
Juli dan Chinatsu saat ini masih lah bersembunyi dibalik batu yang sangat besar untuk memikirkan strategi untuk maju.
Juli bisa saja sih langsung maju dan membunuh mereka semua tapi itu tidak akan seru jadi Juli ingin sedikit bermain dan mencoba beberapa Skill milikinya.
"Raphael apa kau punya saran?" tanya Juli.
[Ada ayah. Raphael saran kan untuk ayah menendang batu yang ada di depan ayah ke arah Goliad. lalu ayah menggunakan skill bumi untuk membuat batu besar menjadi banyak. dan ayah lakukan lagi seperti yang di awal.] ucap Raphael.
Juli yang mendengar itu pun setuju dengan saran Raphael.
"Baiklah Chinatsu kita akan bermain sebentar dan akan menyerang setelah Goliad pingsan."ucap Juli.
sedangkan Chinatsu hanya mengangguk dan menggoyang ekornya pertanda kalo iyaa juga setuju.
Juli yang melihat Chinatsu setuju pun tersenyum dan berdiri.
lalu dia melakukan sedikit pemanasan sebelum menendang batu yang ada di depannya.
sesuai pemanasan Juli melangkah kebelakang sejauh 2 meter.
lalu di pun berlari dan menendang batu besar itu.
"Tendangan si Madun."ucap Juli.
***Bukhhhhhh.....
Boammmm***....
dan batu itu terlempar hingga mengenai kepala Goliad yang tidak menyadari akan ada serangan.
"Nice shoot." ucap Juli sambil mengacungkan jempol.
Goliad yang masih tidak menyadari Juli telah menendang batu ke arahnya pun menuduh bawahan nya.
Bukhhhhhh.....
Goliad memukul bawahan nya karena dikira bawahnya lah yang telah melakukan itu.
Juli dan Chinatsu yang melihat itu diam melongok karena dia merasa ras Giants sangatlah kecil otaknya.
"Badan saja besar otak seperti semut hahahaha..." ucap juli sambil tertawa jingkar.
lalu Juli pun ingin melakukannya sekali lagi.
"Earth Tecnique ; Ground Gladius." ucap Juli lalu muncullah sebuah tebing batu yang sangat tinggi.
lalu Juli ke atas tebing itu dan menjadi pusat perhatian para ras Giants.
ketika sampai di atas Juli juga melihat ada beberapa baru besar.
Juli yang melihat itu pun mencoba menendang batu itu lagi.
"Tendangan si elang." ucap Juli sambil bergaya elang terbang.
***Bukhhhhhh....
kaboommmmm***....
Baru besar itu sekali lagi mengenai Goliad dan membuatnya pingsan.
Juli yang melihat itu tertawa lantang.
"Hahahaha....bodoh sekali masuk ke dalam lubang 2x" ucap Juli mengejek Goliad yang telah pingsan.
lalu dia pun memanggil kapak Rhitta nya yang sebelumnya di taruh di tanah.
tiba-tiba kapak Rhitta pun terbang dan langsung ditangan Juli.
"baiklah waktu bermain telah selesai. waktunya Mengantarkan surat malaikat maut untuk kalian" ucap Juli.
lalu Juli melirik ke arah Chinatsu yang disebelahnya.
"Chinatsu kau serang bagian kiri dan aku akan menyerang kanan. ingat selesai kan dalam waktu 5 menit yang terlambat harus mencari makan untuk malam ini" ucap Juli.
Chinatsu yang mendengar itu menjadi bersemangat karena dia sudah sering melakukan ini bersama Juli jika melawan para beast yang sangat banyak.
sedangkan untuk ras Giants sendiri bukanlah tipe beast melainkan Monster tingkat Monster Mala petaka dan pemimpin nya yang berada di tingkat Supreme.
"Baiklah hitung ke 3 mari kita mulai. 1...2...-"Belum selesai Juli menghitung Chinatsu sudah menyerang duluan.
"HEYYY serigala jadi-jadian kau curang. baiklah bila begitu maka aku juga tidak akan kalah" ucap Juli kesal dan mulai maju.
Chinatsu sendiri telah berubah menjadi besar dan setinggi 45 meter dan mulai menerkam, mencakar, dan mengigit para Giants.
sedangkan Juli sendiri dia menggunakan kapak Rhitta untuk menyerang para ras Giants yang berukuran besar.
"aku benci bila harus menghadap ke atas hanya untuk mahluk lemah seperti kalian" ucap Juli angkuh.
lalu Juli mulai terbang menggunakan matahari yang dia buat dan menaikinya.
"bila seperti ini kan enak menatap kalian rendah" ucap Juli mengejek ras Giants.
para ras Giants yang merasa direndahkan pun mulai menyerang Juli menggunakan senjata gada dan palu.
ARGHHHHHH.....
para Giants maju.
__ADS_1
Juli yang melihat itu tersenyum manis dan berkata.
"Sunshine Tecnique ; Sun Gear." ucap Juli.
lalu muncullah sebuah gerigi roda yang terbuat dari matahari dan sangat panas.
Juli pun menunjuk ke arah lara Giants dan gerigi roda itu pun mulai maju dan menyerang para Giants.
***JLEBBBBB....
CRASHHHHH....
ROARRHGHHHH***.....
gerigi roda matahari itu pun memotong-motong sebagian tubuh Giants yang ada disana.
dan Juli tidak tinggal diam saja dia pun menyerang lagi menggunakan Tombak Basqias nya.
"Tombak raja roh Basqias Bentuk ke-2 ; Jumanju." ucap Juli.
seketika itu Tombak Basqias Juli berubah menjadi Golem batu yang besar dengan tinggi 75 meter dan berlevel 500.000.
yang dimana Golem batu Juli sekali memukul para bawahan Goliad langsung mati.
Juli yang melihat itu tersenyum dan memegang tombak Ballista di tangan kirinya dan kapak Rhitta di kanannya.
lalu Juli melesat ke arah para Giants dari satu ke yang lainnya.
Juli selalu mengincar kepala para Giants.
JLEBBBBB....
Juli menusuk setiap kepala ras Giants.
Juli melakukan itu terus hingga hanya beberapa ras Giants yang tersisa.
sedangkan lautan yang ada dibawahnya telah mejadi lautan merah akibat darah yang keluar dari para Giants yang dibunuh oleh Juli , Chinatsu , dan Golem batu.
5 menit berlalu dan para bawahan Goliad telah sepenuhnya mati.
Juli yang melihat itu pun hanya mengangguk puas dan berkata.
"Bangkitlah Wahai Prajurit Bayangan ku. ARISE."ucap Juli.
lalu ribuan mayat ras Giants pun bangkit menjadi bayangan yang menunduk ke arah Juli.
Juli yang melihat itu hanya berkata.
"Kalian masuklah ke dalam bayangan ku dan selalu siap saat aku memanggil kalian. karena kalian ada garis terdepan para prajurit bayangan ku" ucap Juli yang dimana bayangan ras Giants dijadikan tank di saat berperang nanti.
lalu bayangan ras Giants masuk dalam bayangan Juli.
Juli pun melihat ke arah Goliad yang masih pingsan dan menyuruh Golem batu untuk membunuhnya.
"bunuh dia Jumanju" ucap Juli.
Golem batu itu hanya diam saja dan bergerak ke tempat Goliad pingsan, lalu Golem batu itu mengubah tangannya menjadi runcing dan menusuk tepat di jantung Goliad.
lalu Golem batu itu membawa mayat Goliad kehadapan Juli.
Juli yang melihat itu hanya mengangguk saja dan berkata.
"Jumanju kembali lah seperti semula" ucap Juli.
lalu Golem batu itu berubah menjadi tombak Basqias lagi dan melesat kembali ke sisi Juli.
Juli melihat ke arah mayat Goliad yang mati dan ingin membangkitkan nya.
"Bangkitlah. ARISE." ucap Juli lalu mayat Goliad itu berubah menjadi bayangan dan menunduk ke arah Juli.
Juli yang melihat itu tersenyum seram.
"baiklah karena kau berlevel 580.000 setelah aku bangkitkan maka kau akan menjadi panglima tempur pasukan ku. dan nama mu tetap Goliad karena itu sudah cocok dengan diri mu."ucap Juli.
"terima kasih telah memberikan hamba nama dan tugas yang mulia" ucap bayangan Goliad.
Juli yang mendengar itu hanyalah mengangguk kepala saja dan menyuruh Goliad masuk ke dalam bayangan tubuhnya.
setelah itu Juli pun melesat ke arah tempat ter segelnya leluhur Vampire kuno.
sesampai disana Juli melihat seorang wanita berambut putih dan memiliki mata merah. wanita itu terlihat sangat lah cantik bahkan kecantikannya setara dengan para Dewi kuno.
Juli pun mendekati wanita itu. ketika sudah dekat wanita itu merasakan aura yang dia kenal dan membuka matanya.
ketika wanita itu membuka matanya dia melihat seorang pria tampan bahkan para dewa saja akan iri.
"Tampan" ucap leluhur ras Vampire kuno.
Juli yang mendengar itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata.
"Terima kasih nona"ucap Juli tersenyum tipis.
wanita itu pun sadar apa yang barusan dia katakan dan meminta maaf.
"Maaf tuan muda saya telah mengatakan hal tidak sopan. tuan muda dapat menghukum saya apapun itu" ucap wanita itu sambil menunduk ke arah bawah.
Juli yang melihat itu hanya menghela nafas saja.
__ADS_1
"baiklah lupakan masalah itu jadi leluhur ras Vampire kuno kau ingin dibebaskan atau tetap disini?" tanya Juli.
leluhur ras Vampire kuno yang mendengar itu pun menjadi bersemangat karena akan dibebaskan.
"tolong bebaskan saya tuan muda. saya ingin membalaskan dendam kepada ras saya yang telah berkhianat"ucap wanita itu.
Juli hanya mengangguk kepala saja dan bertanya.
"Bagaimana cara melepaskan segel ini?"tanya Juli.
wanita itu pun terkejut dan menjadi malu.
"A-a-a-anu tuan muda. untuk melepaskan segel ini anda harus mencium dan memberikan darah anda melalui mulut" ucap wanita itu malu.
Juli yang mendengar itu diam membisu.
[Ayah apa yang dikatakan wanita itu benar. ayah harus mencium wanita itu dan mengigit lidah ayah hingga keluar darah lalu wanita itu akan meminum darah ayah. tapi asal ayah tau saja bagi ras Vampire bila melakukan itu sama saja melakukan pernikahan.] ucap Raphael.
yang membuat Juli tambah diam membisu dan syok.
lalu Juli Kemabli sadar setelah mengingat semua tujuannya untuk membebaskan leluhur ras Vampire kuno ini.
Juli pun bertanya dengan serius.
"apa kau yakin ingin melakukan itu? asal kau tau saja itu sama aja kita melakukan pernikahan bagi kaum mu. dan aku juga sudah memiliki 2 istri dan 3 anak" ucap Juli serius karena dia tidak ingin menodai wanita yang tidak mencintainya.
wanita Vampire kuno itu terdiam sesaat dan melihat ke arah Juli.
"Aku tidak perduli bila kau mempunyai istri sebanyak apapun dan memiliki anak berapa pun. aku siap menjadi istri mu dan menyerahkan kebahagiaan ku demi membalas kan dendam kepada ras ku yang telah berkhianat" ucap wanita itu memasang muka serius.
Juli yang melihat ke seriusan wanita itu pun hanya menghela nafas panjang dan pasrah.
"baiklah jika itu mau mu. tapi bila kau ada masalah maka beritahu lah aku, karena setelah kau akan menjadi istri ku dan menjadi salah satu anggota Nanatsu no Taizai jadi tidak ada salahnya kau meminta bantuan" ucap Juli tersenyum manis ke arah wanita itu.
wanita Vampire itu pun melihat senyum Juli menjadi salah tingkah dan malu.
"Ba-ba-baiklah mohon bantuannya setelah ini" ucap wanita itu malu.
Juli hanya mengangguk kepala saja dan memulai melepaskan sagel itu. {skip cara lepas segelnya karena puasa}
segel itu pun terlepas dan memperlihatkan wanita itu tidak memakai pakain apa pun.
dan Juli membeli pakain di shop System nya untuk wanita itu.
wanita itu pun memakainya dan terlihat tambah sangat cantik dengan pakaian yang ia gunakan.
Juli menjadi salah tingkah melihat wanita itu.
Wanita Vampire itu yang melihat Juli salah tingkah pun menjahilinya.
"apa aku terlihat cantik sayang? sampai kau malu-malu seperti itu"ucap wanita itu.
Juli yang mendengar itu bertambah malu dan membuang muka.
"si-si-siapa yang malu-malu hmphhhhh" ucap Juli yang dimana sifat Tsundere nya kambuh.
wanita itu hanya tertawa kecil saja.
"baiklah aku belum memperkenalkan diri pada mu sayang. perkenalkan nama mu adalah FUMIKO TEPES. dan aku seorang leluhur ke 2 ras Vampire kuno" ucap Fumiko.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"seperti nama mu kau adalah anak yang sangat cantik" ucap Juli tersenyum tipis.
sedangkan fumiko menjadi salah tingkah.
dan tiba-tiba saja Juli dan Fumiko mengalami kenaikan level secara bersamaan.
'Raphael barusan apa yang terjadi kenapa ayah naik level?' ucap Juli melalui pikirannya.
[Ayah mengalami kenaikan level dikarenakan sebelumnya Raphael melakukan kenaikan ganda pada ayah dan mama fumiko. jadi ayah dan mama fumiko akan naik level yang dimana kenaikan level ayah hanya 195.000 saja dan untuk mama fumiko naik level sebanyak 490.000.] jelas Raphael.
Juli yang mendengar itu bingung.
'kenapa mama mu naik sangat banyak sekali sedangkan ayah tidak?' tanya Juli.
[itu dikarenakan kenaikan ganda hanya akan menaikkan level setengah dari total level yang ke dua orang itu miliki. contoh nya ayah berlevel 600.000 maka mama fumiko akan naik level 300.000 dan bila mama fumiko berlevel 300.000 maka ayah hanya naik 150.000, jadi apa ayah paham?." ucap Raphael.
Juli hanya mengangguk kepala saja dan menjelaskan tentang hal tadi kepada fumiko.
"emang ada sihir semacam itu yaa sayang?" tanya fumiko.
sedangkan Juli hanya berkata.
"ada tapi hanya aku yang punya" ucap Juli.
sedangkan fumiko hanya mengangguk saja.
Bersambung....
****
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1