
saat ini disisi Juli, ia sedang menyamar dengan Lilith untuk mencari informasi dari kakak nya berada, karena ia ingin tidak terlalu mencolok agar Organisasi lainnya tidak mengetahui bahwa Juli hidup kembali.
"Kak Juli, apa masih lama mencarinya? ini sudah 4 jam kita menanyakan tentang itu, tapi para penduduk disini tidak tau apa-apa."ucap Lilith yang duduk bersama Juli di kedai makan.
Juli yang mendengar itu pun diam dan mencoba mencari-cari kakaknya menggunakan kekuatannya, tapi ada seperti sebuah penghalang yang menghalau kekuatannya untuk mencari kakaknya.
"Kak Juli?."ucap Lilith yang memangil Juli karena dari tadi hanya diam saja.
"Jangan panggil aku kak Juli, kau adalah calon istri ku." ucap Juli tenang tapi masih mencoba mencari kakaknya.
Lilith hanya mengangguk dan berkata.
"Danna-sama, boleh Lilith memanggil seperti itu?." ucap Lilith malu-malu.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.
lalu ia mendapatkan telepati dari Mirio.
'Ketua aku menemukan lokasi tempat disegelnya kakak ketua, letaknya berada dibawah bangunan seperti Gereja. disini juga terdapat orang kuat.' ucap Mirio.
Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan segera pergi.
"Lilith ayo pergi, lokasi kakak ku sudah ditemukan." ucap Juli.
Lilith hanya mengangguk dan ikut Juli, Juli juga tidak lupa membayar makanan nya.
'Mirio tahan dulu jangan maju hingga aku datang.' ucap Juli.
'Baik ketua.' ucap Mirio
lalu Juli berangkat ke tempat tujuan yang dikatakan oleh Mirio, tidak lupa ia memberitahu teman-teman nya yang lain juga untuk segera berkumpul disana.
diperjalanan Juli juga melihat pasukan Kekaisaran planet ke-7 seperti ingin berperang.
'Apa yang akan mereka lakukan?.' ucap Juli pelan.
[Mereka saat ini bersiap-siap untuk menginvasi Planet ke-9 tuan, untuk mengambil sebuah artefak yang berguna untuk memperkuat kekuatan mereka.] ucap System.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
'Artefak? Artefak apa di Planet ke-9 yang bisa membuat Planet ke-7 ingin sekali menginvasi Planet ke-9?.' ucap Juli.
[Itu adalah Sebuah artefak Buff yang berguna untuk meningkatkan level kekuatan pasukan sebanyak 400.000.000 Level, dan artefak itu saat ini berada di Dimensi alam Monster tempat tuan berlomba saat ini.] ucap System.
Juli yang mendengar itu pun seketika tersenyum menyeringai karena mendengar itu.
'Bukankah ini menarik? 10 Chaos Legion, 750.000.000 pasukan Kekaisaran planet ke-7, dan invasi para Monster secara bersamaan? apa ini sebuah keberuntungan ku?.' batin Juli yang nampak sangat senang sekali.
[itu bukan sebuah keberuntungan Tuan, tapi lebih tepatnya kebetulan yang dimana 3 hari lagi artefak itu akan muncul di Zona merah yang ada di dimensi alam Monster. Artefak itu juga hanya muncul 100 juta tahun sekali.] ucap System.
Juli hanya mengangguk dan ia nampak sangat bahagia karena akan ada pertumpahan darah.
'Ahhhh... senangnya.' batin Juli bahagia.
lalu Juli pun melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat yang dikatakan oleh Mirio.
ketika sampai ia melihat semua teman-temannya sudah tiba disana menunggu kedatangan Juli.
"Lama ketua, apa yang kau lakukan?." ucap Kenzo lemas.
Juli pun berkata.
"Maafkan aku, aku berada jauh dari tempat ini dan juga aku sedang memata-matai Kekaisaran ini. dan mereka saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi perang di Planet ke-9 atau lebih tepatnya Dimensi alam Monster." ucap Juli menjelaskannya.
Juli pun menjelaskan tentang rencana mereka menginvasi Planet ke-9 karena apa, dan kapan akan tiba.
"Berarti ini adalah pembantaian sebelah pihak, karena meski jumlah mereka lebih dari 750.000.000 tapi level rata-rata mereka hanya 150.000.000. sedangkan pasukan di Kekaisaran milik ketua berjumlah lebih dari 2 miliyar dengan Level rata-rata 450.000.000." ucap Kenzi berfikir.
yang lainnya mengangguk setuju dengan pemikiran Kenzi, bukannya ini namanya cari mati? itu yang dipikirkan mereka.
lalu Juli pun berkata.
"Sudah masalah itu kita akan rencanakan nanti saat 10 Dewan Elite berkumpul, lalu kita akan berdiskusi untuk melakukan apa." ucap Juli.
yang lainnya mengangguk setuju dan mereka pun menyusup ke dalam Gereja yang menjadi tempat tersegel kakak Juli.
mereka sebenarnya ingin sekali langsung membunuh orang-orang yang ada disini, tapi mereka tahan untuk Persiapan melawan 10 Chaos Legion di alam Monster nanti.
mereka juga hanya membunuh para penjaga yang melihat mereka.
mereka pun terus masuk lebih dalam lagi mereka tiba di sebuah ruang bawah tanah yang sangat luas.
saat mereka sudah masuk mereka langsung bersembunyi karena melihat seorang pria muda yang sedang berbicara dengan gadis di rantai.
"Siapa suruh kau tidak ingin menjadi istri ku, inilah akibatnya bila kau melawan seorang pangeran. lagian disini yang berkuasa adalah aku sekarang, karena Kaisar yang sekarang sudah mati dan digantikan oleh iblis bawahan ku." ucap Pria itu tersenyum menjijikan kepada wanita yang di rantai.
lalu wanita itu pun berkata.
__ADS_1
"Aku tidak akan Sudi menikahi pria menjijikkan seperti dirimu, lebih baik aku menikahi adik ku sendiri." ucap wanita itu dingin kepada pria yang di hadapan.
sedangkan disisi Juli mereka berdebat dengan ucapan wanita itu.
"Ketua kakak mu adalah seorang brocon, ada apa ini? apa genre novel ini akan diubah menjadi incest?." ucap Kenzo.
"Astaga ketua, bagaimana ini? kalo aku sih terima aja, bodo amat dengan Status keluarga yang penting dapat bini cantik uuyyyy." ucap Kenzi yang seperti mendukung wanita itu untuk menikah dengan Juli.
"Jangan ketua, itu gak baik. Keluarga itu harus dijaga ketua bukan di nodai." ucap Mirio yang seperti malaikat kebaikan yang lebih memilih jalan yang benar.
sedangkan Zero dan Juli diam mendengarkan ocehan mereka bertiga.
"Sulitnya hidup mu ketua, bahkan kakak sendiri ingin menjadi istri mu." ucap Zero menenangkan Juli yang seperti frustasi.
Juli hanya diam dengan muka jelek karena seperti diejek oleh mereka.
berbeda dengan Lilith yang saat ini menahan emosinya ketika mendengar ucapan pangeran Kaisar itu.
~Swohhhh~.
"Anj*ing aura Membunuh siapa ini?." ucap Juli dan teman-temannya kaget.
lalu mereka melihat ke arah Lilith yang saat ini sudah maju.
Teman-temannya Juli memasang wajah jelek dan kaget melihat kekuatan Lilith yang bukan main.
Juli pun menepuk keningnya dan berkata.
"Aku lupa Lilith itu membenci pria yang memaksa." ucap Juli polos.
teman-teman Juli pun menatap Juli dingin karena tidak mengatakan itu sebelumnya.
"Si*Alan kau Ketua, bukannya tadi dia mendengar perkataan ku yang memaksa ketua untuk menikahi kakaknya?." ucap Kenzi panik.
yang lainnya hanya mengangguk dan segera menjauhi Kenzi.
"Jauhin co nanti kalo dekat dekat-dekat kena imbas nya." ucap Juli menatap datar Kenzi.
sedangkan Kenzi panik mendengar itu karena ia takut Lilith akan menyiksanya karena memaksa Juli.
"Hayukkk Kenzi, kita gak ikut-ikutan loh yaa. kan sudah ku katakan tadi gak usah nikah sama keluarga sendiri." ucap Mirio yang menakut-nakuti Kenzi.
Kenzi pun tidak tau harus berkata apa dan ia mencoba berbicara dengan Juli.
tapi saat ingin berbicara dengan Juli Mereka mendengar suara ledakan.
"Aku membenci pria yang memaksa seseorang." ucap Lilith dengan suara menyeramkan.
Juli dan teman-temannya langsung menatap kesian pada Kenzi.
"Semoga Kenzi tenang di alam sana." ucap Juli dan teman-temannya berdoa untuk Kenzi.
Kenzi pun tidak tau harus berkata apa karena ketakutan ia pun pingsan di tempat.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Ehhh co tolongin, kasian kembaran mu." ucap Juli pada Kenzo.
Kenzo hanya mengangguk dan segera mengangkat Kenzi.
lalu Juli berbalik dan melihat Lilith yang saat ini memukul terus-menerus pangeran dari Kekaisaran planet ke-7 ini.
Juli pun berkata dengan senyuman manis.
"Gile istri ku kalo ngamuk gini semua yaa? apa lagi kalo mereka marah ke aku mungkin aku akan bonyok dipukul para istri ku." ucap Juli di akhir kalimat merinding ketakutan.
ke sisi Lilith saat ini.
Bukhhhhhh....
Bukhhhhhh....
Lilith terus menerus memukul pangeran Kaisar itu yang hanya berlevel 257.890.000 saja, sedangkan Lilith level nya saat ini berada di atas 900.000.000.
"Sudah jelek, menjijikkan, maksa pula. kalo jelek itu gak usah sok-sokan maksa." ucap Lilith yang menatap pangeran itu yang saat ini sedang terbaring lemas di bawah kakinya.
"Lebih baik kau mati saja." ucap Lilith dingin.
"Fire Tecnique ; Black Firehell." ucap Lilith.
lalu muncullah sihir api Hitam yang berasal dari Neraka.
"Sampaikan salam ku pada Dewa Kematian, bahwa aku sudah mengirimkan sampah." ucap Lilith tersenyum menyeringai.
WOSHHHH....
ARGHHHHH....
__ADS_1
pangeran Kaisar itu berteriak kesakitan karena badannya saat ini terbakar oleh api hitam yang tidak bisa di padamkan.
"Tolong maafkan aku, aku mohon maafkan aku." ucap pangeran terus mengerang kesakitan.
tapi Lilith tidak memperdulikan itu, karena ia sudah berjanji pada Juli bahwa ia akan melindungi dirinya ataupun keluarganya meski ia lemah sekalipun.
Juli yang melihat itu pun mendekati Lilith dan berkata.
"Sudah tenang?." ucap Juli tersenyum hangat.
Lilith pun hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Bagus kalo gitu, lebih baik kita selesaikan sebelum Kaisar disini tau dan tidak jadi menyerang Dimensi alam Monster." ucap Juli.
lalu Juli mendekati wanita yang dirantai itu.
"Kakak Aku datang, maaf aku terlambat menjemput mu." ucap Juli tersenyum tipis.
wanita itu yang mendengar ucapan Juli terkejut karena orang yang selama ini dia tunggu datang menjemputnya.
"Kau terlambat adik Bodoh." ucap wanita itu tersenyum manis dan terlihat ia menahan tangisnya.
Juli hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata.
"Maaf kak, soalnya banyak urusan yang harus diselesaikan. jad-." belum selesai Juli berbicara ia sudah dipotong oleh Zero.
"Ia sibuk cari istri." ucap Zero tersenyum tipis seolah-olah itu bukan suatu hal yang membuat orang marah.
tapi kenyataannya salah, tiba-tiba saja aura membunuh dari wanita itu keluar yang dimana Membuat semua orang disana terkejut kecuali Juli.
"Cari istri yaa? jadi itu kesibukan mu?." ucap Wanita itu menatap Juli tajam.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Tenanglah kakak, aku tau kakak marah. tapi tolong jangan keluarkan aura membunuh mu atau kita akan ketahuan oleh Kekaisaran ini, bila ketahuan Mereka tidak akan jadi menyerang Dimensi alam Monster." ucap Juli gugup.
wanita itu menurunkan auranya dan berkata dengan dingin.
"Lepaskan aku." ucap wanita itu.
"Sebentar." ucap Juli panik.
"CEPATTTT."ucap wanita itu menatap tajam Juli.
"Iyaaa sabar, jadi cewek galak amat." ucap Juli dengan nada mengejek.
wanita itu melotot ketika mendengar ucapan Juli.
Juli oun langsung melepaskan rantai itu menggunakan segel yang ia bacakan.
Prankkkkk...
rantai itu pun putus dan membebaskan wanita itu.
saat wanita itu lepas Juli langsung bersiap-siap.
"Waktunya lari, ada gorila marah. semuanya aku tunggu di Dimensi alam Monster ya, aku duluan bye-bye." ucap Juli langsung lari meninggalkan teman-temannya.
wanita itu yang melihat Juli melarikan diri pun menjadi sangat marah dan berkata.
"YUUZAKIIIII JULIIIIII.....JANGAN LARI KAU, SINI BIARKAN KAKAK AJARKAN KAU ARTI DARI SOPAN SANTUN."ucap wanita itu langsung melesat mengejar Juli.
sedangkan teman-teman Juli diam melihat itu karena wanita itu hampir setara dengan Juli.
"Zero berapa level Kakaknya Ketua?." ucap Kenzo serius.
Zero pun berkata.
"Levelnya 730 Miliyar, ia tertangkap karena dijebak menggunakan segel yang dimana Membuat dia lemah. dan yang menangkapnya adalah 72 Iblis gerbang Solomon." ucap Zero serius.
"72 Iblis gerbang Solomon? seberapa kuat mereka?." ucap Mirio.
"Sangat kuat bahkan aku saja tidak bisa mengalahkan peringkat ke 72 yang dimana adalah terlemah dari yang lainnya." ucap Zero serius.
yang lainnya terkejut mendengar itu karena yang mereka tau Zero adalah orang kuat, tapi yang lebih mengejutkan mereka adalah Level kekuatan kakak Juli yang hampir setara dengan Juli.
"Kurasa keluarga Yuuzaki memang para Monster yang bersembunyi menjadi manusia." ucap Mirio dengan keringat dingin di dahi nya.
Zero hanya mengangkat bahunya dan ia segera pergi dari sana bersama yang lainnya untuk kembali ke Dimensi alam Monster.
Bersambung...
***
Note ; author sengaja gak kasih bantai-bantai nya sekarang, soalnya buat nanti perang di alam Monster.
jangan lupa like, vote, share dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
__ADS_1
see you next time dan bye bye.