Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
29. Berkunjung ke tempat Dewi Anthena dan istri baru lagi?


__ADS_3

saat ini Juli sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Dewi Clarisha.


ketika Juli dalam perjalanan banyak sekali warga dewa dan dewi kuno yang menunduk kan kepala.


Juli pun bingung lalu dia hanya tersenyum dan menyuruh setiap warga bangkit.


selama di perjalanan juga Raphael menjelaskan semua yang membuat Juli paham dan semakin semangat untuk menjadi kuat.


Juli pun sudah sampai di depan rumah dan dia melihat sangat sepi di rumah.


Tokkkkk....Tokkkkk....Tokkkkk...


ketika Juli mengetuk pintu tidak ada jawaban sama sekali yang membuatnya semakin bingung.


'kemana Clarisha? dan kemana juga Akiho dan Akiha?' batin Juli bertanya-tanya.


lalu Juli pun pergi ke halaman belakang lewat samping rumahnya.


ketika dia sampai di belakang rumah dia melihat banyak orang sedang duduk di gazebo dan Juli kenal mereka semua.


"hallo apa kalian tidak menyambut ku?" tanya Juli sambil menyapa.


semua wanita yang ada disitu merasa kaget dan waspada sambil mengeluarkan senjata masing-masing.


"siapa kau? kenapa bisa ada di kediaman ku?" ucap Clarisha waspada.


"benar itu siapa kau? kenapa ada di kediaman kakak ipar ku?" ucap elena yang bersiap menyerang.


Juli yang melihat itu merasa bingung kenapa mereka waspada.


"HEIII tenanglah aku ini Juli, dan apa-apaan kau Clarisha mengeluarkan senjata ke arah suami mu?" ucap Juli kesal.


tapi kedua wanita dan 2 maid itu tidak percaya dan ingin menyerang nya.


Juli yang melihat itu pun kesal dan berkata.


"baiklah bila kalian tidak ingin aku disini maka aku akan pergi ke tempat Dewi Anthena"ucap Juli kesal lalu pergi.


lebih tepatnya menghilang karena dia menggunakan SKILL teleportasi.


para wanita yang melihat itu mulai lega karena dia merasakan bahaya dari laki-laki tadi.


"tapi entah kenapa aku merasa akrab dengannya?" ucap Dewi Clarisha.


"benar kakak Clarisha aku pun juga merasakannya seolah-olah dia adalah orang terdekat ku" ucap Elena.


"benar nona Elena tadi saya juga merasakan bahwa itu seperti tuan Juli" ucap Akiho datar.


Akiha yang melihat kakaknya seperti itu menepuk kepalanya.


"berarti tadi itu adalah tuan kakak" ucap Akiha.


yang dimana membuat 3 gadis terkejut mendengarnya.


"kurasa kita telah membuatnya ngambek?" ucap Dewi Clarisha.


"benar, biasa kalo kakak ngambek dia tidak ingin pulang" ucap elena datar.


Dewi Clarisha yang mendengar itu terkejut dan ingin mencari Juli tapi dia urungkan karena dia dengar Juli ingin ke tempat Dewi Anthena, jadi Clarisha membiarkannya karena Dewi Clarisha tau bila Dewi Anthena juga suka sama Juli.


"baiklah biarkan saja dia mendatangi Dewi Anthena paling juga dia akan menginap disana" ucap Dewi Clarisha yang hanya di angguki oleh ke 3 gadis lainnya.


dan Dewi Clarisha lupa memberi tahu Juli bahwa jam segini adalah waktu mandi Dewi Anthena.


****


"sudah orang cape latihan ingin bersantai malah di todong senjata, sangka aku curi ****** ***** janda apa" ucap Juli menggerutu.


lalu Juli pergi ke tempat Dewi Anthena karena ada hal yang ingin di tanyanya.


setelah berjalan cukup lama akhirnya dia sampai juga di tempat Dewi Anthena.


Tokkkkk.....Tokkkk.....Tokkkkkk....


Juli mengetuk pintu rumah Dewi Anthena dan dia mendengar banyak barang yang berjatuhan.


Juli menebak bahwa anthena sedang melakukan sesuatu tapi ketika mendengar suara ketukan pintu dia jadi terburu-buru.


CLEKKK.....

__ADS_1


pintu terbuka dan memperlihatkan anthena yang membuat Juli kaget.


"aduhhhh Clarisha sudah aku katakan kalo kesini itu langsung masuk saja. kau tau kan kalo jam segini aku sedang mandi" ucap Dewi anthena yang masih tidak sadar kalo itu Juli.


"anuuu Dewi Anthena aku Juli bukan Clarisha istri ku" ucap Juli yang bingung dengan situasi disini.


Dewi Anthena yang mendengar itu lain Clarisha pun melihat ke asal suara dan kaget hingga melepaskan kain yang menutupi tubuhnya.


"Kyaaaa..... ke-ke-kenapa kau ada disini Juli?" ucap Dewi Anthena yang malu dan tidak menyadari bahwa kainnya telah jatuh.


Juli yang melihat itu langsung menutup matanya.


'sial aku berdosa' batin Juli.


Dewi Anthena yang melihat Juli menutup matanya pun bingung dan melihat ke arah tubuhnya yang tidak memakai apapun karena kainnya yang digunakan nya jatuh.


"Kyaaaa..... PLAKKKK.... k-k-k-kau mesum Juli, K-k-k-kau harus tanggung jawab aku tidak mau tahu. hiksss.....hikssss aku tidak bisa menikah lagi huwahhhhhhhhhh aku akan menjadi ibu rumah tangga hikss.... hiksss....." ucap Dewi Anthena yang menangis.


Juli yang melihat itu bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.


"baiklah-baiklah aku akan tanggung jawab jadi mohon tenang jangan menangis lagi oke? aku takut dikutuk ibu ku karena membuat wanita menangis" ucap Juli yang menenangkan Dewi Anthena.


Dewi Anthena yang mendengar itu pun nangis menjadi pelan dan menanyakan lagi ke Juli untuk memastikan.


"benarkah itu kau akan bertanggung jawab?" ucap Dewi Anthena.


"iyaa aku berjanji akan bertanggung jawab dan akan menikah mu tapi aku harus bilang ke istri ku juga" ucap Juli yang pasrah.


Dewi Anthena yang mendengar itu menjadi senang dan berhenti menangis.


"hmmmm....makasih nanti aku akan membantu mu untuk berbicara kepada Dewi Clarisha" ucap Dewi Anthena.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk kepala dan menyuruh Dewi Anthena memakai bajunya.


"kau pakai baju sana apa kau ingin bertelanjang saja?" ucap Juli sambil memalingkan wajahnya.


Dewi Anthena yang mendengar itu pun punya ide.


"kau harus mengendong ku suami, kau kan sudah melihat ku barusan" ucap Dewi Anthena.


Juli yang mendengar itu pun protes.


"tidak-tidak kau bisa berjalan sendiri" ucap Juli.


"bila kau tidak ingin mengendong ku dan bawa masuk maka aku akan berteriak keras supaya dewa dan dewi kuno lainnya datang kesini dan melihat kelakuan mu yang menganiaya wanita" ucap Dewi Anthena dengan senyum kemenangan.


Juli yang mendengar itu pun kaget dengan ancaman Dewi Anthena dan dia hanya pasrah saja dan menggendong Dewi Anthena.


"baiklah kau yang memaksa" ucap Juli menggendong Dewi Anthena seperti tuan putri.


Dewi Anthena yang belum siap pun kaget dan malu.


"ke-ke-kenapa kau mengangkat ku tiba-tiba?"tanya Dewi Anthena.


"supaya kita cepat masuk" ucap Juli.


"Ara... apa kau sudah tidak sabar?" ucap Dewi Anthena yang menggoda Juli.


"yaa aku sudah tidak sabar lagi" ucap Juli datar.


"Ara...apa kau ingin melakukan nya?"tanya Dewi Anthena.


"yaa aku ingin melakukannya. tapi aku yang masak yaa soalnya aku takut masakan mu tidak enak" ucap Juli polos.


Dewi Anthena yang mendengar itu pun kaget dan kesal karena Juli telah menipunya.


"kau penipu Hmmphh...."ucap Dewi Anthena yang cemberut.


"penipu apanya? aku ingin makan"ucap Juli lalu membawa Dewi Anthena kedalam rumah.


setelah itu Juli membawa Dewi Anthena ke kamarnya untuk berbaju sedangkan dia akan pergi ke dapur untuk memasak makanan.


lalu Dewi Anthena turun dari atas setelah memakai pakaiannya.


"apa yang akan kau masak suami?" ucap Dewi Anthena.


"aku memasak SOP danging dan daging bakar. untuk pencuci mulutnya aku telah membuat salad buah, lalu aku juga membuat kue Pai untuk dinikmati" ucap Juli.


Dewi Anthena yang mendengar itu merasa kagum dengan Juli.

__ADS_1


'tidak salah aku memilih dia jadi suami ku' gumam Dewi Anthena yang di dengar oleh Juli.


"apa yang tidak salah Anthena?" ucap Juli karena tidak terlalu dengar semua nya.


"tidak apa-apa, aku hanya berkata tidak salah kau memilih makanan penutup yang enak" ucap Dewi Anthena berbohong.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan lanjut memasak lagi.


****


25 menit telah berlalu....


"maaf Membuat mu menunggu"ucap Juli sambil menyiapkan makanan di meja makan.


"tidak apa-apa suami"ucap Dewi Anthena yang memanggil Juli dengan sebutan suami.


Juli hanya mengangguk saja dan berkata.


"makanlah mumpung masih hangat bila dingin itu akan terasa kurang enak" ucap Juli sambil melepaskan celemek nya.


Dewi Anthena hanya mengangguk dan mulai makan.


"ini sangat enak suami, bahkan ini lebih enak dari semua makanan yang pernah ku makan" ucap Dewi Anthena yang makan dengan semangat.


Juli yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"pelan-pelan lah kau makan, tidak perlu takut habis aku sengaja masak banyak" ucap Juli.


Dewi Anthena hanya mengangguk dan tersenyum bahagia karena Juli sangat perhatian kepadanya.


lalu mereka pun makan bersama dengan lahap sesuai makan mereka membersihkan meja makan dan mencuci piring bersama.


"ohhh iyaa Anthena aku ingin bertanya" ucap Juli.


"bertanya apa suami?" ucap Dewi Anthena sambil mengelap piring yang basah.


"apa kau tau tentang leluhur ras Vampire kuno yang berada di dungeon rank SSS di Skyland ini?" ucap Juli.


"kami semua dewa kuno tau akan hal itu tapi kami tidak bisa memasuki dungeon itu karena terlalu berbahaya dan ditambah lagi segel yang mengurung leluhur ras Vampire kuno juga sangat sulit untuk di buka" jelas Dewi Anthena.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk kepala dan berkata.


"aku berencana setelah berlatih dan meminta ijin ke dewa Hercules untuk memasuki dungeon itu karena aku akan melepaskan leluhur ras Vampire kuno itu" ucap Juli. yang membuat Dewi Anthena kaget tapi kembali tenang.


"aku tidak akan menahan mu suami karena aku tau kau akan tetap bersikeras akan pergi" ucap Dewi Anthena.


Juli yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengelus kepala Dewi Anthena.


"kau tidak perlu khawatir kan aku, lagian bila kau ingin menjadi kuat maka harus berusaha" ucap Juli.


"aku tau itu suami. tapi saat suami memasuki dungeon itu berhati-hatilah karena di sana sangat berbahaya bahkan dewa Hercules hanya sampai di lantai 700 saja" ucap Dewi Anthena yang hanya di angguki oleh Juli.


"baiklah sekarang sudah malam mending kau beristirahat saja karena aku akan kembali ke tempat Dewi Clarisha" ucap Juli.


Dewi Anthena yang mendengar itu pun menjadi sedih dan kecewa karena suaminya baru sehari dirumah.


"tidak bisa kah suami tinggal disini saja sementara?" ucap Dewi Anthena sambil menunduk sedih.


Juli yang melihat itu merasa kasian dan berkata.


"baiklah malam ini aku akan tidur disini dan besok akan mendatangi Dewi Clarisha" ucap Juli sambil mengelus kepala Dewi Anthena.


Dewi Anthena yang mendengar itu menjadi sangat senang dan memeluk Juli.


"terima kasih suami" ucap Dewi Anthena.


Juli hanya mengangguk kepala dan mengajak istirahat.


"mari beristirahat biar besok pagi kita bisa menemui Dewi Clarisha" ucap Juli.


"Gendong aku lagi" ucap Dewi Anthena dengan manja.


Juli yang melihat itu hanya menghela nafas dan mengendong Dewi Anthena ke kamarnya untuk beristirahat.


BERSAMBUNG.....


****


Gimana ceritanya seru gak? jangan lupa komen yaa buat kasih saran.

__ADS_1


dan jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa.


see you next time dan bye bye


__ADS_2