Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
59. Datangnya Bantuan dan Resmi menjadi istri Juli


__ADS_3

lalu ada suara gadis kecil berbicara.


"Ahhhhh.....meleset hanya kena satu kepala saja" suara gadis kecil yang terdengar malas.


lalu dia berkata lagi "Mama ayah. Laffey sudah melakukannya jadi bolehkah Laffey tidur di gendongan ayah?" ucap gadis kecil itu.


lalu terdengar suara laki-laki.


"Baik-baik sini ayah gendong." ucap suara itu.


****


semua orang yang ada disana terkejut dengan hancurnya kepala Monster besar itu secara tiba-tiba, padahal sebelumnya Monster itu sudah diserang tapi tidak terluka sama sekali bahkan tergores.


si Galand yang melihat Monster peliharaan nya terluka pun menjadi geram dan melihat ke arah siapa yang berani melukainya.


"Sialan siapa yang berani melukai peliharaan ku?" ucap Galand geram.


lalu dia melihat ke arah atas langit dan melihat ada 5 orang yang sedang terbang.


mereka terdiri dari 2 wanita dewasa, 1 pria dewasa dan sepasang anak kecil laki-laki dan perempuan.


"siapa kau? kenapa kau berani melukai peliharaan ku? apa kau tidak takut mati haa?" ucap Galand emosi.


pria dewasa itu yang mendengar Galand berbicara seperti itu pun berkata dengan cuek.


"Kenapa semua musuh ku selalu mengatakan hal yang sama saat aku ingin melawan mereka?"ucap pria dewasa itu datar.


Galand yang mendengar itu semakin geram dan berkata.


"Apa kau tidak tau siapa aku? aku adalah si Perintah Ke-" belum selesai Galand berbicara sudah dipotong oleh pria itu.


"Bacot. aku tidak mau tau nama orang yang memakai tanduk sapi saat perang." ucap pria itu dingin.


Galand pun tidak bisa menahan emosi dan berkata.


"Serang dia dan jangan sampai dia hidup." ucap Galand memerintah Monster besar itu.


Monster besar itu maju dan terbang ke arah 5 orang itu.


"Killua tahan Monster itu. ayah sedang mengendong adik mu yang sedang tidur ini" ucap pria itu sambil menunjuk gadis kecil yang sedang tertidur di gendongan nya.


"Baik ayah. serahkan pada killua" ucap laki-laki kecil itu dengan biasa saja seolah-olah Monster ini bukan apa-apa.


laki-laki kecil itu pun maju dengan sangat cepat ke arah Monster besar yang sedang terbang itu.


BUKHHHHHH....


BOAMMMMMM....


laki-laki kecil itu menghantam tubuhnya ke arah Monster besar hingga Monster besar itu terlempar ke arah tanah.


tidak sampai disitu saja dia menggunakan sihir Element Petir nya untuk mengejutkan Monster besar itu.


"Lightning Tecnique ; Lightning Of Destruction." ucap bocah laki-laki itu.


BRIZZZZTTTTSSSS.....


BOAMMMMMM....


seketika itu juga petir yang sangat banyak keluar dari atas langit dan menghantam Monster besar itu berulang-ulang kali hingga Monster besar itu hangus terbakar.


"Hanya seekor serangga yang membawa kawanan nya saja." ucap bocah laki-laki itu dan dia kembali ke sisi pria dewasa itu.


pria dewasa itu pun hanya tersenyum kecil dan berkata.


"Kerja bagus. ayah bangga dengan kau" ucap pria dewasa itu sambil mengelus rambut anak laki-laki nya.


sedangkan bocah laki-laki itu hanya mengangguk saja dan diam.


lalu mereka ber-lima turun ke tanah dan mendekat ke arah Anggota Nanatsu no Taizai yang masih berdiri ditengah-tengah Medan pertempuran.


ketika sudah sampai ke-5 orang itu Ban maju dan menatap pria dewasa itu dengan serius.


sedangkan pria dewasa itu juga menatap Ban dengan serius.


tiba-tiba.


BUKHHHHHH....


BOAMMMMMM....


pria dewasa itu memukul Ban hingga terlempar.


"BANNNNNN..."ucap pria dewasa itu dengan semangat yang masih mengendong anaknya.


"ARGHHHHHH...." teriak Ban saat terlempar dan menghantam pasukan Iblis hingga mati.


lalu Ban pun bangkit dan berlari sangat cepat ke arah pria dewasa itu.


"KAPTENNNNN....." Ucap Ban yang ingin memukul pria dewasa itu yang tidak lain adalah Juli.


saat sudah ingin sampai dia pun dipukul lagi oleh Juli.


BOAMMMMMM....


Ban pun terlempar. saat dia terlempar dia mendengar Juli berkata.


"Jangan memukul dulu. aku sedang mengendong anak ku tidur, bila dia bangun maka kau akan menghadapi emak nya di samping ku ini." ucap Juli datar.


lalu Anggota Nanatsu no Taizai yang lain pun mendekat ke arah Juli.


"Kapten selamat datang." ucap Eris sambil memeluk Juli dari belakang.


"Selamat datang kembali kapten. dan kenapa kau bisa terlambat kapten?"Ucap Elaine yang tidak peduli dengan keadaan Ban.


"Lama." ucap Queensha mendengus kesal karena Eris memeluk Juli.


sedangkan Juli hanya menaruh jari telunjuknya di bibir dan berkata.


"Pelan-pelan lah berbicara nya. nanti anak ku bangun" ucap Juli.


yang lainnya pun mengangguk paham.


lalu Juli berkata.


"Maaf bila aku datang terlambat. soalnya aku barusan mengunjugi suatu tempat." ucap Juli biasa saja.


"Mengunjungi apa kapten?" tanya Elaine.


Juli hanya menunjuk Galand dan berkata.


"Rumah dia" ucap Juli datar sambil menunjuk Galand yang masih syok.


tiba-tiba Galand kedatangan burung gagak yang memberinya informasi.


"Tu-tu-tuan Galand segera kembali kekaisaran. karena di kekaisaran telah di serang dan membuat setengah istana kekaisaran hancur, dan kami sedang mencari siapa dalangnya." ucap burung gagak itu yang bisa berbicara.


Galand yang mendengar itu terkejut dan segera berteleportasi kembali ke kaisaran.


para pasukan Juli berserta para pahlawan yang melihat iblis itu pergi pun menjadi lega.


"apa kalian mendengar nya? aku barusan saja berkunjung ke kaisaran iblis Satan." ucap Juli datar.


anggota Nanatsu no Taizai yang mendengar itu terkejut bukan main karena kapten mereka abis bertamasya di kekaisaran iblis.


lalu Juli berkata lagi.


"Maaf bila kalian minta oleh-oleh aku tidak membawa nya. karena aku cuma lewat saja dan memberi mereka hadiah." ucap Juli polos.


anggota Nanatsu no Taizai yang mendengar itu pun menjadi kesal terutama Ban yang baru saja sampai mendengar itu terkejut sekaligus kesal.

__ADS_1


"Kami bahkan tidak meminta oleh-oleh. yang ada kami berharap kau di sana ditangkap dan di jadikan pembantu." ucap Ban kesal.


sedangkan Juli hanya mengangkat bahunya dan melirik ke arah wanita yang memiliki 3 pasang sayap.


"Apa kalian ingin tetap di wujud one-san itu atau menjadi anak-anak dan memeluk ayah kalian?" ucap Juli.


seketika wujud wanita bersayap itu pun berubah menjadi 2 gadis kecil yang tidak lain adalah Raphael dan Rapunzel.


"Haii apa kabar anak-anak ku? terimakasih yaa sudah mengurus hal disini sementara ayah pergi berlatih." ucap Juli tersenyum kearah anaknya.


sedangkan Rapunzel hanya mengangguk dan Raphael berkata.


"Sama-sama ayah. dan ayah juga bukan hanya berlatih tapi membawa mencari istri baru dan membawa anak baru." ucap Raphael tersenyum mengejek Juli.


"kalo itu ayah tidak membantahnya karena memang ayah sedang membawa istri baru dan balik-balik bawa anak." ucap Juli mengangguk tidak lazim.


Raphael yang mendengar itu semakin kesal dan berkata.


"Orang disini capek-capek perang. kau malah bersenang-senang dengan mencari istri dan asal coblos buat anak saja." ucap Raphael kesal.


meski Raphael kecil tapi pemikiran dan pengetahuannya mengalahkan orang-orang terdahulu.


Juli hanya mengangkat bahunya dan buang muka karena malas debat dengan Raphael.


Juli pun memberikan anak gadis yang digendong ke ibu nya yang tidak lain adalah Bronya.


"Sayang gendong Laffey dulu. aku ingin bertemu dengan istriku yang disana itu yang dari tadi hanya diam saja." ucap Juli sambil menunjuk Fumiko.


Bronya hanya mengangguk dan mengendong Laffey.


Juli pun mendekat ke arah fumiko dan merentangkan tangannya.


"Apa tidak rindu?" ucap Juli.


fumiko yang melihat itu pun langsung melompat ke pelukan Juli dan berkata.


"Bodoh tentu saja aku rindu dengan mu sayang." ucap fumiko sambil memeluk Juli dengan sangat erat.


Juli hanya mengelus kepala fumiko dan berkata.


"kalo gitu aku minta maaf yaa. karena aku juga berlatih agar menjadi kuat dan menjaga keluarga ku." ucap Juli.


fumiko hanya mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada Juli.


tiba-tiba ada suara gadis kecil yang terdengar.


"Mama gantian lah. Tamiko juga ingin memeluk ayah Tamiko." ucap Tamiko cemberut.


fumiko yang mendengar itu pun melihat ke arah anaknya dan mengejek Tamiko.


"Anak-anak nanti saja ini masih giliran seorang istri." ucap fumiko mengejek anaknya.


Tamiko yang mendengar itu cemberut dan pergi.


saat pergi dia menabrak Fu Hua yang ada dibelakangnya.


Bukhhhhhh...


Fu Hua yang melihat itu pun membantu Tamiko berdiri dan berkata.


"Hati-hatilah saat berjalan. dan bila kau ingin dipeluk, sini biar mama saja yang memeluk mu" ucap Fu Hua tersenyum manis.


Tamiko yang melihat senyum Fu Hua sedikit terpesona dan hanya mengangguk saja.


Fu Hua pun tersenyum dan memeluk Tamiko dalam gendongannya.


"Killua coba lihat. ini salah satu anak ayah mu dan dia adalah kakak mu meski tubuhnya kecil." ucap Fu Hua melirik ke arah anak nya yang tidak lain adalah killua.


sedangkan killua hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


orang-orang yang melihat itu sedikit terkejut karena senyum killua mirip sekali dengan Juli.


mereka semua pun tertawa bersama ketika mendengar itu.


sedangkan disisi kekaisaran dewa iblis Satan.


"Tuan kami sudah menemukan orang yang menghancurkan kekaisaran." ucap seorang mata-mata.


"orang itu adalah orang yang membunuh iblis tingkat bangsawan waktu di hutan death forest." ucap mata-mata itu lagi.


kaisar dewa iblis Satan yang mendengar itu pun marah dan berkata.


"Persiapkan pasukan dalam waktu seminggu kita akan menyerang mereka dan membunuh semua orang-orang dibenua timur." ucap Satan.


"Baik tuan." ucap mata-mata itu lalu pergi menghilang.


sedangkan disisi Juli tersenyum yang mengetahui itu karena sebelumnya dia menaruh 1 pasukan bayangan nya di sana untuk mencari informasi.


"Menarik." ucap Juli.


lalu dia melihat ke arah seluruh anggota Nanatsu no Taizai dan Anggota keluarga nya.


"Dalam seminggu kita akan kedatangan tamu." ucap Juli tersenyum menyeringai.


mereka semua yang mendengar itu pun mengangguk dan tersenyum menyeringai juga.


tiba-tiba mereka mendengar suara seorang gadis memanggil nama Juli.


"Aki-kun itu kah kau?" ucap Akiko yang terkejut dengan ada Juli disana.


"Yuu-kun?" ucap Asami.


Juli yang mendengar itu pun berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya.


ketika berbalik Juli melihat semua gadis yang suka dengan Juli berkumpul.


Juli yang melihat itu hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


para gadis Juli terkejut melihat dan menjadi salah tingkah ketika melihat senyum Juli.


Huppppp....


"darling hiksss....hiksss... kau lama sekali datangnya, aku sudah sangat rindu dengan mu" ucap Natasha memeluk Juli.


Juli hanya menggelengkan kepalanya dan mengelus rambut Natasha lalu berkata.


"Kau ini masih seperti anak kecil saja. apa kau tidak malu dengan Raphael yang disana sedang menahan tawa." ucap Juli sambil menunjuk Raphael yang membuang muka agar tidak kelihatan kalo dia tertawa.


Natasha yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak perduli. intinya aku rindu dengan mu." ucap Natasha.


Juli hanya menghela nafasnya.


"Putri Natasha sudah waktunya giliran ku. aku harus absen memeluk suami ku agar tidak panas dingin." ucap Akiko datar.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum dan berkata.


"Kau tidak berubah sama sekali yaa Akiko." ucap Juli tersenyum.


Akiko yang disenyumi oleh Juli menjadi salah tingkah dan berkata.


"Ti-ti-tidak aku sudah berubah. ini adalah hal wajib untuk dilakukan seorang istri." ucap Akiko malu-malu.


Juli hanya mengangguk saja dan memilih diam.


lalu Natasha melepaskan pelukannya dan Akiko maju.


Cupppp....


Huppppp....

__ADS_1


Akiko mencium bibir Juli yang membuat semua orang disana terkejut.


"A-a-akiko kenapa kau mencium Yuu-kun?" ucap Asami terkejut.


Akiko hanya diam dan melihat ke arah Asami dan menjulurkan lidahnya.


"Sudah Asami biarkan saja. bahkan dulu aku hampir diperkosa oleh dia." ucap Juli lemas karena harga dirinya sebagai pria telah hilang.


semua orang yang mendengar itu terkejut dan tertawa.


"Hahahaha..... seorang penguasa mempunyai masa muda hampir diperkosa oleh gadis polos." ucap Ban tertawa paling nyaring.


"Hahahahah...benar paman Ban. ayah sungguh konyol, nanti Raphael akan menulis buku tentang seorang penguasa mau diperkosa oleh gadis SMA." ucap Raphael tertawa terbahak-bahak.


Juli yang mendengar itu pun berkedut kesal.


"Coba kau tulis Raphael. maka ayah tidak akan memperkenalkan dengan adik mu yang sedang tidur disana." ucap Juli sambil menunjuk anaknya yang di gendong oleh Bronya.


Raphael yang mendengar itu terkejut dan terdiam.


karena dari tadi dia ingin sekali mengendong Laffey karena sangat imut.


"Ayah mohon perkenalkan Raphael dengan adik Raphael. Raphael janji tidak akan menulis buku tentang ayah." ucap Raphael memohon.


Juli yang melihat itu pun menahan tawanya dan berkata.


"Siscon." ucap Juli.


lagi-lagi semua orang disana tertawa mendengar itu.


"hahahaha.... kakak siscon akut." ucap Rapunzel.


"Benar. kakak sangat siscon, seperti nya Tamiko harus menjaga adik Tamiko yang itu agar tidak dimanja oleh kakak Raphael" ucap Tamiko datar yang masih di gendong oleh Fu Hua.


semua orang tertawa ketika itu juga.


setelah itu Juli memeluk Asami juga yang dimana Asami langsung lompat dan memeluk belakang Juli dan didepannya ada Akiko.


tersisa dengan 3 gadis lagi yang tersisa yaitu Alice, Rindo, dan Nana.


Juli yang melihat ke arah Nana pun berkata.


"bukannya kau teman Elena? apa kabar?" ucap Juli tersenyum ke arah Nana.


Nana yang melihat itu menjadi salah tingkah dan berkata.


"N-n-n-nana baik-baik saja senpai." ucap Nana malu.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak perlu memanggil senpai. Nana bisa memanggil terserah saja." ucap Juli.


Nana yang mendengar itu pun berkata dengan serius.


"Danna-sama." ucap Nana serius tapi menahan malunya.


semua orang yang mendengar itu terkejut terutama Juli.


"Apa maksudnya itu Nana? aku bukan suami mu" ucap Juli bingung.


"Tidak. mulai sekarang Juli-senpai adalah suami Nana. titik tidak ada penolakan." ucap Nana tegas.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Aku hanya bilang aku telah memiliki 5 istri , 6 anak , 1 tunangan , dan 1 kekasih" ucap Juli serius.


para gadis Juli yang mendengar itu pun biasa saja dan mereka maju bersama-sama.


lalu mereka menjulurkan tangan mereka dan berkata.


"Kami tidak perduli dengan itu. yang kami hanya mau mulai sekarang kau adalah suami kami hingga mati." ucap para gadis yang menyukai Juli.


Juli yang mendengar itu terkejut dan tiba-tiba dia mendengar suara dari portal yang barusan saja terbuka.


"Terima mereka saja Anata. lagian kami tidak mempermasalahkan nya." ucap Clarisha yang baru saja tiba.


"Benar suami. kami tidak akan mempermasalahkannya." ucap Anthena.


Natasha, fumiko, Fu Hua, dan Bronya hanya mengangguk saja dan tersenyum.


Juli yang melihat itu menghela nafas dan berkata.


"Panggil Shion ke sini." ucap Juli kepada Rapunzel.


Rapunzel hanya mengangguk dan membuka portal.


anggota Dead End pun keluar dan Shion maju.


lalu Juli berdiri di depan para gadis-gadis yang menyukai Juli dan Juli berkata dengan tegas.


"Baiklah biar aku yang berkata dan jangan kalian. untuk kalian semua yang disini menjadi saksi bahwa aku melamar mereka semua manjadi istri ku." ucap Juli sambil melihat ke Anggota Nanatsu no Taizai dan pasukan Juli.


mereka hanya mengangguk dan diam.


Juli pun mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan lalu ia berkata.


"Aku atas nama Yuuzaki Juli ingin melamar kalian semua menjadi istriku untuk sekarang mau pun hingga aku mati nanti. meski aku abadi tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti aku mati maka dari itu. MAUKAH KALIAN SEMUA MENERIMA KU MENJADI SUAMI KALIAN."ucap Juli sambil membungkuk.


para gadis-gadis Juli yang mendengar itu terharu dan ingin menangis.


lalu mereka menjawab bersama-sama.


"Baik kami menerima lamaran Yuuzaki Juli untuk menjadi istrinya hingga mati nanti. meski kami tidak abadi seperti suami kami, kami akan mencintai dia mau suka ataupun duka. mau kaya ataupun miskin, kami menerimanya dengan ikhlas lahir dan batin." ucap para gadis yang tidak mengetahui bahwa setelah resmi menjadi istri Juli mereka juga ikut menjadi abadi untuk menjaga alam semesta ini bersama-sama.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Terima kasih. aku Yuuzaki Juli akan mencintai kalian semua dengan secara merata dan tidak akan membeda-bedakan satu sama yang lainnya." ucap Juli.


para gadis Juli hanya mengangguk dan tersenyum bahagia karena akhirnya orang yang mereka cintai akhirnya menjadi suami mereka.


Prokkk....


prokkk...


para pasukan bertepuk tangan karena mereka juga ikut bahagia apabila tuan mereka bahagia.


"Baiklah kita akan merayakan pesta ini di dimensi kapten untuk merayakan resminya para istri baru kapten dan kemenangan kita mengalahkan para musuh selama 2 Minggu ini." ucap Ban.


"OOOUUUUUUWWWWW..." sorak pasukan Juli bersemangat.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah kita akan berpesta untuk merayakan ini. dan akan berlatih bersama-sama sebelum Serangan pasukan Satan dalam seminggu lagi." ucap Juli.


mereka semua mengangguk bersemangat.


Bersambung....


***



{Ilustrasi Yuuzaki Laffey. anak dari Juli dan Bronya, hoby selalu tidur di gendongan Juli dan Bronya. meski hoby nya tidur tapi dia ahli dalam teknologi seperti ibu nya dan memiliki level 24.750.00.}



{Ilustrasi Yuuzaki Killua. anak dari Juli dan Fu Hua, lahir sebelum Laffey. ahli dalam sihir petir dan angin, memiliki fisik setara Juli dan memiliki Job impossible yaitu God Assassin dan ahli bela diri seperti ibu nya. memiliki level 37.985.000 saat ini dia adalah orang ke-2 terkuat setelah Juli dan dia menggeser posisi kekuatan Raphael.}


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.

__ADS_1


__ADS_2