
3 Hari pun berlalu...
saat ini Juli berserta Anggota 10 Dewan Elite sedang berada di kelas E untuk menunggu anggota Tim yang lainnya.
"Ketua apa kita kan berlatih di dungunya rank SSS lagi?." ucap Mirio di hadapan Juli.
Juli yang asyik ngopi bareng makan kue buatan istrinya pun berkata pada Mirio.
"Sebentar aku lagi enak makan ini." ucap Juli memberikan tanda sebentar.
setelah ia memakan habis kue nya ia pun langsung berkata.
"Tidak, kita tidak akan berlatih di Dungeon Rank SSS lagi. bila kita disana maka kalian akan mudah mengalahkan Monster-monster yang ada, jadi aku berencana memasuki dungeon tingkat Legenda untuk melatih kalian semua." ucap Juli sambil menyeruput kopi nya.
Mirio yang mendengar itu hanya mengangguk dan tidak terkejut karena apa yang dikatakan Juli memang benar, bila mereka berlatih di dungeon Rank SSS maka itu sama saja main tembak-tembakan.
"Apa kita berlatih menggunakan senjata kita dulu lalu menaikkan level atau langsung?." ucap Kenzi tiba-tiba muncul.
Juli yang dari awal sudah merasakan hawa keberadaan Kenzi pun hanya menggelengkan kepala dan berkata.
"Kita akan berlatih menggunakan senjata dulu untuk melatih Tim yang lainnya, setelah itu kita akan menaikkan Level. lagian tidak ada salahnya kan membantu orang lain demi kemenangan nya nanti di festival Suci." ucap Juli.
teman-teman Juli hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa.
lalu mereka pun diam dan melakukan kegiatan masing-masing, untuk Juli ia masih mengunyah kue buatan istrinya.
"ASUKAAAAAAA....KUE KU KOK HABIS?."ucap Juli berteriak kepada istrinya.
sedangkan Asuka yang lagi sibuk membuat sarapan untuk mereka pun terkejut dan segera menghampiri suaminya.
"Ada apa suami? kenapa kau berteriak-teriak?." ucap Asuka bingung.
"Kue ku kok habis?." ucap Juli sambil menunjuk piring yang hanya tersisa remah-remah dari kue.
para pria yang disana menatap Juli datar, karena dari tadi hanya Juli yang memakan kue itu tanpa membagi ke mereka semua.
"Anuuu....ketua bukannya kau yang menghabiskan nya?." ucap Mirio.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan polos.
"Iya kah? masa sih, kok aku gak merasa yaa?." ucap Juli polos tanpa dosa sama sekali.
Asuka yang melihat suaminya seperti itu pun kesal.
"Suami aku tau bahwa kau yang memakannya, karena ini sudah yang ke 49x kau panik disaat kue buatan kami habis." ucap Asuka kesal.
Juli yang mendengar itu pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan cegegesan.
"Hehehehe....maaf abis nya kue buatan istri ku enak." ucap Juli tersenyum.
Asuka yang mendengar itu menjadi malu-malu.
"Ba-ba-ba-baguslah bila suami menyukainya, *-*-*-t-tapi bila suami mau lagi aku akan membuatnya untuk pelatihan nanti." ucap Asuka Tsundere.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum manis dan berkata.
"Hehehehe....tentu aku mau dong, tolong buatkan yaa. jangan lupa buat yang banyak." ucap Juli.
Asuka hanya mengangguk dan segera pergi karena ia sangat malu.
Juli hanya tersenyum melihat tingkah istrinya dan melambaikan tangannya.
saat Juli ingin berbalik untuk berbicara ia mendengar suara istrinya lagi.
"Sayang kita kedatangan murid baru di kelas E ini." ucap Shella menghampiri Juli.
Juli yang mendengar itu pun berbalik lagi dan berkata.
"Siapa? bukannya bila kepala academi yang dikelas E hanya 10 orang saja?." ucap Juli bingung.
"Shella juga tidak tau sayang, tapi bilang murid baru itu ia disuruh oleh kepala academi untuk masuk kelas E bersama kita." ucap Shella.
Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan melirik ke belakang Shella dan melihat Karene yang tersenyum kecil ke arah Juli.
Juli yang melihat itu pun menatap datar dan berkata.
"Apa kau senyum-senyum sendiri? apa kau sudah tidak waras?." ucap Juli datar.
Shella yang melihat suaminya seperti itu pun memukul nya.
bukhhhhh....
"Sayang bukan seperti itu cara menyambut murid baru, kau harus lebih serius untuk bertanya." ucap Shella memukul kepala Juli.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Baiklah-baiklah maafkan aku." ucap Juli.
lalu Juli kembali melihat Karene.
~Swohhhhhh~
Juli mengeluarkan aura membunuhnya dan berkata.
"Perkenalkan nama mu." ucap Juli serius.
Shella yang merasakan aura membunuh Juli pun semakin kesal.
Bukhhhhhh.....
__ADS_1
Bukhhhhhh....
"Yang betul bila berkenalan sayang, bila sayang mengeluarkan aura membunuh sama ajak mengajak orang itu berperang bukan berkenalan." ucap Shella memukul Juli berulangkali.
"Ahhhh....ampun Shella, ampun ntarr aku bonyok kalo dipukulin terus." ucap Juli ketakutan dan menahan sakit ditubuhnya.
'Apa nya yang terkuat? di pukul istri sendiri aja rasanya sakit banget.' batin Juli.
Shella yang mendengar itu pun berhenti memukul Juli dan berkata.
"Baiklah, sayang harus yang benar berkenalan kali ini. bila salah lagi maka aku memanggil saudari Yue untuk memukuli sayang." ucap Shella tersenyum menyeringai.
Juli yang mendengar itu seketika berkeringat dingin karena dari semua istrinya hanya Yue yang paling kejam dan mematikan.
"Ba-ba-baiklah aku akan serius jadi tolong jangan kasih tau Yue." ucap Juli ketakutan dan gugup.
Shella hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah sayang aku pergi ke dalam dulu untuk mempersiapkan bekal untuk pelatihan nanti, dan sayang ajak Karene untuk melihat-lihat sekitar." ucap Shella sambil pergi.
Juli hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.
setelah itu Juli melihat para pria dan berkata.
"Aku pergi dulu, kalian tunggu Anggota Tim yang lainnya. bila mereka datang ajak lah untuk minum terlebih dahulu setelah aku kembali baru kita akan bersiap-siap pergi." ucap Juli.
teman-teman Juli hanya mengangguk dan Kenzo berkata.
"serahkan kepada kami ketua...jangan lupa yaa makan-makan enak lagi dirumah ketua, aku yakin setelah ini akan ada acara pernikahan lagi." ucap Kenzo tersenyum bahagia.
Juli yang mendengar itu pun hanya diam dan tidak memperdulikannya.
lalu ia mengajak Karene pergi berkeliling.
"Ayo kita pergi dan juga Perkenalkan nama ku Yuuzaki Juli, senang bertemu dan mendapatkan teman baru di kelas kami." ucap Juli tersenyum manis.
Karene yang melihat senyum manis Juli menjadi malu-malu dan berkata.
"Ba-ba-baiklah, perkenalkan nama ku Karene. aku Bangsawan dari kerajaan ASURA." ucap Karene gugup dan menundukkan kepalanya.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah salam kenal Karene." ucap Juli.
"Salam kenal juga." ucap Karene menundukkan kepalanya.
sedangkan teman-teman Juli menahan tawa mereka ketika melihat drama di depan mereka.
Juli yang merasakan bahwa ia sedang ditertawakan pun menatap tajam teman-temannya.
"Apa yang kalian tertawakan? apa kalian ingin hukuman disaat pelatihan nanti?." ucap Juli serius.
teman-teman Juli yang mendengar itu seketika terdiam dan tidak berani menjawab Juli.
melihat Juli yang sudah pergi teman-teman Juli menghela nafas panjang.
"Hufttttt.... untung tadi tidak kelepasan, coba gak mampus kita nanti." ucap Kenzo berkeringat dingin.
teman-teman Juli yang lainnya mengangguk setuju.
untuk Zero sendiri saat ini ia tidak ada karena ingin bermesraan dengan istrinya.
***
2 jam pun berlalu....
Semua orang sudah berkumpul, termasuk juga dengan Tim yang lainnya yang ingin ikut berlatih bersama Juli dan anggota nya.
"Tuan Juli kami siap berangkat." ucap salah satu dari Tim Wolf Alone.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan serius.
"Sebentar aku harus menghabiskan kue buatan istri ku, jika tidak nanti aku akan terkena hukuman alam." ucap Juli serius.
semua orang yang mendengar itu terkejut dan Kenzo berkata.
"Jadi ketua selama ini kau selalu menghabiskan kue buatan istri mu karena takut terkena hukuman alam?." ucap Kenzo panik.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Tidak aku cuma bercanda, aku hanya ingin makan tanpa di ganggu." ucap Juli tersenyum manis saat memakan kue istrinya.
"Ahhhh.... nikmat kue ini adalah yang terbaik." ucap Juli bahagia.
sedangkan orang-orang yang melihat itu syok dan Roh keluar dari mulut mereka.
"Ketua memang panutan." ucap mereka sambil mengeluarkan Roh dari mulut karena syok.
setelah menunggu Juli menghabiskan 2 piring buatan istrinya tanpa membagi ke yang lainnya ia pun tersenyum manis seolah-olah telah mendapatkan jekpot.
"Baiklah mari kita berangkat." Ucap bersemangat setelah memakan kue buatan istrinya.
yang lainnya hanya mengangguk dan Kenzi mengakibat tangan lalu berkata.
"Ketua tunggu dimana Zero?." ucap Kenzi.
"Zero saat ini ada urusan bersama istrinya dan ia akan menyusul nanti, biasa urusan suami istri." ucap Juli.
yang lainnya hanya mengangguk kepala saja dan tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
"mendekat lah kalian semua, kita akan berpindah dan kalian tidak melupakan sesuatu kan?." ucap Juli.
lalu Karene pun mengangkat tangannya.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Yap Karene apa ada yang tertinggal? nanti bisa ku bantu untuk mengambilnya." ucap Juli.
Karene hanya mengangguk dan berkata.
"Ada yang tertinggal."ucap Karene.
"Apa itu?." ucap Juli.
"Yang tertinggal adalah kau belum menikahi aku." ucap Karene datar.
Juli yang dari tadi mendengar senyuman manis pun terdiam.
"Hmmmm? coba ulangi?." ucap Juli karena ia merasa bahwa ia salah dengar.
"Kau lupa menikahi aku." ucap Karene sekali lagi.
lalu Juli menengok ke arah Kenzo dan memukulnya.
bukhhhhh....
"Apa aku bermimpi? tapi kok tidak sakit yaa?." ucap Juli setelah memukul Kenzo.
"Dasar Ketua Bang*sat, kenapa aku yang dipukul woiiiii?." ucap Kenzo berteriak kesal.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan datar.
"Maaf kalo aku pukul diri sendiri ntarr sakit." ucap Juli polos tanpa dosa sama sekali.
Kenzo hanya diam menggerutu.
lalu Juli melihat ke arah Karene dan berkata.
"Apa kau sedang bercanda tadi? bila ia maka mari kita beran-." belum selesai Juli berbicara sudah dipotong oleh Karene.
"Tidak, aku serius." ucap Karene memasang wajah datar.
Juli yang melihat itu mengerutkan keningnya dan berkata.
"Bisa kau mengubah ekspresi wajah mu disaat serius?." ucap Juli.
teman-teman Juli yang mendengar itu pun langsung menatapnya.
Juli yang merasa ditatap pun berkata.
"Ada apa? aku betul kan? bila ingin serius harus memperlihatkan ekspresi." ucap Juli datar.
teman-teman Juli semakin menatapnya datar.
"Gak sadar diri rupanya dia." ucap mereka serentak.
sedangkan Juli hanya diam menatap datar mereka karena ia bingung.
"Baiklah-baiklah Karene masalah kau ingin menikah dengan sayang itu urusan nanti kita bahas, lebih baik kita sekarang berangkat untuk berlatih." ucap Shella berbicara agar tidak membuang-buang waktu.
yang lainnya mengangguk setuju dan Karene berbicara.
"Baiklah itu bisa di urus nanti, tapi kalo bisa dipercepat yaa." ucap Karene datar.
Juli yang mendengar itu pun bergumam.
"Nih cewek nafsu amat pengen nikah? apa dia pengen buru-buru malam pertama?." gumam Juli pelan tapi di dengar oleh yang lainnya.
"Iyaa aku gak sabar pengen malam pertama sama kamu." ucap Karene datar.
Juli yang mendengar itu pun diam membisu dan melirik temannya.
teman-teman Juli yang pria hanya mengacungkan jempol nya dan berkata 'Ketua bersemangat, kami yakin ketua akan membuat keluarga Gen Badai halilintar angin ribut gempa.'
sedangkan Juli hanya mengangguk dan mengacungkan jempol nya 'Tenang saja aku akan membuat anak yang lucu dan imut agar kalian betah melihat nya dan iri.'
para lelaki pun mengangguk bersama dan berjabat tangan.
"Saudara." ucap mereka bersama-sama dan berjabat tangan.
"Baiklah sudah cukup suami main-main nya, mari segera pergi." ucap Asuka.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Baiklah ayo berangkat dan kita akan berlatih bersama selama 1 bulan untuk persiapan sebelum festival Suci di mulai nanti, kalo bisa kita semua harus juara." ucap Juli bersemangat.
yang lainnya hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
lalu mereka mendekat ke arah Juli untuk melakukan teleportasi ke dungeon yang sudah beli melalui System.
"Mari kita berangkat." ucap Juli sebelum menghilang.
Bersambung...
***
yang bingung kenapa Juli gak pernah pake System, jawabannya karena Juli gak pengen terlalu bergantung sama System apa lagi dia sudah sekuat itu untuk apa dia terlalu menyusahkan System.
jadi jangan berkomentar bahwa System gak guna yaa, yang gak guna itu sih Juli tau nya cari istri Mulu. dan itu aja.
__ADS_1
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.