
saat ini di arena perlombaan para penonton terkejut melihat datangnya Dewa Nezha tapi yang paling membuat mereka terkejut bukan main adalah Rokuro yang menghadapi Dewa Nezha itu.
"K-k-k-kenapa anak itu sangat berani sekali melawan seorang Dewa?." ucap salah satu bangsawan.
Begitu juga dengan yang lainnya merasa bingung dan terkejut secara bersamaan ketika melihat Rokuro.
tiba-tiba mereka mendengar seseorang berbicara.
"Tentu saja anak itu Berani, Karena dia adalah Anak langsung dari Penguasa alam semesta ini jadi untuk apa mereka takut dan menundukkan kepalanya di hadapan Dewa rendah seperti itu." ucap Karene yang duduk di bangku penonton.
semua yang mendengar itu pun diam dan tidak berkata apa-apa karena mereka merasa itu benar apa yang dikatakan Karene.
"Tidak perlu kalian khawatir, karena aku yakin anak itu akan menang. ayah nya saja berani menantang 10 Chaos Legion sendirian disaat dirinya masih lemah, apa lagi anaknya yang hanya melawan 1 Dewa yang di anggap hama oleh keluarga mereka." ucap Guild Master kerajaan ASURA yaitu Tuan Burton.
semua orang pun mengangguk setuju dengan pendapat itu, ayahnya saja sudah mengerikan apa lagi anaknya. itu yang mereka pikirkan.
kembali ke sisi Dimensi alam Monster saat ini...
'Velgrynd bawa semua kembali ke barisan, biarkan masalah disana serahkan kepada Rokuro.' ucap Juli kepada Velgrynd.
'Baik sayang kami akan segera kembali.' ucap Velgrynd.
Juli hanya mengangguk dan kembali melihat Rokuro yang masih berhadapan dengan Dewa Nezha di layar hologram raksasa yang ia tampilkan di barisan terdepan sambil menunggu pasukan Planet ke-7.
sedangkan disisi Barisan belakang.
"Semuanya mari kita kembali ke barisan terdepan. Sayang menyuruh disini serahkan kepada Rokuro." ucap Velgrynd kepada para istri dan anak-anaknya serta para pasukan Juli.
mereka hanya mengangguk dan segera bersiap-siap pergi.
"Rokuro Mama pergi ya bersama yang lainnya, Ayah mu menyuruh menyerahkan orang gila itu kepada mu." ucap Velgrynd meninggikan suaranya.
Rokuro yang mendengar itu pun berkata.
"Baik ma... serahkan saja pada Rokuro disini." ucap Rokuro sambil melambaikan tangannya kepada Velgrynd.
Dewa Nezha yang melihat Rokuro lengah pun mencoba melarikan diri dari Rokuro agar tidak dibunuh olehnya.
'Aku harus cepat pergi, bila tidak aku akan mati melawan bocah Monster ini.' batin Dewa Nezha Lari.
Rokuro yang tau bahwa Dewa Nezha akan lari pun tersenyum menyeringai dan ia tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
~Woshhhh~
Dewa Nezha pun mencoba terbang menjauh dari Rokuro tetapi saat ia melihat Rokuro menghilang ia pun terhenti dan waspada di sekitarnya.
"Yooo...sedang mencari ku yaa korek api?." ucap Rokuro tiba-tiba muncul di atas langit dan memukul Dewa Nezha.
Bukhhhhhh....
BOAMMMMMM....
"Arghhhhhh...." teriak Dewa Nezha akibat pukulan yang diberikan oleh Rokuro.
Dewa Nezha pun terlempar hingga sangat jauh.
Rokuro yang melihat itu pun berkata.
"Cihhhh... padahal aku hanya mengunakan 20% dari kekuatan fisik ku, tapi ia sudah seperti ingin mati saja." ucap Rokuro melihat yang Dewa Nezha sudah mengalami luka yang cukup parah karena pukulan Rokuro.
Rokuro pun langsung melesat ke tempat Dewa Nezha berada yang dimana saat ini Dewa Nezha mencoba memulihkan kondisi nya menggunakan api yang ada disekitarnya.
Rokuro yang melihat itu pun hanya diam dan menunggu.
"Apa sudah selesai?." ucap Rokuro.
Dewa Nezha yang mendengar itu pun terkejut karena tidak merasakan hawa keberadaan Rokuro yang berada dibelakangnya sambil menunggu Dewa Nezha memulihkan luka nya.
Dewa Nezha pun segera mundur menjauhi Rokuro, tapi karena gerakan Rokuro yang gesit Rokuro pun berhasil mengenai punggung Dewa Nezha dengan mudah.
Bukhhhhhh....
" kau pria kenapa suka sekali lari-lari saat bertarung." ucap Rokuro sambil menatap Dewa Nezha yang tubuhnya berada di tanah.
Dewa Nezha pun berusaha bangkit untuk melawan Rokuro.
"Sia*lan tidak mungkin aku kalah dari manusia rendahan seperti dirimu." ucap Dewa Nezha mengigit bibirnya.
Rokuro yang mendengar itu pun berkata.
"Bodoh aku bukan manusia, Aku adalah keturunan Dewi asli dan seorang penguasa alam semesta. Ibu ku seorang Dewi Kuno pengetahuan dan ayahku Penguasa alam semesta jadi wajar bila Dewa rendahan seperti dirimu kalah denganku." ucap Rokuro tersenyum menyeringai.
Dewa Nezha yang mendengar itu pun tidak memperdulikan nya dan segera mengeluarkan kekuatan aslinya.
"ARGHHHHHH....Cincin Api keluarlah." ucap Dewa Nezha yang dimana ia mengeluarkan senjata cincin api di tangan kirinya.
Rokuro yang melihat itu pun mundur.
"Huppppp....Hampir saja Baju ku kotor, bila kotor maka ibu ku akan marah." ucap Rokuro membersihkan baju nya.
Dewa Nezha pun yang melihat Rokuro tidak memperdulikannya segera maju dan menyerang Rokuro.
"Hiyahhhhhh rasakan ini....Cincin Api ; Pusaran Api kematian." ucap Dewa Nezha sambil melemparkan cincin api nya.
Rokuro yang melihat itu pun tidak tinggal diam dan menghindari semua cincin api itu.
Rokuro dengan mudah menghindari semua serangan cincin api yang dikerahkan oleh Dewa Nezha, Dewa Nezha yang melihat itu pun tidak tinggal diam dan maju menggunakan Tombak yang ia pegang.
"Kau akan mati Bocah." ucap dewa Nezha.
Rokuro yang mendengar itu pun kesal dan nampak urat emosi di keningnya.
"Haaa.... Bocah? umur ku sudah lebih dari 100.000 tahun kau bilang Bocah? kayanya kau pantas mati sekarang." ucap Rokuro.
__ADS_1
"Cukup bermain-mainnya." ucap Rokuro yang mulai serius menghadapi Dewa Nezha.
Dewa Nezha yang mendengar bahwa Rokuro hanya bermain-main saja dengan dirinya menjadi berkeringat dingin.
"Baiklah jangan sampe mati ya dipukulan ke 5 ku." ucap Rokuro yang tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
~Woshhhhh~
Bukhhhhh....
Bommmmm....
"1" ucap Rokuro yang memukul Dewa Nezha hingga terpental ke atas langit.
Bukhhhhhh....
"2" ucap Rokuro yang memukul Rokuro kembali ke tanah yang dimana Dewa Nezha jatuh dari ketinggian 50.000 km dari atas tanah.
BOAMMMMMM....
Terjadi ledakan akibat tubuh Dewa Nezha yang terjatuh dari atas langit.
Debu pun berterbangan yang membuat semua orang disana tidak dapat melihat kondisi Dewa Nezha, tapi Juli, istri dan para anak-anak nya bisa melihat kondisi tubuh Dewa Nezha yang saat ini tulangnya hancur remuk akibat jatuh tadi.
"Arghhhhhh....Sakit sekali." ucap Dewa Nezha yang mencoba menyembuhkan dirinya.
Saat mencoba menyembuhkan dirinya tiba-tiba ada Rokuro yang muncul dihadapannya dengan tersenyum menyeringai.
"Baru 2 loh?." ucap Rokuro tersenyum menyeringai.
Bukhhhhh....
"Shiro serang kembali ke Kakak." ucap Rokuro yang memukul Dewa Nezha ke arah adik kembarnya yaitu Shiro.
mereka yang terkenal imut dan lucu kepada keluarganya dan akan kejam terhadap musuhnya Membuat semua pasukan serta bawahan Juli bergidik ketakutan.
Shiro yang melihat Dewa Nezha menuju arahnya pun tersenyum menyeringai dan Mengambil sebuah pemukul besbol dari cincin penyimpanan nya.
"Kakak bersiaplah aku akan membuat ini menjadi home run." ucap Shiro.
Kretakkkkk.....
Bukhhhhhh....
Terdengar tulang yang semakin hancur remuk disaat Shiro memukul Dewa Nezha.
Dewa Nezha pun terlempar ke atas langit bahkan lebih tinggi dari sebelumnya, Rokuro yang melihat itu segera melesat kembali ke Dewa Nezha berada. disaat sudah dekat Dewa Nezha Rokuro pun berkata.
"Ini pukulan ke 4 dari ku maka jangan sampai mati di saat pukulan ke 5 yaa." ucap Rokuro.
Bukhhhhh...
Sekali lagi Rokuro memukul Dewa Nezha hingga jatuh ke permukaan tanah.
"Kakak Haruka, pukul kembali sampah itu ke langit dan ini serangan penutup kita." ucap Rokuro kepada Haruka yaitu anak dari Juli dan Queensha.
Haruka pun menyambut tubuh Dewa Nezha yang sudah terluka sangat parah akibat serangan Rokuro dan Shiro barusan.
"Rokuro Tangkap yaa." ucap Haruka.
"Baik kak." ucap Rokuro yang masih ada di atas langit.
Haruka hanya mengangguk dan bersiap-siap memukul tubuh Dewa Nezha.
Bukhhhhh....
Tubuh Dewa Nezha sekali lagi dipukul oleh Haruka hingga kembali terpental ke atas langit.
Rokuro yang melihat itu pun segera menyerang Dewa Nezha.
"Meteor Smash." ucap Rokuro yang dimana pukulan dari tangan wujud monster nya berubah menjadi sebuah gelombang cahaya emas yang langsung menghujam tubuh Dewa Nezha.
BOAMMMMMM....
terjadi ledakan yang sangat dahsyat dari atas langit disaat serangan Rokuro bertemu dengan Dewa Nezha.
Juli yang melihat itu pun berteriak.
"5 Poin untuk Tim Rokuro, dan 0 poin untuk Tim lainnya." ucap Juli.
Rokuro, Shiro, dan Haruka yang mendengar itu pun tersenyum dan mereka berkumpul bertiga.
"Tim kita berhasil memimpin." ucap mereka bertiga bersalaman bersama.
Anak-anak Juli yang lain mendengar itu sangat syok dan Ryuu berkata.
"Ayah itu tidak adil, kami tidak tau bahwa tadi itu di hitung dalam jumlah poin." ucap Ryuu protes.
"Benar ayah, itu tidak adil. kami tidak tau bila melawan musuh akan mendapatkan Poin." ucap Killua yang membela Ryuu.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Kan perjanjian siapa yang paling banyak bunuh musuh akan mendapatkan poin tapi musuh yang harus dibunuh 50 juta \= 1 poin, tapi bila Membunuh musuh yang berada di organisasi kejahatan maka mendapatkan 5 poin." ucap Juli menjelaskan.
anak-anak Juli yang mendengar itu pun menggerutu.
lalu Juli pun berkata.
"Untuk saat ini kelompok yang memimpin adalah kelompok Rokuro dengan 5 poin , lalu yang ke 2 adalah kelompok Laffey yang mendapatkan 1 poin. untuk kelompok lain masih Nol." ucap Juli tersenyum tipis.
Raphael yang mendengar itu pun berkata.
"Tapi ayah gak ada ngasih tau kami bila ada seperti ini." ucap Raphael.
__ADS_1
"Ehhh....sapa bilang bukannya itu menjadi peraturan keluarga Yuuzaki yaa? bagi anak-anak Yuuzaki akan mendapatkan poin agar menentukan siapa yang paling kuat di keluarga kita?." ucap Juli.
anak-anak Juli Mengangguk mendengar itu.
"Jadi apa nya yang ayah tidak beritahu? bukannya sudah menjadi aturan kan? kecuali para mama kalian, karena tidak ada yang bisa mengalahkan mereka di keluarga Yuuzaki bila mereka semua mengamuk." ucap Juli pelan di akhir kalimat agar tidak didengar oleh para istrinya.
anak-anak Juli yang mendengar itu pun mengangguk setuju dan mereka seketika merinding mendengar itu.
disaat mereka asyik ngobrol tiba-tiba portal yang ada di pusat dimensi alam Monster terbuka dengan sangat besar lalu keluar pasukan berkuda yang memiliki sayap dan menggunakan zirah Emas.
Juli yang sedang asyik bercerita sama anaknya pun tiba-tiba tersenyum menyeringai dan berkata.
"Akhirnya mereka tiba juga." ucap Juli tersenyum menyeringai.
lalu keluarlah pasukan dari Kekaisaran Planet ke-7 yang berjumlah 750.000.000 orang dengan 15 Jendral utama di depan pasukan dan Kaisar Planet ke-7 yang turun langsung.
Juli yang melihat mereka turun pun berkata.
"Black Number dan Nanatsu no Taizai berkumpul, mari kita berpesta." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Anggota Black Number yang terdiri dari Ciel, Ultima, Carrera, Testarossa, Velgrynd, Melascula, Freya, Tank, Tusk, dan Tiger. lalu diikuti oleh anggota Nanatsu no Taizai yaitu Ban, Elaine, Fumiko, Queensha, dan Eris mereka semua mengikuti Juli yang berjalan paling depan dengan tersenyum menyeringai yang saat ini Juli dengan wujud wajah disaat ia melawan 10 Chaos Legion.{Note ; Wujud Juli kaya di cover nihh cerita, Juli pake wujud itu agar nanti di academi gak ketahuan sama orang-orang.}
mereka pun berjalan hingga berjarak 5 meter saja dari Kaisar planet ke-7 dan ke 15 Jendral utama nya.
Kaisar itu pun berkata.
"Siapa kalian? kenapa kalian menghalangi rencana kami? apa kalian tidak tau siapa kami?." ucap Kaisar itu.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Etto...Kalian siapa ya? kok aku baru liat? apa jangan-jangan kalian penipu?." ucap Juli berpura-pura tidak mengenal Kaisar Planet 7 itu.
Kaisar yang mendengar itu pun kesal dan berkata.
"Berani nya kau bilang aku penipu, bila kau tidak mengetahui kami kenapa kau menghalangi kami untuk mengambil Artefak buff?." ucap Kaisar Palsu itu.
Juli pun pura-pura bego dan bertanya pada Velgrynd.
"Velgrynd apa kau mengenal orang bodoh penipu ini?." ucap Juli.
Velgrynd yang mendengar itu pun berkata.
"Ntahlah sayang, aku aja tidak mengenal nya. apa jangan-jangan dia seorang om-om pedofil yang menculik anak-anak." ucap Velgrynd pura-pura terkejut dan ketakutan.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Kau serius? Gawat anak-anak kita yang lucu dan imut sedang tertidur aku takut dia menculik anak-anak ku yang lucu dan imut." ucap Juli panik.
lalu Juli berteriak kepada pasukannya.
"Black Order tolong lindungi anak ku yang tertidur di tenda, aku takut ada om-om Pedofil disini." ucap Juli.
Pasukan Black Order yang awalnya bingung pun hanya mengikuti perintah Juli dan menjaga tempat anak-anak nya yang paling kecil sedang tidur.
Kaisar Palsu itu yang melihat tingkah Juli sangat emosional dan ia berkata.
"Semua Serang mereka dan bunuh para pria, lalu tangkap para wanita untuk kita nikmati saat pulang dari perang ini nanti."ucap Kaisar Palsu itu dengan senyum mesum menatap para istri Juli yang sangat cantik dan seksi.
Juli yang mendengar itu pun terkejut dan emosi nya langsung berada dibatasnya.
"Baji*Ngan, awalnya aku hanya ingin berbicara baik-baik dengan mu. tapi kau berani menatap para istri ku dengan tatapan penuh nafsu yang menjijikkan, maka sudah tidak ada alasan ku lagi untuk tidak mebunuh kalian." ucap Juli dingin menatap Kaisar palsu itu.
Kaisar palsu itu pun awalnya takut dengan tatapan Juli tapi ia mencoba menahan ketakutannya dengan berkata.
"Memang kau bisa membunuh ku? kau memiliki pasukan hanya 100.000.000 saja sedangkan aku memiliki 750.000.000 lebih dengan 15 Jendral utama ku yang memiliki level diatas 2.5 Miliyar." ucap Kaisar Palsu itu.
Juli yang mendengar itu hanya diam dan masih menatap Kaisar palsu itu dengan dingin.
lalu Juli berkata kepada anggotanya.
"Black Number dan Nanatsu no Taizai aku perintahkan kalian semua mundur ke barisan." ucap Juli tegas dan dingin.
Anggota Black Number dan Nanatsu no Taizai yang melihat perubahan Juli pun hanya mengangguk dan segera mundur.
"Sayang berhati-hati lah, Kami serahkan semua sampah ini kepada mu." ucap Velgrynd sebelum pergi dan mencium pipi Juli.
begitu juga dengan istrinya yang lain yang bersama nya di depan.
setelah melihat Anggotanya pergi Juli kembali menatap tajam Kaisar Palsu itu.
"Kau memiliki Dosa yang harus dibersihkan, Pertama kau datang ke tempat yang tidak seharusnya, ke-2 kau menatap Para istriku ku seolah-olah adalah pemuas nafsu mu, dan ke-3 kau sombong dihadapan ku hanya jumlah pasukan mu. maka dengan ini aku Yuuzaki Juli seorang penguasa alam semesta terakhir akan membersihkan hama seperti mu." ucap Juli dingin dan mengeluarkan aura level nya yang ia tahan hingga 15 Miliyar yang artinya Juli hanya mengeluarkan 1.5% dari kekuatan aslinya.
Kaisar palsu dan seluruh pasukannya terkejut saat merasakan aura level Juli.
Juli pun dengan muka dingin dan berkata.
"KELUAR LAH 900.000.000 PASUKAN BAYANGAN KU, DAN AKU MEMERINTAHKAN KARAMISH, SPEDE, BELLION, IGRIS, DAN IRON UNTUK MEMBANTU KU MEMBUNUH PARA HAMA DI HADAPAN KU."ucap Juli dingin sambil meninggikan suaranya karena saat ini ia sangat kesal karena Kaisar Palsu itu berani menatap istrinya dengan penuh Nafsu, sebenarnya Juli ingin sekali mengeluarkan 45 Miliyar pasukan bayangan miliknya dengan Level 70 Miliyar -> 247 Miliyar. tapi ia tahan dan hanya mengeluarkan 900.000.000 saja.
~Swoshhhhh~
Lalu keluarlah 900.000.000 pasukan bayangan Juli yang Berlevel 70 Miliyar dan Para panglima pasukan bayangan yang bersujud dihadapan Juli.
"Kami siap menerima perintah Yang Mulia." ucap pasukan bayangan Juli.
Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan berkata.
"Waktunya Berpesta." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Bersambung...
***
Tunggu kelanjutannya 3 hari lagi yaa...
__ADS_1
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.