Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
34. Memasuki dungeon bagian 3 dan terdesak


__ADS_3

Juli dan Elena saat ini masih menyusuri lembah lava lantai 250. mereka berdua telah banyak membantai Monster odagoron dan berioth.


"Elena sudah level berapa kamu?"tanya Juli.


Elena yang mendengar itu pun memperlihatkan status nya pada Juli.


'OPEN STATUS' ucap Elena


[STATUS


Nama ; Elena


Ras ; High Human + Half God


Gander ; Wanita


Level ; 124.000


HP ; 62.000.000


MP ; 315.000.000


JOB Impossible ; Great Sage and Swordman Master


>SKILL


> Tittle ; Murid Dewa dan Dewi kuno terkuat, Master Magic , a Ruler's younger sister , dan The holder of the destiny of the world.]


Juli yang melihat Status adiknya hanya tersenyum puas.


"saat ini kau setara dengan bangsawan iblis tingkat Demon Emperor" ucap Juli.


Elena hanya mengangguk saja karena bagi nya ini masih lah sangat lemah untuk membantu kakaknya.


Juli yang melihat Elena hanya diam pun juga ikut diam dan berbicara pada Rapunzel.


'rapunzel bisa kau juga perlihatkan status ayah?' ucap Juli.


[baik ayah.] ucap Rapunzel.


'OPEN STATUS.' suara Rapunzel terdengar dibenak Juli.


[STATUS


NAMA ; Yuuzaki Juli


Ras ; belum ada


Gander ; pria


Level ; 142.000 {exp ; 0/143.000.000}


Hp ; 71.000.000


MP ; Infinity {ulimited}


Job OffSpring ; ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM


Job Impossible ; - Shadow Monarch {No Cooldown}


>SKILL


>Tittle


-> Inventory


- 100.000 koin emas


- Telur misterius


- 4x Prajurit costum


- Book of the world Rank Kuno


- 1x box emas


- 2x tiket diskon belanja 50%


- 5x tiket Gacha


-> Shop


-> Map


-> Gacha


Poin Shop ; 875.500.000


Poin pemahaman ; 300.000.000.]


Juli yang melihat ras nya masih kosong pun bingung.


'Raphael apa kau tau kenapa ras ayah masih kosong?' ucap Juli.


[itu dikarenakan ayah belum memiliki ras yang sesuai sejak mendapatkan gelar ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM. jadi bila ayah ingin mendapatkan ras ayah, maka ayah harus melakukan persyaratan tertentu atau bisa membeli dishop Rapunzel dan bisa juga di Gacha.] jelas Raphael.


Juli yang mendengar itu pun paham dan tidak terlalu memikirkan ras nya. yang di pikirkan sekarang oleh Juli adalah untuk menjadi kuat secepatnya.


lalu Juli dan Elena pun melanjutkan perjalanannya untuk ke lantai selanjutnya.


****


650 tahun berlalu Juli dan Elena tidak menyangka bahwa mereka akan memakan waktu sebanyak ini untuk sampai di lantai 499.


"Elena kita sudah berada di dungeon ini selama 1000 tahun dan baru sampai sini"ucap Juli.


"kau benar kak, tapi dari penjelasan dewa Hercules setelah lantai 500 maka dungeon di setiap lantai akan seperti didunia lain"ucap Elena.


"yaa kau benar, bahkan saat memasuki lantai 250 waktu dulu saja kita seperti terlempar ke dunia berbeda"ucap Juli.


untuk level mereka saat ini meningkat tidak terlalu banyak dikarenakan level Monster yang mereka lawan di lantai sebelum-sebelumnya tidak tinggi hanya berada di level 180.000 kebawah.


untuk Elena saat ini dia berada di tingkat Holy God berlevel 164.700. sedangkan untuk Juli sendiri dia berada di tingkat Dewa Putih dengan level 177.300.


selama melakukan leveling Juli juga dibantu oleh pasukan bayangan nya yang saat ini berlevel rata-rata 42.000 atau ada di tingkat Elite Knight.


untuk Juli dan Elena dia sekarang berada di pintu masuk lantai 500 yang dimana bos level pertengahan dungeon rank SSS ini.


"jadi Kak strategi apa yang akan kita gunakan?"tanya elena.


"entahlah kakak juga belum liat bos seperti apa di lantai 500 ini" ucap Juli.


"baiklah kak, mending kita masuk dan selesai kan ini segera mungkin karena lebih cepat lebih baik" ucap Elena.

__ADS_1


Juli hanya mengangguk lalu berdiri menuju pintu lantai 500.


Dretttttttttt......


Ngikkkkk.......


pintu lantai 500 terbuka lalu Juli dan Elena pun masuk kedalam.


saat memasuki lantai 500 mereka melihat seperti lapangan sepakbola berukuran 5x lipat.


lalu di sana terdapat banyak sekali odagoron dan berioth.


jumlah mereka kira-kira 50.000 odagoron dan 15.000 berioth.


tapi yang paling Juli waspadai adalah ke dua Monster yang berukuran besar yang satu seperti kadal dan satunya lagi seperti katak tapi memiliki taring panjang.


'Raphael Monster apa itu?'tanya Juli.


[ayahhh waspada mereka berdua adalah panglima neraka yang merupakan dari 5 anggota panglima neraka. untuk Monster seperti kadal itu adalah Salamander dan yang satu nya adalah Naios. level Salamander itu berlevel 257.000 dan Naios berlevel 229.000.] ucap Raphael khawatir.



{Ilustrasi Salamander}



{Ilustrasi Naios}


Juli yang mendengar itu menjadi pucat Pasih karena baginya ini adalah pertarungan hidup dan mati.


bagi Juli melawan odagoron sebanyak itu saja sudah mengerikan ditambah berioth yang memiliki kecepatan dan ketahanan tubuh yang sangat mengerikan dengan jumlah sebanyak itu.


Elena yang melihat kakaknya pucat pun menjadi bingung.


"kakak ada apa? kenapa ku ketakutan seperti itu?"tanya Elena.


Juli yang mendengar itu pun kembali sadar.


"Elena petarungan ini sangat berbahaya terutama ke 2 Monster yang berada di atas itu. Level mereka berada di atas 200.000"ucap Juli serius dan sedikit khawatir karena takut adiknya terluka.


Elena yang mendengar itu menjadi bergetar dan terduduk.


"i-i-i-ini kenapa bisa seperti ini?"ucap Elena dengan muka syok melihat ke arah lautan Monster itu.


sebelumnya mereka menyerang Monster odagoron dan berioth secara satu-persatu. sedangkan disaat ini mereka di hadapkan dengan jumlah odagoron dan berioth dengan jumlah gila ditambah 2 Monster itu.


Juli yang melihat Elena seperti itu pun berkata.


"Elena tenang kan dirimu. kakak tau kamu takut,bukan hanya kau saja takut bahkan kakak sendiri juga takut. tapi mau bagaimana lagi ini juga kemauan kita ingin memasuki dungeon ini"ucap Juli menenangkan Elena.


Elena yang mendengar itu pun tersentak kaget.


'kenapa aku menjadi takut seperti ini?bukannya aku ingin menjadi kuat untuk melindungi kakak? ayolah Elena kuat kan dirimu jangan takut' batin elena yang mencoba melawan rasa takutnya.


lalu Elena pun kembali berdiri dan mengambil pedangnya lalu bersiap-siap untuk menyerang.


Juli yang melihat itu pun juga bersiap.


"GELUD KUYY." ucap Juli serius lalu keluarlah pasukan bayangan Juli.


Juli sebenarnya menyesal karena tidak membangkitkan Monster sebelumnya yang dia bunuh menjadi pasukannya.


'cihhh bila tau seperti ini, maka sebelumnya ku bangkit kan saja Monster yang aku bunuh.'batin Juli.


"KALIAN INGAT INI TUGAS KALIAN LINDUNGI LAH ADIKKU APAPUN YANG TERJADI AKU TIDAK INGIN ADIKKU TERLUKA ATAU APAPUN. KALIAN PAHAM?."Ucap Juli dengan nada tinggi.


Juli hanya mengangguk saja lalu berkata pada adiknya.


"Elena kau habiskan para odagoron kalo bisa membunuh beberapa berioth maka lakukan jika tidak maka jangan dipaksakan. untuk ke 2 Monster itu serahkan kepada kakak" ucap Juli.


Elena hanya mengangguk kepala dan berkata.


"kakak berhati-hati lah"ucap Elena bersiap maju.


"baik kakak paham. kakak akan buka kan jalan untuk menyingkirkan berioth dan kau serang odagoron"ucap Juli.


lalu Juli memegang katana nya dan maju.


"Mana Zone ; Mana Ballista." ucap Juli.


JEDERRRRR...


lalu para berioth terbeku dan Juli menyerang nya lagi.


"BLACK HOLE." Teriak Juli.


Wushhhh.....


lalu muncullah sebuah bola hitam yang sangat besar menyedot apapun yang ada di sekitarnya.


para Monster berioth bagian terdepan pun tersedot oleh bola hitam itu. tapi itu tidak bertahan lama karena Ke 2 Monster yang dari tadi hanya melihat Juli juga turun tangan.


Juli yang melihat Naios melempar sebuah batu berukuran besar untuk menghalau sedotan black hole nya Juli.


lalu Juli yang melihat itu pun tidak membiarkannya dan berteleportasi di hadapan batu itu.


"Dark Tecnique ; Dark Void Buster." ucap Juli.


Wushhhh.....


setelah itu muncul bola-bola kecil berwarna hitam ungu yang berjumlah 100an.


"Serang."ucap Juli.


seketika itu bola-bola itu maju dan pasukan bayangan Juli juga maju.


bola-bola kecil itu pun menyentuh batu yang dilemparkan oleh Monster Naios. ketika bersentuhan batu itu seperti terkikis menjadi debu.


Monster Naios yang melihat itu tidak diam saja lalu melemparkan lebih banyak batu berukuran lebih besar.


"cihhhhh....Monster ini merepotkan" ucap Juli.


lalu Juli berteriak kepada Elena.


"Elenaaaa..... disaat kakak melempar balik batu itu kau maju lah" ucap Juli.


Elena yang mendengar itu hanya mengangguk dan bersiap maju.


Juli yang melihat batu semakin dekat pun menggunakan sihir Element bumi nya.


"Earth Tecnique ; Giga Fall." ucap Juli.


lalu batu besar itu seperti dikendalikan oleh Juli.

__ADS_1


"Earth Tecnique ; Rush Rock." ucap Juli.


Kaboommmmm.....


batu besar itu pun malah menyerang balik Monster Naios dan Salamander.


"Elena sekarang bantai Monster yang ada"ucap Juli berteriak.


Elena yang mendengar itu pun maju dan menyerang Monster odagoron dan berioth.


"Sword Tecnique ; Typhoon Slash." ucap Elena.


Slashhhhh...


lalu tiba-tiba dia muncul di depan Monster odagoron dengan arah pedang yang sudah menuju ke arah bawah seperti telah melakukan tebasan.


hal tak terduga terjadi ternyata Elena barusan menggunakan SKILL pedangnya yang di ajarkan oleh Juli.


yang dimana skill itu pengguna akan melakukan tebasan yang sangat cepat yang tak terlihat oleh mata telanjang.


elena tidak hanya dia disitu saja dia juga menggunakan sihir Element nya.


"Holy Tecnique ; Spear Holy." ucap elena lalu muncul tombak besar sepanjang 5 meter.


lalu Elena melepaskan nya ke arah odagoron yang ada di depannya.


JLEBBBBB....


tombak itu pun melesat dengan sangat laju dan menghanguskan odagoron yang di kena nya.


Elena yang melihat masih banyak odagoron yang tidak mengenai sihir nya merasa kesal.


"HOLY Tecnique ; Tryant Nimbus." ucap Elena.


tiba-tiba langit yang awalnya gelap menjadi terang lalu muncul kekuatan sihir cahaya yang sangat kuat dari langit turun menghujam para Monster.


WOSHHHH.....


SLINGGG.....


KABOOMMMMM......


setelah sihir yang dikeluarkan Elena banyak tempat menjadi berlubang dalam.


Elena yang masih melihat banyak odagoron dan berioth yang selamat pun maju menyerang menggunakan pedang bersama pasukan bayangan Juli.


sedangkan Juli saat ini di hadapannya ada Monster Naios yang sedang berdiri seolah-olah menantangnya bertarung.


[ayah berhati-hati lah. Monster Naios ketahanan nya 10x lebih keras dari berioth.] ucap Raphael yang membuat Juli kaget.


'Jadi ayah harus bagaimana Raphael?.' batin Juli.


[Raphael juga tidak tahu ayah. soalnya baru ini Monster Naios muncul setelah 100.000 tahun.] ucap Raphael.


Juli pun semakin bingung harus melakukan apa.


saat Juli berfikir dia lengah dan dipukul oleh Naios.


Bukhhhhhh.......


Juli terpental sangat jauh dan ini adalah ke 2 kali nya dia dipukul hingga terpental jauh.


Hueeeekkkk.....


Juli termuntah darah karena terhantam batu saat di hantam tadi.


dan HP nya berkurang cukup banyak yaitu sekitar -10.000.000.


"sial Monster ini sangat kuat seperti tidak ada kelemahannya' batin Juli kesal.


Salamander yang dari tadi menunggu momen bagus untuk menyerang Juli pun juga ikut bergerak maju.


BUKHHHHHH.....


saat Juli baru saja berdiri ia diserang oleh ekor Salamander dan di pukul ke udara.


ketika Juli di udara Salamander tidak tinggal diam dan menyerang Juli lagi dengan api yang keluar dari mulutnya.


Bushhhhhh.....


api yang sangat panas mengarah ke Juli.


Juli yang melihat itu menjadi panik dan menggunakan sihirnya.


"Holy Tecnique ; Absolute Shiled." ucap Juli. lalu muncul cahaya yang melindungi Juli.


Ctarrrr.....


retak dan pecah pelindung itu tidak bertahan karena perbedaan level Juli dengan Salamander sangatlah jauh.


Juli pun terkena serangan nafas api Salamander dan mengalami luka bakar yang cukup parah.


"arghhhhhh.....sial luka ini sangat menyakitkan" ucap Juli mengeram menahan sakit luka bakarnya.


Naios yang melihat itu pun maju lagi dan menghantam Juli sekali lagi.


Bukhhhhhh.....


Juli terlempar sangat jauh dari pertarungan dan dia pun pingsan karena tidak tahan dengan pukulan itu di tambah luka bakarnya.


sedangkan disisi Elena saat ini dia terus membantai odagoron dan berioth. ia tidak menyadari bahwa kakaknya telah pingsan karena terkena serang fatal ke 2 Monster itu.


saat sedang ingin membunuh odagoron yang tersisa dia merasakan hawa membunuh dari belakangnya.


Elena pun menghindari serang nafas api yang di lancarkan oleh Salamander.


Elena yang melihat Naios dan Salamander ada disitu menjadi khawatir dengan kondisi kakaknya.


"KAKAK DIMANA KAMU? KAKAK?." teriak Elena mencari keberadaan kakaknya.


tapi Elena tidak merasakan hawa keberadaan kakaknya dalam jangkauan 5 km.


Elena pun terdesak karena masih ada sekitar 34.000 odagoron, 8.000 berioth dan ke 2 Monster yang ada di hadapannya.


'Kakak dimana kamu? cepat datanglah bantu aku' batin Elena ketakutan tapi masih mencoba menahan rasa takutnya sekali lagi.


Bersambung....


****


GIMANA ceritanya seru gak? maaf yaa kalo kurang seru Soalnya bingung mau buat gimana petarungan nya.


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa.

__ADS_1


kasih komen juga buat kasih aku saran.


see you next time dan bye bye.


__ADS_2