
saat Juli dan Raphael lari dari Dewi Clarisha dia telah mendatangi para dewa kuno terkuat yang lainnya untuk mengucapkan perpisahan.
Dewi Artemis, dewa Tang Xu, dan dewa Hercules saat ini berkumpul di tempat balai desa Skyland bersama para dewa dan Dewi kuno yang lainnya.
"Jadi nak Juli apa kau akan pergi sekarang?" ucap dewa Hercules dengan suara beratnya.
"Tentu, karena aku harus menyelamatkan teman ku yang sedang di penjara." ucap Juli.
dewa Hercules hanya mengangguk saja.
"Ingatlah murid ku yang bodoh dan pemalas. setelah kau pergi dari sini janganlah kamu sombong dengan kekuatan mu yang sekarang dan merasa paling hebat. ingatlah di atas langit masih ada satelit" ucap Dewa Tang Xu.
Bukhhhh.....
"Diatas langit masih ada langit bodoh. dasar tukang mabuk" ucap Dewi Artemis yang memukul kepalanya dewa Tang Xu.
"aku tau itu perawan tua. tidak usah memukul ku" ucap dewa Tang Xu kesal.
mereka terus melanjutkan perdebatan dan tidak mau mengalah satu sama lain.
saat mereka berdebat para istri Juli datang berserta ke-2 anaknya yang lain bersama adiknya.
Juli dan Raphael yang melihat mereka pun ingin lari lagi tapi dia langsung di hadang oleh Anthena.
"Mau kemana suamiku dan anak ku?" ucap Dewi Anthena.
"a-a-a-anu aku dan Raphael ingin membantai Monster yang masih keliaran di sekitar dungeon" ucap Juli gugup sambil mencari alasan.
Dewi Clarisha yang melihat mereka pun langsung menghampirinya.
"Ara...Ara...Ara... ternyata di sini Anata dan Raphael" ucap Clarisha sambil tersenyum manis.
bagi Juli dan Raphael itu adalah senyum menyeramkan.
"Hahahah....Hallo sayang? apa kabar ? lama tidak bertemu" ucap Juli.
"Hallo juga Anata, aku baik-baik saja tapi aku sedang mencari seseorang yang membuat masalah barusan terus lari" ucap Clarisha.
Juli dan Raphael yang mendengar itu pun semakin takut dan mundur.
"Mama tenanglah kami sudah baikan" ucap Raphael.
tapi Clarisha maju hingga di depan Juli dan Raphael.
Juli yang melihat itu pun mulai bertindak.
Cuppppp....
"Aku tau ada yang kurang. tapi kau tidak perlu semarah itu" ucap Juli mencium kening Clarisha.
semua dewa dan Dewi kuno yang melihat itu pun terkejut.
sedangkan mata Rapunzel ditutup oleh Anthena dan Tamiko ditutup oleh fumiko dan Raphael matanya ditutup oleh Dewi Artemis.
"Wowwww..... sungguh anak muda sangat hebat" ucap dewa Hercules dengan senyum mengejek.
"Fiuhhhhhh....murid ku kalo masalah menjinakkan wanita pasti nomor 1" ucap dewa Tang Xu sambil bersiul.
sedangkan Clarisha dia diam mematung dan terdiam.
"A-A-A-Anata apa yang kau lakukan? disini banyak orang" ucap Dewi Clarisha malu.
"apa masih kurang sayang?" ucap Juli menggoda Clarisha.
Clarisha pun semakin malu dan menunduk.
Juli yang melihat itu pun langsung berkata.
"baiklah kita hentikan sampai disini saja karena waktu kita tidak banyak okeh?" ucap Juli.
sedangkan Clarisha hanya mengangguk dan menunduk.
"Suami kau belum melakukannya padaku?" ucap Dewi Anthena.
Juli yang mendengar itu pun memberi kode untuk menahan diri karena banyak orang.
Dewi Anthena yang paham pun hanya mengangguk saja tapi itu semua hancur ketika Raphael berbicara.
"Cihhhh dasar ayah mesum. mencium mama didepan umum bahkan depan anaknya" ucap Raphael sambil mengejek Juli.
Juli yang mendengar itu kesal dan ingin mengajaknya berkelahi.
tapi dia tahan karena ada Clarisha.
'liat saja kau Raphael. ayah akan menyuruh Rapunzel dan Tamiko untuk memusuhi mu dan tidak menegur mu.' batin Juli yang di ketahui oleh Raphael.
__ADS_1
Raphael yang mendengar itu pun terkejut dan bersujud di hadapan Juli.
"Maafkan Raphael ayah. Raphael berjanji akan jadi anak yang berbakti" ucap Raphael karena dia seorang siscon.
Juli pun tersenyum kemenangan karena berhasil mengalahkan mental Raphael.
"Juli sudah hentikan. mari lanjut ke intinya saja, waktu mu tidak banyak karena perjalanan mu untuk ke lembah Monster cukup memakan waktu karena kau belum pernah ke sana. belum lagi kau ke benua timur memakan waktu 6 hari" ucap dewa Hercules.
Juli yang mendengar itu pun diam sejenak dan memiliki ide.
"Elena dan Rapunzel kalian akan pergi ke benua timur duluan untuk membantu disana. sedangkan aku , Raphael, fumiko dan Tamiko akan ke lembah Monster untuk bertemu dengan anggota Nanatsu no Taizai yang lainnya dan menyelamatkan si Dosa ketamakan" ucap Juli.
lalu Juli berkata lagi "kalian akan pergi bersama 2.000 prajurit ku dan membawa Chinatsu" ucap Juli.
"Apa kakak akan datang terlambat?" ucap Elena.
"Tidak kakak akan langsung berteleportasi setelah membebaskan teman kakak."ucap Juli.
"apa dengan 2.000 prajurit kakak kita akan menang?" tanya Elena.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum manis.
"Jenderal One. bawa 2.000 prajurit berlevel 300.000 -> 350.000 ke hadapan ku segera" ucap Juli melalui telepati nya.
tiba-tiba muncul sebuah portal Cahaya dihadapan Juli dan para dewa Dewi kuno lainnya.
~Woshhhhh~
aura yang sangat kuat keluar dari prajurit Juli miliki dan mereka berlutut dihadapan Juli.
"SIAP MENERIMA PERINTAH" Ucap semua prajurit.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Kalian berdiri lah. dan kalian akan ikut bersama adikku ke benua timur untuk melawan pasukan Monster dan Demon, ingatlah ikuti perintah adikku dan jangan dengar perintah orang lain" ucap Juli tegas dengan aura Penguasa nya.
semua orang disana merinding dan kagum dengan aura Juli miliki.
'Aura ini seperti Kaisar Dewa zaman kuno' batin semua dewa dan Dewi kuno.
prajurit Juli pun juga merasakan kagum terhadap tuan mereka.
"KAMI SIAP MELAKSANAKANNYA TUAN" ucap seluruh prajurit Juli dengan semangat.
"Ingatlah disana kalian boleh membantai semua musuh kalian. jangan menahan diri atau meremehkan musuh kalian ingat itu" ucap Juli serius.
Juli hanya mengangguk dan melirik ke arah Elena.
"apa kau yakin mereka tidak akan sanggup?" ucap Juli tersenyum manis.
Elena yang masih bengong pun tersadar dan berkata.
"mereka sangat kuat sekali kak. bahkan level mereka tinggi" ucap elena kagum pada kakaknya.
"Hahaha kau hanya melihat prajurit yang masih baru berlatih selama 250 tahun saja dan kau belum melihat yang berlatih selama 1.000 tahun."ucap Juli.
Elena yang mendengar itu pun bertanya.
"memang berapa jumlah pasukan kakak?" ucap Elena.
Juli diam sebentar dan tersenyum.
"Lebih dari 1 juta untuk yang levelnya di atas 980.000 dan 500.000 orang yang berlevel dibawah 700.000" ucap Juli santai karena prajurit bayangan nya saat ini sangat kuat mungkin bisa saja membantai seluruh benua EVILLAND.
tapi Juli tidak ingin menyerang dulu karena dia takut posisinya diketahui oleh dewa Yama. level nya saat ini belum sanggup mengalahkan dewa Yama.
lanjut, semua orang yang mendengar itu terkejut bahkan para Dewa dan Dewi kuno terkuat pun juga merasa kaget karena level mereka hanya di atas 750.000 saja dan tidak sampai 1.000.000.
"apa kakak ada buktinya?" ucap elena seolah-olah masih tidak percaya.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum dan melirik ke arah Raphael dan Rapunzel memberi kode untuk nya.
Raphael dan Rapunzel yang paham itu pun memasang penghalang pada seluruh orang yang ada disana.
semua orang merasa bingung kenapa harus di pasang penghalang dan tidak bertanya. Juli yang melihat itu pun mengangguk.
"Keluarlah Wahai Prajurit Bayangan ku." ucap Juli.
~Woshhhhhhhhh~
tiba-tiba aura di sekitar menjadi kuat bahkan Raphael dan Rapunzel sedikit berusaha menahan aura itu.
lalu keluar lah prajurit bayangan Juli yang berjumlah lebih dari 1juta dengan berbagai bentuk Monster yang ia bunuh di dungeon.
yang membuat lebih para dewa dan dewi kuno lainnya terkejut adalah ras Giants yang berjumlah lebih dari 50.000.
__ADS_1
lalu ada 5 Prajurit Bayangan Juli yang paling kuat atau di sebut panglima nya.
"MENGHADAP PADA YANG MULIA." Ucap semua prajurit bayangan berlutut.
Juli hanya mengangguk dan melihat ke semua orang yang masih terkejut dengan ini.
"Apa kalian percaya Sekarang?" ucap Juli.
yang lainnya hanya diam saja dan tidak berbicara.
Juli yang melihat itu pun mengembalikan prajurit bayangannya.
"Kembali lah waktu kalian belum saatnya beraksi" ucap Juli.
"BAIK TUAN."ucap seluruh prajurit bayangan Juli dan kembali masuk.
semua orang yang melihat itu masih terdiam dan ada yang pingsan.
"baiklah waktu nya pergi dan tidak ada waktu untuk berbicara lagi" ucap Juli menyadarkan mereka semua.
mereka pun kembali sadar dan merasa takut sekaligus kagum pada Juli.
"Baik kak. masalah benua timur kakak serahkan saja padaku dan Rapunzel" ucap Elena.
"Benar ayah. Rapunzel akan melindungi bibi Elena" ucap Rapunzel semangat.
Juli hanya mengangguk saja dan melihat ke arah ke-3 istrinya.
"apa kalian mau ke dimensi ku dan menunggu disana?" ucap Juli.
dan ke-3 istrinya hanya mengangguk dan tersenyum.
Juli yang melihat itu lalu menyuruh mereka mendekat dan menteleportasi istrinya.
setelah beberapa menit Juli kembali dan dia berkata.
"Waktunya kita berangkat dan terima kasih untuk para dewa dan Dewi kuno yang ada disini mau menerima kami. terutama guru kami yang mau melatih kami hingga menjadi kuat" ucap Juli menunduk dan sedikit sedih karena ditempat ini dia tidak merasakan dibully.
"Kau tidak perlu berterima kasih pada kami nak Juli. ini sudah sewajarnya kami menerima mu, karena kau harapan satu-satunya untuk dunia ini" ucap dewa Hercules yang di angguki oleh para dewa lainnya.
"ingatlah untuk menjadi kuat dan jangan pernah puas dengan kekuatan sekarang yang kau miliki tapi jangan pernah juga kau sombong disaat kau kuat kecuali di hadapan musuh mu" ucap dewa Tang Xu tersenyum ke Juli karena dia baru ini memiliki murid sehebat Juli dan Elena.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum.
"aku akan berkunjung jika ada waktu" ucap Juli.
dewa dan Dewi kuno lainnya hanya mengangguk.
Juli pun menghadap ke adiknya dan berkata.
"kau tunggu kakak yaa di benua timur. kakak pasti akan datang" ucap sambil mengelus rambut adiknya.
Elena hanya tersenyum dan berkata.
"kakak berhati-hati lah selama perjalanan dan masalah benua timur pasti kita akan menang" ucap Elena.
Juli hanya tersenyum dan mengangguk lalu dia mulai berteleportasi bersama Raphael.
~CLINKKKK~
Juli dan Raphael pun menghilang dari hadapan mereka semua.
***
Sedangkan saat ini disisi hutan death forest Juli dan Raphael sudah ada disana.
ketika sampai di hutan death forest Juli melihat sebuah pohon bunga yang sangat indah mekar disana dan Juli kembali teringat kenangan itu.
Raphael yang tau itu pun berkata.
"tidak perlu bersedih ayah. karena aku ada disisi mu sekarang" ucap Raphael.
Juli pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Baik mari kita pergi ke lembah Monster yang berada di bagian selatan hutan ini, kita akan berjalan sejauh 500km" ucap Juli.
dan Raphael hanya mengangguk saja
mereka pun memulai perjalanan mereka.
Bersambung...
***
Maaf kalo chapter ini jelek yaa..soalnya author lagi gak enak badan gara-gara sering kecapean. tapi author usahakan buat ketik cerita biar kalian tidak kepo dengan kelanjutan ceritanya.
__ADS_1
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.