Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
49. Pelatihan dan Awal Peperangan.


__ADS_3

saat Juli dan Ban masih membantai Monster-monster yang ada di lembah Monster dengan membabi buta.


"Oraa...ora...oraaa... Shine" ucap Ban yang memukul semua Monster yang berada disana dengan tangan kosong saja tanpa menggunakan senjata ataupun sihir.


JLEBBBBB.....


JLEBBBBB....


sedangkan Juli sendiri ia hanya duduk di atas Tombak Ballista dan mengunakan Skill Tombak Basqias nya.


"Tombak raja roh Basqias bentuk ke-5 ; 'Increase'." ucap Juli.


Lalu Tombak Basqias pun berubah menjadi mata tombak yang sangat banyak.


Juli pun menggerakkan satu tangannya untuk mengendalikan Mata tombak itu semua.


JLEBBBBB....


JLEBBBBB.....


Monster yang terkena skill Juli tidak ada yang mati dengan normal. karena Monster yang terkena skill Juli maka tubuhnya akan terpotong-potong.


"kau curang kapten" ucap Ban.


"Apa nya yang curang? aku kan menggunakan skill ku lagian kau bilang aku lemah" ucap Juli datar sambil tersenyum kecil.


Ban yang mendengar itu pun kesal dan melampiaskan semuanya ke arah Monster yang berada disana.


BUKHHHH....


BUKHHHHHH.....


Ban memukul Monster hingga mati semua dengan sekali serang saja.


Juli dan Ban pun terus membunuh Monster disana hingga tak tersisa.


1 jam berlalu....


setelah 1 jam menghabiskan waktu untuk membunuh para Monster yang berada disana Ban mengalami peningkatan level yang sangat banyak.


sebelumnya ban hanya berlevel 75.000 saja tapi setelah membunuh lebih dari 5 juta Monster sendirian tanpa menggunakan senjata. level Ban naik menjadi level 430.000.


untuk Juli sendiri ia tidak naik level karena Exp yang dia dapat sangat sedikit untuk menaikkan level nya yang sekarang.


lanjut ke cerita.


Juli dan ban saat ini sedang duduk beristirahat sambil membakar daging yang dia ambil dari penyimpanan.


"Jadi kapten apa kita akan datang tepat waktu atau tidak?" tanya Ban.


Juli hanya diam saja dan berkata.


"Itu yang aku bingung kan yang aku dengar dari Putri Rose kerajaan Liones, Jendral agung ke-2 dan ke-3 sudah menyiapkan seluruh persembahan untuk membuka segel cangkang Dewi yang menyegel The Seven Commandments" ucap Juli serius.


lalu Juli berkata lagi "Bila seperti ini sama saja kita sudah terlambat untuk menggagalkan rencana mereka untuk membangkitkan The Seven Commandments. dari yang aku tau meski tidak bisa menggunakan darah ras Dewi kuno, tapi itu bisa digantikan dengan tumbal ras manusia yang berjumlah lebih dari 10.000.000" ucap Juli pusing.


Ban yang mendengar itu pun berkata.


"Bila seperti ini maka hanya ada 1 cara. yaitu mengalahkan mereka mau tidak mau, karena kita sudah gagal untuk rencana pertama yaitu menggagalkan rencana mereka" Ucap Ban sambil menatap api unggun yang mereka buat.


"Itu yang aku pikirkan ban. tapi kita juga tidak boleh terlalu terekspos dan apa lagi aku" ucap Juli.


lalu ban hanya diam dan itu membuat suasana menjadi hening.


"Bagaimana kita menemui anggota yang lainnya dan ikut berlatih juga" ucap Ban setelah berfikir.


Juli hanya mengangguk saja dan berkata.


"Aku akan mengantarmu ke sana dan aku memiliki urusan sebentar" ucap Juli. yang dimana ia ingin memasuki dungeon rank legenda sendirian untuk menaikkan level nya lagi sambil menunggu anggota Nanatsu no Taizai yang lainnya usai berlatih.


Ban hanya mengangguk saja dan berkata.


"Baik aku paham apa yang ingin kau lakukan. tapi aku hanya ingin bilang pada, 'Jangan untuk menanggung semua beban mu sendiri kapten, kita anggota Nanatsu no Taizai berkumpul untuk menjalankan takdir. jadi bila ada masalah yang satu maka yang lainnya ikut bergerak juga.' " ucap Ban kepada Juli.


Juli yang mendengar itu hanya tertunduk dan tersenyum kecil saja.


'Kalian tidak tahu sebenarnya musuh apa yang kita hadapi. dan aku tidak ingin kehilangan orang yang berharga ku lagi, maka dari itu aku hanya ingin melakukannya sendiri dan melindungi kalian secara diam-diam.'batin Juli berkata dengan sedih.


setelah itu daging pun masak dan mereka makan bersama sebelum mengantarkan Ban pergi ke dimensi nya.


seusai makan ban sudah siap untuk melanjutkan pelatihan nya di dimensi Juli.


sebelumnya pergi Ban berkata kepada Juli.


"Ingat kapten kau tidak sendirian. kami melakukan ini karena ingin membantu mu dengan ikhlas jadi kau tidak perlu sungkan pada kami atau anggota Nanatsu no Taizai mu sendiri. karena perintah mu adalah misi bagi kami" ucap Ban.


sedangkan Juli hanya mengangguk saja dan tersenyum kecil.


lalu Juli mengirim Ban ke dimensi nya dan hanya Juli yang tersisa disana sendirian.


Juli melihat ke sekeliling nya hanya ada mayat Monster saja dimana-mana.


lalu Juli membakar semua mayat Monster disana.


"Aku tidak butuh mayat lemah untuk di jadikan Prajurit ku" ucap Juli sambil membakar para Monster.

__ADS_1


setelah membakar para Monster Juli berkata pada Rapunzel.


"Rapunzel belikan ayah 5x kunci dungeon Rank SSS dan 5x kunci tingkat Legenda" ucap Juli.


[Baik ayah. permintaan sedang di proses.


Membeli 5x kunci dungeon Rank SSS dan 5x kunci dungeon tingkat Legenda. seharga 150 Miliyar poin shop.


Yes/No.]


"Yes dan langsung kirim ayah di dungeon tingkat Legenda" ucap Juli.


[Berhasil membeli. poin Shop 150 Miliyar poin shop, karena poin shop anda tidak terbatas maka pembeli di gratiskan.


mengirim host ke dungeon tingkat Legenda.


3


2


1


host terkirim ke dungeon tingkat Legenda.]


lalu Juli pun menghilang dari lembah Monster disana.


****


1 Minggu berlalu....


Sedangkan disisi setiap kerajaan dan academi telah melakukan persiapan Perang yang akan terjadi esok hari di bagian Utara benua timur yang dimana pedang akan terjadi di sebuah Padang pasir yang dikelilingi gunung.


"Nona Elena semua persiapan telah dilakukan" ucap Ishi berlutut.


elena hanya mengangguk dan berkata.


"Kalian akan maju ke garis terdepan depan bersama 1.000 prajurit kakak yang di pimpin oleh Jenderal One dan 1.000 nya lagi akan berada di garis akhir bersama saya dan anggota Dead End" ucap elena.


"Baik nona siap menjalankan perintah" ucap Ishi lalu menghilang.


tiba-tiba ada Kotaro berlutut dibelakang Elena dan berkata.


"Nona Elena. setiap kerajaan sudah siap melakukan perjalanan ke garis terdepan bersama para pahlawan dan murid-murid academi" ucap Kotaro. yang dimana 5 hari yang lalu Kotaro telah datang dan memperkenalkan diri pada Elena.


"Kotaro tolong jaga keselamatan para pahlawan bersama dengan Ichiro terutama para gadis kakak" ucap Elena.


"Baik Nona. saya siap melindungi mereka dengan nyawa saya sendiri" ucap Kotaro.


"Baiklah kau bisa pergi dengan mereka" ucap Elena.


"Saya pamit undur diri nona" ucap Kotaro lalu menghilang.


"Bibi tidak perlu gugup. karena bilang ayah bila seseorang orang gugup maka semua rencana akan gagal" ucap Rapunzel.


Elena hanya mengangguk dan mulai menenangkan diri.


'Kakak aku harap kau tidak terlambat membantu kami. karena firasat ku akan terjadi hal buruk tentang peperangan ini.' batin Elena.


****


Sedangkan disisi para pahlawan yang sedang menuju Medan perang pun juga ikut gugup, karena bagi mereka jika ini kalah maka ras Human akan binasa.


"Apa kita akan berhasil memenangkan perang ini?" ucap Nana sedikit takut.


"Ntahlah kita tidak tahu. tapi semoga saja darling datang membantu kita" ucap Natasha.


dan para gadis yang lainnya hanya mengangguk saja.


tiba-tiba ada suara seorang pemuda dari luar kereta mereka.


"Kalian tidak perlu takut Nona-Nona. aku akan melindungi kalian dengan sekuat tenaga, dan saat itu kalian pasti akan jatuh cinta kepada ku dibandingkan dengan pria kalian yang lemah itu" ucap Alexander dari luar.


para gadis yang mendengar itu menjadi kesal dan ingin memukul Alexander.


"Kau jaga omongan mu Alexander. meski kau seorang bangsawan di kekaisaran, aku tidak akan takut dengan mu" ucap Natasha marah.


Alexander yang mendengar itu pun tersenyum mesum.


"Wowww....aku suka dengan sifat mu itu putri Natasha, sepertinya kau akan menjadi pertama yang akan menemani ku" ucap Alexander dengan mesum.


Kotaro dan Ichiro yang baru saja tiba dan mendengar itu pun langsung menempelkan pedang mereka pada leher Alexander.


Sringgg....


"Kau ucapkan sekali lagi maka aku tidak akan segan-segan membunuh mu meski kau seorang bangsawan dari kekaisaran" ucap Ichiro dingin.


sedangkan Kotaro menggores wajah Alexander hingga sedikit berdarah.


"aku suka dengan orang kuat. tapi aku tidak suka dengan orang yang mesum" ucap Kotaro yang terus menggores pipi Alexander.


sedangkan para gadis hanya diam saja dan mereka berharap Kotaro tidak sengaja memotong leher pria bajingan itu.


untuk Alexander sendiri saat ini dia diam ketakutan karena merasakan aura membunuh dan aura level dari Kotaro dan Ichiro.


tiba-tiba aura Jendral One juga keluar dan menekan Alexander.

__ADS_1


"kau lagi... kau lagi... kurasa lebih baik kau mati saja daripada menjadi hama" ucap Jendral One.


lalu dia pun maju membawa Pedang nya dan.


Slashhhhh....


Tukkkk.....


Jenderal One langsung memenggal kepala Alexander ditempat.


"sebenarnya aku tidak ingin membunuh sesama ras. tapi bila ada di ras ku yang bersifat seperti mu maka lebih baik mati saja dan itu adalah ajaran dari tuan ku" ucap jenderal One.


para orang-orang disana terkejut dengan itu karena ada seseorang yang berani membunuh seorang bangsawan dari kekaisaran.


para prajurit Alexander pun tidak tinggal dia dan mengarahkan senjaya mereka ke prajurit Juli.


"Kau bajingan Berani sekali kau membunuh tuan muda kami" ucap salah satu prajurit Alexander.


"apa kau tidak tau siapa tuan muda? dia adalah Jendral termuda dan Terkuat. seharusnya kau menundukkan kepala padanya dan berani sekali kau membunuhnya apa kau mendeklarasikan perang?" ucap bawahan setia Alexander.


Jendral One yang di todong Senjata hanya diam saja dan mengangkat tangannya seolah-olah memberikan kode.


"Bantai orang-orang yang merasa sok berkuasa selain tuan muda" ucap Jendral One.


lalu tiba-tiba 1.000 prajurit Juli pun mengepung prajurit Alexander dan menyerang mereka secata brutal.


Slashhhhh....


JLEBBBBB....


CRASHHHHH....


ARHGHGHH....


suara teriakan sakit dari prajurit Alexander karena mereka mati secara tidak normal yang dimana tangan mereka dipotong dan kepala dipenggal.


semua orang yang melihat itu bergidik ketakutan dan mundur menjauh.


setelah beberapa menit para prajurit Alexander dibantai habis oleh prajurit Juli.


lalu Jendral One berkata.


"Ini adalah pelajaran buat kalian yang sudah berani berkerjasama dengan bangsa iblis untuk menjadi kuat. dan setelah perang ini maka bangsawan Duke kekaisaran akan kami bantai" ucap Jenderal One.


orang-orang disana kaget mendengar itu karena mereka baru mengetahui bahwa bangsawan Duke kekaisaran menggunakan cara kotor untuk naik level.


"Bajingan pantas saja aku merasakan aura aneh dari level nya ternyata mereka berkerjasama dengan bangsa iblis" ucap prajurit lainnya yang kesal ketika mendengar itu.


"Pantas mereka sok berkuasa di setiap kerajaan lain karena kekuatan mereka. tapi ternyata mereka menggunakan cara kotor" ucap orang yang juga berada disitu.


lalu Jendral One dan prajurit Juli menghampiri Natasha dan berlutut didepannya.


"Maaf kan kami Nona besar karena telah datang terlambat untuk membasmi para hama" ucap Jenderal One.


Natasha yang melihat itu pun berkata dengan biasa saja.


"Sudahlah tidak apa-apa Jenderal One. lagian kau juga telah datang dan membunuhnya, jadi tidak perlu merasa bersalah" ucap Natasha.


"Terimakasih Nona dan tolong bisa kah anda merahasiakan masalah ini dari Tuan besar" ucap Jendral One gemetaran karena dia takut Juli tahu akan hal ini.


"Memang ada apa jenderal bila tunangan ku tau?" ucap Natasha.


"Kami akan dihukum untuk menaklukkan dungeon rank SSS dalam waktu 100 tahun bila gagal kami akan disuruh memasuki dungeon tingkat legenda tanpa memakai peralatan apapun" ucap Jenderal One ketakutan.


Natasha dan para gadis lainnya merasa bingung.


"Apa Aki-kun sekejam itu Jendral?" tanya Akiko datar.


Jenderal One hanya mengangguk dan berkata.


"Tuan besar sangat kejam saat kami melakukan kesalahan. karena dia tidak ingin memiliki prajurit yang ceroboh dalam melakukan suatu hal" ucap Jenderal One.


Natasha hanya mengangguk dan berkata.


"Jendral tenang saja kami akan merahasiakan masalah ini dari tunangan ku" ucap Natasha.


Jenderal One yang mendengar itu merasa lega dan berterima kasih.


"Terima kasih Nona besar. kami akan melindungi kalian saat perang nanti karena ini tugas dari nona Elena dan nona muda Rapunzel" ucap Jenderal One.


"Sama-sama dan terimakasih kembali" ucap Natasha.


jenderal One hanya membungkuk dan menyuruh prajurit Juli untuk mengelilingi kereta kuda milik para gadis Juli.


orang-orang yang melihat itu pun menjadi penasaran dengan sosok yang menjadi tuan dari Jenderal kuat ini.


"siapa tuan mereka? kenapa mereka sangat takut dengan tuannya sendiri? apa tuannya lebih kuat dari orang itu" bisik-bisik orang yang berada disana.


"Mungkin saja dan sebaiknya kita tidak mencari masalah dengan mereka" ucap orang yang ada disebelahnya.


dan semua orang disana mengangguk setuju untuk tidak mencari masalah dengan mereka. karena mereka tidak ingin seperti Jenderal yang dikatakan sangat kuat bahkan tidak dapat dikalahkan tapi kalah dengan satu tebasan dari orang itu. hanya satu kata untuk orang-orang itu BRUTAL.


Bersambung....


***

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


dan see you next time dan bye bye.


__ADS_2