Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
93. Pendaftaran Masuk Academi Bagian 3 dan Undead Menyusup academi?


__ADS_3

setelah mendengar nomor urutnya dipanggil Juli pun membangunkan para gadis yang sedang tertidur di tubuhnya.


"Lily, Sena , dan Nona Emma bangun sekarang giliran ku untuk maju."ucap Juli sambil mencubit ke 3 wanita itu.


para wanita itu pun bangun dan Sena turun dari pangkuan Juli.


Lily pun berkata.


"sayang semangat lah."ucap Lily tersenyum manis.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu Sena mengelus kepala Juli sambil tersenyum kecil.


"Yosh...Yosh...Yosh... Semangat yaa calon suami."ucap Sena.


Juli yang digitukan oleh Sena pun terkejut kerena ia merasa teringat kenangan tentang bersama ibu nya yang dimana ia bila akan melakukan sesuatu kepalanya akan selalu di elus.


Juli pun mengangguk dan tersenyum manis.


"Terima kasih."ucap Juli senang.


Sena hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Juli pun ingin maju tapi ia merasa baju nya di tarik oleh seseorang yang tidak lain adalah Emma.


"Anoooo....Tuan Juli Bersemangatlah."ucap Emma dengan tingkah malu-malu nya.


Juli yang melihat itu langsung terserang mental.


"Akhhhh....imutnya."ucap Juli sambil menahan hidungnya yang mimisan.


Juli pun mengacungkan jempol nya dan berkata.


"Terimakasih atas pertunjukan nya."ucap Juli berdiri dengan sempoyongan menuju Arena.


sedangkan Emma memasang wajah ke kebingungan dengan kepala yang sedikit dimiringkan.


bila Juli melihat itu author yakin Juli bakan kekurangan darah.


Juli pun maju dengan santai sambil diiringi oleh tatapan tajam para lelaki dan tatapan terpesona oleh para wanita.


saat dekat dengan arena Juli melihat orang-orang menjauhi seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda tua.


"Jauhi gadis itu, nanti kau tertular kutukan dari gadis itu."ucap salah satu perserta ujian itu.


"Benar jauhi dia, aku dengar-dengar ia memiliki kutukan yang dapat membawa sial. bahkan desa yang menolong ia terkena sial dengan dibantai habis oleh para bandit."ucap temannya disebelah.


"Heee seriusan? padahal dia cantik dan dari ras high elf tapi bila ada kutukan yang membawa sial maka tidak jadi aku mendekatinya."ucap pemuda yang ada di belakang mereka.


sedangkan gadis itu hanya diam menunduk kan kepala sambil menjalankan Kursi roda nya.


saat tiba di tengah-tengah Arena ia tidak bisa naik ke atas panggung karena ia menaiki kursi roda.


gadis itu pun meminta tolong kepada perserta ujian yang lainnya.


"Anoo...bisa kah aku minta tolong untuk membantuku untuk naik?aku mohon."ucap wanita itu memohon.


para perserta ujian yang lainnya mendengar itu pun segera membuang muka dan menjauh.


ketika Juli ingin mendekat ia melihat seorang pemuda mendekati wanita kursi roda itu sambil tersenyum.


"Aku mau membantu mu tapi kau harus mau menjadi budak s** ku?."ucap pemuda itu tersenyum menjijikan.



{Ilustrasi pemuda itu yang bernama Roberto, anak dari Jendral pasukan khusus Kekaisaran Hikari miliki. yang dimana ayah nya Memiliki Level 98.700.000}


wanita yang duduk di kursi roda itu pun terkejut dan diam sambil menundukkan kepalanya karena ia sedang berfikir.


wanita itu pun sudah memutuskan pilihannya.


"Bai-."belum selesai wanita itu berbicara Juli sudah memotongnya.


"Maaf Nona dan Tuan bisa kah lebih cepat sedikit? atau nona mau saya bantu naik ke atas panggung? baiklah akan saya bantu."ucap Juli langsung menggendong Wanita itu tanpa menunggu jawaban dari wanita itu menaiki atas panggung Arena.


wanita itu sangat terkejut karena Juli tiba-tiba menggendongnya secara langsung seperti seorang tuan Putri.


"Ehhhh?."wanita itu kebingungan.


saat sudah naik ke atas panggung Juli pun menurunkan wanita itu dan merubah posisi wanita itu di gendong dibelakang Juli.


para penonton dan Perserta ujian yang lainnya pun diam terkejut dengan tindakan yang Juli lakukan.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Apa bisa dilanjutkan? bila kalian semakin lama, kasian Nona yang ada dibelakang ku ini."ucap Juli datar kepada pemandu acara itu.


pemandu itu pun kembali sadar dan berkata.


"Baiklah mari kita mulai ujiannya, tapi sebelum itu kita akan kedatangan Perserta ujian yang terakhir."ucap pemandu wanita itu.


para perserta ujian yang lainnya pun terkejut kerena masih ada Perserta ujian yang terakhir, bahkan Juli juga sama terkejutnya.


lalu seorang pemuda yang terlihat berumur 19 tahun padahal umur aslinya sudah berabad-abad yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zero yaitu penguasa alam semesta yang pertama.


Zero menaiki panggung dengan senyuman tipis sambil menatap Juli sengit.


Juli yang melihat itu pun menatapnya datar dan terlihat bahwa Juli sedikit kesal.


'Apa yang orang tua ini lakukan? bukannya ia berada di benua EVILLAND?.'batin Juli.


tiba-tiba Zero dan Juli saling berpandangan lalu tersenyum menyeringai.


~Woshhhhhhhhh~


Juli dan Zero saling mengeluarkan aura level yang masih mereka tahan hingga berlevel di bawah 300.000.000.


aura level Juli dan Zero saling bertabrakan yang dimana membuat pusaran angin yang sangat kencang di tengah-tengah Arena.


BOAMMMMMM....


batu yang dibuat untuk ujian pertama pun meledak semua akibat merasakan aura level Juli dan Zero yang tidak dapat mereka data.


sedangkan wanita kursi roda tadi dilindungi oleh Juli menggunakan aura nya agar tidak tertekan akibat aura level Juli.

__ADS_1


setelah beberapa detik aura mereka pun menghilang dan membuat arena pertandingan kembali terlihat.


semua Perserta ujian pun merasa bingung karena mereka tidak dapat melihat apa yang terjadi barusan, begitu juga dengan para guru mereka tidak dapat melihat kejadian yang sebenarnya.


berbeda dengan kepala academi Barbara yang melihat itu karena salah satu Skill nya.


Juli dan Zero sadar apa yang mereka perbuat pun langsung pura-pura berteriak histeris.


"Kyaaaa..... apa yang terjadi?."teriak Zero seperti seorang wanita.


"Aarg-?"Juli yang ingin berteriak pun berhenti dan menatap Zero dan tatapan menjijikan.


begitu juga dengan kepala academi Barbara yang tau apa yang sebenarnya terjadi tapi ketika mendengar teriakan Zero ia juga merasa mual dan jijik.


berbeda dengan orang-orang yang lainnya, mereka saat ini kebingungan apa yang barusan terjadi sehingga menghancurkan semua batu ujian.


Juli pun yang bingung harus melakukan apa untuk tidak dicurigai oleh orang lain, setelah berfikir Juli melihat Roberto dan tersenyum menyeringai karena ia memiliki rencana.


tiba-tiba Juli mendekati Roberto dan berkata.


"Ahhhh Tuan, kekuatan anda sangat hebat sekali tadi. hingga dapat menghancurkan seluruh batu ujian yang ada disini."ucap Juli memuji Roberto.


Roberto pun yang mendengar itu awalnya merasa bingung tapi ketika melihat orang-orang menatapnya kagum pun ia langsung mengangkat dagu nya dengan sombong ia berkata.


"Hmmmm....tentu saja, seharusnya kalian bangga terhadap ku. anak dari seorang Jendral Terkuat."ucap Roberto sombong.


awalnya penonton tidak percaya tapi ketika salah satu seorang guru mengecek Level Roberto mereka percaya.


karena Roberto Memiliki Level 71.070.000 dengan Rank SSSR.


Prokkk.... Prokkk..... Prokkk....


para penonton pun bertepuk tangan meriah karena Roberto Memiliki Level yang sangat tinggi dari semua perserta ujian.


lalu pemandu wanita itu pun berkata.


"Baiklah selamat pada Tuan Roberto menjadi siswa urutan nomor 1 untuk ujian pertama, dan untuk sisa perserta ujian yang lainnya mohon tunggu sebentar karena kami saat ini sedang mengambil batu ujian yang ada di gudang."ucap pemandu wanita itu.


Juli yang mendengar itu pun menghela nafas lega karena rencananya untuk menyembunyikan identitas berhasil.


lalu ia kembali mendekati Zero dan berkata.


"Zero kenapa kau juga masuk disini?."ucap Juli yang tidak memanggil ayah atau pun kakek karena wanita yang dikursi roda itu masih ada di gendongan Juli.


Zero yang paham itu pun berkata.


"Tidak ada yang penting, hanya ingin ikut kau untuk bersenang-senang."ucap Zero tersenyum kecil.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan segera berdiri diposisi nya untuk memulai ujian.


lalu Juli pun bertanya kepada wanita yang ia gendong.


"Nona kalo boleh tau siapa nama anda? dan dari mana asal anda?."ucap Juli tersenyum tipis.


wanita itu pun berkata.


"Theresia, aku berasal dari benua selatan. aku diusir oleh ayah ku dan aku pergi bersama ibu ku, tapi 1 tahun yang lalu ibu ku meninggal karena terkena sakit parah akibat kutukan yang aku miliki."ucap wanita itu sedih.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


Theresia yang melihat senyum Juli pun menjadi malu-malu dan terlihat bahwa muka nya sedang merah seperti tomat.



{Ilustrasi Theresia, sebelumnya anak dari seorang bangsawan kerajaan high elf di benua selatan.}


lalu Theresia pun berkata.


"Juli apa kau tidak takut dengan kutukan ku?."ucap Theresia menundukkan kepalanya.


Juli yang mendengar itu pun berkata dengan datar.


"Bila aku takut kenapa aku masih mengendong mu dari tadi?."ucap Juli datar.


Theresia yang mendengar itu pun baru sadar dan kesal karena Juli sangat datar sekali.


"Kau pria yang sangat menjengkelkan, aku yakin tidak ada akan wanita yang menyukaimu."ucap Theresia kesal.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak perduli, yang jelas aku sudah memiliki istri dan anak."ucap Juli cuek.


Theresia yang mendengar itu pun sangat terkejut dan menghantam kepalanya ke Juli.


Bukhhhhhh....


"Arghhhhhh...sakit Theresia, kau ini kenapa?"ucap Juli.


Theresia yang melihat Juli sangat tidak peka pun semakin kesal dan berkata.


"Tidak apa-apa bodohhhh..."ucap Theresia teriak di telinga Juli dan membenamkan wajahnya di bahu Juli.


sedangkan Juli pun hanya mengangkat bahunya dan melanjutkan ujian pertamanya.


"Baiklah ujian perserta terakhir akan dimulai mohon untuk para perserta ujian untuk segera melakukannya tes nya."ucap pemandu wanita itu.


Juli pun hanya tersenyum kecil dan memulai ujiannya.


saat ingin memulai nya tiba-tiba ada suara ledakan batu ujian.


BOAMMMMMM....


batu ujian milik Zero meledak akibat ia pukul bukan disalurkan mana nya.


Juli yang melihat itu pun sangat kesal dan segera melesat ke arah Zero lalu menendangnya.


Bukhhhhhh....


BOAMMMMMM....


"Salurkan mana mu bodoh, bukan dipukul."ucap Juli kesal kepada Zero yang saat ini tertancap di dinding arena akibat Juli tendang.


para penonton yang melihat itu sangatlah terkejut karena Juli bisa menendang Zero hingga nancap di dinding.


sedangkan kepala academi Barbara saat ini memijat keningnya karena tingkah Juli dan Zero.

__ADS_1


'Kurasa tahun ini academi ku akan menjadi reruntuhan.'batin Kepala academi Barbara.


setelah beberapa detik Zero pun kembali berdiri dan terlihat bahwa ia baik-baik saja bahkan tidak terluka sedikit pun.


"Kenapa kau menendang ku bodoh?."ucap Zero kesal.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Apa kau bodoh karena hidup terlalu lama? atau emang dari sana nya tolol?."ucap Juli datar.


"apa maksudmu? kau lihat aku ini muda dan tampan."ucap Zero narsis.


Juli yang mendengar itu pun menatap rendah Zero.


Zero yang ditatap oleh Juli seperti itu pun berkata.


"Kenapa apa kau iri?."ucap Zero.


Juli pun kesal dan menendang bongkahan batu bekas ulah Zero sebelumnya.


Bukhhhhhh.....


batu itu pun melesat ke arah Zero, tapi Zero yang melihat itu menghindar dengan mudah hingga batu itu melayang ke arah salah satu penonton.


BOAMMMMMM....


batu itu berhasil mengenai penonton itu yang tidak sempat menghindar.


tapi anehnya penonton itu tiba-tiba mengeluarkan asap berwarna hitam pekat yang dimana itu membuat seluruh perserta ujian yang lainnya lari ketakutan.


"ARGHHHHHH....ada bangsa iblis cepat segera lari."ucap perserta ujian yang panik dan kabur.


perserta ujian lainnya yang mendengar itu juga lari ketakutan yang dimana membuat arena pertandingan academi Barbara menjadi ricuh.


para guru-guru academi yang melihat itu pun segera mengevakuasi para perserta ujian dan sebagain nya menghadang iblis itu.


setelah beberapa menit akhirnya wujud Iblis itu terlihat yang dimana ia bukan iblis melainkan ras Undead.



"Hahaha.... sebenarnya aku ingin sedikit bermain lebih lama lagi, tapi karena ulah ke 2 pemuda itu akhirnya rencana ku gagal. tapi tidak apa-apa karena kalian tidak ada yang bisa mengalahkan ku yang merupakan seorang Bangsawan tingkat Duke Undead."ucap Undead itu.


~Swohhhhhh~


aura Level 107.900.000 dari Bangsawan Duke Undead itu.


dari aura level yang dikeluarkan oleh Undead itu membuat para guru-guru academi merinding ketakutan karena mereka semua tidak akan sanggup melawan Undead itu.


"Aku akan memperkenalkan kalian pada peliharaan ku."ucap Undead itu tersenyum menyeringai.


kau Undead memunculkan sebuah RUNE sihir pemanggilan.


lalu muncullah seekor monster Undead berlevel 120.000.000.



ROARRHGHHHH....


monster Undead itu mengaum dengan keras dan menyakitkan bagi telinga.


para guru-guru yang melihat itu pun sangat ketakutan dan segera lari keluar arena pertandingan bersama para perserta ujian lainnya.


begitu juga dengan para pahlawan laki-laki yang juga ikut lari karena level mereka tidak sanggup untuk mengalahkan ras Undead itu bersama peliharaan nya.


setelah kurang lebih 10 menit seluruh perserta ujian bersama para guru-guru telah lari ketakutan dan hanya tersisa Juli, Zero , Theresia, Kepala academi, Lily, Emma, dan Sena yang masih disana.


Juli yang melihat Lily datang pun berkata.


"Lily bawa wanita ini pergi mengungsi bersama kalian."ucap Juli sambil menyerahkan Theresia di gendongannya.


Lily pun mengangguk dan segera mengangkat Theresia pergi .


awalnya Theresia menolak Lily mengendong nya karena takut terkena kutukan yang dimiliki oleh Theresia, tapi Juli mengatakannya bahwa ia sudah menghilangkan kutukan Theresia bahkan membuka segel yang mengunci kekuatan Theresia.


tapi masih butuh waktu untuk Theresia Kembali berjalan normal.


akhirnya mau tidak mau Theresia pun pergi bersama Lily, Sena, dan juga Emma ke tempat evakuasi.


yang tersisa hanya Juli, Zero, dan kepala academi yang saat ini sedang melepaskan jas nya dan hanya menggunakan kemeja putih dan celana panjangnya.


"haaa.... akhirnya saya bisa bertarung bersama anda juga tuan Juli."ucap kepala academi Barbara.


Juli yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.


"Apa anda mengenal saya?."ucap Juli.


kepala academi Barbara hanya mengangguk dan berkata.


"Tuan Burton yang memberi tahu nya."ucap kepala academi Barbara tersenyum kecil.


Juli hanya mengangguk dan menatap Zero.


"Apa mau bertanding?."ucap Juli tersenyum menyeringai.


Zero yang mendengar itu pun berkata.


"Tentu, baik kita akan menggunakan kekuatan fisik saja dengan kekuatan 0,000000000000000001% yang dimana setara dengan Level 100.000.000."ucap Zero tersenyum menyeringai juga.


Juli hanya mengangguk dan bersiap-siap.


lalu Juli berkata kepada kepala academi Barbara.


"Apa Tuan juga ingin ikut bertanding?."ucap Juli.


kepala academi Barbara pun tersenyum kecil dan berkata.


"Dengan senang hati bisa ikut anda bertanding."ucap kepala academi Barbara.


Juli hanya mengangguk dan mereka bertiga pun bersiap-siap maju.


Bersambung....


***


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.

__ADS_1


see you next time dan bye bye.


__ADS_2