
saat ini Juli dan teman-temannya sudah sangat jauh berlari melompati pohon-pohon seperti para ninja.
"Ketua apa masih jauh?."ucap Kenzi sambil mengikuti Juli dari belakang.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Mungkin 100km lagi baru kita sampai di pusat dimensi ini, paling tidak memakan waktu 2 jam dengan kecepatan kita saat ini."ucap Juli sedikit berteriak agar didengar oleh teman-temannya.
teman-temannya hanya mengangguk dan mereka terus berlari.
setelah berlarian 2 jam akhirnya mereka tiba di pusat dimensi para monster ini.terlihat bahwa dipusat dimensi ini seperti sebuah pengunungan yang di terpa oleh Kegelapan, diatas gunung tertinggi terdapat seperti gerhana bulan yang dimana itu adalah jalan yang mereka cari untuk sampai di Planet ke-7.
"Berhati-hatilah karena aku melihat Monster kuat yang sedang menjaga bangunan disana."ucap Juli sambil menunjuk bangunan seperti kerajaan.
yang lain hanya mengangguk dan mereka terus maju hingga tiba di bangunan kerajaan tua itu.
tiba-tiba saja mereka dihadang oleh pasukan Undead yang di pimpin oleh penyihir Undead.
"Kenzo, Kenzi, dan Mirio kalian maju untuk membunuh mereka semua. hitung-hitung ini pelatihan bagi kalian."ucap Juli santai lalu duduk bersama Zero.
mereka bertiga hanya mengangguk dan bersiap-siap maju untuk menyerang pasukan Undead itu.
setelah bersiap-siap mereka pun maju yang dimana Mirio terlebih dahulu menyerang menggunakan panahnya.
"Thunder Tecnique ; Milioner Arrow." ucap Mirio.
Syuttt....
3 anak panah pun dilepaskan ke atas langit, berselang beberapa detik jutaan anak panah petir pun turun menghujani para ribuan Undead itu.
JLEBBBBB....
JLEBBBBB....
anak panah yang jumlahnya sangat banyak itu pun berhasil mengenai banyak sekali Undead berlevel tinggi.
Kenzo dan Kenzi yang melihat Mirio sudah menyerang pun tidak ingin kalah dan mereka maju bersama.
Kenzo dengan sebilah pedang tingkat Legenda pun maju.
"Teknik Holy Sword ; Divine Slash Destruction." ucap Kenzo langsung melesat maju.
Sringgg....
slashhhhh.... slashhhhh...
para Undead yang dilewati oleh Kenzo pun terpotong menjadi potongan-potongan kecil yang langsung menghilang.
Kenzi pun tidak ketinggalan dengan Tombak yang dipegangnya ia pun maju menghantam para Undead itu.
"Teknik Holy Spears ; Holy Destruction." ucap Kenzi sambil melemparkan tombaknya hingga menewaskan banyak sekali Undead.
pertarungan mereka pun terus berlanjut dan tidak menyadari bahwa mereka telah banyak Membunuh Monster berlevel tinggi dengan banyak poin yang mereka dapatkan.
bahkan poin mereka melebihi angka ratusan juta poin.
disisi tempat para penonton saat ini.
"Ba-ba-ba-bagaimana mungkin? ini baru pertama kali nya dalam sejarah academi Barbara, kelompok yang memiliki poin 467.550.500."ucap pembawa acara itu syok.
begitu juga dengan penonton yang hadir untuk melihat turnamen ini, bagaimana tidak awalnya 10 Dewan Elite hanya bersantai-santai saja bahkan tidak membunuh Monster-monster kuat.
berbeda dengan kelompok The One yang dari tadi membunuh monster tapi poinnya hanya 175.000 saja, itu saja sudah termasuk tinggi dalam sejarah academi Barbara.
tapi poin Anggota 10 Dewan Elite tidak berhenti sampai disitu bahkan terus menambah, karena saat ini Kenzo, Kenzi, dan Mirio sedang membantai pasukan ras Undead.
kembali ke sisi Juli saat ini, pasukan ras Undead telah dibinasakan oleh teman-teman Juli.
Juli yang melihat itu pun tersenyum puas karena latihan keras mereka tidak sia-sia.
__ADS_1
"Baiklah mari kita lanjutkan untuk masuk kedalam, karena waktu kita tidak banyak."ucap Juli.
yang lainnya hanya mengangguk dan segera mengikuti Juli masuk ke dalam bangunan kerajaan tua itu.
diperjalanan masuk mereka juga bertemu monster-monster kuat, tapi dengan mudah dibunuh oleh kelompok Juli. bahkan sampai tidak mengeluarkan keringat sedikit pun.
setelah masuk cukup jauh akhirnya mereka di tiba di depan pintu yang sangatlah besar, yang tidak lain itu adalah Aula kerajaan tua itu.
Kritttttttt.....
Juli mendorong pintu itu dengan mudah walaupun besar dan berat.
saat pintu terbuka pun Juli masuk bersama Kenzo, Kenzi, Mirio dan Zero yang mengikuti Juli dari belakang.
saat didalam ruangan itu mereka tidak melihat apa-apa kecuali sebuah altar besar yang dimana ditengah-tengah altar itu ada seseorang diikat dengan rantai berbagai macam mantra.
Juli pun langsung melesat ke arah orang itu dan memeluk nya.
"April apa kau tidak apa-apa?" ucap Juli yang memanggil gadis itu yang merupakan adik kelasnya saat SMP.
April/Lilith membuka matanya dan melihat seorang pria asing yang tidak ia pernah liat sebelumnya.
"Siapa? apa kita pernah bertemu?." ucap Lilith.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Ini Kakak Juli, Yuuzaki Juli." ucap Juli tersenyum tipis.
Lilith yang mendengar ucapan Juli langsung membuka matanya dan terharu.
"Kak kau masih hidup? maafkan Lilith waktu itu yang menyegel kekuatan kakak hingga meregang nyawa kakak." ucap Lilith. {Note; Kita panggil Lilith aja yaa.}
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Sudahlah tidak apa-apa, yang jelas kakak masih hidup dan kau tenang kakak akan melepaskan mu." ucap Juli lalu ia membaca sebuah mantra yang menghancurkan rantai itu.
Prankkkkk....
setelah rantai itu lepas Juli langsung menyembuhkan Lilith dan mengembalikan kekuatan nya seperti dulu.
Lilith yang merasa sudah kembali seperti semula pun langsung melompat ke arah Juli dan memeluknya.
Juli hanya diam dan mengelus rambut Lilith.
"Tenang semua akan baik-baik saja." ucap Juli.
Lilith hanya mengangguk dan masih memeluk Juli.
sedangkan teman Juli diam menatap pertemuan antara 2 insan itu.
"Apa kita akan makan-makan mewah lagi karena Ketua Memiliki istri baru?." ucap Kenzo polos yang dimana didengar oleh Juli dan Lilith.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Apa sih yang kau bicarakan Kenzo? aneh-aneh saja." ucap Juli.
sedangkan Lilith ia diam dengan wajah memerah karena malu mendengar ucapan Kenzo.
lalu Zero pun berkata.
"Ketua lebih baik kita segera pergi ke Planet 7 dan menolong Kakak nya ketua, lalu kita kembali untuk menghadapi 10 Chaos Legion yang akan tiba dalam waktu 3 hari. Karena aku merasakan mereka menuju ke sini akibat segel wanita itu lepas." ucap Zero tenang.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah mari kita berangkat dan segera kembali, karena aku ingin istirahat dengan para istri ku." ucap Juli tenang seolah-olah 10 Chaos Legion bukan apa-apa baginya sekarang.
Lilith yang mendengar ucapan Juli pun berkata.
"Kak Juli, emang sudah menikah berapa kali? kok bilangnya para istri? kaya banyak sekali istri kak Juli?" ucap Lilith.
Juli pun berkata.
__ADS_1
"Aku sudah menikah bahkan memiliki anak yang waktu itu ikut berperang bersama ku waktu mengahadapi kalian. dan aku memiliki 88 istri dan 36 orang anak." ucap Juli santai seolah-olah itu bukan jumlah yang hebat.
Lilith yang mendengar itu terkejut karena jumlah istri Juli dan anak Juli yang sebanyak itu.
"Baik-baik berhentilah membahas itu mari kita ke Planet 7 dan menolong Kakak nya ketua." ucap Mirio.
yang lain pun hanya mengangguk dan segera pergi.
untuk Lilith masih diam ditempat.
Juli dan teman-temannya bingung Kenapa Lilith diam lalu Juli pun berkata.
"Ada apa Lilith? apa kau tidak ingin ikut dengan ku?." ucap Juli.
Lilith yang mendengar itu menggeleng kepala saja dan berkata.
"Aku ingin ikut dengan kak Juli ,tapi?." ucap Lilith terhenti.
Juli pun bingung dan bertanya.
"Tapi apa?." ucap Juli.
"Bisakah aku menjadi istri kakak yang ke 89? aku berjanji akan selalu bersama kakak mau di kehidupan baru sekali pun." ucap Lilith serius.
Juli yang mendengar itu pun terdiam dan berfikir.
lalu Juli berkata.
"Baiklah kau bisa menjadi istri ku ke 89, lagian para istri ku tidak melarangnya asal lain aku yang menembak dia duluan." ucap Juli tersenyum manis.
Lilith yang mendengar itu pun sangat bahagia dan mengangguk lalu ikut Juli.
" Yessss makan-makan lagi di Mansion milik ketua." ucap Kenzo semangat begitu juga dengan 2 teman nya yang lain, karena pesta dirumah Juli masakan selalu berasal dari bumi tempat tinggal nya dulu.
"Mari kita lanjutkan perjalanan." ucap Juli.
yang lainnya hanya mengangguk dan ikut bersama yang saat ini sedang mengandeng tangan Lilith.
mereka pun berjalan keluar bangunan tua itu dan segera terbang menuju pusaran portal yang ada di atas Langit.
"Ingat Sampai sana langsung mencari tempat dimana Kaka ku berada, kalo bisa buat sedikit pesta darah yaa." ucap Juli tersenyum menyeringai.
teman-temannya hanya mengangguk dan ikut tersenyum menyeringai.
lalu mereka pun memasuki pusaran portal itu yang menuju ke Planet 7.
saat memasuki nya mereka seperti di ombang-ambing dalam badai laut.
mereka seperti itu Selema 1 jam hingga mereka keluar disebuah bangunan kerajaan yang sangat luas.
"Kurasa ini lain kerajaan tapi Kekaisaran di Planet 7." ucap Juli memperhatikan Kekaisaran dihadapan nya.
teman-temannya hanya mengangguk dan Juli pun berkata.
"Ingat waktu pencarian hanya 7 jam saja, lewat dari itu maka kita akan membantai seluruh orang disini agar menemukan kakak ku berada." ucap Juli serius.
yang lainnya hanya mengangguk dan segera menghilang dari sana lalu yang tersisa hanya Juli dan Lilith saja.
"Lilith mari kita juga ikut mencari." ucap Juli menarik tangan Lilith.
Lilith hanya mengangguk dan mengikuti Juli pergi.
Bersambung...
***
maaf kalo bab ini pendek, soalnya author sengaja agar ide author bisa ke bab berikutnya.
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
__ADS_1