
setelah pergi dari rumah Mira Juli menggunakan persepsi miliknya untuk merasakan aura milik Laffey dan kakak nya.
"Ternyata rumah kakek itu lumayan jauh dari sini." ucap Juli pelan lalu berjalan menuju arah gerbang masuk bagian barat.
setelah berjalan selama setengah jam akhirnya Juli sampai di depan rumah sederhana tidak terlalu bersih ataupun kotor.
Juli pun di depan pintu dan melihat prajuritnya yang sedang duduk bersantai di depan rumah kakek itu.
Juli pun menghampirinya dan berkata.
"Yooo...kalian apa sedang bersantai?" ucap Juli santai.
para prajurit yang tidak merasakan aura Juli pun terkejut dan segera membungkuk di depan Juli.
"Selamat datang Tuan besar." ucap 5 prajurit Juli bersama.
Juli hanya mengangguk dan mengeluarkan 30 botol bir dan makanan ringan yang sangat banyak dia beli untuk prajuritnya.
"Ini buat kalian bersantai. aku akan ikut kalian bersantai setelah makan malam." ucap Juli lalu pergi.
para prajurit Juli yang melihat itu pun terkejut dan berkata.
"Terimakasih Tuan besar." ucap prajurit Juli.
Juli hanya melambaikan tangan dan masuk rumah.
"Tuan besar sangat pengertian terhadap bawahannya." ucap salah satu prajurit Juli.
"Benar. orang yang mengikuti nya tidak akan menyesal." ucap prajurit disebelahnya.
mereka pun mengangguk dan mulai meminum bir yang diberikan Juli.
sebenarnya seluruh prajurit Juli hanyalah tubuh kosong yang tidak memiliki jiwa tapi setelah Juli membeli mereka semua ditambah memberi ingatan dan perasaan maka seluruh pasukan Juli seperti manusia normal biasa.
kembali ke sisi Juli.
saat masuk dia melihat Laffey sedang bermain bersama cucu kakek itu.
dan Juli pun mendekati Laffey dan cucu perempuan kakek itu.
"Laffey ayah pulang. ini ayah membelikan makanan buat kalian berdua." ucap Juli tersenyum sambil mengelus rambut mereka berdua.
"Makasih ayah." ucap Laffey dengan mata mengantuk nya.
"Te-te-terima kasih tuan." ucap cucu kakek itu menunduk.
Juli yang melihat itu hanya tersenyum dan berkata.
"Siapa nama mu kali boleh tau?"ucap Juli.
"Na-na-nama saya Aoi tuan." ucap cucu kakek itu.
Juli pun mengangguk dan bertanya lagi.
"Maaf kalo boleh tau dimana orang tua Aoi?." ucap Juli.
Aoi yang mendengar itu terkejut dan menundukkan kepalanya dengan sedih dia berkata.
"Ayah dan ibu Aoi meninggal. karena waktu itu ibu Aoi mau dibawa raja dan ayah menolong ibu Aoi, raja yang tidak terima itu pun membunuh mereka berdua di depan Aoi." ucap Aoi sedih dan hampir menangis.
ketika dia ingin menangis Laffey pun memeluk nya dan berkata.
"Sudah Aoi tidak perlu sedih. bilang mama kalo orang sedih harus dipeluk agar tidak menangis, jadi Aoi tidak perlu menangis karena Laffey sudah memeluk Aoi." ucap Laffey datar sambil mengelus rambut Aoi.
Juli yang melihat anaknya seperti itu pun tersenyum manis dan berkata.
"Benar apa yang dikatakan Laffey. Aoi tidak perlu bersedih bila Aoi mau, Aoi bisa memanggil ku ayah." ucap Juli tersenyum manis sambil mengelus rambut Aoi. {Note ; sip angkat terus anak orang jadi anak sendiri. :v.}
Aoi yang mendengar itu pun terkejut dan tersenyum manis.
"Baik ayah."ucap Aoi tersenyum bahagia karena memiliki seorang ayah lagi.
Juli hanya tersenyum dan memeluk mereka berdua.
"Bila kalian ingin sesuatu katakan lah pada ayah. nanti ayah akan mengabulkan nya meski harus membakar kerajaan yang kejam ini." ucap Juli.
Aoi yang mendengar itu pun berkata.
"Ayah Aoi boleh 1 permintaan?" ucap Aoi serius.
Juli yang mendengar itu pun mengangguk.
lalu Aoi berkata.
"Mau kah ayah menolong semua warga kerajaan ini dan menghapus kerajaan ini dari peta benua timur?" ucap Aoi serius.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Tentu saja ayah akan mengabulkan nya. tapi ayah akan melakukannya setelah urusan ayah disini selesai yaa." ucap Juli.
Aoi pun hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Terima kasih ayah." ucap Aoi.
Juli hanya mengangguk saja dan mereka mengobrol bersama.
sedangkan disisi lain kakek dan ke 2 kakak Juli yang tidak lain Akiho dan Akiha yang Juli angkat sebagai kakak pun mendengar pembicaraan mereka dari tadi.
"Sepertinya Juli akan melakukan pembantaian lagi." ucap Akiho lemas.
"Biarkan saja kakak. lagian Juli melakukan itu demi anaknya." ucap Akiha tersenyum melihat Juli yang dimana sebelumnya Juli adalah Tuan nya tapi sekarang malah menjadi adik nya.
untuk kakek sendiri yang melihat cucu nya bahagia pun pun juga ikut bahagia.
waktu pun berlalu Sekarang sudah memasuki jam makan malam dan Juli berserta yang lainnya pun makan malam bersama.
sesuai makan malam Juli pergi keluar untuk bersantai bersama prajurit nya.
"Selamat datang Tuan." ucap ke 5 pasukan Juli.
Juli hanya mengangguk dan duduk.
"Aku ada tugas untuk kalian malam ini." ucap Juli serius.
5 prajurit Juli yang mendengar itu pun langsung berlutut dan berkata.
"Siap menjalankan perintah Tuan." ucap mereka bersama-sama.
Juli Mengangguk dan berkata.
"Kalian datangi setiap warga dan tanya kan mereka apa ingin pindah ke tempat yang lebih baik atau hanya ingin disini saja. bila ada yang menolak maka biarkan saja dan bila ada yang menerima nya maka langsung kirim ke dimensi ku dan suruh prajurit yang di dimensi mengurus tempat tinggal mereka." ucap Juli serius.
lalu dia berkata lagi " Lakukan malam ini juga karena besok kita akan membeli seluruh budak dan meratakan kerajaan ini." ucap Juli sambil tersenyum menyeringai.
prajurit Juli yang melihat senyum nya pun seketika merinding karena mereka diberi ingatan bila Juli tersenyum seperti itu maka akan ada pesta darah.
"SIAP LAKSANAKAN PERINTAH DARI TUAN."Ucap ke 5 pasukan Juli dan mereka langsung pergi.
disitu hanya tinggal Juli sendiri dan dia berkata.
"Keluarlah Ishi, Ichiro, dan Kotaro. aku tau kalian sedang berada di sana dari tadi." ucap Juli.
lalu mereka bertiga berlutut dihadapan Juli.
"Kami ingin memberikan informasi yang kami ketahui sekarang tuan." ucap Ishi.
Juli hanya mengangguk saja.
"Kami mengetahui bahwa salah satu dari bangsawan dari kekaisaran berkerja sama dengan ras Undead untuk memperkuat pasukan mereka, berita yang baru-baru kami ketahui bahwa para pahlawan laki-laki yang telah dibunuh oleh Tuan Ban hidup lagi dan mereka kembali ke kerajaan EXODIA. tapi anehnya level Mereka meningkat dengan pesat, terutama pahlawan yang bernama Akira dan Rey. level Mereka berada dilevel 32.750.000." ucap Ishi.
Juli yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dan berkata.
__ADS_1
"Sudah sewajarnya bila Iblis hanya dibunuh sekali tidak akan mati." ucap Juli.
"Lalu apa yang mereka lakukan di kerajaan EXODIA?" ucap Juli.
"Saat ini mereka tidak melakukan pergerakan apa pun Tuan tapi kami mengetahui bahwa mereka berencana memasuki academi Barbara untuk mengambil sebuah artifak yang bisa membantu membuka portal alam Monster." ucap Ichiro serius.
Juli yang mendengar itu sedikit terkejut dan kembali tenang.
"apa hanya itu saja? kapan mereka akan memasuki academi?" ucap Juli.
"Kalo masalah itu mereka saat ini sedang dalam memproses membuat kartu petualang agar di terima di academi Barbara. mungkin dalam waktu 1 bulan mereka akan memasuki academi Tuan." ucap Kotaro.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"apa ada lagi?" ucap Juli.
"ada tuan dan ini masalah serius. Artifak untuk membuka alam Mosnter harus menggunakan darah para pahlawan untuk persembahan nya lalu untuk para pahlawan saat ini berada di dimensi milik Tuan. saya takutnya para pahlawan wanita yang bersama tuan saat keluar nanti malah dijadikan persembahan buat membuka portal alam Monster, bila portal itu terbuka maka jumlah Monster yang ada di alam Monster sangat lah tidak terbatas tuan bahkan level terendah mereka berada dilevel 15.000.000 dan tertinggi berada di level 75.000.000." ucap Kotaro serius.
Juli yang mendengar itu terkejut dan berkata.
"Ishi kembali ke dimensi ku dan beritahu masalah ini pada para anak ku dan para pahlawan. lalu suruh mereka untuk selalu berada di dimensi ku saja jangan sampai ada yang keluar. lalu untuk Ichiro dan Kotaro kalian latih terus para pasukan kerajaan sampai perang tiba dalam 6 hari lagi." ucap Juli.
"Baik Tuan kami siap melaksanakan perintah Anda." ucap Mereka lalu pergi.
sedangkan disisi dimensi Juli saat ini Ishi telah sampai dan segera memberi tahu berita ini pada anak-anak Juli dan para pahlawan.
akhirnya pun Ishi bertemu dengan anak-anak Juli dan menejelaskannya semua hal yang di tau.
anak-anak Juli dan para pahlawan yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.
"Jadi mereka masih hidup. pantas saja waktu itu aku merasakan masih ada hawa kehidupan dari mereka." ucap Rapunzel.
Raphael hanya mengangguk dan berkata.
"Jadi apa kalian ingin keluar dari dimensi ini atau tetap berada disini?" ucap Raphael sambil melirik ke arah para pahlawan wanita.
para pahlawan yang ada disana pun langsung berkata dengan cepat.
"Kami ingin tetap berada di dimensi Juli.kami juga tidak ingin bertemu dengan para lelaki itu Karena kami tidak ingin dilakukan dengan hal tidak senonoh." ucap salah satu wanita dari kelas Juli.
para pahlawan wanita yang lainnya pun juga mengangguk setuju dan berkata.
"Kami ingin berlatih disini hingga menjadi kuat. karena kami ingin membantu Juli menyelamatkan dunia ini, ini sebagai balasan kami karena Juli dari dulu sudah baik kepada kami meski kami tidak pernah menolongnya disaat ia sedang di-bully." ucap wanita yang disebelah menunduk kan kepalanya.
"Benar. kami merasa bersalah dengan Juli karena tidak pernah membantu nya, karena kami juga takut dengan para pria yang selalu menggunakan kekuasaan mereka untuk menundukkan kami." ucap wanita yang sebelumnya.
"Jadi biarkan kali ini kami membantu Juli untuk mengucapkan terima kasih kami." ucap wanita itu serius yang di angguki oleh para wanita lainnya.
Raphael yang melihat itu pun tersenyum dan berkata.
"Kalian memilih jalan yang benar. jadi kami tidak akan ragu lagi untuk menaikkan level kalian hingga bisa membantu ayah." ucap Raphael.
sedangkan para istri Juli yang mendengar itu hanya tersenyum dan berkata.
"Kami juga tidak akan kalah. kami akan membantu suami untuk menjadi kuat dan mengalahkan para pria yang menggunakan cara curang untuk menaikkan level." ucap alice.
"Benar. kali ini aku tidak akan membiarkan mereka hidup karena telah membully suami ku." ucap Akiko.
"Setuju. mari kita berlatih dan membantu Anata." ucap Clarisha bersemangat.
para istri dan para pahlawan wanita disana juga bersemangat untuk menolong Juli menjalankan takdir dunia ini.
sedangkan disisi Juli saat ini dia juga bergerak pada malam hari untuk membeli semua budak. karena besok dia akan meratakan kerajaan ini.
setelah berjalan cukup jauh akhir Juli telah sampai di toko penjual budak satu-satunya di kerajaan ini.
Juli pun saat ini memakai jubah yang menutupi tubuhnya dan memakai topeng putih rubah.
ketika Juli memasuki tenda toko itu Juli melihat hal yang membuat dia geram.
karena ditoko ini bahkan menjual anak-anak untuk dijadikan budak bahkan anak berumur 3 tahun juga ada.
Juli yang melihat itu tiba-tiba darah ras Kaisar Naga Primordial nya bergejolak seperti ingin mengamuk.
Juli pun menahannya perasaan itu dan mencoba melihatnya menggunakan Eyes of the lord God.
betapa terkejutnya Juli bawah anak gadis itu adalah keturunan Kaisar Naga Primordial pantas saja Juli ingin mengamuk ketika melihat itu.
ternyata gadis kecil itu adalah keturunannya yang tidak lain adalah anaknya sendiri.
Bukhhhhhh....
Juli pun langsung melesat dan memukul pria gemuk itu hingga tewas.
lalu Juli berbalik ke arah anak gadis kecil itu dan menyembuhkannya.
setelah sembuh Juli mengendong nya dan mengganti baju gadis kecil itu. saat mengendong gadis kecil itu Juli menangis.
"Kenapa aku menangis? ada apa ini?" ucap Juli.
lalu Juli mendengar suara gadis kecil itu.
"A-a-ayah? apa itu kau? akhirnya kau datang menjemput Kanna juga." ucap gadis itu yang baru bangun dari pingsannya.
Juli pun bertanya.
"Siapa nama lengkap mu?" ucap Juli.
gadis kecil itu pun berkata.
"Ayah yang memberikan nama pada Kanna. nama Kanna yaitu Yuuzaki Kanna, ayah memberikan nya saat di bumi dulu." ucap gadis kecil itu.
Juli yang mendengar itu semakin bingung tiba-tiba saja kepalanya sakit dan ada sebuah ingatan dimana dia mengadopsi seorang bayi kecil yang dia temukan di sebelah jembatan waktu dia SMP.
Juli memberikan nama bayi kecil itu Yuuzaki Kanna. Juli pun merawat bayi itu hingga 8 bulan, tapi sayangnya waktu Juli sekolah tidak ada yang menjaga bayi itu bermain di rumah hingga di tabrak lari oleh seseorang.
Juli yang mendengar berita itu dari temannya waktu SMP segera berlari kerumah dan dia terkejut dengan itu. setelah kejadian itu Juli tidak pernah lagi terbuka dengan orang lain hingga dia masuk SMA.
Juli yang mengingat hal itu pun langsung menangis dan memeluk Kanna.
"Maafkan ayah waktu itu nak. Hiksss..... Hiksss ayah bersalah karena tidak menjaga mu." ucap Juli menangis sambil memeluk Kanna.
Kanna hanya mengelus kepala Juli dan berkata.
"Ayah tidak perlu khawatir. waktu itu juga merupakan skenario yang dibuat untuk menjalankan takdir ayah, ayah tidak perlu bersedih lagi karena sekarang Kanna sudah ada disisi ayah sekarang hingga selamanya." ucap Kanna memeluk Juli.
"Skenario?" ucap Juli sambil menghapus air mata nya.
Kanna mengangguk dan berkata.
"Sebenarnya dari dulu seharusnya ayah berada didunia ini. tapi karena kakek dan nenek dulu pindah dunia dan membuat pecah kembali perang didunia ini maka para kaisar di setiap Planet setuju untuk mengirimkan kanna waktu itu dan membuat skenario seperti itu." ucap Kanna.
Juli pun makin bingung dan bertanya.
"Terus apa hubungannya Kanna dengan ayah dunia sebelumnya?" ucap Juli.
"Baiklah Kanna akan menjelaskannya. sebenarnya Ayah adalah penerus terakhir dari ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM, dan karena ayah adalah penerus terakhir dan ayah adalah penerus spesial yang dimana kekuatan para penguasa terdahulu ayah miliki semua. lalu ada 1 hal lagi yaitu setiap ras ayah miliki ayah juga memiliki keturunan seperti kanna dan setiap keturunan ras ayah yang baru ada hanya seorang ras Vampire saja kan?" ucap Kanna.
Juli hanya mengangguk saja mendengar itu.
"lalu salah satu keturunan ras ayah adalah Kanna yaitu Keturunan Kaisar Naga Primordial. dan kami setiap keturunan ayah mau itu dari ras atau tidak, kami diwajibkan untuk ikut berperang membantu ayah." ucap Kanna.
lalu Juli berkata.
"Tapi ayah mengangkat 2 orang anak. apakah mereka juga ikut andil dalam perang ini?" ucap Juli.
Kanna mengangguk dan berkata.
"Sebenarnya itu bukanlah anak angkat ayah melainkan memang keturunan ayah tapi mereka hanya memiliki sedikit darah keturunan. Kanna akan membantu ayah untuk mencari semua keturunan ayah untuk membantu ayah." ucap Kanna.
Juli pun mengangguk dan mengendong Kanna.
__ADS_1
"Baiklah ayah mohon bantuannya dan saat ini mari kita bebaskan Mereka semua." ucap Juli.
kanna hanya mengangguk dan mereka berdua pun membebaskan setiap para budak.
setelah membebaskan semua para budak Juli pun mengirim mereka ke dimensi Juli secepatnya dan menyuruh Rapunzel mengurus mereka karena matahari sebentar lagi akan terbit dan Juli siap melakukan rencana yaitu meratakan kerajaan ini.
hanya tinggal 1 penjara budak yang ada dihadapannya Juli.
Juli yang melihat itu pun segera berbicara.
"Sampai kapan kau menggunakan ilusi mu. bahkan disaat tuan mu datang saja kau masih menggunakan nya." ucap Juli.
lalu tiba-tiba ilusi itu hilang dan memperlihatkan seorang gadis berambut hijau yang sangat cantik.
Juli sempat terpesona tapi ia kembali sadar.
lalu dia semakin terkejut ketika mendengar kata gadis itu.
"Akhirnya kau datang juga sayang. aku sudah menunggu mu selama 1.000 tahun disini." ucap gadis berambut hijau itu.
Juli pun bingung dan bertanya.
"Apa maksudmu leluhur ras elf?" ucap Juli.
"Bebaskan aku dulu sayang baru berbicara. bukannya kau sangat kejam terhadap istri mu yang dimana kau bertanya tapi masih mengurung nya." ucap gadis itu datar.
Juli yang mendengar itu tertawa garing dan segera melepaskan kurungan itu.
setelah lepas gadis itu pun langsung memeluk Juli dan berkata.
"Akhirnya aku dapat memeluk mu juga setelah sekian lama menunggu takdir ini." ucap leluhur ras elf itu.
"Maksudnya?" ucap Juli.
"Kau sungguh bodoh sayang. kami para leluhur setiap ras yang berjenis kelamin perempuan ditakdirkan untuk menikahi sang penerus ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM yang terakhir atau bisa dibilang itu kau sayang." ucap leluhur elf itu.
"Kenapa aku baru tau?" ucap Juli datar.
leluhur elf itu pun menghela nafas panjang dan berkata.
"Apa si wanita penghisap darah itu tidak memberitahu mu sayang?" ucap leluhur elf itu.
Juli hanya menggelengkan kepalanya saja.
"sungguh apa sih yang dilakukan wanita itu. apa jangan-jangan pikirannya hanya membuat anak dengan mu" ucap leluhur elf itu.
Juli hanya mengangguk karena mereka telah memiliki anak.
"Bahkan aku sudah memiliki anak." ucap Juli datar.
wanita elf itu semakin terkejut dan berkata.
"Sial wanita penghisap darah itu selalu saja melakukan hal bodoh." ucap wanita elf itu.
"baiklah perkenalkan namaku adalah Yuuzaki Juli. dan ini salah satu anak ku Yuuzaki Kanna." ucap Juli.
wanita elf itu menatap Kanna dan tersenyum.
"Sepertinya salah satu keturunan sudah di temukan mungkin setelah ini giliran ku." ucap wanita elf itu.
"Baiklah sayang perkenalkan nama ku adalah Yue. seorang leluhur ras elf dan yang akan menjadi istri mu." ucap Yue.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Kau istri ke 17 ku." ucap Juli datar.
Yue yang mendengar itu semakin terkejut.
"Sial ternyata suami ku seorang playboy." ucap Yue.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Bila tidak mau juga gak masalah. aku juga tidak memaksa kau menjadi istri ku." ucap Juli.
Yue yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.
"Si-si-siapa yang bilang ingin menolak menjadi istri mu. ini karena aku ingin menjalankan takdir saja makanya mau menikahi suami playboy." ucap Yue Tsundere.
Juli yang melihat itu pun hanya tertawa kecil dan berkata.
"Baiklah aku tau itu bila kau tidak mau tidak apa-apa." ucap Juli.
Bukhhhhh.....
Yue memukul perut Juli dan berkata.
"Apa maksudmu haa? apa kau menolak ku menjadi istri mu? berani sekali kamu menolak ku" ucap Yue marah.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Bukannya kau yang menolak nya?" ucap Juli.
Bukhhhhh...
bukhhhhhh...
lagi-lagi Juli dipukul berulangkali oleh Yue.
"Siapa yang berbicara seperti itu haa? coba katakan maka aku akan memukul mu" ucap Yue dengan sifat galaknya.
Juli yang melihat itu menjadi ciut dan berkata.
"Hamba yang bersalah nona. hambalah yang menolaknya." ucap Juli bersujud.
"Baiklah aku akan memaafkan mu asal kau harus membuat anak bersama ku setelah ini." ucap Yue.
"Baik nona" ucap Juli pasrah.
Yue mengangguk dan berkata.
"Bagaimana rasanya dipukul? sakit bukan? meski kau kuat tapi kami para istri mu bisa memukul kau meski berbeda level sangat jauh" ucap Yue tersenyum menyeringai.
Juli yang mendengar itu semakin pucat karena bila para istrinya memukul Juli maka Juli akan merasakan sakit.
"Baiklah sayang mari kita pergi dari sini." ucap Yue.
Juli hanya mengangguk pasrah dan mengandeng tangan Kanna.
Bersambung....
***
{Ilustrasi Aoi}
{Ilustrasi Kanna}
{Ilustrasi Yue}
maaf yaa kalo ceritanya bikin bingung karena author sengaja. agar ceritanya makin panjang dan gak stop di musuh 10 Chaos Legion aja.
musuh MC makin banyak semakin dia tau takdirnya.
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1