
"okeh nak Juli saya tidak akan lupa hahahaha..."jawab raja Philip sambil tertawa lantang karena dia tidak pernah merasakan perasaan yang dimana gelar tidaklah penting "anak yang menarik kurasa ada harapan buat umat manusia menang karena ada dia" batin raja Philip melihat aku pergi.bahkan ratu Arin yang terkenal dingin ke orang lain pun tersenyum tipis karena melihat anak yang menarik.
****
Setelah kepergian Juli, para bangsawan mulia ricuh bahkan teman-teman Juli juga ribut karena Juli memanggil raja dengan sebutan paman.
"Tamatlah riwayat anak bodoh itu" ucap teman laki laki Juli dengan nada mengejeknya.
"yaa pasti dia bakal dipenggal karna tidak sopan ke raja, aku baca di novel² sama komik begitu bila gak sopan bakal di penggal mati" jawab teman wanita yang disebelahnya dengan memasang muka pura-pura kasian.
"si yatim Piatu itu pengen mati muda ternyata hahahah..." kata pemuda satu nya lagi dengan ketawa menghina.
Raja yang melihat mereka seperti itu pun bingung " kenapa semua teman temannya menghina dia? padahal dia anak yang baik,ada yang anehh kurasa setelah ini aku suruh mata-mata ku menyelidiki ini" batin raja sambil melihat teman-temam ku.
ketika raja melihat teman ku tiba-tiba ada seorang bangsawan Viscount berkata "Yang mulia raja kenapa anda membiarkan pemuda tadi pergi padahal dia sudah memanggil anda itu secara tidak sopan" ucap Viscount itu sedikit kesal karena dia tau pasti raja bakal mendekati anak itu jadi Viscount itu mempunyai rencana licik. {yaelahh kesian nya kamu Yuu-kun baru aja sampe udah ada yang dendam}.
"apa hak mu untuk menyuruh ku menghukum anak itu?" tanya raja Philip dengan menatap tajam Viscount itu.
Viscount itu yang di tatap raja hanya menjawab "maaf yang mulia saya tidak memiliki hak" ucap Viscount itu sambil menunduk ketakutan.
"baguslah kalo paham silahkan kau duduk dan jangan melakukan hal aneh-aneh bila tidak aku yang aku mengeksekusi mu di depan rakyat" ucap raja itu dengan aura intimidasi nya yang membuat orang disana ketakutan Bahakan teman-teman Juli ada yang pingsan. raja tau sapa aja bangsawan yang mengkhianati kerajaan tapi raja sedang mengumpulkan bukti-bukti buat menghukum mereka.
raja yang melihat teman-teman Juli pingsan pun menyuruh prajurit nya membawa mereka beristirahat " tolong prajurit bawa para pahlawan ini beristirahat dikamar mereka dan yang pingsan tolong di angkat juga ke kamar masing-masing" ucap raja tegas.
"baik yang mulia raja" ucap semua prajurit yang disitu lalu pergi.
"Baiklah rapat kita tunda dulu nanti lanjutkan setelah semua para pahlawan istirahat" ucap raja ke semua bangsawan.
"baik yang mulia" jawab semua bangsawan.
lalu mereka pergi tinggallah hanya raja dan ratu disitu.
"Kurasa anak yang bernama Yuuzaki Juli itu anak yang menarik mungkin Natasha bakal suka" ucap raja sambil tersenyum ke arah istrinya.
"yaa kurasa Natasha bakal suka juga karna anak itu gak peduli dengan gelar atau apa pun dan yang menariknya dia tadi menceramahi kamu hahahah...." tawa kecil ratu Arin sambil menutupi mulutnya.
"yaa tadi itu aku cuma ngetes mereka semua ternyata cuma dia dan cewek yang disamping nya aja yang baik tidak seperti yang lainnya yang hanya cari muka terutama ketua kelasnya dan anak laki laki yang bernama Akira, aku harap Natasha tidak bertemu mereka berdua karna dari kelakuan anak 2 itu sungguh jelek" ucap raja tersenyum misterius.
"yaa aku benci dengan mereka berdua" ucap ratu dingin mengingat hal tadi.
lalu raja pun berkata "Assassin selidiki tentang mengapa teman-teman anak yang bernama Yuuzaki Juli itu benci ke dia" perintah raja ke arah samping tempat duduknya yang dimana tiba-tiba muncul seseorang.
"baik yang mulia sayaa akan menyelidiki nya" ucap Assassin itu lalu pergi.
__ADS_1
Disisi Alice dan Juli
Kami bertiga pun berjalan lumayan jauh dari aula tadi sambil mengagumi kerajaan EXODIA.
"hehhhh... sungguh damai kerajaan ini dan rukun semua ras gak ada yang namanya diskriminasi" ucap Juli kagum, mereka saat ini berjalan keluar setelah mengobati ku dengan kemampuan sihir Healing , lanjut "yaaa disini sangat damai dan indah nyaman rasanya bila berjalan-jalan disini" ucap Alice, lalu dia bergumam pelan yang mana di dengar Jenderal tapi tidak dengan ku "yaa disini sangat indah apa lagi kalo aku kencan dengan Yuu-kun....kyaaa apa yang aku pikirkan sihh ayolah Alice kamu sudah menjadi wanita mesum". gumam Alice pelan yang didengar Jendral dan Jendral hanya tersenyum.
" kamu bilang apa alice?" tanya ku datar karna aku gak dengar gumam Alice tadi.
Alice pun kaget menjadi salah tingkah "gak ada ngomongin apa apa kok Yuu-kun" jawab Alice dengan pipi merah dan aku merasa ada asap dikepalanya.
" owhh okeh...kirain apa" jawab ku santai .
"Yuu-kun Bakaa..." ucap Alice kesal.
"aku pintar loh buktinya aku disekolah dapat peringkat 1 terus" jawab ku datar karna aku gak mau di blng bodoh.
"YUU-KUNNN....BAKAAAAAAAA...." Teriak Alice di kuping aku pun kanget langsung melompat dan memeluk Jendral.
"AAKHHHHH KENAPA ALICE " kaget ku tapi masih meluk Jendral.
"Yu-Yu-Yuu-kun...gak ku sangka kamu suka sama Jenderal" jawab Alice dengan muka syok dan jijik.
"pufftttt... Yuu-kun ternyata lucu juga yaa kalo kaget" jawab Alice tertawa dan senyum manis ke arahku.
"hahahahahaha.....gak apa-apa nak Juli saya juga normal lagian saya sudah punya istri yang lagi hamil jadi gak mungkin saya suka sama orang apa lagi laki-laki" ucap Jenderal dan tertawa.
aku pun yang di tertawakan malu dan lemas, lalu aku jongkok dan membuat lingkaran diatas tanah sambil mengucapkan "Aku sungguh malu siapa aja tolong aku" kataku pelan dan lemas seperti tidak mempunyai kehidupan.
Alice yang melihat itu pun merasa kasian dan berhenti tertawa tiba-tiba "Cuppp....aku yang bakal nolongin kamu kalo kenapa-napa" ucap Alice pelan di telinga ku sehabis mencium pipi ku.
aku yang dicium pun langsung syok dan pingsan karena baru pertama kali dicium wanita selain ibuku.
Alice yang melihat aku pingsan pun syok di minya tolong Jendral dan Jendral hanya menggeleng- geleng kepala melihat ku, lalu aku di angkat dan di bawa kembali ke dalam kamar ku.
****
Dibumi Tokyo,Jepang
Disalah satu sekolah favorit Tokyo banyak wartawan dan kepolisian karena mendadaknya hilangnya 1 kelas siswa dan siswi kelas 12-A.
POV ELENA
__ADS_1
"haaaa.... capeknya pulang sekolah lelah juga ternyata" ucap elena sambil berjalan malas ke rumah, ketika dia sampai dirumah dia kaget karena ada polisi di depan rumahnya dengan perasaan was-was pun Elena semakin cepat kerumah karena dia merasa ini ada hubungannya dengan kakak nya.
ketika sudah sampe depan rumah dan didekat polisi pun elena di tanya oleh polisi "apakah benar ini kediaman rumah YUUZAKI JULI?" tanya polisi wanita ke Elena. elena yang mendengar nama kakaknya di sebut pun makin memiliki perasaan buruk.
"iyaa ini kediaman kakak saya sendiri dan saya adik nya YUUZAKI ELENA, emang ada apa yaa dengan kakak saya?" tanya Elena dengan wajah khawatir.
"Jadi gini kami dari kepolisian memberitahu bahwa siswa dan siswi kelas 12-A di SMA SAKURA semua hilang termasuk kakak anda, kami sudah mencari diseluruh pelosok daerah dan negara lain tapi gak ada yang mendapatkan anak-anak yang hilang bahkan kami sudah mengirim pasukan khusus tetap tidak di temukan jadi kami menyatakan bahwa kasus ini bukan penculikan tapi pemanggilan" Jawab polisi itu karena dulu sempat ada salah 1 sekolah seperti itu juga dan itu juga salah satu siswa dan siswi nya adalah orang tua Juli dan Elena sebelum mereka nikah.
"Pemanggilan? maksudnya apa yaa mba? jangan bercanda dengan saya mba, kakak saya sekolah dan ini jam dia pulang dan setelah dia pulang itu dia kerja sampingan" ucap Elena tidak percaya. tapi ketika dia berkata seperti itu bos kafe yang Juli kerja datang,bos nya itu merupakan teman ayahnya mereka juga ato bisa di panggil paman juga.
"Elena tenang lah Juli juga gak ada di tempat kerja paman makanya paman tadi ke sekolah tapi malah seperti yang diucapkan polisi ini" ucap bos Juli/teman ayah mereka.
"tapi paman kakak gak mungkin ninggalin Elena dia udah janji bakal lindungin Elena dan nemanin Elena hikksss...hiksss" ucap elena sambil menangis.
" Iyaa paman tau tapi kamu tenangin diri dulu yaa kita tunggu pencarian kakak mu sampe besok pagi okeh?" ucap paman mereka.
"HUAWAHHHHHH..... MAAFIN ELENA KAKAK, ELENA JANJI GAK JAHAT LAGI KE KAKAK JADI TOLONG PULANG KAKAK HIKSSS...HIKSSS ELENA MOHON CUMA KAKAK YANG ELENA PUNYA HIKSSS...HIKSSS" Ucap Elena sambil menangis terduduk bahkan polisi dan paman nya merasa sedih melihat Elena seperti itu.
" udah tenang yaa ayo masuk dalam rumah dulu" ucap pamannya sambil mengangkat elena yang masih terduduk di tanah.
lalu mereka berdua pun masuk dan elena mengingat masa kecilnya bersama kakaknya dulu dan dia pun menangis lagi ketika mengingat dia udah jahat ke kakaknya.
"maafin elena kak yang udah jahat ke kakak" ucap Elena dalam hati.
lalu Elena melihat foto mereka berdua waktu kecil dimana dalam foto itu mereka tidur saling berpelukan satu sama lain yang difoto diam-diam oleh orang tua mereka karena merasa lucu.
"Elena pasti bakal mencari kakak dimanapun bahkan itu jika didunia lain karena cuma kakak yang elena punya selama ini" ucap elena penuh tekad dalam hati nya.
*****
Gimana seru gak?
Maaf yaa kalo misalnya di chapter ini membosankan. TOLONG KASIH SARAN DIKOLOM KOMENTAR YAA..
JANGAN lupa
-LIKE
-SHARE
-VOTE
TERIMA KASIH SUDAH BACA CERITA KU BYEEEEEEE
__ADS_1