
hari ini adalah hari terakhir sebelum Juli melanjutkan pelatihan nya dengan dewa Tang Xu. yaitu dewa kuno terkuat nomor 5 dan master pedang.
Di gazebo belakang rumah Clarisha saat ini Juli sedang bersantai memakan kue buatan istrinya sendiri.
"Anata apa kau besok akan melakukan pelatihan lagi?" tanya Dewi Clarisha.
"tentu saja sayang, bila tidak segera menyelesaikannya maka makin banyak masalah yang terjadi" ucap Juli.
Clarisha hanya mengangguk karena dia akan kesepian lagi dirumah karena tidak ada yang mengajaknya mengobrol.
Juli yang melihat istrinya seperti itu pun bertanya.
"apa kau merasa kesepian?"tanya Juli.
Clarisha hanya mengangguk kepala dan menundukkan kepalanya karena sedih.
Juli yang melihat itu pun merasa kasian dan mencari ide buat bisa istrinya tidak kesepian.
saat berpikir suara Raphael terdengar dibenak Juli.
[kenapa ayah tidak memanggil Maid tempur saja untuk menemani mama?] ucap Raphael.
[betul ayah apa yang dibilang oleh kakak. ayah bisa memanggil Maid tempur untuk menemani mama selama ayah pelatihan biar mama tidak kesepian] ucap Rapunzel.
'baiklah ayah tau kalian sangat khawatir dengan mama kalian itu jadi ayah akan mengikuti rencana kalian saja' ucap Juli dalam pikiran.
"baiklah kalo gitu aku akan ke kamar sebentar yaa sayang ada yang ingin ku bahas dengan Raphael dan hanya 10 menit saja" ucap Juli.
Clarisha yang melihat suaminya ada urusan hanya mengangguk kepala lalu berkata.
"baiklah, dan jangan melakukan hal aneh-aneh lagi yang bisa membahayakan mu Anata" ucap Clarisha.
"okeh siap ibu negara" lalu Juli pergi ke kamarnya.
seusai sampai dikamar Juli pun berbicara pada Rapunzel.
"Rapunzel tolong panggil ke dua maid tempur itu" ucap Juli.
[baiklah ayah ] ucap Rapunzel.
[Permintaan sedang di proses mohon tuan rumah untuk menunggu 1%...15%...35%...70%...89%...100%. Compeleted] ucap suara Rapunzel seperti system.
tiba-tiba muncul sebuah portal seukuran lemari dengan berwarna biru muda.
lalu keluar lah 2 wanita dengan menggunakan baju maid yang satu wanita membawa 2 katana di pinggangnya dengan berambut hitam dan mata merah.
sedangkan wanita satu nya membawa senjata sabit yang sangat besar dan memiliki rambut berwarna Hijau muda dan sedikit agak putih yang memiliki warna mata mirip dengan rambutnya.
"hadap kami kepada yang mulia"ucap kedua wanita itu secara bersamaan dan berlutut.
Juli yang melihat itu hanya mengangguk dan tersenyum puas.
"baiklah kalian bisa berdiri dan jangan memanggilku yang mulia. panggil aku sekarang Tuan saja tidak perlu panjang-panjang" ucap Juli.
"baik Tuan kami akan melakukannya" ucap kedua maid itu seperti sudah profesional.
"apakah kalian berdua memiliki nama?" tanya Juli.
"kami tidak memiliki nya tuan, dan bila tuan mau tuan bisa memberikan kami nama" ucap wanita berambut hitam yang kesannya sedikit cuek.
"benar tuan, anda bisa memberikan kami nama" ucap wanita berambut Hijau muda itu dengan nada sedikit dingin.
Juli pun hanya mengangguk kepala dan mulai berfikir memberikan nama apa yang bagus. lalu dia pun mendapatkan ide.
"baiklah karena kalian terlihat mirip seperti adik dan kakak maka saya akan memberikan nama Akiho dan Akiha" ucap Juli.
Akiho untuk gadis berambut hitam sedang Akiha untuk gadis berambut Hijau muda.
{Ilustrasi Akiho}
{Ilustrasi Akiha}
"terima kasih tuan telah memberikan kami nama" ucap kedua maid itu.
Juli hanya mengangguk kepala.
"untuk saat ini kalian akan menemani istri saya selama pelatihan. dan kalian akan mengikuti saya setelah saya berlatih dengan semua dewa kuno" ucap Juli.
"baik tuan kami akan melaksanakan perintah Anda" ucap Akiho dan Akiha bersamaan.
"baik mari ikut dengan ku untuk bertemu dengan nyonya kalian" ucap Juli lalu pergi kembali ke belakang rumah.
sesampai disana Juli masih melihat Clarisha yang duduk diam karena merasakan kesepian.
"heyyy cewek kalo kau murung seperti itu tidak akan ada pria yang mau dengan mu" ucap Juli sambil mengelus dan menggoda Clarisha.
Clarisha yang melihat suaminya datang pun hanya tersenyum tipis.
"apa yang kau katakan Anata? bukannya ada lelaki yang mau denganku? bahkan orang nya ada disini" ucap Clarisha.
"siapa?" tanya Juli pura-pura tidak tahu.
Clarisha yang kesal pun mencubit Juli.
"akhhhh.... Clarisha itu sangat sakit, kau sadarlah level mu sangat tinggi bahkan mencubit saja serasa ditusuk pedang" ucap Juli sambil mengelus bekas yang dicubit Clarisha.
"sapa suruh kau membuat ku kesal Hmmpphh...." ucap Clarisha membuang muka dan melihat 2 maid baru Juli.
lalu di pun bingung dan ingin bertanya kepada Juli.
__ADS_1
"Anata siapa mereka berdua?" tanya Clarisha.
"kau pikir saja sendiri Hmmphh..."ucap Juli yang membalas dengan membuang muka juga.
Clarisha yang melihat suaminya seperti itu merasa gemas dan memeluknya.
PLUKKKK.....
"Hey cowok jangan ngambek dong kan aku cuma bercanda" ucap Clarisha yang menggoda Juli dan berbisik di telinganya.
Juli pun kaget dan mundur sambil menutup telinga nya.
"Astagaaaaaa Clarisha kamu berdosa banget" ucap Juli seperti gadis polos yang melihat temannya melakukan kenakalan.
Clarisha yang melihat suaminya seperti itu menatapnya dengan datar.
Juli yang melihat ekspresi Clarisha pun kembali seperti semula.
"Uhukkkk... berhenti menatap ku seperti itu" ucap Juli yang batuk kecil.
Clarisha pun kembali tenang dan bertanya.
"jadi bisa Anata jelaskan siapa mereka berdua?" tanya Clarisha.
"Mereka adalah maid pribadi ku dan mereka akan menemani mu selama aku pelatihan" ucap Juli.
"Maid pribadi? dari mana Anata mendapatkan nya?" tanya Clarisha.
"kalo itu RA-HA-SIA tehee..." ucap Juli sambil bergaya imut.
Clarisha yang melihat itu pun langsung memukul Juli dengan tongkat sihirnya.
Bukhhhhhh.....
"bisa kau berhenti melakukan hal yang aneh Anata? kau menjadi sinting seperti Dewi Artemis" ucap Clarisha datar dan merasa tidak berdosa setelah memukul Juli.
"akhhhh.... Clarisha kenapa kau memukul ku? apa ini kekerasan dalam rumah tangga? bila seperti itu maka harus ku laporkan ini dengan ketua desa" ucap Juli ngambek dan ingin pergi.
"Anata kau berdiri maka jangan harap malam ini kau tidur di kasur" ucap Clarisha mengancamnya.
Juli yang mendengar itu pun terdiam dan kembali duduk.
"nahh seperti itu kan enak dilihat"ucap Clarisha.
lalu Clarisha melirik ke arah Akiho dan Akiha.
"jadi siapa nama kalian berdua? apa suami ku jahat kepada kalian?" tanya Clarisha.
"Nama saya Akiho nyonya dan ini saudara saya Akiha, untuk tuan dia tidak jahat kepada kami nyonya" ucap Akiho memperkenalkan diri.
Clarisha hanya mengangguk kepala saja.
"kalo begitu mohon bantuannya yaa selama suamiku berlatih" ucap Clarisha.
"baik nyonya" ucap Akiho dan Akiha.
"apa masih ingin kau ulangi lagi kelakuan mu tadi?" ucap Clarisha marah seperti ibu yang mengomeli anaknya.
"tidak" ucap Juli masih menundukkan kepalanya.
"apa kau bilang? kurang jelas" ucap Dewi Clarisha dengan nada marah.
"siap saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Juli sedikit berteriak.
"bagus kalo gitu awas saja Anata ulangi, maka jangan harap Anata tidur bersama ku di kasur" ucap Clarisha.
"baik" ucap Juli masih menundukkan kepalanya.
Clarisha yang melihat suaminya seperti itu pun merasa kasian dan mendekatinya.
Juli yang melihat Clarisha mendekati nya hanya menutup mata dan siap menerima hukuman.
Cupppp....
"Aku hanya tidak ingin kau kenapa-napa Anata jadi jangan melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan" ucap Clarisha mencium kening Juli.
Juli pun kaget dan merasa bingung, dia kira akan menerima hukuman.
"kau tidak menghukum ku Clarisha?" tanya Juli.
"tidak untuk saat ini tapi bila kau mengulangi nya maka aku akan menghukum mu" ucap Clarisha lalu pergi mengajak Akiho dan Akiha ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"ayo Akiho dan Akiha kita ke dapur untuk menyiapkan makanan" ucap Clarisha.
"baik nyonya" ucap Akiho dan Akiha bersamaan.
lalu Juli hanya duduk menunggu jam makan malam.
Keesokan harinya....
saat ini Juli sudah bersiap-siap berangkat mendatangi dewa Tang Xu untuk melakukan pelatihan.
didepan pintu rumah Clarisha. Juli berpamitan dengan Clarisha.
"sayang aku akan pergi dulu yaa ingat jaga selalu kesehatan mu dan jangan melakukan hal yang aneh-aneh. bila ada perlu sesuatu minta tolong ke Akiho atau Akiha" ucap Juli.
"baik Anata aku akan menjaga kesehatan dan minta bantuan Akiho atau Akiha. dan kau juga jangan memaksakan diri saat pelatihan dan tidak perlu terburu-buru, karena masih banyak orang yang bisa membantumu untuk menjalankan takdir ini" ucap Dewi Clarisha.
Juli hanya mengangguk dan mengelus kepalanya Clarisha.
lalu Juli pergi dan itu membuat Clarisha kesal karena dia melupakan sesuatu.
"Anata bukannya kau melupakan sesuatu? mana ciuman untuk ku?" tanya Clarisha cemberut.
__ADS_1
Juli yang lupa itu hanya menepuk keningnya.
"astaga aku lupa, maaf sayang" ucap Juli.
Cupppp....
"aku berangkat dulu sayang dan sampai jumpa 3000 tahun lagi" ucap Juli lalu pergi.
Clarisha yang melihatnya suaminya pergi hanya tersenyum dan kembali masuk rumah bersama Akiho dan Akiha.
***
sedangkan untuk Juli saat ini berjalan menuju tempat dewa Tang Xu yang dimana ia manjadi pusat perhatian warga desa dewa kuno karena melihat 2 Tombak yang melayang-layang di belakang Juli dan selalu mengikutinya.
"wahhhh mama lihat kakak itu memiliki Tombak yang sangat keren. aku ingin menjadi sepertinya" ucap seorang lelaki kecil.
"iyaa suatu saat nanti kau akan bisa mejadi sepertinya nak" ucap ibu anak itu yang dimana memang suatu saat nanti anak laki-laki itu menjadi Jendral pasukan Juli.
untuk Juli sendiri dia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya ke setiap warga yang menyapa nya.
setelah berjalan cukup jauh dia pun akhirnya sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat kuno dan tradisional seperti rumahnya dulu dibumi.
lalu dia pun masuk ke dalam halaman rumah dewa Tang Xu dan melihat banyak sekali alat pelatihan bagi seorang pendekar pedang.
'keren pantas saja dia dijuluki master pedang' batin Juli.
lalu ia melihat dewa Tang Xu yang sedang duduk di gazebo sambil meminum berakohol nya.
tiba-tiba Juli yang mendekatinya pun langsung diserang dewa Tang Xu dengan mudah Juli menghindarinya karena dia memiliki eyes of the lord God.
Sringgg.....
Juli menghindari setiap tebasan pedang dewa Tang Xu.
"woiii apa yang kau lakukan dewa sialan?" tanya Juli.
dewa Tang Xu yang dipanggil seperti itu menjadi kesal dan menyerang Juli semakin cepat.
"baj***an cilik kau harus menerima hukuman" ucap dewa Tang Xu sambil menyerang Juli yang terus menghindar.
30 menit berlalu dewa Tang Xu menyerang Juli tapi berhasil dihindari semuanya karena mata Juli.
'sial bila seperti ini terus maka mata ku akan rusak' batin Juli.
'Rapunzel berikan ayah pedang katana di Inventory ayah' ucap Juli dalam pikiran.
[baik ayah ] ucap Rapunzel.
lalu keluarlah katana yang memiliki ukuran 1.5 meter dan itu sangatlah panjang. katana itu memiliki gagang berwarna hitam dan bilah hitam yang ada pola petir berwarna merah.
{Ilustrasi katana ; God slayer}
ketika Juli mengeluarkan katana itu seketika aura yang sangat kuat yang membuat wilayah Skyland merasa merinding saat merasakan itu.
~Woshhhhhh~
aura mematikan bagi para dewa ketika merasakannya.
dewa Tang Xu yang dari tadi menyerang Juli menjadi terdiam dan pucat karena itu adalah senjata berbahaya bagi para dewa.
"da-da-dari mana kau mendapatkan senjata itu bocah?" ucap dewa Tang Xu dengan ketakutan.
Juli yang melihat itu tersenyum licik.
"ada apa dewa Tang Xu? kenapa kau diam bukannya tadi kau ingin menyerang ku? kenapa berhenti ayo lanjutkan" ucap Juli yang memprovokasi dewa Tang Xu.
Dewa Tang Xu yang mendengar itu sebenarnya kesal tapi dia tahan karena aura senjata itu sangat berbahaya.
"maaf bocah tadi aku menyerang mu tiba-tiba. tapi bisa kah kau menyembunyikan aura senjata katana mu itu? sangat bahaya aura nya bagi para dewa takutnya kau malah membuat dewa-dewi muda terluka" ucap dewa Tang Xu dengan sedikit khawatir.
Juli yang paham itu karena dia tau senjata yang di pegang nya itu pedang apa.
lalu Juli menyembunyikan auranya dengan bantuan Rapunzel dan menaruh di sarungnya yang berada di pinggang belakang Juli.
"baiklah jadi kenapa kau menyerang ku secara tiba-tiba?" tanya Juli.
dewa Tang Xu yang merasakan aura itu menghilang menjadi lega dan para dewa lainnya pun juga merasakan itu dan mereka tau siapa yang mengeluarkan aura itu karena mereka barusan diberitahu oleh Dewi Clarisha dan Dewi Anthena.
"maaf bocah aku hanya ingin mengetes mu saja dan tidak ku sangka ku sangat hebat dalam hal bertahan dari serangan ku bahkan dewa Hercules hanya bisa bertahan 25 menit saja di saat aku menggunakan pedang" ucap dewa Tang Xu kagum dengan Juli.
"terima kasih pujiannya dan berhentilah memangil ku bocah aku memiliki nama dasar dewa gila pemabuk" ucap Juli kesal.
dewa Tang Xu yang mendengar itu sedikit emosi tapi menahannya dia tidak ingin bila Juli mengeluarkan Senjata berbahaya yang ada di pinggangnya.
"baiklah nak Juli maaf telah memanggil mu bocah. dan apa kau disini ingin berlatih dengan ku?" tanya dewa Tang Xu.
"benar guru mohon terima aku sebagai murid mu" ucap Juli yang berubah total sikapnya karena bila kau ingin maka tidak ada salahnya menundukkan kepala kepada orang yang pantas.
Dewa Tang Xu yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan ingat kepada Elena waktu itu juga dia seperti ini.
"baiklah aku menerima kau sebagai murid ku dan kita akan berlatih siang hari di dimensi ku" ucap dewa Tang Xu.
"baik guru" ucap Juli.
lalu setelah itu Tang Xu menghilang karena dia ingin bersiap-siap.
BERSAMBUNG.....
****
gimana ceritanya seru gak? jangan lupa komen buat kasih aku saran yaa.
__ADS_1
dan jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa.
see you next time dan bye bye.