
Juli dan Rapunzel saat ini telah kembali ke pintu lantai 1000 dan memanggil yang lainnya untuk berkumpul.
"Fumiko, Raphael, dan Tamiko kemari lah ada hal penting yang ingin di bicarakan" ucap Juli yang sudah duduk di bawah pohon dan disampingnya ada Rapunzel memakan kue buatan Juli di dimensi sebelumnya.
Fumiko, dan ke 2 anak Juli lainnya pun telah berkumpul.
lalu Tamiko maju mendekati Juli dan duduk di pangkuan nya sambil menyodorkan tangan nya.
"Papa mana kue untuk Tamiko?"ucap Tamiko.
Juli yang melihat itu hanya tersenyum dan memberikan kue pada Tamiko juga Raphael.
lalu Juli berkata pada fumiko.
"Fumiko aku akan memasuki lantai 1.000 sendirian dan kalian akan ku antar ke dimensi khusus milik ku" ucap Juli sambil melirik ke fumiko.
Fumiko hanya mengangguk saja karena dia tidak ingin merepotkan suaminya.
"Baiklah terserah mu saja sayang. masalah anak-anak serahkan pada ku dan kau berhati-hatilah saat memasuki lantai 1.000, meski kau kuat tidak ada salahnya berwaspada" ucap fumiko sambil tersenyum.
Juli hanya mengangguk saja dan mengendong Tamiko lalu menyuruh semuanya mendekat.
"Kalian mendekat lah dan saling berpegangan tangan kita akan melakukan teleportasi" ucap Juli.
setelah semua telah berpegangan tangan Juli pun berteleportasi ke dimensi nya.
lalu Juli dan yang lain telah sampai di Villa milik Juli.
"Wahhhh papa disini sangat indah sekali" ucap Tamiko.
Juli hanya tersenyum dan berkata.
"Ini adalah tempat tinggal kita jadi bila Tamiko mau main kesini bilang saja dengan papa yaa" ucap Juli mengelus kepala Tamiko.
lalu dia berkata pada Rapunzel.
"Rapunzel tolong keluarkan 500.000 prajurit ayah dan ke 5 Jendral. oiyaa sekalian beli di shop 10 maid tempur yang berlevel 450.000" ucap Juli.
"baiklah ayah" ucap Rapunzel.
lalu Juli dan yang lainnya ke luar halaman villa yang memiliki taman sangat luas dan indah.
setelah sampai di taman Rapunzel pun mengeluarkan 500.000 prajurit Juli.
~Swoshhhhh~
tiba-tiba muncul prajurit menggunakan zirah emas dengan pancaran aura yang sangat kuat dan paling depan terdapat 5 orang yang memakai zirah berwarna emas dan sebagian ada putihnya.
lalu semua prajurit itu berlutut dihadapan Juli.
"Siap menerima perintah Tuan" ucap semua prajurit dengan suara tegas.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Baiklah berdiri semuanya. tugas pertama kalian adalah membagi beberapa kelompok untuk mengurus lahan pertanian, perikanan, dan perkebunan. masalah bibit nya sudah aku simpan di gudang dekat lahan pertanian dan untuk perikanan aku juga telah menaruh 10.000 anak ikan emas, 5.000 ikan lele, 7.000 ikan nila ,dan 6.000 ikan hias untuk memperindah taman yang ada di tengah-tengah balai desa" ucap Juli.
lalu Juli berkata lagi "setelah semua dilakukan bagi jadwal untuk merawat semua tanaman dan ikan. dan sebagian akan menaikkan level di dungeon Rank S->SS, lakukan secara bergantian dan teratur. APA KALIAN PAHAM?" ucap Juli tegas.
"SIAP. KAMI PAHAM TUAN" ucap semua prajurit.
Juli hanya mengangguk dan berbicara lagi.
"untuk kalian semua jangan ada membuat keributan atau pun masalah. bila terjadi suara hal maka selesaikan dengan baik-baik bila tidak dapat di selesaikan maka aku akan menghukum kalian. ingatlah sejak kalian menginjakkan kaki di wilayah ku maka kalian semua adalah keluarga. tidak ada perbedaan mau hitam atau putih, kuat atau lemah, semua sama. jadi saling lah menghargai bila ingin di hargai. dan yang terakhir di depan kalian adalah salah satu istri saya dan ke-3 anak ini adalah anak saya bila kalian melihat mereka maka hormatilah. aku tidak ingin ada yang sombong disini terhadap sesama keluarga kecuali dengan musuh kalian" ucap Juli serius dan tegas.
"SIAP TUAN. KAMI AKAN MENURUTI SEMUA PERINTAH ANDA"ucap semua prajurit.
Juli hanya mengangguk saja dan menyuruh mereka bubar untuk menjalankan tugas yang sudah di suruh barusan.
setelah semua pergi Juli dan berserta istri juga anaknya masuk ke dalam Villa.
disaat memasuki villa mereka disambut 10 maid di depan pintu.
"Selamat datang Tuan dan nyonya" ucap semua maid menunduk kan kepala.
Juli hanya mengangguk saja dan masuk ke dalam.
setelah sampai diruang keluarga Juli duduk dan di berikan teh oleh maid.
Juli pun meminumnya sambil dan berbicara pada Rapunzel.
'Rapunzel ayah ingin menggunakan Prajurit costum' ucap Juli melalui pikirannya.
__ADS_1
[ayah hanya perlu mengambilnya di Inventory ayah.] ucap Rapunzel.
Juli hanya mengangguk dan berdiri menuju kamar nya.
"Baiklah aku ingin bersihkan badan dulu. kalian pilih lah kamar dimana saja sesuka kalian" ucap Juli lalu pergi ke kamar.
setelah sampai dikamar Juli mengambil sebuah benda seperti tablet di Inventory nya untuk membuat prajurit costum.
"baiklah mari kita mulai" ucap Juli.
"Hmmmmm....tapi sebelum mari kita pikir seperti apa prajurit yang akan ku buat?" ucap Juli berfikir.
setelah berfikir Juli mendapatkan ide.
"Baiklah aku akan membuat sebuah prajurit khusus bernama DEAD END. yang dimana isi nya seorang wanita semua agar musuh tau tidak semua wanita lemah dan menjadi beban" ucap Juli.
lalu Juli bingung dan bertanya melalui telepati nya kepada Rapunzel.
'Rapunzel kenapa levelnya max nya berubah? bukanya kemarin level max nya hanya sampai 180.000 saja yaa? kok sekarang sampai 1.000.000?' tanya Juli bingung.
[Ohhh itu dikarenakan semakin ayah kuat maka semakin kuat juga prajurit yang ayah buat dan miliki.] ucap Rapunzel santai.
Juli hanya mengangguk saja dan memulai mendesain prajuritnya.
setelah 1 jam berlalu akhirnya Juli telah selesai membuat prajurit costum.
Juli pun memencet tombol Yes. lalu tiba-tiba 4 buah portal sebesar pintu terbentuk dan keluar 4 gadis dengan aura level 1.000.000, Juli yang melihat itu pun tersenyum puas dan berkata.
"baiklah aku akan memberikan kalian nama mulai dari pojok kanan bernama Shuna, lalu Shion , Rin dan Ran." ucap Juli.
{Ilustrasi Shuna}
{Ilustrasi Shion}
{Ilustrasi Rin}
Juli pun bingung karena mereka hanya diam saja. lalu Juli pun bertanya pada Rapunzel.
'Rapunzel kenapa mereka hanya diam saja?' tanya Juli.
[Itu dikarenakan ayah belum menambahkan ingatan buat mereka. Jadi mereka tidak memiliki ekspresi, bila ayah ingin maka Rapunzel akan menambahkan nya dan ayah hanya perlu menyentuh kening mereka.] ucap Rapunzel.
Juli pun hanya mengangguk dan menyentuh kening mereka satu-persatu.
setelah itu mereka pun mulai mengedipkan mata dan tiba-tiba langsung memeluk Juli.
"Oni-chann" ucap Rin dan Ran.
"Hallo Juli lama tidak bertemu." ucap Shuna cuek.
"Yuu-kun apa kabar mu?"ucap Shion.
Juli pun bingung terdiam dan bertanya pada Rapunzel.
'Rapunzel apa yang kau berikan pada mereka?'tanya Juli.
[Tidak ada yang spesial ayah. hanya menambahkan ingatan untuk Rin dan Ran bahwa ayah adalah kakaknya, untuk Shuna ayah adalah teman masa kecilnya. dan untuk Shion a-a-a-anu Rapunzel menambahkan ingatan dia kekasih ayah heheheh.] ucap Rapunzel diakhir gugup dan ketawa garing.
Juli yang mendengar itu pun kesal dan berkata.
'Rapunzel selama seminggu kau tidak boleh makan kue buatan ayah' ucap Juli serius.
Rapunzel yang mendengar itu ingin membantah tapi di urungkan nya dan hanya menurut perkataan Juli.
[baiklah ayah. maafin Rapunzel.] ucap Rapunzel lemas.
Juli yang mendengar suara Rapunzel pun merasa kasian dan berkata.
"Baiklah ayah akan memaafkan mu kali dan hukumannya ayah ubah menjadi membantu para prajurit untuk memberi makan ikan Selama seminggu" ucap Juli.
[benarkah ayah? makasih ayah.] ucap Rapunzel.
'iyaa ayah serius tapi jangan di ulang lagi' ucap Juli melalui telepati nya.
__ADS_1
[baik ayah. Rapunzel janji.] ucap Rapunzel.
Juli hanya mengangguk saja dan melihat prajurit costum yang baru saja dia buat.
lalu Juli berkata.
"baiklah kalian bisa tenang dulu? aku sesak nafas bila kalian memeluk ku Terlalu berlebihan. dan kau Shion berhenti meniup-niup telinga ku" ucap Juli kesal.
"Baik oni-chann" ucap Rin dan Ran.
"Heheheh maaf Yuu-kun" ucap Shion.
sedangkan Shuna hanya dia tersenyum tipis.
"baiklah aku akan memberikan kalian tugas yaitu kalian akan berlatih di dungeon rank SSS untuk menaikkan level kalian selama 1.000 tahun karena waktu disini berbeda dengan dunia di luar jadi kalian bisa tenang" ucap Juli.
"Baiklah kami paham. karena kami juga tau siapa musuh yang kita hadapi" ucap Shuna yang dari tadi hanya diam.
"Baguslah bila kalian paham. jadi kalian akan berlatih sekarang juga karena aku ada urusan di dunia luar jadi aku akan menjemput kalian saat penyerangan Monster di benua timur dan ini adalah Elixir yang dapat menggandakan exp kalian" ucap Juli.
lalu mereka ber-empat pun mengambil Elixir itu.
"Mari ku teleportasi kalian" ucap Juli lalu menyuruh Mereka mendekat.
setelah itu mereka sampai di depan pintu dungeon rank SSS yang ada di dimensi Juli.
"Kalian berhati-hati lah. dan semangat" ucap Juli sambil tersenyum kecil.
"Baik oni-chann dan kami tidak akan membiarkan musuh kami menang" ucap Ran.
"itu senyum yang selalu ingin aku lihat" ucap Shion.
Juli yang mendengar itu memasang muka datar dan berteleportasi dari sana.
dia berteleportasi di ruang keluarga karena ada fumiko sedang duduk disana.
"Fumiko aku akan pergi sekarang jadi kau tunggu lah disini hingga aku kembali dan kau tenang saja tidak akan ada yang tau tempat ini bahkan dewa kuno terkuat sekali pun" ucap Juli.
fumiko hanya mengangguk saja.
"Hati-hatilah sayang dan perkenalkan aku pada kekasih baru mu nanti setelah kau kembali" ucap fumiko sambil tersenyum manis tapi bagi Juli itu bahaya yang bisa mengancam nyawanya.
"hehehehe.... baiklah nanti ku beri tau, aku pergi dulu bye-bye" ucap Juli langsung berteleportasi di depan pintu dungeon lantai 1.000.
setelah sampai di lantai 1.000 Juli pun tidak ingin membuang waktu langsung saja di menendang pintu masuk.
Bukhhhhh.....
KABOOMMMMM....
" Ohayaou...Minna-san waktunya Go food" ucap Juli setelah memasuki lantai 1.000.
lalu tiba-tiba ada yang menyerang Juli dari depannya.
Juli yang melihat itu hanya tersenyum karena dengan menggunakan Eyes of the lord God semua kecepatan yang ada di dunia ini tidak ada apa-apanya.
"Hanya serangga kecil ingin menyerang ku secara langsung" ucap Juli tersenyum seram.
JLEBBBBB.....
Juli menusuk orang yang ingin menyerang Juli secara langsung.
"Kau seorang Dewa Iblis kuno. tapi kau sangat bodoh karena kelamaan ada disini jadi matilah dengan tenang" ucap Juli.
orang yang tertusuk Tombak Ballista Juli pun menjadi serpihan debu dan hanya menyisakan sebuah core.
"Terlalu mudah dan lemah" ucap Juli angkuh lalu berjalan ke arah pintu di belakang kursi.
CLEKKK....
Juli membuka pintu itu tiba-tiba dia berada di sebuah taman dan di tengah-tengah taman itu terdapat sebuah meja dan gelas berisi air.
Juli yang tidak mengetahui apa itu pun meminum nya saja karena dia kehausan.
"ahhhh....air ini sungguh nikmat" ucap Juli yang tidak mengetahui bahwa air itu membawa keberuntungan sekaligus Petaka bagi nya.
Bersambung....
****
Gimana ceritanya seru gak? Maaf yaa kalo MC nya banyak cewek yang dekatin karena ini novel saya buat ber-genre Harem jadi maklum saja.
__ADS_1
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.