
1.500 tahun telah berlalu di dimensi Juli...
saat ini Kekaisaran Holy Britannian sudah didirikan dengan megah bahkan kekaisaran Hikari kalah besar.
istana kekaisaran Juli sangatlah megah dan besar bahkan Juli juga membeli seluruh budak yang ada di benua timur.
ia menyuruh 1.000 Anggota Assassin nya membeli semua budak dibenua timur, dan saat ini juga benua timur heboh dengan hilangnya para gelandangan dan sekelompok organisasi yang membeli budak dalam skala besar.
total gelandang yang Juli ajak adalah 530.000 orang dan 380.000 budak.
Juli juga tidak lupa memperkerjakan mereka dari berbagai bidang dari pembuat senjata, Alcemy, prajurit, jual bahan makanan , dan berbagai nya.
Juli juga memberikan mereka 100 koin emas wajib tiap bulan, yang dimana dengan uang segitu mereka bisa hidup lama di dimensi Juli tanpa berkerja sekalipun.
tapi para penduduk Juli tidak memilih menjadi orang malas, malahan mereka berinisiatif berkerja untuk membantu membangun Kekaisaran ini.
Juli juga membangun sekolah dasar bagi anak-anak berumur 5 tahun -> 12 tahun, dan academi bagi berumur 12 tahun -> 19 tahun.
Juli juga membangun 4 academi yaitu academi sihir, academi kesatria, academi perdagangan, dan academi serjana.
Juli sengaja melakukan itu agar yang tidak bisa bertempur bisa membantu dalam perdagangan ataupun masalah keuangan di kerajaan yang akan Juli bangun nanti.
Juli juga menambahkan beberapa alat teknologi seperti di dunia sebelum seperti TV, komputer, dan berbagai nya yang berguna untuk kepentingan pribadi.
Juli juga menjadwalkan setiap penduduk untuk menggunakan teknologi tidak terlalu berlebihan. bahkan Juli bila memasuki jam malam akan mematikan seluruh teknologi yang ia berikan pada penduduk.
yang jelas kekaisaran Juli adalah kekaisaran termaju dari seluruh alam semesta ini.
Juli juga tidak lupa menambahkan Tank perang, pesawat tempur, dan berbagai lainnya untuk berperang bahkan ada Mecha juga.
orang-orang yang mengendarai semua alat itu adalah lulusan murid terjenius dari academi serjana.
dan untuk semua alat itu tidak akan digunakan sebelum keadaan sangat genting sekali.
Juli juga memasang sebuah segel yang dimana bila ada seseorang yang melakukan niat jahat maka akan langsung meledak tubuhnya.
maka dari itu seluruh penduduk tidak berani macam-macam di kekaisaran Juli.
tapi beruntungnya Mereka memang dari awal tidak memiliki niat jahat sama sekali karena mereka sudah sangat bersyukur tinggal di kekaisaran Juli.
bahkan para penduduk memiliki kekuatan yang sangat kuat, level rata-rata penduduk Juli berlevel 4.000.000 -> 9.000.000.
{Ilustrasi Kekaisaran Holy Britannian}
jumlah penduduk yang tinggal di tempat Juli melebihi 200 juta orang dan itu semua di tambah dengan seluruh pasukan Juli.
dan kita akan kesisi Juli saat ini.
"Anata cepat jemput anak-anak pulang sekolah." ucap Istri Juli yaitu Clarisha.
"Oiyaa suami ini sudah jam pulang mereka. takutnya nanti mereka malah bermain kemana-mana."ucap Alice.
"Ahhhh... sayang jangan lupa beli bahan-bahan yang tadi aku pesan untuk membuat kue."ucap Ciel.
Juli hanya mengangguk dan segera pergi.
tapi sebelum pergi dia dipanggil seseorang.
"Ayah mau kemana? apa mau Shin bantu?" ucap anak laki-laki yang memiliki rambut putih dan mata merah membawa pedang.
{Ilustrasi Shin. Anak dari Juli dan Natasha.}
"Owhhh Shin untunglah ada kamu nak. tolong bantu ayah membelikan bahan-bahan untuk ibu mu Ciel Membuat kue." ucap Juli.
"baiklah ayah serahkan pada Shin. nanti Shin akan mengajak kakak Shiro dan kakak Rokuro." ucap Shin tenang.
"Okeh ayah serahkan pada mu. ayah mau menjemput adik-adik mu disekolah."ucap Juli lalu pergi.
"Berhati-hatilah ayah."ucap Shin melambaikan tangannya.
lalu Shin pun pergi ke kamar kakaknya.
Tokkkk....Tokkkk....
"Kakak Shiro dan kak Rokuro tolong temani Shin berbelanja bahan-bahan untuk ibu."ucap Shin dari pintu luar kamar.
CLEKKK...
pintu kamar pun terbuka dan memperlihatkan seorang anak laki-laki berambut merah.
"Owhhh...Shin tunggu sebentar kakak akan membangunkan Shiro."ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Rokuro.
lalu Rokuro pun membangunkan seorang anak laki-laki kembar seperti dirinya sedang tertidur.
"Shiro bangunlah. ayah menyuruh kita menemani Shin berbelanja." ucap Rokuro.
"Baik-baik aku bangun." ucap anak itu berambut putih.
{Ilustrasi Shiro dan Rokuro. anak dari Juli dan Clarisha.}
"Shin tunggu sebentar kami bersiap-siap." ucap Rokuro.
"Baik kakak." ucap Shin sambil menunggu.
saat sedang menunggu ada seorang anak gadis menyapa shin.
"Yooo....Shin adik ku yang gila pedang." ucap anak gadis itu melambaikan tangan pada Shin.
"ahhh.... kakak Chiko rupanya. ada apa kakak?."ucap Shin tenang.
"Tidak ada apa-apa. hanya menyapa."ucap gadis itu.
Shin hanya mengangguk saja dan menunggu Shiro dan Rokuro.
"Baiklah kakak tinggal dulu yaa. kakak mau jemput adik kita di TK."ucap Chiko.
{Ilustrasi Chiko. anak Juli dan Rindo.}
Shin hanya mengangguk lalu Chiko pun pergi.
Chiko pun berjalan dengan santai sambil melihat-lihat para prajurit berlatih.
"Salam nona muda Chiko."ucap prajurit Juli membungkuk.
Chiko hanya mengangguk dan menaiki kereta kuda yang telah disiapkan.
setelah berjalan beberapa lama akhirnya Chiko sampai di Sebuah bangunan tingkat 2 yang dimana disana terdapat banyak sekali anak-anak berumur dibawah 5 tahun.
setelah Menunggu akhirnya ia melihat 3 anak gadis berumur 3 tahun.
"Kakak Chiko lama sekali." ucap gadis kecil berambut coklat.
"Ahhh...maafkan kakak yaa Selena, kakak tadi membelikan kalian beberapa makanan." ucap Chiko.
"Hmphhhhh.....awas saja besok kakak jemput lama lagi." ucap gadis kecil itu yang bernama Selena.
{Ilustrasi Selena. anak Juli dan Elena.}
"Baik-baik kakak paham. terus dimana Nami dan Mizuki?" ucap Chiko.
tiba-tiba ada seorang gadis kecil berbicara.
"Kakak Chiko. tolong Mizuki bawa Nami, dia tidur nihh." ucap gadis kecil itu.
"Ehhhh...Mizuki, sini biar kakak angkat Nami." ucap Chiko.
lalu Chiko pun menggendong gadis kecil berambut putih sedang mengantuk.
{Ilustrasi Nami. Anak Juli dan Melascula.}
"Huhhhh akhirnya Mizuki bisa main sama peliharaan Mizuki." ucap gadis kecil berambut pink sambil bermain bersama 2 ekor anak ayam tapi itu bukanlah anak ayam sembarangan.
{Ilustrasi Mizuki. anak Juli dan Nana.}
"Baiklah-baiklah. semua mari naik kereta, nanti bila lama ayah akan marah."ucap Chiko.
Selena dan Mizuki hanya mengangguk dan segera naik kereta.
sedangkan disisi Juli saat ini dia menjemput anak-anaknya yang lain di academi sihir.
sepanjang jalan Juli disapa oleh penduduk Kekaisaran Holy Britannian.
__ADS_1
Juli pun menyapa mereka semua dengan senyuman manis.
para penduduk yang melihat itu merasa senang sekali karena memiliki pemimpin yang baik hati.
setelah berjalan beberapa lama akhirnya Juli telah sampai di academi sihir.
ia menunggu anak-anak nya di depan gerbang.
setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya jam academi berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran telah usai.
banyak sekali anak- berumur 13->19 tahun keluar dari academi.
Juli yang melihat itu pun tersenyum tipis karena dia sangat senang bila anak-anak seumuran mereka bisa bersekolah dari pada menjadi gelandangan ataupun budak.
lalu Juli mendengar ada yang memanggilnya.
"AYAHHHHH....Meiko disini."ucap seorang gadis berumur 13 tahun.
Juli pun berbalik melihat ke arah sumber suara itu.
ia melihat ada 3 gadis seumuran.
{anak gadis berambut putih anak Juli dan Testarossa bernama Meiko, lalu gadis berambut cokelat anak Juli dengan Anthena bernama Akane , dan gadis berambut pink ke coklat-coklatan anak Juli dan Asami yang bernama Ikumi.}
Juli hanya tersenyum dan berkata.
"Haiii... berhati-hatilah jangan berlari-lari Meiko."ucap Juli.
"Tumben ayah menjemput kami cepat?"ucap Akane.
"Ke-ke-kenapa ayah menjemput kami? kan sudah kami katakan kami akan pulang sendiri." ucap Ikumi malu-malu.
Juli hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak-anaknya.
"Ayah menjemput kalian karena disuruh ibu kalian untuk pulang cepat. lalu kalo Ikumi tidak mau ayah jemput baiklah nanti ayah jemput adik mu di TK saja."ucap Juli pura-pura sedih.
Akane hanya mengangguk saja dan Ikumi berkata.
"Si-si-siapa yang tidak mau? Ikumi hanya tidak mau menyusahkan ayah saja."ucap Ikumi malu-malu dan buang muka.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Kalian tidak merepotkan ayah kok. lagian Ayah juga ingin melakukan ini untuk kalian."ucap Juli tersenyum manis.
anak-anak Juli pun juga ikut tersenyum dan berkata.
"Terima kasih ayah."ucap mereka.
Juli hanya mengangguk saja dan mereka kembali pulang.
saat perjalanan pulang Juli melihat sepasang anak kecil sedang berebah di taman.
Juli yang melihat itu pun menghampiri mereka dan berkata.
"Aduhhhhhh....kalian bukannya pulang malah tidur disini."ucap Juli menggelengkan kepala.
lalu kedua anak kecil itu melihat ke arah Juli dan tersenyum.
"Ehhh....ayah, kami menunggu kalian disini."ucap gadis kecil yaitu anak Juli bernama Izumi.
"Baiklah kakak mari pulang. lagian ayah sudah datang."ucap laki-laki disebelahnya kembar seperti Izumi.
"Baiklah Izuma kita ikut ayah."ucap Izumi.
{Ilustrasi Izumi dan Izuma. anak Juli dan Alice.}
Izuma hanya mengangguk saja dan berdiri ikut dengan kakaknya.
"Dimana kakak Kalian Ryuu?" ucap Juli.
Izumi dan Izuma yang mendengar itu pun menjadi pucat.
Juli yang melihat itu pun merasa curiga.
"Apa dia memburu Monster lagi?"ucap Juli.
Izumi dan Izuma hanya mengangguk kepala saja dan diam.
Juli yang melihat itu pun menghela nafas dan berkata.
tiba-tiba di belakangnya ada suara seorang pemuda.
"Tentu saja aku ingin mengalahkan kakak Killua ayah. karena aku ingin mengambil gelar Terkuat ke-2 setelah ayah."ucap pemuda berambut biru tua dan terlihat Badas.
{Ilustrasi Ryuu. anak Juli dan Velgrynd. dia gila akan kekuatan dan selalu ingin mengalahkan kakaknya yaitu Killua, Raphael, Rapunzel dan Tamiko.}
Juli yang mendengar itu pun kesal dan memukul kepala anaknya.
Bukhhhhhh....
"Kau ini apa kau tau karena ulah mu. ayah di pukul oleh ibu mu semua."ucap Juli.
Ryuu hanya diam menggerutu.
"Sapa suruh ayah pelit kasih kunci dungeon tingkat Neraka."ucap Ryuu pelan tapi Juli mendengar nya.
"Kau kira mudah menyelesaikan nya? bahkan kakak mu Killua hanya sampai di lantai 10 saja. apa lagi kamu mungkin lantai 1 udah bonyok."ucap Juli tersenyum mengejek.
Ryuu hanya diam saja karena itu memang kenyataan.
"Ayah akan memberikan mu setelah kau berhasil membunuh salah satu anggota The Seven Commandments."ucap Juli sambil tersenyum menyeringai.
Ryuu yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Serahkan pada ku ayah."ucap Ryuu.
mereka berdua tersenyum menyeringai hingga ditegur oleh Meiko.
"Ayah dan kakak Ryuu sampai kapan kalian saling berpandangan?"ucap Meiko kesal.
Juli dan Ryuu sadar itu pun langsung berkata.
"Baiklah mari kita pulang"ucap Juli.
anak-anaknya hanya mengangguk saja dan mereka pergi pulang ke Kekaisaran.
selama perjalanan mereka membeli makanan buat mereka makan bersama.
setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di gerbang masuk Kekaisaran.
saat digerbang mereka bertemu dengan salah satu anak Juli juga yang baru saja selesai berlatih.
"Haruka.. baru pulang nak?"ucap Juli sambil tersenyum manis.
gadis itu hanya mengangguk dan berkata.
"Iyaa ayah... Haruka baru pulang karena ibu memanggil." ucap gadis itu yang bernama Haruka sambil membawa sebuah palu besar.
{Ilustrasi Haruka. anak Juli dan Queen.}
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah mari kita masuk bersama-sama."ucap Juli.
Haruka hanya mengangguk dan ikut bersama mereka.
selama perjalanan masuk mereka selalu disapa oleh penjaga istana.
ketika mereka berjalan mereka disapa oleh seorang gadis kecil berambut hitam.
"Ayah...apa kalian ingin ke ruang makan juga?"ucap gadis kecil itu.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Aiko tumben ikut ayah? apa rindu ayah?"ucap Juli sambil tersenyum manis.
gadis itu pun menjadi malu-malu dan berkata.
"Ti-ti-tidak Aiko hanya ingin makan bersama."ucap Aiko.
{Ilustrasi Aiko. anak Juli dan Akiko.}
Juli hanya tertawa kecil dan mengelus rambut Aiko.
"Kau ini coba dengan ayah mu jangan malu-malu."ucap Juli.
__ADS_1
Aiko hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya karena malu.
lalu mereka melanjutkan perjalanan ke ruang makan.
saat dekat pintu ruang makan mereka bertemu anak Juli lagi.
"Ayah apa sudah menjemput adik-adik di TK?" ucap anak laki-laki berambut putih.
"tadi kakak mu Chiko yang menjemput mereka Yuuji"ucap Juli.
lalu anak laki-laki disebelahnya pun berkata.
"Mungkin sebentar lagi mereka akan tiba ayah."ucap anak laki-laki disebelahnya berambut cokelat.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Mungkin saja Ken."ucap Juli.
{Ilustrasi Yuuji. anak Juli dan Shuna.}
{Ilustrasi Ken. anak Juli dan Shion.}
lalu mereka pun masuk ruang makan bersama-sama.
saat masuk semua istri serta anak Juli yang lainnya telah menunggu Juli.
"Anata kenapa lama sekali?" ucap Clarisha.
Juli pun berkata.
"Tadi kami berbelanja makanan terlebih dahulu saat jalan pulang" ucap Juli.
para istri Juli hanya mengangguk saja.
lalu ada seorang gadis kecil memanggil Juli.
"Ayah kenapa Kallen tidak dibelikan kue?."ucap gadis berambut biru muda.
{Ilustrasi Kallen. anak Juli dan Ciel.}
"ayah juga membelikan untuk kalian semua. setelah makan kita akan memakan kue bersama."ucap Juli mengelus rambut Kallen.
lalu Juli berkata.
"Oiyaa dimana Maria, Iva, Sora, Lia dan Makoto?"ucap Juli karena masih belum melihat ke-5 anaknya itu.
lalu Raphael pun berbicara.
"Maria dan Sora saat ini sedang di halaman, lalu Lia dan Iva mereka sedang menuju kesini sehabis mandi, dan Makoto katanya menjemput Chiko untuk menyuruh cepat pulang." ucap Raphael.
setelah itu pintu ruang makan terbuka dan memperlihatkan 2 gadis berambut putih dan biru keputihan.
"Ayah maaf Maria dan Sora telat."ucap gadis berambut Putih.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Maria dan Sora duduklah dulu sambil menunggu adik kalian pulang dari TK."ucap Juli.
Maria dan Sora hanya mengangguk dan duduk didekat anak Juli yang lainnya.
{Ilustrasi Maria. anak Juli dan Mira ia lebih fokus terhadap Alcemy.}
{ilustrasi Sora. anak Juli dan Ultima.}
lalu pintu terbuka lagi dan menunjukkan 2 gadis kecil yang tidak lain anak Juli juga.
"Maaf ayah Iva dan Lia sehabis mandi."ucap gadis berambut coklat membawa boneka beruang.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Duduklah terlebih dahulu."ucap Juli.
Iva dan Lia hanya mengangguk dan segera duduk.
{Ilustrasi Lia. anak Juli dan Yue, ahli dalam sihir alam.}
{Ilustrasi Lia. anak Juli dan Eris, meski masih kecil ia sangat ahli dalam serangan udara seperti Kanna.}
mereka pun mengobrol sambil nunggu anak-anak Juli yang lainnya.
lalu ada suara laki-laki dari jendela masuk.
"Ayah acaranya bisa dimulai. kakak Chiko sudah berada di pintu masuk ruangan" ucap seorang anak laki-laki berambut coklat dan memiliki mata berwarna berbeda sebelah.
{Ilustrasi Makoto. anak Juli dan Tio.}
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Kau bisa duduk Makoto dan lain kali jangan lewat jendela."ucap Juli sambil tersenyum tipis.
Makoto yang melihat itu pun takut dan berkata.
"Ba-ba-baiklah ayah. Makoto tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Makoto.
Juli hanya mengangguk dan pintu ruang makan terbuka.
disana terdapat anak-anak Juli yang lainnya bersama Chiko.
"Ayah kami pulang" ucap Chiko.
Juli pun tersenyum manis dan berkata.
"Selamat datang anak-anak ku yang kecil."ucap Juli.
Selena yang mendengar itu pun berkata.
"kami bukan anak kecil ayah."ucap Selena cemberut.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baik-baik anak ayah tidak ada yang kecil. semua udah besar." ucap Juli sambil tersenyum manis.
lalu Nami berkata.
"Nami masih kecil"ucap Nami mengantuk dalam gendongan Chiko.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Baiklah disini yang kecil hanya Nami dan Laffey karena tukang tidur." ucap Juli.
mereka semua mengangguk setuju dan Kanna berbicara.
"ayah kanna sudah lapar" ucap Kanna.
"Banar ayah. Rapunzel juga."ucap Rapunzel lemas.
Juli pun mengangguk dan berkata.
"Baiklah mari kita makan bersama-sama dan untuk merayakan kelulusan Shin, Haruka, dan Carrera dari academi dan menjadi murid jenius karena lulus dalam usia kurang dari 17 tahun." ucap Juli.
"Bersulang."ucap Juli.
"Bersulang." ucap merek mengikuti Juli.
mereka semua pun makan bersama dalam keadaan hangat dan tenang.
mungkin siapapun melihatnya akan merasa bahagia karena melihat kerukunan setiap mereka semua.
dan dengan begini Juli memilki 25 istri dan 32 anak.
mungkin saja kedepannya Juli akan memiliki istri baru lagi kita lihat saja dan.
Bersambung...
***
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1