
saat ini Juli dan Elena terus membantai semua monster yang ada dihadapannya dan tanpa kelelahan sama sekali karena Elixir buatan Juli yang sangat sempurna.
di lantai 250 saat ini Juli dan Elena berada di depan pintu masuk lantai selanjutnya.
mereka sudah ada di dungeon ini selama 350 tahun. untuk bos sebelum-sebelumnya mereka tidak lah kuat bahkan Elena sendiri berani menghadapi nya karena musuh terlalu lemah baginya.
bos di lantai 50 hanya black wolf king berlevel 80.000 dilantai 100 bosnya chimera berlevel 115.000. dan sisanya hanya Mosnter yang tidak berbeda jauh levelnya.
untuk level Elena sendiri saat ini berada di level 96.500 yang di mana itu sudah sangat tinggi untuk di benua timur.
dan untuk Juli sendiri levelnya masih di level 80.000 karena dia tidak membunuh monster sebelumnya dan dia hanya duduk sambil bakar ayam yang dibawanya.
didepan pintu lantai 250 dungeon Juli saat ini beristirahat bersama adiknya.
"Elena kita sudah berada di lantai 250 apa kau ingin kakak bantu atau tidak?"tanya Juli.
Elena hanya menggelengkan kepala dan berkata.
"tidak perlu kak, karena aku ingin menjadi kuat biar bisa membantu kakak nantinya" ucap Elena.
Juli yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang.
"baiklah tapi bila kau butuh bantuan bilang ke kakak. karena jika kau kenapa-napa kakak akan dimarahi oleh ke 2 istri kakak" ucap Juli pucat ketika mengingat dia disuruh jaga Elena juga jangan sampai terluka.
Elena yang melihat kakaknya ketakutan hanya tersenyum saja.
lalu mereka pun makan dan tidur sebentar untuk mengumpulkan stamina karena mereka akan melawan bos yang kata Raphael bahwa bos ini lumayan kuat.
setelah beristirahat kurang lebih 6 jam Juli dan Elena pun bersiap diri untuk memasuki lantai 250.
CLEKKK......
Ngikkkkkk....
Juli mendorong pintu masuk yang sangat besar dan terlihat tua.
ketika pintu terbuka Juli dan elena merasa terkejut dengan pemandangan di depannya.
dihadapan Juli terlihat lembah yang dimana sekelilingnya terdapat lava panas dan itu membuat Juli dan adiknya kepanasan.
'rapunzel apa kau punya barang yang bisa menahan panas ini?' ucap Juli.
[ada ayah. Rapunzel menyarankan ayah untuk membeli sebuah jubah penangkal panas yang harganya hanya 5.000 poin shop] ucap Rapunzel.
'baiklah ayah beli 2 untuk ayah dan adik ayah' ucap Juli.
[baik ayah. permintaan sedang di proses mohon tunggu sebentar] ucap Rapunzel.
[barang sudah terbeli dan di simpan di Inventory] ucap Rapunzel.
'tolong keluarkan 2 jubah itu' ucap Juli.
lalu ditangan Juli muncullah jubah berwarna hitam yang sangat indah dengan ukiran batik.
"elena pakailah ini. ini untuk menahan hawa panas yang ada disini"ucap Juli sambil memberikan jubah itu kepada Elena.
Elena hanya mengangguk dan mengambilnya lalu memakai jubah itu.
"baik mari kita lanjutkan"ucap Juli.
"mari kak" ucap Elena.
lalu Juli dan elena pun melanjutkan perjalanan menyusuri lembah lava itu untuk mencari Monster.
setelah mereka berjalan 2 km dari pintu masuk mereka melihat segerombolan Monster yang sedang memakan daging Monster lainnya.
'Raphael Monster apa itu'tanya Juli melalui pikirannya.
[Nama Monster itu adalah odagoron ayah. mereka adalah pasukan dari cerberus yang memantau setiap daerah di neraka. level mereka rata-rata 70.000 dan bila ada odagoron maka ada Monster berioth yang dimana merupakan pemimpin untuk mengawasi Monster ini, ayah berhati-hati lah karena berioth yang Raphael tau berada di level 160.000] ucap Raphael menjelaskan.
Juli yang mendengar itu mengangguk paham.
"Elena berhati-hati lah Monster yang ada di depan kita bernama odagoron dan level mereka rata-rata 70.000. tapi yang harus kita waspadai adalah pemimpin mereka atau Jenderal mereka yang bernama berioth dengan level 160.000"ucap Juli serius.
ketika Juli berkata seperti itu tiba-tiba ada Monster yang lebih besar sedang menghampiri Monster odagoron.
{ilustrasi berioth}
Juli yang melihat itu menjadi waspada karena level Monster ini lebih tinggi dari mereka berdua.
"Elena berioth datang kau urus para odagoron sedangkan untuk berioth serahkan pada kakak" ucap Juli serius.
elena hanya mengangguk paham karena dia paham akan masalah ini bila dia maju sendirian.
'Rapunzel apa kah ada cara untuk mengaktifkan skill ke 2 tombak yang ada di belakang ayah?' tanya Juli sambil memikirkan strategi.
[ada ayah. ayah bisa membelinya di Shop] ucap Rapunzel.
'belilah berapa pun harganya' ucap Juli.
[baik ayah. membeli buku skill raja roh kuno dan buku tombak penyihir Merlin seharga 300.000.000 poin shop
Yes / No]
'Yes dan pelajari langsung'batin Juli.
[berhasil membeli buku skill raja roh kuno dan buku tombak penyihir Merlin. poin shop dikurangi -300.000.000, poin shop tersisa 179.990.000.
Mempelajari buku skill raja roh Kuno dan buku tombak penyihir Merlin mengurangi poin pehaman sebanyak 400.000.000.
poin pehaman dikurangi -400.000.000. sisa poin pemahaman 300.000.000.] ucap Rapunzel.
seketika pehaman tentang menggunakan skill ke 2 tombak itu pun membanjiri kepala Juli.
Juli yang melihat bahwa skill tombaknya sangatlah mengerikan pun tersenyum tipis dan bersiap-siap menyerang.
"Elena ingat rencana kita tadi dan kau akan di bantu oleh pasukan bayangan kakak"ucap Juli yang hanya di angguki oleh Elena.
'rapunzel bagaimana ayah menggunakan pasukan bayangan ayah?' ucap Juli.
[ayah hanya perlu berkata 'gelud kuyy' maka pasukan ayah akan bangkit.] ucap Raphael yang tiba-tiba menyela.
Juli yang mendengar itu memasang muka datar karena cara membangkitkan harus berkata seperti itu.
'apa kau sedang bercanda Raphael?'tanya Juli.
dan Raphael hanya diam saja tidak menjawab sama sekali.
Juli yang hanya di diami oleh Raphael menjadi kesal dan berkata.
__ADS_1
"Gelud kuyy." ucap Juli yang tiba-tiba keluar 100 bayangan orang ber-zirah dengan level 30.000.
Juli pun memasang muka merendahkan ketika melihat itu karena merasa aneh dengan cara mengeluarkan pasukan bayangan.
lalu para bayangan berlutut dan berkata.
"siap menerima perintah yang mulia" ucap semua bayangan yang dimana itu memancing para Monster.
Juli yang melihat itu menjadi panik dan bingung.
"kalian kenapa ribut? astaga ya sudah tugas kalian adalah bantu adik ku dan lindungi dia melawan Monster odagoron"ucap Juli.
"baik Yang mulia. kami siap menjalankan perintah"ucap pasukan bayangan lalu melesat ke arah Monster.
tetapi sayang pasukan bayangan kalah level yang dimana sekali serang oleh Monster pasukan bayangan hancur. tapi tiba-tiba pasukan bayangan kembali utuh dan menyerang balik.
'raphael kenapa bisa begitu?' tanya Juli.
[pasukan bayangan ayah itu menggunakan Mana ayah untuk beregenerasi jadi semakin banyak mana ayah maka pasukan bayangan ayah tidak akan mati. apa lagi saat ini Mana ayah adalah Infinity yang artinya pasukan ayah tidak akan mati ataupun hancur] ucap Raphael.
Juli yang mendengar itu menjadi kagum melihat kekuatan pasukan bayangan nya.
"baik Elena kau maju menyerang odagoron bersama pasukan kakak. kau tenang saja pasukan kakak tidak akan hancur atau pun mati karena mereka abadi" ucap Juli yang hanya di angguki oleh Elena.
lalu Elena pun maju untuk menyerang para odagoron yang berjumlah 5.000.
"*T**eknik pedang kuno ; tebasan hampa*." ucap elena menggunakan teknik yang diajarkan oleh dewa Tang Xu.
~Woshhhh~
seketika muncul sebuah bila transparan yang sangat tipis membelah para Monster odagoron.
"*W**ater Tecnique ; water Cannon*." ucap elena sekali lagi.
lalu muncul lah bola-bola air yang sangat banyak.
Blubbbb....
Kaaboommmm....
bola-bola air itu melesat dengan sangat cepat dan meledak saat mengenai monster odagoron.
Juli yang melihat adiknya mulai membantai satu-persatu monster odagoron pun juga ikut maju untuk menyerang berioth yang dari tadi hanya memantau saja.
lalu Juli mengambil katana ; God slayer yang ada dibelakang punggungnya dan mulai menggunakan tehnik pernafasan petir.
"Bentuk pertama ; Delapan kali lipat. {KAMINARI NO KOKYU : ICHI NO KATA ; HEKIREKI ISSEN : HACHIREN }." ucap Juli yang tiba-tiba menghilang dari tempat dan muncul di belakang berioth.
pernafasan yang Juli pakai adalah tehnik yang dimana ia akan menjadi cepat seperti kilat.
saat Juli tiba di belakang berioth Juli pun ingin menebasnya dengan katana.
Sringgg....
Thankkkkk....
katana Juli tidak dapat melukai monster itu karena berioth sempat menghindar dan Juli hanya mengenai batu.
"cihhhh.... Monster ini gesit juga"ucap Juli berdecak kesal.
"bila kau api maka lawan mu adalah air" ucap Juli.
lalu Juli sekali lagi menggunakan pernafasan petir nya untuk mendekati berioth.
ketika sudah dekat Juli menggunakan sihirnya.
ketika Juli mengucapkan itu muncul sebuah air ditangannya dan melesat laju seperti peluru.
Kaboommmmm.....
sihir Juli berhasil mengenai berioth tapi berioth tidak terluka parah hanya tergores saja.
berioth yang merasa kesal karena berhasil di serang pun marah.
ROARRHGHHHH.....
berioth pun langsung melesat maju menyerang Juli dan kecepatan berioth lumayan cepat untuk seukuran tubuhnya yang setinggi 2.5 meter.
Juli yang melihat itu pun menahan kaki berioth untuk memukul Juli.
Cthankkkk....
bunyi katana Juli yang menahan kaki berioth yang cukup besar dan keras meski tidak memiliki cakar.
"Tenaganya sangat kuat sekali" batin Juli.
lalu Juli pun mundur sejauh 3 meter ke Belakang untuk menghindari ekor berioth.
Juli yang melihat ada celah karena ekor berioth tersangkut di batu pun maju untuk memotong ekor berioth.
"Dark Tecnique ; Divine Slash." ucap Juli.
lalu muncul lah sebuah tebasan yang sangat banyak menyerang ekor dan tubuh berioth.
Sringgg.....
Cthankkkk....
Slashhhhh.....
Serangan Juli berhasil memutuskan ekor berioth meski tidak melukai tubuhnya padahal tebasan itu sangatlah banyak.
"cihhhhh padahal aku sudah menyerang nya dengan tehnik gabungan sihir dan pedang ku" ucap Juli.
ketika Juli berbicara seperti itu Raphael pun berbicara.
[Meski ayah menyerang musuh dengan skill gabungan tidak akan berguna karena setiap petarungan melawan Monster level yang jadi penentu. bila level musuh lemah maka akan cepat kalah dan juga sebaliknya, jadi bila ayah ingin mengalahkan nya maka gunakan skill terkuat ayah.] jelas Raphael memberitahu untuk mengalahkan Monster berioth.
Juli yang mendengar itu pun paham dan mulai memikirkan ide untuk mengalahkan nya.
lalu Juli mendapatkan ide untuk mengalahkan nya dan Juli memulai menyerang berioth lagi.
Juli kali ini menggunakan skill teleportasi nya dan muncul di atas berioth.
"Mana Ballista."ucap Juli. lalu muncul tombak ice dengan aliran listrik yang dimana ia gunakan untuk mengunci pergerakan lawan.
Jlebbbbb.....
4 tombak yang Juli buat pun langsung menyerang tembus 4 kaki berioth dan membekukan kakinya agar tidak bisa lari.
CHETARRRR.....
Setelah membeku kaki berioth tiba-tiba tombak ice Juli mengeluarkan listrik yang membuat berioth ke stun.
__ADS_1
Juli yang melihat kesempatan sangat matang pun langsung menyerang berioth.
"Mana Zone ; Hellfire Storm." ucap Juli.
lalu keluar lah di setiap sisi berioth api berwarna merah membentuk leser yang menyerang berioth dari segala sisi.
Booammm......
serangan Juli berhasil menghancurkan separuh badan berioth yang dimana hanya tersisa bagian bawah badan berioth.
Juli yang melihat itu berhasil bernafas lega.
"haaaa.... akhirnya kalah juga baru kali ini aku bertarung hingga kewalahan"ucap Juli.
yang jadi pikiran Juli adalah 'meski kau kuat sekalipun, kau pasti akan merasakan kelelahan bila melawan musuh yang lebih kuat dari mu'.
Juli mendengar notifikasi bahwa ia telah naik level.
[Selamat anda telah mengalahkan monster dengan level tinggi. anda mendapatkan 10.000.000 exp.
level up
level up
level up
..
..
..
SELAMAT anda naik level menjadi 90.000.
anda mendapatkan 100.000.000 poin shop.
SELAMAT anda mendapatkan bonus hadiah 5x tiket Gacha karena telah naik level 90.000.] ucap suara Rapunzel.
Juli yang melihat itu hanya mengangguk puas karena berhasil naik level.
'rapunzel tolong buka status ayah'ucap Juli.
[baik ayah.] ucap Rapunzel.
OPEN STATUS
[STATUS
NAMA ; Yuuzaki Juli
Ras ; belum ada
Gander ; pria
Level ; 90.000 {exp ; 0/91.000.000}
Hp ; 45.000.000
MP ; Infinity {ulimited}
Job OffSpring ; ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM
Job Impossible ; - Shadow Monarch {No Cooldown}
>SKILL
>Tittle
-> Inventory
- 100.000 koin emas
- Telur misterius
- 4x Prajurit costum
- Book of the world Rank Kuno
- 1x box emas
- 2x tiket diskon belanja 50%
- 5x tiket Gacha
-> Shop
-> Map
-> Gacha
Poin Shop ; 279.990.000
Poin pemahaman ; 300.000.000.]
Juli hanya tersenyum tipis saat melihat itu.
lalu dia pun kembali ke tempat Elena bertarung dengan odagoron.
setelah sampai Juli melihat Elena yang telah selesai membunuh semua odagoron dengan bantuan pasukan bayangan Juli.
"kenapa kau sangat cepat sekali?"tanya Juli.
"heheheh....aku menggunakan sihir kuat yang di ajarkan Dewi Artemis" ucap elena tertawa kecil sambil melihat ke arah lain.
Juli yang melihat itu pun menjewer nya.
"akhhhh....sakit kak kenapa kau menjewer ku? emang aku ada salah?"ucap Elena sambil cemberut dan memegangi telinganya yang habis di jewer.
"iyaa kamu ada salah. kenapa kau pake sihir kuat? bilang Dewi Artemis apa? jangan menggunakan sihir kuat hanya untuk hal sepele" ucap Juli yang menceramahi Elena.
Elena yang mendengar kakaknya ceramah hanya bisa pasrah.
"baik aku tidak akan mengulanginya lagi"ucap elena pasrah.
"baguss kalo gitu. dan untuk sekarang mari istirahat dulu karena bos tadi lumayan sulit bagi kakak"ucap Juli.
Elena yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan ikut beristirahat.
Bersambung....
****
gimana ceritanya seru gak? maaf yaa kalo masih kurang seru pertarungan nya, author juga lagi usaha buat petarungan seseru mungkin.
__ADS_1
jangan lupa di like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.