Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
129. Persiapan Menuju Benua Utara


__ADS_3

35 Tahun pun berlalu....


Juli bersama para Istri dan anak-anak nya pun telah berlatih bersama dengan sangat keras, bahkan Juli tidak segan-segan memarahi istrinya jika melakukan kesalahan saat latihan.


hari ini adalah kepergian Juli untuk memulai tugasnya yaitu membasmi satu persatu dari organisasi kejahatan.


Kak Nino, Sistri, dan Amon pun bersiap-siap untuk pergi. bukan hanya mereka bertiga saja tapi Kaede juga akan ikut dengan Juli karena saat ini ia adalah orang terkuat ke 2 setelah Juli di alam semesta ini jika King Void tidak di hitung.


"Baiklah aku berangkat dulu yaaa, kalian bersemangat lah berlatih. nanti bila kalian sudah menjadi kuat aku akan mengajak kalian juga." Ucap Juli kepada istri dan anak-anaknya.


istri dan anak-anak Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis, karena memang mereka ingin berlatih dengan keras agar bisa membantu Juli menyelesaikan masalah ini secepatnya. siapa sih yang tidak ingin semua anggota keluarganya berkumpul tanpa ada yang kurang sama sekali? mereka juga ingin merasakan seperti orang lain yang dimana bisa bersama keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.


"Anata jemput kami 35.000 tahun lagi ke sini, karena disaat itu kami pasti akan ikut dengan Anata." Ucap Clarisha tersenyum manis.


"Benar Sayang, 35.000 tahun lagi pokoknya sayang harus ke sini karena kami akan memberikan sebuah kejutan yang membuat Sayang terkejut dan bangga kepada kami." Ucap Ciel.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum manis dan berkata.


"Tentu 35.000 tahun lagi aku akan kembali, dan disaat itu aku akan melihat kejutan apa yang akan kalian berikan." Ucap Juli tersenyum manis.


istri dan anak-anak Juli hanya mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah kalo begitu kami pergi dulu, sampa ketemu 35.000 tahun lagi disini." Ucap Juli yang bersiap-siap teleportasi bersama kakak dan istrinya, tidak lupa juga teman-teman Juli yang juga ikut kembali pulang.


dan disini adalah awal mula perpisahan Juli bersama keluarganya, tapi disaat dia kembali maka disaat itu juga keluarga Yuuzaki akan melawan kehendak King Void.


kembali ke cerita...


setelah Juli berteleportasi ia tiba di academi Barbara dan terlihat masih pukul 4 pagi dini hari.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Aku akan duluan ke kerajaan Alcemy, aku menunggu kalian disana. bila sudah tiba beritahu ke pasukan ku untuk memanggil ku." Ucap Juli kepada teman-temannya.


teman-temannya hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu Juli pun berkata lagi.


"Ahhh bila murid-murid academi mau ikut untuk menonton antar benua, bisa suruh mereka ikut tapi hanya 5.000 orang saja nanti aku akan menyiapkan 10 kapal besar untuk mereka. juga itu untuk 5 .000 orang dibagi yaa sama murid academi Magician yang artinya 2.500 :2.500, oke?." Ucap Juli.


lalu Mirio pun berkata.


"Baiklah ketua nanti, kami sampaikan kepada kepala academi Barbara dan Academi Magician." ucap Mirio


Juli hanya mengangguk dan segera berteleportasi menuju kerajaan miliknya.


melihat kepergian Juli teman-temannya pun juga kembali ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap, sebelum jam 5 mereka akan pergi berlayar. tapi sebelum itu mereka menyampaikan pesan yang diberitahu oleh Juli.


sedangkan disisi Juli saat ini ia sudah ada di ruang rapat kerajaan.


ia duduk di kursi raja yang dimana dihadapan ia berkumpul orang-orang yang mengurus kerajaan Alcemy, mereka juga merupakan murid dari academi sarjana yang Kuro pilih untuk mengurus keuangan kerajaan Alcemy.


dan seperti yang terlihat bahwa dibawah bimbingan mereka kerajaan Alcemy maju tanpa ada kekurangan sama sekali, bahkan di kerajaan Alcemy tidak ada yang namanya gelandangan.


"Baiklah aku mengumpulkan kalian disini untuk bertanya, berapa jumlah kapal layar yang kita miliki?." Ucap Juli tenang.


lalu dari salah satu orang disana mengangkat tangannya dan ia berada dibagian bidang perlengkapan.


"Lapor Yang Mulia, untuk saat ini jumlah kapal layar yang kita miliki berjumlah ±50 unit. dan para tukang akan membuat kapal layar lagi sekitar 15 unit." Ucap orang itu.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah hari ini aku akan pergi menuju Benua Utara, aku ingin menggunakan 10 kapal layar besar dan 1 kapal layar Milik anggota keluarga Yuuzaki." Ucap Juli.


orang yang berada di bidang perlengkapan itu pun berkata.


"Baik Yang Mulia, bila begitu saya pamit undur diri untuk mempersiapkan nya." Ucap orang itu.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"berhati-hatilah dan tidak perlu tergesa-gesa, keselamatan mu lebih penting dibandingkan perlengkapan." Ucap Juli.


orang itu pun tersenyum bahagia saat dirinya di khawatirkan oleh Juli.


"Baik Yang Mulia." Ucap orang itu tersenyum manis dan pergi.


setelah orang itu pergi Juli pun bertanya lagi.


"Untuk keamanan bagaimana? apa pasukan kekurangan?." Ucap Juli.


lalu orang yang mengurus di bidang keamanan pun berdiri tegak dan terlihat bahwa tubuhnya kekar.


"Lapor Yang Mulia, untuk bidang keamanan tidak kekurangan sama sekali. malah jumlah pasukan yang kita miliki sudah lebih dari cukup untuk melindungi kerajaan Alcemy dari penyusup ataupun pihak musuh yang ingin berperang." Ucap orang itu kita panggil saja panglima.

__ADS_1


Juli yang mendengar ucapan dari panglima pun mengerutkan keningnya.


"Pihak musuh yang ingin berperang? siapa?." Ucap Juli.


Panglima itu mengangguk dan berkata.


"Ini terjadi 1 hari yang lalu Yang Mulia, kami diserang 100.000 orang dari kerajaan Holy Kingdom yang dimana sebagian dari pasukan itu milik Kekaisaran Hikari. Tapi seperti nya mereka hanya ingin mengetes pertahanan yang dimiliki kerajaan Alcemy, tapi sayangnya semua pasukan pihak musuh dibantai habis oleh pasukan kita tanpa ada yang terluka sedikitpun." Ucap panglima itu.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Siapkan 150.000 pasukan dengan rata-rata level 180.000.000, setelah aku kembali dari Benua Utara kita akan menyerang Kekaisaran Hikari dan Holy Kingdom." ucap Juli tersenyum menyeringai.


semua orang yang ada di ruang rapat saat melihat senyuman Juli hanya biasa saja, karena mereka yakin bahwa Tuan mereka disaat senang akan pembunuhan akan tersenyum mengerikan.


"Baik Yang Mulia." Ucap panglima itu lalu kembali duduk.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah kalian bisa kembali, dan juga bila salah satu dari kalian bertemu dengan teman-teman ku. katakan padaku yaa." Ucap Juli.


"Baik Yang Mulia, kali begitu kami pamit undur diri." Ucap mereka.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


setelah itu ruang rapat pun menjadi sepi hanya menyisakan Juli saja, karena istri dan kakak nya sedang beristirahat sebelum pergi nanti.


Juli pun mulai bosan dan tidak tau harus apa untuk menghilangkan rasa gabut nya.


"Apa yang harus ku lakukan?." Ucap Juli lemas.


lalu ia mendengar suara dari System.


[Ding!!! Bagaimana untuk menghilangkan rasa bosan Host, lebih baik kita tembakan bom nuklir ke wilayah holy kingdom dan Kekaisaran Hikari? tapi Host hanya merusak pinggiran nya saja untuk membuat mereka pusing.] Ucap System memberikan Juli solusi.


Juli yang mendengar itu pun kembali bersemangat.


"Itu ide bagus System, Terimakasih sarannya." Ucap Juli tersenyum bahagia.


[Ding!!! sama-sama Host.] Ucap System.


Juli hanya mengangguk dan segera pergi keluar istana Kekaisaran.


"Baiklah disini pas." ucap Juli berdiri sambil mencari arah Kekaisaran Hikari dan Holy Kingdom.


"Crafting Tecnique ; Bom Nuklir Destruction." Ucap Juli.


lalu muncullah di langit sebuah Bom Nuklir berukuran besar.


Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai.


'System lock target.' ucap Juli.


[Ding!!! Locked Target yaitu Kekaisaran Hikari dan Holy Kingdom.] Ucap System.


"Luncurkan." Ucap Juli bersemangat sambil mengangkat tangannya seperti anak kecil.


[Ding!!! Peluncuran akan dilakukan 3 detik.


3...


2...


1...


Peluncuran Bom Nuklir telah dilakukan.] Ucap System.


Juli yang mendengar itu pun bahagia dan berkata.


"Tunjukkan kepada ku tayangan nya." Ucap Juli.


lalu muncul 2 layar hologram di hadapan Juli.


sedangkan disisi lain Bom Nuklir yang Juli ciptakan pun terus melaju menuju target yang sudah ditentukan, kecepatan Bom Nuklir itu sangatlah laju.


tidak membutuhkan waktu lama hanya 3 menit Bom Nuklir yang Juli kirim sudah sampai di tempat tujuan.


setelah tiba Bom Nuklir itu pun turun kebawah dan.


BOAMMMMMM......


DUARRRRRRR.....


Bom Nuklir yang Juli arahkan jatuh tepat di barak militer, Juli sengaja melakukan itu agar keamanan mereka akan hancur.

__ADS_1


semua orang yang berada di Kekaisaran Hikari dan Holy Kingdom pun panik saat merasakan ledakkan yang terjadi yang dimana membuat kawah besar seluas 3km dengan kedalaman 10 meter.


Juli yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak.


"HAHAHAHA.....ini seru aku ingin mencobanya lagi nanti." Ucap Juli bahagia. {Note ; Anj**g gua jadi ngeri A*sw.}


setelah puas tertawa Juli pun kembali ke dalam istana kerajaan sambil menunggu teman-temannya tiba.


sedangkan disisi Kekaisaran Hikari semua orang panik terutama Kaisar yang melihat banyak sekali pasukan yang ia miliki tewas dalam sekejap.


lalu Kaisar menyuruh Jendral nya untuk merekrut setiap remaja di Kekaisaran Hikari untuk wajib militer, Kaisar melakukan ini untuk bersiap-siap perang dengan Kerajaan Juli.


'Aku pasti akan menghancurkan kerajaan pemuda itu.' batin Kaisar Sirozuna dengan kesal.


begitu juga dengan Holy Kingdom mereka merekrut para remaja di setiap desa untuk memperbanyak jumlah pasukan mereka nantinya.


kembali ke sisi Juli saat ini....


± 2 jam pun berlalu....


akhirnya teman-teman Juli tiba bersama para Tim yang menjadi perwakilan Benua Timur untuk mengikuti turnamen antar Benua, dan juga disana ada beberapa guru dan kepala academi dari setiap masing-masing academi. kecuali academi Knightley yang dimana mereka tidak lolos diakibatkan Juli Membunuh mereka semua, bahkan academi Knightley terancam akan ditutup oleh kerajaan lain karena memiliki murid yang tidak becus dan sopan santun.


sedangkan Juli sudah bersiap pergi dengan pakaian academi Barbara miliknya, untuk istri dan kakak nya mereka menggunakan pakaian yang senada yang dimana membuat mereka semakin cantik.


bahkan para laki-laki meneteskan air liur saat melihat istri dan Kakak Juli.


Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Apa kalian ingin hadiah dari ku karena melihat istri dan kakak ku seperti itu?." Ucap Juli tersenyum menyeringai.


para laki-laki pun langsung ketakutan mereka lupa bahwa Juli ada disana.


"*-*-*-tidak maafkan kami." Ucap para laki-laki kecuali Tim The One yang berdiri dan tersenyum meremehkan Juli.


Juli yang melihat itu merasa tertantang dan ikut tersenyum menyeringai lalu mendekati mereka.


"Oiyaa-oiyaaa....apa kalian lolos juga? kukira kalian akan menjadi orang bodoh saat turnamen academi Barbara waktu itu?." Ucap Juli dengan nada mengejek.


'Aku suka keributan.' batin Juli.


'Aku suka nonton keributan.' batin Amon yang melihat suaminya akan memulai keributan.


Tim The One yang mendengar itu pun hanya diam dan tidak berkata apa-apa.


Juli yang melihat itu pun merasa bosan dan ia memiliki ide.


"Ahh maaf kepala academi Barbara, kapal yang aku pesan kan sudah penuh. untuk para murid yang menonton akan menaiki kapal layar yang disebelah sana, lalu untuk Tim yang menjadi perwakilan akan satu kapal dengan ku. tapi sepertinya 1 Tim harus menaiki kapal tua yang ada disana?." Ucap Juli sambil menunjuk kapal Tua yang bisa menampung 10 orang dan hanya menggunakan layar kapal kecil lalu dayung untuk menjalankan nya.


kepala academi Barbara yang mendengar itu pun berfikir sejenak dan berkata.


"Baiklah itu sudah dari cukup, karena Tim yang menjadi perwakilan Benua Timur kebanyakan adalah perempuan jadi mereka akan satu kapal dengan mu. lalu untuk Tim The One nanti akan naik kapal itu saja, tenang kami akan berjalan pelan dan tidak meninggalkan kalian kok di tengah-tengah laut." Ucap kepala academi Barbara tersenyum kecil karena ia tau apa yang Juli rencana kan.


Tim The One yang mendengar itu pun ingin protes tapi dipotong oleh Juli.


"Jika kalian tidak mau yaa sudah, bahkan jika Kaisar datang kesini untuk memesan kapal tidak akan di urus oleh orang-orang sini." Ucap Juli tersenyum menyeringai.


Tim The One pun hanya pasrah menerima itu jika tidak mereka tidak akan di ikutkan ke benua Utara.


Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan bergumam.


'Hehehehe.... Minggu ini kata para nelayan ku berkata bahwa ombak sedang besar itu diakibatkan karena ada seekor monster raksasa bangun dari tidurnya setelah ratusan ribu tahun, jadi semoga Tim The One selamat hahahaha....' gumam Juli sambil tertawa jahat.


lalu Juli mengintruksikan para Nahkoda nya untuk bersiap-siap berangkat.


"Baiklah kalian bisa menuju ke kapa masing-masing, dan untuk Tim The One jangan lambat yaa takut ketinggalan nanti. karena kapal milik kerajaan ku tidak selambat milik Kaisar." Ucap Juli tersenyum mengejek dan pergi menuju kapal keluarga Yuuzaki yang sangat terlihat mewah dan megah.


sedangkan Tim The One hanya menggerutu dan mengutuk Juli dalam hati.


Juli pun berjalan menuju kapal nya dengan senyuman tipis dan berbicara dalam hati nya.


'Benua Utara kah? seperti apa benua disana, aku ingin tau apa aku bisa membuat sedikit Keributan disana.' batin Juli tersenyum menyeringai.


'Hehehehe....Benua Utara akhirnya aku bisa memulai membuat keributan.' batin Amon yang dimana pikiran Juli dan Amon sama yaitu membuat keributan.


'Aku suka keributan.' batin Amon dan Juli sambil tersenyum menyeringai.


Bersambung....


***


gimana Chapter kali ini? seru gak?


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.

__ADS_1


see you next time dan bye bye.


__ADS_2