Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
47. Persiapan Perang bagian 2 dan Pertemuan dengan para pahlawan


__ADS_3

Sedangkan disisi Kerajaan ASURA....


kini Anggota Dead End telah sampai di kerajaan ASURA dan mereka telah di temui oleh elena dan Rapunzel.


Elena sendiri telah dijelaskan oleh Rapunzel tentang anggota Dead End yang hanya sebuah prajurit buatan tapi memiliki perasaan dan ingatan.


dan tentang ingatan mereka telah di beri tahu juga ke Elena.


Elena hanya mengangguk dan menerima nya saja.


setelah sampai di tempat Dead End berada elena langsung dipeluk oleh Rin dan Ran.


"One-san lama tidak bertemu" ucap Rin.


Elena pun hanya mengelus rambut Rin dan Ran lalu berkata.


"Maaf yaa kakak lupa. tapi untuk saat ini kita jangan bahas itu dulu karena ada hal yang lebih penting tentang itu" ucap Elena.


Rin dan Ran hanya mengangguk saja.


Elena mengangguk dan berkata pada Shuna.


"jadi Shuna apa yang di beritahu oleh kakak apa kalian bisa menjelaskannya?" ucap Elena.


Shuna pun menjelaskan semuanya dari awal hingga masalah segel The Seven Commandments yang dimana bila berhasil dibuka akan membuat kehancuran bagi seluruh benua alam rendah.


Elena yang mendengar itu terkejut karena level musuh mereka sangat kuat.


"Jadi untuk sekarang bilang Juli, kita tidak akan maju digaris depan kita hanya menjaga di garis belakang bersama kerajaan Liones. karena Jenderal agung ke-2 dan ke-3 sedang berencana melakukan kudeta di benua timur" ucap Shuna.


Elena paham dan berkata.


"Jadi masalah garis depan aku serahkan pada Ishi dan Ichiro saja. dan kita akan menjaga garis belakang? itu yang di bilang oleh kakak kan?" ucap Elena.


Shuna hanya mengangguk saja.


Elena pun menyuruh Jendral prajurit Juli untuk memanggil Ishi dan Ichiro yang sedang berada di aula rapat bersama para pahlawan dari kerajaan EXODIA.


"Jenderal One tolong panggilkan Ishi dan Ichiro" ucap elena.


"baik nona Elena" ucap Jendral One lalu pergi.


sedangkan disisi aula ternyata tidak hanya kerajaan EXODIA dia saja yang ikut rapat ternyata dari ke-3 academi sedang ikut.


"Jadi kita akan membahas rencana untuk bagian garis terdepan" ucap raja Leo.


semua hanya mengangguk saja dan berkata pada raja Leo.


"Jadi apa rencana kita?" tanya kepala academi Knightley.


ketika kepala academi Knightley berbicara seperti tiba-tiba ada seorang pemuda yang menyela nya dan berkata.


"Untuk apa berfikir terlalu lama? tinggal serang saja mereka semua dan tidak perlu takut ada aku yang menjaga kalian" ucap pemuda itu sombong.


dia adalah anak bangsawan dari kekaisaran Hikari yang menjadi perwakilan bangsawan dari kekaisaran dia adalah Alexander.



Alexander sendiri adalah Jendral termuda di kekaisaran dan menjadi Jendral Terkuat dari semua Jendral.


Alexander sendiri berlevel 70.000 dengan keahlian berpedang bahkan kepala academi Knightley tidak bisa mengalahkan nya.


kepala academi Knightley yang mendengar itu sedikit kesal tapi ia tahan karena jika melawan maka dia akan kalah.


Alexander sendiri sebenarnya tidak ingin mengikuti rapat ini tapi karena dia dengar bahwa para wanita dari pahlawan dunia lain sangat cantik-cantik dia pun akhirnya datang untuk mendekati para wanita nya Juli.


"Tidak bisa meski kita saat ini menjadi kuat. tapi kita belum cukup untuk melawan mereka secara langsung" ucap kepala academi Magician.


Alexander yang mendengar itu pun berdecak kesal.


"Bilang saja kalo kalian takut" ucap nya.


Rindo yang dari tadi diam pun akhirnya berbicara.


"Bukannya kau terlalu sombong tuan?" ucap rindo sambil menatap nya rendah.


Alexander yang mendengar itu pun melihat ke arah Rindo dan wanita Juli lainnya. dan dia merasa sangat bernafsu ketika melihatnya.


"apa maksud nona? saya tidak sombong nona? bila kalian ingin melawan mereka maka maju saja tidak perlu takut dan aku akan melindungi kalian semua terutama para wanita" ucap Alexander sambil menatap payudara rindo dengan mesum.


rindo yang di tatap seperti itu pun kesal dan melemparkan belati nya.


Sringgg....


Thankkkkk.....


belati rindo berhasil ditangkis nya.


"Aku suka dengan wanita keras kepala seperti mu" ucap Alexander dengan tersenyum menjijikan.


Ketika rindo ingin mengambil belatinya. tangan nya langsung dipegang oleh Alexander dengan mesum Alexander berkata.


"Mau kah kau menemani ku malam ini?" ucap nya.


Ishi dan Ichiro yang melihat itu pun tidak tinggal diam ketika mereka ingin maju tiba-tiba pintu aula terbuka secara paksa karena ada seseorang yang terlempar dari luar.


seketika aula menjadi ribut dan berwaspada.


"Siapa kau berani sekali menggangu disaat aku sedang sibuk" ucap Alexander.


sedangkan Jenderal One hanya diam saja dan tidak menanggapi nya.


Alexander yang melihat itu pun kesal dan maju menyerang Jenderal One.


"Baji**an matilah kau sialan" ucap Alexander mengarahkan pedangnya ke arah Jenderal one.

__ADS_1


sedangkan Jenderal One hanya diam saja ketika pedang itu menuju ke arahnya.


Alexander yang melihat musuhnya hanya diam saja pun tersenyum puas karena dia kira musuh nya tidak dapat menghindar.


Slashhhhh......


Thankkkk.....


Cretakkkkkk.....


ternyata pedang Alexander ditahan dengan mudah oleh Jendral One dengan mudah dengan menggunakan 2 jari saja dan langsung mematahkan nya.


Alexander yang melihat itu terkejut dan melangkah mundur.


Jenderal One hanya diam lalu dia berkata dengan mengeluarkan aura level 800.000.


~Woshhhhh~


"Siapa disini yang bernama Ishi dan Ichiro?" tanya Jenderal One dengan nada beratnya.


sedangkan disisi Elena, Rapunzel, dan anggota Dead End yang merasakan aura Jenderal One pun menepuk keningnya.


"Astaga aku lupa Kalo prajurit kakak tidak akan menuruti kata-kata orang lain selain aku dan anaknya" ucap Elena.


"Mari kita kesana keburu terjadi hal yang tidak diinginkan" ucap Shion.


dan yang lainnya hanya mengangguk dan bergegas menuju aula.


sedangkan di aula suasana masih mencekam akibat aura Jendral One dan banyak yang pingsan.


"aku bertanya sekali lagi, siapa yang bernama Ishi dan Ichiro?" ucap Jendral One.


ketika Ishi dan Ichiro ingin maju tiba-tiba mereka mendengar suara tidak asing.


"Jendral One hentikan. hilangkan aura mu segera" ucap Elena yang biasa saja dengan aura level Jendral One.


sedangkan Rapunzel ikut menggandeng tangan elena disebelahnya dan anggota Dead End mengikuti dari belakang.


Jenderal One yang mendengar suara nona nya pun menghilang aura levelnya dan berlutut.


"Maafkan saya nona. tadi ketika saya ingin masuk saya dihadang dan disuruh pergi karena di aula sedang melakukan rapat penting" ucap Jenderal One.


Elena hanya menghela nafas dan berkata.


"Berdirilah Jendral aku memaafkan mu tapi lain kali jangan di ulangi lagi. bila kakak tau maka dia akan marah padamu" ucap Elena.


Jenderal yang mendengar itu pun gemetaran dan takut.


"saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi nona. jadi tolong jangan beritahu tuan" ucap Jendral One.


Elena hanya mengangguk dan menyuruhnya berdiri dan ikut dia.


setelah Jendral One berdiri di sebelah Elena seperti bodyguard. tiba-tiba Ishi dan Ichiro berlutut di depan Elena.


"Selamat datang nona Elena. maaf kami tidak mengetahui kedatangan nona" ucap Ishi dan Ichiro bersamaan.


"tidak apa-apa, ini juga salah ku karena datang tiba-tiba dan membuat keributan" ucap elena.


lalu elena melirik ke sekitar dan melihat banyak orang yang pingsan.


elena pun menyembuhkan mereka semua dengan sihir.


"Healing Area." ucap elena.


lalu muncul di sebuah lingkaran hijau dibawah semua orang dan menyembuhkan mereka semua.


setalah itu elena mendengar suara memanggil nya.


"Elena apa kabar? apa kau tidak rindu dengan teman mu ini?" ucap Nana menghampiri elena bersama dengan wanita Juli yang lainnya.


elena pun berbalik dan langsung berlari memeluk Nana.


"Huwahhhhhhhhhh....aku sangat rindu dengan mu Nana. aku sangat kangen kau karena pelatihan ku sangat lama sekali" ucap Elena menangis.


"Sudah-sudah intinya sekarang kau sudah ada disini kan? jadi tidak perlu kangen lagi yaa" ucap Nana.


elena hanya mengangguk saja dan masih memeluk Nana.


"jadi bisa kau ceritakan apa saja yang kau lakukan?" ucap Elena.


elena pun melepaskan pelukannya dan mengangguk.


ketika elena ingin menceritakan nya dia dihentikan oleh Rapunzel.


"Bibi Elena bilang ayah. tidak ada yang boleh tau tentang yang ayah dan bibi lalukan selama ini" ucap Rapunzel.


lalu Shion maju dan berkata.


"Benar Elena karena itu rahasia bagi seluruh ras. bila ada yang tau maka kau akan menjadi sasaran empuk" ucap Shion.


elena yang mendengar itu pun paham dan meminta maaf pada Nana.


"Maaf Nana aku tidak bisa menceritakan nya karena itu rahasia yang tidak ada boleh tau" ucap Elena.


Nana hanya mengangguk paham dan bertanya nama Rapunzel.


"adik kecil kalo boleh tau siapa namamu?" ucap Nana sambil berjongkok ke arah Rapunzel.


Rapunzel yang di tanya itu pun berkata.


"Perkenalkan saya adalah anak dari Yuuzaki Juli dan Yuuzaki Anthena. nama saya Yuuzaki Rapunzel" ucap Rapunzel sedikit membungkuk.


para wanita Juli yang mendengar itu pun terkejut.


"Bisa kau ulangi siapa nama ayah mu dan namamu?" ucap Akiko yang dari tadi diam langsung bertanya.

__ADS_1


"nama ayah ku Yuuzaki Juli dan nama saya Yuuzaki Rapunzel" ucap Rapunzel.


semua gadis yang mengenal Juli pun terkejut terutama Akiko.


"A-a-a-apa Aki-kun sudah memiliki anak" ucap Akiko gemetaran.


"P-p-pantas saja mukanya mirip dengan Yuu-kun" ucap Asami juga gemetaran.


"d-d-d-darling sudah mempunyai anak" ucap Natasha.


"Juli-senpai punya anak hahaha ini pasti mimpi" ucap Nana yang masih syok.


sedangkan Alice dan Rindo terkejut tapi hanya diam saja.


Elena yang melihat itu pun berkata.


"Kalian tenanglah. ini hanya salah satu anak kakak ku, Rapunzel sendiri memiliki kakak kembaran bernama Yuuzaki Raphael dan anaknya yang paling kecil bernama Yuuzaki Tamiko" ucap Elena.


"Kalian seharusnya tahu bahwa umur kakak ku sudah sangat tua bahkan dia sudah menjadi kakek-kakek bila diumur kan dengan buyut kalian" ucap Elena.


para gadis yang mengenal Juli sedikit bingung.


"Maksudnya?" ucap mereka bersamaan.


Elena hanya menghela nafas dan berkata.


"kakak ku yang sekarang berumur 16.017 tahun dan memiliki 3 istri dan 3 anak. lalu ada 1 kekasihnya di belakang ku ini. dan aku tau kalian masih terkejut dengan kakak ku yang sudah memiliki anak, tapi ku harap kalian tidak menyukai kakek-kakek yaa" ucap Elena sambil menunjuk Shion.


para gadis itu terkejut mendengar umur Juli dan melihat ke arah Shion yang sangat cantik dengan tubuh seperti gitar Spanyol.


lalu Natasha berkata.


"apa Juli sudah menjadi kakek-kakek?" ucap Natasha.


Rapunzel yang mendengar itu pun berkata.


"tidak. ayah tidak seperti kakek-kakek meski umur nya tua, bahkan dia lebih tampan daripada dewa. bahkan aku punya foto ayah sebelum dia berpisah dengan kami" Rapunzel sambil menunjukkan foto Juli.


para gadis yang melihat foto Juli menjadi salah tingkah.


"A-a-a-aki-kun sangat goodlooking" ucap Akiko dengan pipi merah.


"Kyaaaaaaa.....sudah ku duga darling memang keren bahkan sekarang tambah tampan" ucap Natasha.


sedangkan Asami, Alice, Nana, dan Rindo sudah mimisan ketika melihat itu.


penampilan Juli sendiri sekarang memiliki rambut berwarna putih semua padahal sebelumnya dia memiliki beberapa helai warna hitam tapi sejak membangkitkan darah ras kuno semua rambutnya berwarna putih. dengan mata merah dan ada sebuah tanda di bawah mata kiri nya yang dimana itu segel ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM. dan kulit putih bersih seperti pake skincare 100 juta.


"Elena tapi kok kamu juga berubah sih?" tanya Nana sambil membersihkan hidung nya.


penampilan Elena sendiri berubah cukup jauh setelah melakukan pelatihan dan bergabung dengan mana Pure.


rambut Elena yang berwarna coklat sekarang terdapat beberapa helai warna putih dan kulitnya menjadi lebih putih mulus. matanya yang berubah warna kuning kehijau-hijauan.


"owhh ini karena aku melakukan pelatihan yang sangat ekstrim" ucap elena berbohong.


"tapi baju kalian sangat cocok yaa berdua" ucap Akiko yang masih melihat foto Juli.


"Baju ini dibuat oleh istri pertama kakak ku. dan baju ini memiliki beberapa efek pelindung dan memperkuat Serangan" ucap Elena.



{Ilustrasi Juli sekarang}



{Ilustrasi Elena sekarang}


"Jadi apa kalian masih mau dengan kakek-kakek?" ucap Elena menggoda mereka semua.


para gadis pun menjadi malu dan salah tingkah.


dan Akiko adalah orang yang paling tidak malu sama sekali.


"Aku masih mau dengan Aki-kun karena dari dulu aku sudah berjanji padanya akan menjadi istrinya apapun yang terjadi" ucap Akiko datar.


"Iyaa tidak masalah umurnya tua. karena umur hanyalah sebuah angka" ucap Asami.


para gadis yang lainnya hanya mengangguk setuju.


elena yang melihat itu hanya menggelengkan kepala.


"Ntah aku tidak tahu harus berapa banyak istri yang kakak miliki kedepannya" ucap Elena.


sedangkan gadis yang lainnya hanya tertawa riang dan mereka mengobrol sebentar.


"baiklah ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan kalian tapi aku harus menjalankan tugas ku yang diberikan kakak" ucap Elena.


"Yuu-kun emang kemana Elena?" ucap Asami.


"kakak sedang ada urusan tapi dia tidak tahu akan datang apa tidak" ucap Elena.


sedangkan para gadis berdoa semoga Juli datang.


"bila kalian ingin ikut dengan ku untuk membahas tugas yang kakak berikan maka ikutlah" ucap elena.


para gadis hanya mengangguk saja dan mereka pergi dari sana dan meninggalkan aula yang masih banyak orang pingsan dan untuk Alexander sudah sadar sebelumnya tapi dia di ancam oleh Ishi dan Ichiro. bahkan Jenderal One juga mengancamnya berkata mereka akan membunuh Alexander bila melakukan hal yang seperti tadi lagi.


tapi Alexander tidak jera dan akan terus mengejar para gadis Juli.


tetapi dia tidak menyadari bahwa di perang nanti dia akan menyesal telah menganggu gadis Juli.


Bersambung....


***

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.


__ADS_2