
4 hari sebelum festival Suci....
saat ini di academi Barbara semua murid-murid academi Barbara berkumpul di gerbang masuk academi.
terlihat bahwa ada beberapa orang yang menggunakan baju bangsawan berdiri di depan gerbang academi.
"Kami ingin bertemu dengan seseorang yang bernama Yuuzaki Juli, jika tidak kami akan menghancurkan academi ini." ucap bangsawan itu menunjukkan aura Level nya yang berada di tingkat 252.450.000.
para pengikutnya yabg berjumlah 30 orang pun juga ikut mengeluarkan aura level nya yang rata-rata 210.000.000 -> 220.000.000.
para murid-murid academi Barbara pun bingung kenapa bangsawan itu mencari orang yang paling ditakuti di academi Barbara ini.
tapi jawaban mereka semua terjawab saat bangsawan itu berbicara.
"Aku ingin membunuh Yuuzaki Juli, karena telah membuat masalah dengan diri ku." ucap bangsawan itu berteriak keras.
semua murid-murid yang mendengar itu pun langsung masa bodoh dan meninggalkan bangsawan itu berserta pengikutnya.
"Hanya orang bodoh, tidak perlu dipedulikan. lagian Tuan Juli akan menyelesaikan sampah itu." ucap salah satu murid academi.
"Kau benar, mari kita kembali ke kelas. lalu melakukan persiapan untuk mendukung Tim yang mengikuti festival Suci nanti." ucap teman disebelahnya.
begitu juga dengan murid-murid yang lainnya langsung bubar dan tidak memperdulikan bangsawan bodoh itu.
mereka yakin bahwa bangsawan itu hanya mencari kematian melawan ketua dari 10 Monster academi Barbara.
bangsawan itu pun kesal karena tidak dipedulikan.
~Swohhhhh~
bangsawan itu pun mengeluarkan serangan sihir api nya untuk menyerang para murid-murid disana.
"Kalian para baji*Ngan matilah." ucap bangsawan itu.
saat sihir api itu menyerang para murid-murid academi hanya diam menatap datar sihir itu.
bangsawan itu mengira bahwa murid-murid academi Barbara takut hingga tidak bisa berkata apa-apa.
"Magic Cancel." ucap seseorang yang langsung menghilangkan sihir api bangsawan itu.
orang itu pun langsung berdiri di depan para murid-murid academi Barbara dan menatap bangsawan itu.
para murid-murid academi Barbara yang melihat orang itu sangatlah terkejut dan salah satu dari mereka pun berkata.
"Ahhhh....Itu Tuan Juli, seperti biasa dia tenang dan cool." ucap murid perempuan itu saat melihat Juli tiba.
para murid-murid lain pun juga mulai memuji Juli mau itu pria ataupun wanita semua memuji Juli.
Juli yang mendengar itu pun berbalik dan berkata.
"Kalian semua lebih baik kembali ke kelas masing-masing, masalah sampah disini serahkan saja kepada ku." ucap Juli tersenyum tipis.
semua murid hanya mengangguk dan membungkuk sedikit lalu berkata.
"Kami serahkan kepada Ketua." ucap semua murid-murid academi.
Juli hanya mengangguk dan dan mengangkat tangannya sambil berbalik melihat bangsawan itu.
para murid-murid academi pun segera kembali ke kelas mereka masing-masing.
yang bingung kenapa Juli dipanggil oleh ketua oleh semua murid-murid academi, itu adalah dikarenakan Juli adalah pemimpin dari semua murid-murid academi atau bisa dibilang Juli setara dengan kepala academi di sana.
saat peresmian itu semua murid tidak ada yang menolak ataupun membantah karena mereka yakin bahwa Juli akan dengan bijak memimpin mereka semua, untuk kelas 1-S mereka masih tidak mengetahui bahwa gelar pemimpin seluruh Murid-murid academi telah di pegang oleh Juli.
kembali ke cerita.
setelah semua murid-murid academi Barbara pergi Juli langsung merubah sikapnya menjadi dingin dan penuh intimidasi.
"Jadi sampah seperti apa yang datang kemari dan menganggu ketenangan para murid-murid academi belajar, ternyata hanya sampah yang penuh gaya." ucap Juli tersenyum tipis dan menatap rendah bangsawan itu berserta pengikutnya.
bangsawan itu pun masih tidak mengetahui bahwa orang yang ia cari-cari tepat ada di hadapannya.
"Siapa kau? kenapa kau menghalangi ku untuk mencari baji*ngan Yuuzaki Juli." ucap bangsawan itu emosi saat Juli menghinanya.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Yuuzaki Juli yaa? hmmm.... sepertinya aku mengenalnya, mari ku antarkan kalian kepada dirinya." ucap Juli tersenyum menyeringai.
bangsawan itu pun awalnya curiga dengan Juli tapi pengikutnya meyakinkan lebih baik mengikuti pemuda yang ada di depannya agar lebih cepat menemui Yuuzaki Juli.
__ADS_1
akhirnya bangsawan itu setuju dengan rencana pengikutnya dan berkata kepada Juli.
"Baiklah aku akan mengikuti mu, cepat pimpin jalan nya. aku tidak suka menunggu." ucap bangsawan itu dengan nada perintah kepada Juli.
Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Mari ikuti aku." ucap Juli berbalik untuk memimpin jalan.
disaat Juli sudah berbalik tiba-tiba ia tersenyum menyeringai.
'Dapat bahan uji coba.' ucap Juli dalam hati.
_______________
Juli pun membawa Bangsawan itu pergi menuju Arena academi Barbara.
bangsawan itu dan para pengikutnya menjadi bingung kenapa pemuda yang ada dihadapannya membawa mereka ke Arena academi.
"HEIII kenapa kau membawa kami ke sini? kau bilang akan memberi tau kami di mana Yuuzaki Juli berada." ucap salah satu pengikut dari bangsawan itu.
sedangkan Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Aku adalah Yuuzaki Juli, jadi apa yang perlu dibantu Tetua dari sekte Bloodlust?." Ucap Juli tersenyum menyeringai.
bangsawan itu pun menjadi waspada karena diketahui identitas asli dari dirinya.
Juli yang melihat itu pun berkata dengan bosan.
"Ayolah kenapa kalian menjadi waspada? bukannya kalian sedang mencari ku? aku ini Yuuzaki Juli yang asli loh." ucap Juli bosan dan datar.
bangsawan itu dan pengikutnya hanya diam dan bersiap-siap menyerang Juli.
"Jadi kau Yuuzaki Juli, kau yang telah membeberkan informasi tentang kerajaan Holy Kingdom dan sekte Bloodlust yang berkerjasama." ucap bangsawan itu serius.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan santai.
"Ahhhhh....waktu itu yaa, aku ingat saat aku menusuk jantung Sage dari kerajaan Holy Kingdom." ucap Juli dengan polos. {Note ; Kata paus author ganti jadi Sage aja, takutnya nanti menyinggung perasaan orang lain. dan author juga minta maaf sebelumnya yang menggunakan kata paus, author udah coba ganti tapi tetap gak ke ubah. mungkin dari pihak noveltoon nya yang gak mau merubah.}
Tetua sekte Bloodlust berserta pengikutnya menatap tajam ke arah Juli.
"Jadi memang kau yang membeberkannya, maka kami tidak akan segan-segan membunuh mu disini." ucap Tetua sekte Bloodlust itu.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
Tetua sekte Bloodlust itu pun berkata.
"Tidak penting apa nya, karena kau kami tidak jadi berkerjasama dengan kerajaan Holy Kingdom." ucap Tetua sekte Bloodlust itu dengan emosi.
sedangkan Juli hanya diam sambil mengupil.
Tetua sekte Bloodlust pun semakin kesal dengan Juli dan ia pun menyerang Juli.
Juli yang melihat itu pun hanya santai melihatnya dan meniup Tetua sekte itu.
"Hufttttttt..." Juli meniup Tetua itu hingga hilang menjadi debu.
pengikut dari Tetua itu sangatlah terkejut dan mereka mundur secara perlahan-lahan.
lalu salah satu dari mereka pun berkata.
"A-a-a-apa yang telah kau lakukan kepada Tetua ke 6 sekte Bloodlust?." ucap pengikut Tetua itu ketakutan.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan santai.
"Owhh itu aku hanya menghapus eksistensi nya dari alam semesta ini atau bisa bilang aku mengembalikan dia ke titik dunia dimana sebelum tercipta dan hanya sebuah setitik debu yang melayang-layang di alam semesta." ucap Juli santai.
pengikut Tetua sekte Bloodlust yang mendengar itu sangat terkejut dan mereka ingin lari agar tida mati, tapi sayangnya bukan Yuuzaki Juli yang merupakan seorang kepala keluarga Monster diantara Monster bila membiarkan musuhnya lari dengan mudah.
Juli dengan santainya menggerakkan tangannya untuk menangkap para pengikut dari Tetua sekte Bloodlust itu.
pengikut Tetua sekte Bloodlust yang berjumlah 30 orang pun berhasil Juli tangkap dan menerbangkannya di atas Arena academi.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Jadi untuk apa kalian ke sini? bila tidak menjawab maka aku akan Membunuh kalian." ucap Juli dingin dan mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat mengerikan.
para pengikut Tetua sekte Bloodlust pun ketakutan dan mereka menjelaskan semuanya.
Juli yang mendengar penjelasan dari salah satu pengikut Tetua sekte Bloodlust pun hanya tersenyum menyeringai.
__ADS_1
dari yang pengikut Tetua sekte Bloodlust berkata.
bahwa sekte Bloodlust sedang bersiap-siap untuk menyerang orang-orang yang ada di festival Suci nanti, mereka melakukan itu agar kerajaan Holy Kingdom mau menerima mereka lagi dan menjadikan mereka sekutu.
sekte Bloodlust yang menyerang berjumlah 100.000 orang dengan para Tetua serta pemilik Sekte Bloodlust yang memiliki level setara dengan Sage ke 2 dari kerajaan Holy Kingdom.
lalu dari salah satu Sage yaitu Sage ke 3 akan mengendalikan Monster-monster yang ada di death forest untuk membantu penyerangan di Festival suci nanti dengan total Monster 2 juta dengan rata-rata level 50.000.000 -> 120.000.000.
Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum menyeringai.
"Baiklah terimakasih atas informasinya yang kalian berikan, dan untuk apa kalian ke academi Barbara hanya untuk mencari ku?." ucap Juli tersenyum menyeringai.
"Tidak Tuan, kami di bagi beberapa kelompok untuk melihat Tim mana saja yang akan mewakili setiap academi untuk mengikuti Festival suci. kami juga disuruh menguji seberapa kuat mereka, bila mereka kuat maka kami disuruh untuk membunuh Tim itu agar tidak menghalangi rencana kami." ucap salah satu pengikut Tetua sekte Bloodlust itu dengan ketakutan.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Jadi kalian kemari untuk mengetes seberapa kuat Tim yang akan datang, seharusnya kalian tau seberapa kuat aku setelah membunuh Tetua kalian barusan." ucap Juli tersenyum menyeringai.
para pengikut Tetua sekte Bloodlust hanya mengangguk ketakutan.
"Baiklah aku akan Membunuh kalian semua dan hanya menyisakan 1 orang untuk menyampaikan pesan ku kepada Tetua sekte Bloodlust." ucap Juli langsung menghilang dari tempatnya.
SLASHHH....
tidak Sampai 30 detik Juli telah memenggal kepala 29 orang dari pengikut Tetua sekte Bloodlust itu, dan hanya menyisakan 1 orang yang menjelaskan informasinya kepada Juli.
lalu Juli menatap orang itu dan berkata.
"Sampaikan salam ku, kami Tim dari perwakilan academi Barbara siap melayani kalian di Festival suci. Terutama 10 Dewan Elite kami siap menghapus nama sekte kalian dari benua timur ini." ucap Juli dingin dan mengeluarkan aura membunuhnya.
pengikut Tetua sekte Bloodlust hanya mengangguk ketakutan dan segera pergi.
melihat kepergian orang itu Juli berbalik dan berkata.
"Baiklah seperti yang kalian dengar, kita akan ada pesta spesial di Festival suci nanti." ucap Juli melihat ke arah bangku penonton.
setelah mengatakan itu tiba-tiba terlihat beberapa orang yang muncul dengan total 50 orang.
orang-orang itu adalah anggota 10 Dewan Elite, Karene berserta Tim lainnya yang menjadi pengikut serta bawahan Juli yang baru.
"Jadi ketua apa kau memiliki rencana?." ucap Mirio.
Juli yang mendengar itu pun berfikir sejenak dan berkata.
"Tidak ada." Ucap Juli datar.
semua orang yang mendengar itu menatap Juli datar.
"Kami tidak menyangka bahwa pemimpin kami akan seperti ini." ucap salah satu orang dari Tim The Moonlight.
yang lainnya mengangguk setuju dan Kenzo berkata.
"Kami saja tidak tau harus berkata apa orang yang bodoh ada dihadapan kita ini adalah pemimpin kami sekaligus orang Terkuat." ucap Kenzo lemas.
sedangkan Juli hanya cegegesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah-baiklah aku hanya bercanda, rencana kita gampang saja Maju -> Bantai -> Menang. dah itu rencana kita lagian nanti ada anak serta para istri ku yang ikut datang untuk menonton pertandingan aku nanti, jadi masalah para Monster-monster kita serahkan saja kepada mereka." ucap Juli santai.
orang-orang yang disana hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa, karena mereka tau seberapa kuat anak serta para istri Juli sendiri.
untuk Tim lainnya yang ikut berlatih bersama Juli mereka saat ini sudah semakin kuat bahkan sudah setara dengan para guru-guru di academi dengan Level rata-rata 290.000.000 -> 350.000.000
"Baiklah mari kita bersantai sebelum 4 hari festival Suci tiba, ingat tidak perlu mencolok saat festival Suci nanti. kecuali disaat penyerangan tiba baru kalian mengeluarkan kekuatan sepenuhnya." ucap Juli.
yang lainnya hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa.
lalu mereka pun pergi kembali berkumpul di kelas E yang menjadi markas mereka saat ini, sebelum pembantaian di Festival suci nanti.
Bersambung....
***
untuk hari ini author Up 3 chapter dulu yaa, beberapa hari ini author sibuk di dunia real jadi susah mau ngetik. otak author masi buntu juga belum dapat kelanjutannya yang pas.
untuk Novel baru yang author rencana kan mungkin ada di awal bulan Juli tanggal 1.
jadi jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1