
sedangkan ditempat evakuasi yang terletak di bawah academi dengan segel yang tidak dapat dihancurkan oleh orang berlevel di atas 200.000.000, tapi bagi Juli itu segel tidak ada apa-apanya bila dia melemparkan upilnya.
"Lily apa kau yakin Juli akan baik-baik saja?."ucap Emma yang terlihat khawatir.
Sena yang melihat itu pun berkata.
"Kenapa kau nampak khawatir sekali Emma? apa kau juga menyukai Suami ku?."ucap Sena cemberut.
Emma yang mendengar itu pun terkejut dan mukanya merah seperti tomat.
"Ehh...apa yang kau katakan Sena?."ucap Emma membuang mukanya mecoba menutupi muka malunya.
Sena pun semakin curiga dan menatap teliti pada Emma.
Lily yang melihat itu pun berkata.
"Yakinlah sayang pasti baik-baik saja, bahkan kepala academi Barbara tidak ada apa-apanya dibandingkan ia dan pria yang bernama Zero itu."ucap Lily tersenyum tipis.
karena Lily sudah mengetahui identitas Juli sebelumnya yang dimana Juli langsung memberi tahu nya.
Sena pun mengangguk setuju dan berkata.
"Tentu suami pasti yang terkuat."ucap Sena tersenyum bangga.
sedangkan Theresia ia diam terkejut karena Juli memang memiliki seorang istri dan ia sedikit iri dengan para wanita itu.
Lily yang melihat tingkah Theresia pun berkata.
"Bila kau menyukai sayang maka buatlah dia jatuh cinta dan tidak membuatnya kecewa."ucap Lily tersenyum manis.
Theresia yang mendengar itu pun mengangguk dan tersenyum kecil.
sedangkan para murid-murid academi serta para perserta ujian saat ini sedang sibuk dengan ocehan mereka dan ditenangkan oleh para guru-guru academi.
"Kalian tidak perlu khawatir, pasti kita akan baik-baik saja karena anggota 10 Trinity dan 7 Sage akan tiba dan menolong kita."ucap guru kelas 2-S.
para murid-murid academi serta para perserta ujian pun kembali tenang.
saat ini disisi Juli.
Juli, Zero, dan kepala academi sedang main hom pimpa untuk siapa yang akan menjadi anak bawang dan hanya menonton saja.
"Baiklah mari kita mencari siapa yang menjadi anak bawang."ucap Jul.
Zero dan kepala academi hanya mengangguk setuju.
lalu mereka pun memulainya.
"Hompimpa alium gambreng, neng ijau pake baju rombeng."ucap mereka bertiga.
dan terlihat bahwa Juli lah yang menjadi anak bawang.
"ARGHHHHHH....kenapa aku jadi anak bawang?."ucap Juli frustasi karena baru saja ia ingin bermain-main.
Zero yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahah....dasar anak bawang, ihhh VVIBU."ucap Zero mengejek Juli.
Juli yang mendengar itu pun kesal dan berkata.
"Apa hubungannya sapa vvibu tolol?"ucap Juli jengkel.
Zero hanya mengangkat bahunya dan menahan tawa melihat muka Juli yang nampak sangat kesal.
lalu Juli pun pergi mundur sambil menggerutu.
Zero pun melambaikan tangannya dan berkata.
"Jadi anak yang baik-baik yaa."ucap Zero tersenyum mengejek.
sedangkan kepala academi pun menggelengkan kepalanya karena melihat Juli dan Zero yang nampak sangat tenang sekali saat mengahadapi bahaya.
lalu Zero pun berkata.
"Baiklah kepala academi Perkenalkan nama ku Zero dan kakaknya Juli, mari kita mulai."ucap Zero tersenyum menyeringai.
kepala academi hanya mengangguk dan maju bersama Zero.
Undead itu pun yang melihat Zero dan kepala academi maju berkata kepada peliharaannya.
"Maju serang ke dua manusia itu, dan kita akan membunuh semua manusia yang ada disini."ucap Undead itu.
peliharaan Undead itu pun hanya mengangguk dan segera maju untuk menyerang Zero dan juga kepala academi.
Zero yang melihat itu pun berkata.
"Kepala academi ku serahkan anjing Chihuahua ini kepada mu."ucap Zero melompat tinggi untuk melewati peliharaan Undead itu.
kepala academi Barbara hanya mengangguk dan berkata.
"Serahkan kepada saya Tuan Zero."ucap kepala academi.
Zero hanya mengangguk dan segera muncul di depan Undead itu.
Bukhhhhh...
BOAMMMMMM....
Undead itu pun terlempar jauh ke tempat duduk penonton, akibat pukulan telak dari Zero.
setelah beberapa detik akhirnya Undead itu pun kembali berdiri dan berkata.
"Beraninya manusia rendahan seperti dirimu memukul ku?."ucap Undead itu marah.
Zero hanya menatap datar Undead itu dan berkata.
__ADS_1
"tapi aku bukan Manusia."ucap Zero datar.
"Apa kau membodohi ku anak muda? jelas-jelas kau manusia itu."ucap Undead itu kesal.
Zero yang mendengar Undead itu berkata anak muda pun tersenyum bahagia dan berkata.
"Kannn kau lihat sendiri bertapa muda nya aku? kau juga mengangumi diri ku kan? kau memiliki selera yang bagus saat melihat ku, tidak seperti orang tua disana."ucap Zero sedikit kesal di akhir kalimat sambil menunjuk Juli.
sedangkan Juli yang dari tadi mendengar percakapan itu pun mengejek Zero.
"Bodohhhh sekali anda, mana ada anak muda mengalahkan musuhnya lebih dari 2 menit."ucap Juli memprovokasi Zero agar cepat membunuh Undead itu karena Juli saat ini sangat mengantuk dan ingin tidur.
Zero yang mendengar itu sadar karena bila mengulur waktu sama saja seperti orang tua yang sangat lama karena faktor usia.
"Maaf Nona Undead tapi sepertinya aku harus membunuh mu sekarang."ucap Zero mulai maju dan ingin memukul Undead itu.
Undead itu yang melihat Zero maju pun terkejut dan berkata.
"Tu-."belum sempat Undead itu berbicara kepalanya sudah hancur seperti bubur.
Bukhhhhhh....
Byurrrr....
kepala Undead itu pun hancur lebur akibat ulah pukulan Zero.
Juli yang melihat itu ingin sekali tertawa terbahak-bahak Karen Zero mudah untuk di bodohi.
"Pufftttt mana ada anak muda seperti dia yang kerja otaknya Lola,dasar pak tua Bangka."ucap Juli sambil cekikikan.
lalu ia mengalihkan perhatian ke arah kepala academi Barbara yang saat ini sudah mencapai akhir pertarungan.
"Hiyahhhhhh.... rasakan ini, Fire Tecnique ; Fire SLASH."ucap kepala academi Barbara.
lalu muncullah sebuah tebasan api yang sangat kuat hingga memenggal kepala Monster itu.
Sringgg...
slashhhhh...
kepala Monster itu pun terpenggal dan tubuhnya berubah menjadi sebuah bola Cristal.
Juli yang melihat itu pun kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh kepala academi.
"Tidak buruk juga."ucap Juli tersenyum tipis.
setelah itu Zero dan kepala academi Barbara pun mendekat ke arah Juli yang saat ini sedang duduk di bangku penonton sambil ngopi.
kopi yang diminum oleh Juli ia beli dari System dan ia juga menyiapkan untuk Zero dan juga kepala academi Barbara.
Zero dan kepala academi Barbara pun duduk di sebelah Juli.
Juli yang melihat itu pun memberikan kopi yang ia siapkan untuk mereka berdua.
"Minumlah ada yang ingin ku bahas dengan kalian."ucap Juli tenang.
sedangkan kepala academi Barbara yang mendengar Juli ingin berbicara dengan nya pun menjadi serius dan berkata.
"Apa yang tuan Juli ingin bahas?."ucap kepala academi sambil menaruh cangkir kopi nya di kursi sebelahnya.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"ini adalah masalah yang barusan saja terjadi. pasti kalian merasa aneh kenapa bangsawan Undead bisa menyusup ke academi Barbara ini? pasti ia memiliki tujuan dan aku mengetahui tentang itu."ucap Juli tersenyum menyeringai.
kepala academi pun mengangguk setuju karena tidak mungkin bila hanya untuk memata-matai academi ini sampai mengirim seorang bangsawan.
"Benar apa yang dikatakan tuan Juli, tapi apa yang ingin Undead itu lakukan?."ucap kepala academi.
Juli pun berkata.
"Ia menyusup ke academi ini karena ingin membunuh Penerus penguasa alam semesta yang baru, tapi sayangnya ia sungguh tolol dan bodoh karena menemui kami berdua. karena dari awal aku sudah merasakan bahwa ada penyusup dari ras Iblis."ucap Juli tenang.
kepala academi Barbara pun terkejut mendengar itu dan berkata.
"Jadi apa yang harus kita lakukan Tuan Juli? bukannya tidak ada penerus penguasa alam semesta karena anda masih hidup dan ada disini."ucap kepala academi.
Juli Mengangguk dan berkata.
"Benar Penerus penguasa alam semesta tidak ada lagi karena akulah penerus terakhir, dan untuk rencana yang akan kita lakukan adalah menerima semua perserta ujian yang ingin masuk academi ini."ucap Juli.
kepala academi pun terkejut dan berkata.
"Tapi tuan Juli bila academi menerima semua siswa itu, maka kelas yang dimiliki academi ini tidak akan cukup."ucap kepala academi.
Juli pun hanya diam dan mengeluarkan 1.500.000 koin emas lalu diberikan kepada kepala academi.
"Gunakan uang ini untuk memperluas areal academi Barbara ini dan sisa nya gunakan untuk membeli peralatan yang akan digunakan para murid-murid."ucap Juli
"Tapi setelah pendaftaran ini kepala academi harus meliburkan semua murid-murid dan para guru, nanti aku akan mengirimkan 200.000 orang untuk membantu membangun academi ini. katakan tidak ada boleh ada yang ke academi dalam waktu 1 Minggu."ucap Juli serius.
"Bila ada yang bertanya maka katakanlah "Bahwa ini perintah langsung dari penguasa alam semesta ini" bila ada yang menolak maka keluarkan orang itu, karena aku tidak ingin ada seorang yang menghalangi rencana ku."ucap Juli dengan aura mencekam.
kepala academi yang merasakan aura dari Juli pun berkata.
"Ba-ba-baiklah Tuan Juli, saya akan melakukan setelah ujian dan memberikan seragam academi."ucap kepala academi gugup akibat aura milik Juli.
Juli hanya mengangguk karena ia percaya kepada kepala academi Barbara.
lalu Juli pun berkata.
"Apa ada informasi penting?"ucap Juli.
kepala academi mengangguk dan mulai serius.
"Sebenarnya 1 bulan yang lalu academi Magician menolong orang-orang yang dipanggil dari dunia lain yang dilakukan oleh para bangsa iblis, dan orang-orang itu melarikan diri dari benua EVILLAND hingga ke death forest. saat itu kebetulan bahwa ada beberapa murid academi Magician sedang berlatih dan menolong mereka."ucap kepala academi.
__ADS_1
Juli yang mendengar itu merasa heran dan berkata.
"Untuk apa bangsa iblis melakukan pemanggilan? dan berapa jumlah orang-orang itu?."ucap Juli bingung.
kepala academi pun berkata.
"dari mata-mata yang saya kirim untuk mengakses informasi dari orang-orang itu dan mata-mata saya berkata bahwa orang-orang itu dipanggil dari 2 tahun yang lalu, dan mereka juga dipanggil karena Kaisar dewa iblis Satan hanya mencoba saja apa berhasil atau tidak. tapi ternyata percobaannya berhasil dan orang-orang itu mereka memiliki Level yang sangat kuat sekali Tuan saat tiba di dunia ini, dan mereka berjumlah kurang lebih 20 orang dan 1 seorang guru perempuan yang memiliki rambut berwarna putih dan menutup mata nya dengan kain hitam."ucap kepala academi Barbara.
Juli yang mendengar itu menyemburkan kopi nya karena sangat terkejut.
"A-a-a-apa wanita gila itu juga datang ke sini?."ucap Juli terkejut setelah mendengar ciri-ciri wanita itu.
Zero dan kepala academi yang melihat Juli tampak mengenal mereka merasa bingung dan Zero berkata.
"Apa kau mengenal mereka Juli?."ucap Zero bertanya.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Aku tidak tau pasti siapa saja mereka, tapi 1 dari ciri-ciri orang itu aku mengetahuinya. karena di dunia ku sebelumnya tidak ada yang gila seperti wanita itu karena menutup matanya dengan kain hitam."ucap Juli.
Zero hanya mengangguk dan kepala academi berkata.
"Oiyaa tuan dalam 4 bulan kedepan kekaisaran akan mengadakan Festival suci yang dimana itu untuk merayakan ulang tahun kekaisaran, dan di Festival suci itu setiap academi akan bertanding untuk melihat kekuatan serta bakat para murid-murid academi."ucap kepala academi.
Juli yang mendengar itu merasa tertarik dan berkata.
"Apa semua murid-murid ikut atau setiap perwakilan dari academi saja?."ucap Juli.
kepala academi pun berkata.
"Setiap academi hanya boleh mengirimkan 5 kelompok dan jumlah setiap kelompok 10 orang."ucap kepala academi Barbara.
Juli pun mengangguk dan menatap Zero.
"Apa kau ingin ikut kelompok yang akan ku buat?"ucap Juli tersenyum menyeringai.
Zero yang mendengar itu pun berkata.
"Tentu saja bodoh, karena aku juga ingin ikut kau bermain."ucap Zero juga ikut tersenyum menyeringai.
Juli pun mengangguk dan berdiri untuk pergi karena merasakan beberapa hawa kehadiran yang akan tiba tidak lama lagi.
"Baiklah kepala academi kau bisa mengumumkan para peserta ujian bahwa mereka semua diterima dan juga bisa kau antarkan seragam sekolah kami berdua serta para wanita tadi ke alamat rumah ku ini?."ucap Juli sambil memberikan Token miliknya.
"Mansion ku terletak di bagian barat kekaisaran dan Tunjukan token ini agar diijinkan masuk."ucap Juli.
kepala academi Barbara hanya mengangguk dan berkata.
"Serahkan pada saya Tuan Juli."ucap kepala academi Barbara.
Juli hanya mengangguk dan berdiri bersama Zero lalu pergi.
kepala academi yang melihat Juli pergi pun berkata dengan pelan.
"Haaaa.... sepertinya tahun ini akan menarik tidak seperti sebelumnya."ucap kepala academi Barbara sambil menunggu 17 hawa keberadaan yang menuju arah tempatnya yang tidak lain adalah anggota 10 Trinity dan 7 Sage.
sedangkan disisi Juli ia berbicara pada Lily melalui telepati untuk menyuruhnya ke gerbang academi karena mereka akan pulang juga.
Lily yang mendengar itu segera mengajak para Sena, Emma, dan Theresia untuk mendatangi Juli di gerbang masuk academi Barbara.
setelah Juli menunggu kurang lebih 10 menit akhirnya mereka tiba dan Juli langsung mengajak mereka ke Mansion Juli untuk makan-makan bersama.
"Sena, Emma, dan juga Theresia mari ikut ke Mansion ku untuk berpesta dan untuk Theresia kau bisa menginap di rumah ku daripada tidur di gubuk daerah kumuh."ucap Juli sambil mendorong kursi roda milik Theresia.
Theresia yang mendengar itu sangat terharu dan ia berkata.
"Makasih Jui karena kau mau membantuku."ucap Theresia sambil meneteskan air mata.
Juli pun mengusap air mata Theresia dan berkata.
"Berhentilah menangis, lagian ini sudah takdir kita untuk bersama. betul tidak Zero?."ucap Juli sambil tersenyum melirik Zero.
Zero hanya mengangguk dan berkata.
"Tentu ini sudah takdir Kalian berdua dari seorang penguasa alam semesta terakhir dan permaisuri asli dari penguasa alam semesta terakhir."ucap Zero tersenyum tipis.
para wanita yang ada disana pun merasa bingung.
Juli yang melihat itu pun langsung menunjuk kening mereka dan memberikan informasi tentang jati diri Juli yang sebenarnya dan tentang Theresia.
para wanita itu pun setelah mencerna informasi yang diberikan Juli Mereka paham.
"Ja-ja-jadi Juli kau seorang Penerus penguasa alam semesta yang sebenarnya?."ucap Emma terkejut.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
lalu Juli pun mengelus kepala Theresia dan berkata.
"Kau tidak perlu khawatir dan menderita lagi, karena aku sudah datang untuk menjemput mu."ucap Juli tersenyum manis.
Theresia pun mengangguk dan tersenyum bahagia.
"Terimakasih."ucap Theresia.
Juli hanya mengangguk dan mereka pun kembali ke Mansion milik Juli.
Bersambung...
***
Haii author Kembali lagi nihh....
gak ada yang rindu author yaa?:(
makasih yaa yang sudah menunggu author kembali dan makasih juga yang sudah like, vote, serta komen di cerita author selama author Hiatus ataupun gak.
__ADS_1
jadi lanjutin terus yaa baca cerita author jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa.
semangat bacanya Karena author udah up 20 chapter langsung buat kalian