000 pasukan atau lebih untuk mengejar kalian, pada saat itu kami yang berada disini akan menyekap mereka semua dan membunuh di tempat. lalu kalian melakukan hingga 3x saja, ingat 3x pasti setelah itu musuh akan curiga dan disaat itu Kanna, Lia, Haruka, Laffey, dan Aoi bersama Naga King akan menyerang dari udara untuk mengejutkan musuh.pasti di saat itu musuh akan mengalami kerugian karena banyak pasukan mereka yang panik dan berlari hingga membuat formasi mereka pecah, pada saat pecah itu pasukan yang berada disini akan menyerang pasukan musuh."ucap Rapunzel menejelaskannya sedetail mungkin.


mereka yang mendengar itu pun hanya diam dan menyimak saja.


lalu Killua mengangkat tangannya dan berkata.


"Lalu untuk Anggota The Seven Commandments? pasti mereka tidak akan diam ketika melihat pasukan Iblis menjadi pecah."ucap Killua tenang.


Rapunzel hanya mengangguk dan berkata.


"Masalah The Seven Commandments kita akan menyerahkan pada Anggota Nanatsu no Taizai, lalu kau Killua bersama Ryuu akan membantu menahan mereka juga, tapi bila kalian bisa mengalahkannya tidak ada salahnya membunuh mereka."ucap Rapunzel tersenyum tipis.


Ryuu dan Killua hanya tersenyum kecil tapi memiliki makna tersembunyi.


"Kak, Laffey bertanya. pasukan dewa Zeus akan kita apakan?" ucap Laffey tidur dipangkuan Ai.


sebelum Rapunzel berbicara ia sudah dipotong oleh Juli.


"Serahkan pada ayah dan Anggota Black Number." ucap Juli tersenyum tipis.


Rapunzel yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah bila ayah yang ingin menyerang mereka maka Rapunzel akan membiarkan saja."ucap Rapunzel tenang.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Setelah menyergap pasukan bangsa iblis ke lembah ini. untuk Shin, Shiro, Haruka dan Rokuro kalian segera mundur ke kerajaan kakek kalian untuk melindungi kerajaan disana bersama anggota Dead End."ucap Juli.


Shin, Shiro, Haruka dan Rokuro hanya mengangguk saja dan tidak membantah.


"Lalu untuk Aoi, Kanna, Raphael dan Rapunzel sesuai penyergapan kalian akan membantu membunuh setiap bangsa Iblis di garis terdepan."ucap Juli.


mereka hanya mengangguk saja.


"Untuk para pahlawan kalian lebih baik berada disini terlebih dahulu karena kita tidak mengetahui gerak gerik dari para pahlawan laki-laki."ucap Juli melirik ke arah para pahlawan.


mereka hanya mengangguk saja karena mereka nurut dengan perintah Juli.


"Lalu kami para istri akan melakukan apa?" ucap Alice.


Juli dan anak-anaknya hanya diam saling membuang muka karena mereka tidak tahu harus berkata apa.


para istri Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan Anthena berkata.


"Baguss.... ternyata kalian melupakan kami."ucap Anthena.


Juli berserta anak-anaknya pun bingung harus berkata apa.


tapi untungnya 3 malaikat Juli menolong Juli berserta anaknya yang lainnya.


"Mama Anthena bukannya para mama akan ke sekolah Selena untuk membahas festival?"ucap Selena.


"Benar. bukannya mama semua telah berjanji pada kami akan datang ke sekolah." ucap Mizuki mendukung Selena.


"Benar. Nami juga ingin memperlihatkan gambaran Nami yang dipajang di sekolah."ucap Nami mengantuk dipelukan ibu nya yaitu Melascula.


para istri Juli yang mendengar itu pun mengingat itu dan mereka semua berjanji akan datang bersama-sama ke sekolah.


"Benar juga. bukannya hari perang itu bertepatan dengan acara festival di TK Selena." ucap Elena.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Kann untung kami tidak memberikan kalian tugas. coba saja kami berikan maka kalian akan dimusuhi oleh 3 malaikat kecil ku."ucap Juli tersenyum mengejek.


anak-anak Juli yang mendapatkan tugas saat perang nanti pun setuju dengan perkataan Juli.

__ADS_1


"Untung saja kami tidak memberikan tugas pada ibu semua."ucap Ryuu mendukung Juli.


para istri Juli yang mendengar itu pun hanya diam dan Velgrynd berkata.


"Bukannya kalian belum memberikan tugas. tapi kalian memang tidak mau memberikan tugas pada kami." ucap Velgrynd kesal.


Juli dan anak-anaknya hanya diam dan membuang muka saja agar tidak dituduh.


lalu Bronya pun berkata.


"Baiklah. mari lupakan itu terlebih dahulu, lebih baik suami dan anak-anak mempersiapkan pasukan. dan kami ingin mencari pakaian yang akan digunakan untuk ke sekolah Selena, Nami, dan Mizuki. lalu untuk Chiko tolong jaga adik-adik mu yang lain dirumah yaa saat kami tidak ada, Ai juga saat perang nanti tolong awasi Laffey agar tidak tidur disembarang tempat."ucap Bronya.


mereka semua mengangguk paham dan para istri Juli pun pergi dari sana bersama anak-anak Juli yang tidak memiliki tugas saat perang nanti.


setelah para istri Juli pergi.


"Haaaa....tadi hampir saja kita melihat amukan para mama."ucap Ryuu bernafas lega.


"Kau lemah sekali Ryuu. hanya segitu kau sudah takut."ucap Raphael.


Ryuu yang mendengar itu pun melihat ke arah Raphael dan dia memasang muka datar melihat Raphael.


"bila aku takut. terus kakak Raphael Kanapa gemetaran?" ucap Ryuu datar.


Raphael yang mendengar itu terkejut dan berkata.


"Si-si-siapa yang gemetaran? kau salah liat Ryuu."ucap Raphael masih gemetaran karena takut dengan amarah ibu mereka.


Ryuu hanya menatap Raphael dalam diam.


lalu Ai pun berbicara.


"Sudah-sudah lebih baik kita melanjutkan rencana kita saat perang nanti agar tidak gagal." ucap Ai.


mereka pun melanjutkan membahas strategi yang lain lagi.


keesokan harinya...


Juli berserta anak-anaknya yang ikut berperang pun sedang bersiap-siap dengan alat tempur mereka masing-masing.


terlihat Mereka sangat Badas gila astaga pokoknya susah dijelasin, author aja bingung harus mau ngomong apa.


mereka terlihat sangat tampan dan manis-manis terutama Juli yang penampilannya telah di rubah oleh Ryuu tadi pagi yang dimana Juli saat ini lebih terlihat seperti anak gengstar.


dengan rambut putih yang telah dipotong dan memakai anting-anting di telinga lalu menggunakan sebuah syal dilehernya.


dan syal itu bukan sembarang syal, syal itu memiliki keunikan tersendiri yang dimana kekuatan pengguna akan 100x lipat lebih kuat saat adu fisik, memperkuat panca Indra pengguna, memperkuat 10x element sihir.



{Ilustrasi Juli setelah di rubah oleh Ryuu. Juli juga telah menyembunyikan segel milik nya agar tidak diketahui oleh pihak musuh.}


"Gila penampilan ayah bila seperti itu. seperti anak muda yang tidak memiliki anak, padahal udah punya 25 istri dan 32 anak."ucap Rapunzel kagum sekaligus mengejek Juli.


anak Juli yang lainnya mengangguk setuju dan Laffey pun berkata.


"Tapi ayah terlihat lebih tampan dan sangar."ucap Laffey mengantuk.


"Setuju. ayah lebih terlihat anak berandalan dibandingkan seorang Kaisar." ucap Raphael.


mereka semua sekali lagi mengangguk setuju dan Ai berkata.


"Apa ayah yakin ingin menyamar seperti itu?"ucap Ai.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Ini lebih baik dan ayah akan menggunakan topeng nanti agar orang-orang tidak mengetahui identitas ayah."ucap Juli.


anak Juli pun hanya mengangguk setuju dan mereka pergi menemui para ibu mereka untuk berpamitan.


saat sampai istri Juli menatap Juli dengan penuh tanda tanya.


"Anata kenapa kau menjadi seperti ini?" ucap Clarisha bingung.


"Sayang kau sangat keren seperti itu."ucap Ciel tersenyum manis ke arah Juli.


para istri Juli yang lainnya mengangguk setuju.


"Suami seperti bos mafia yang terlihat sangat Badas."ucap Rindo bergaya seperti Anggota mafia.


lalu Kanna pun berkata.


"Sudah mama. berhenti memuji ayah, apa mama tidak melihat muka ayah sedang narsis tuhh."ucap kanna menunjuk Juli yang terlihat narsis.


Juli yang mendengar itu pun kembali sadar.


"Ekhmmmm....sudah jangan puji aku terus."ucap Juli serius.


mereka hanya diam menatap Juli datar.


"Baiklah. berhenti ngobrolin hal tidak jelas, mari kita berangkat karena waktu disini telah Rapunzel samakan dengan dunia luar jadi besok sudah hari perang."ucap Rapunzel memecah keheningan itu.

__ADS_1


mereka pun kembali sadar dan meminta ijin pada para istri Juli.


"Istri ku semuanya. kami berangkat dulu yaa doakan kami selamat." ucap Juli tersenyum manis.


"berhati-hatilah kalian semua, dan Anata tolong jaga anak-anak jangan sampai kenapa-napa."ucap Clarisha.


"Benar suami. tolong jaga anak-anak yaa terutama yang kecil-kecil."ucap Bronya.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Kalian tidak perlu khawatir. kan kalian melihat sendiri waktu mereka lahir aku telah menaruh 100.000 pasukan bayangan ku yang berlevel 70.000.000 -> 150.000.000."ucap Juli tersenyum manis.


istri Juli hanya mengangguk dan Fu Hua berbicara.


"Kami mengetahui pasukan bayangan mu yang memiliki level rata-rata diatas 200.000.000 dengan jumlah lebih dari 3miliyar."ucap Fu Hua.


"Benar. paling yang lemah Monster yang sayang bunuh di dungeon yang berada di sini."ucap Ciel.


Juli hanya tersenyum kecil.


karena bila siapapun berani macam-macam dengan Juli maka Juli tidak akan segan-segan mengeluarkan pasukan bayangan Juli yang berjumlah 3.4 miliyar yang memiliki level 225.000.000 -> 278.000.000 dan 10 panglima nya berlevel 470.000.000.


lalu yang terlemah berjumlah 700 juta dengan level 50.000.000 -> 170.000.000, dan 5 panglima bayangan yang memiliki level 350.000.000.


bila musuh-musuh Juli mengetahui itu maka mereka akan gila.


tapi Juli tidak ingin menyelesaikan takdirnya secepat mungkin karena dia ingin mengetahui tentang asal usul orang tua dan kakaknya.


kenapa mereka bisa menjadi penerus seorang penguasa, itulah yang selalu Juli pikirkan.


Kembali ke cerita.


lalu Raphael pun berkata.


"Baik mari kita berangkat menuju tempat para pasukan ayah." ucap Raphael.


Juli dan anaknya yang lainnya hanya mengangguk dan pergi.


"Kami berangkat sayang."ucap Juli.


istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"AYAHHHHH.... berhati-hatilah jangan sampai terluka, bila ayah terluka maka Ikumi tidak akan memaafkan ayah." ucap Ikumi berteriak.


Juli hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


Juli dan anak-anaknya pun telah sampai di barak militer Pasukan Juli.


saat ini 50 juta orang pasukan Juli sedang berbaris rapi Menunggu kedatangan Juli.


Juli yang melihat itu pun tersenyum kecil dan berkata.


"Baiklah untuk kalian semua terima kasih karena telah setia bersama ku di bawah pimpinan ku. dan aku ingin bertanya 1 hal saja." ucap Juli tersenyum kecil.


"Apa kalian ingin dunia tempat kalian tinggali hancur?"ucap Juli tenang.


pasukan Juli yang mendengar itu pun menjawab dengan tegas.


"TIDAK. KAMI TIDAK INGIN TEMPAT TINGGAL KAMI HANCUR, MESKI DEWA YANG INGIN MENGHANCURKAN NYA KAMI SIAP BERTEMPUR."ucap seluruh pasukan Juli.


Juli yang melihat itu pun tersenyum dan berkata.


"Baiklah ini saatnya pasukan Black Order dari Kekaisaran Holy Britannian menampakan taring Mereka."ucap Juli tersenyum menyeringai.


"Ouuuuoo.... Tunjukan pada mereka siapa yang pantas berkuasa selain Tuan Yuuzaki Juli berserta keluarganya." ucap pasukan Juli bersemangat.


Juli dan anak-anaknya tersenyum mendengar itu.


"Baiklah kalian bisa memasuki portal ini untuk sampai ke tempat tujuan kita." ucap Rapunzel membuka sebuah portal berukuran besar.


pasukan Juli pun berangkat.


setelah semua pergi yang tersisa hanya Juli berserta anak-anaknya.


"Baiklah mari kita tunjukan seperti apa keluarga Yuuzaki saat berperang." ucap Juli tersenyum menyeringai.


anak Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai juga karena mereka yakin ini akan menjadi pembantaian terhadap bangsa iblis dan pasukan dewa Zeus.


"Mari berangkat."ucap Juli.


anak-anak Juli hanya diam dan segera pergi.


Bersambung...


***


Next author akan memberi tau level setiap anak-anak Juli berserta para istrinya sebelum mereka memulai perang.


Jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.

__ADS_1


__ADS_2