
sedangkan disisi Pusat dimensi alam Monster saat ini.
Terlihat bahwa Pasukan Juli telah menunggu disana dan sudah berbaris rapi sesuai dengan strategi yang di susun oleh Ban dan Rapunzel sebelum mereka ke sini.
Pasukan Juli yang berjumlah 100 juta orang dengan rata-rata level 450.000.000 yang dimana itu membuat mudah kentar-kentir melihatnya.
"Tuan Ban apa Yang mulia Kaisar masih lama tiba?" ucap Gabil kepada Ban.
Ban pun berkata.
"Aku juga tidak tau, Tapi mari kita Tunggu. lagian mungkin saja mereka saat ini sedang reunian keluarga." ucap Ban.
Gabil hanya mengangguk dan melihat portal di atas langit sambil menunggu pasukan pihak musuh tiba.
disana juga Terdapat orang-orang yang Juli kenal seperti Kepala academi, Tank, Tusk, Freya dan Kuro yang berdiri didepan semua pasukan Juli.
setelah menunggu tidak terlalu lama akhirnya mereka merasakan aura dari Juli tiba.
"Hup...maaf lama, aku ada sedikit urusan." ucap Juli mendarat di samping Ban.
"Tidak apa-apa Kapten, Jadi Siapa saja musuh yang akan kita hadapi?." ucap Ban ke intinya.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Musuh kita tidaklah terlalu banyak, hanya 750 juta pasukan Planet ke-7, 500 juta invasi para Monster berlevel diatas 100.000.000 dan yang terakhir Anggota 10 Chaos Legion bila mereka datang sih." ucap Juli santai sambil duduk di tempat duduk yang ia ambil di System.
Juli tidak lupa memberi kursi untuk yang lainnya.
Untuk istri dan anak-anaknya saat ini mereka berkumpul sendiri di belakang Juli sambil duduk mengobrol Menunggu pihak musuh tiba.
Ban pun hanya mengangguk dan berkata.
"Jadi apa kita kerahkan kepada pasukan saja atau kita yang maju?" ucap Ban.
Juli yang mendengar itu pun berfikir sejenak dan berkata.
"Tidak, kita akan membagi kelompok untuk menghalau setiap musuh. karena musuh datang dari arah yang berlawanan." Ucap Juli tersenyum tipis.
Ban hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa.
lalu Juli pun memanggil Istri, anak dan teman-temannya untuk berkumpul membahas kelompok mereka.
"Jadi kita akan membagi 2 kelompok, kelompok 1 yang berisi 1 Juta pasukan, serta Anggota 10 Dewan Elite, dan Beberapa Anggota istri ku yaitu Alice, Rindo, Nana, Shion, Shuna, Elena, Fu Hua, Bronya, Melascula, Natasha, Yue dan Velgrynd akan menghalau bagian belakang yang dimana Menghentikan para Invasi Monster. Hitung-hitung untuk tambahan poin buat Anggota 10 Dewan Elite." ucap Juli tersenyum licik sambil melirik ke arah kepala academi.
Kepala academi yang merasa dilirik pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum tipis.
"Ahhh Kanna, Laffey ,Aiko, Akane, Chiko, Yuuji, Rokuro, Izuma, Izumi, Myu, Shin, Shiro, Aoi, Dan Makoto kalian juga di kelompok 1 untuk membantu Ibu Kalian yaa?." ucap Juli melirik ke arah anak-anaknya satu persatu.
Anak-anaknya hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Juli pun juga ikut tersenyum dan berkata.
"Untuk sisanya kita akan melawan pasukan Kaisar Planet ke-7, Tapi sebelum itu aku akan maju sendirian yaa hehehe.... soalnya aku ingin tes kekuatan ku doang." ucap Juli tersenyum konyol.
lalu Anthena pun berkata.
"Tidak bisa, Kami para istri tidak akan membiarkan Suami maju sendirian. kami takut terulang seperti 2 tahun yang lalu disaat Suami melawan 10 Chaos Legion." ucap Anthena menolak ide Juli.
para istri nya mengangguk setuju dan mereka masih trauma saat itu.
Juli yang mendengar itu pun cemberut dan berkata.
"Iyaa-iyaa aku gak maju sendirian, aku sama Anggota Black Number dan Nanatsu no Taizai maju terlebih dahulu. karena aku ingin mengurangi jumlah pasukan mereka agar pasukan kita bisa lebih mudah menghadapinya." ucap Juli.
"Kalo itu kami setujui, tapi bila sayang maju sendiri maka kami melarangnya." Ucap Ciel yang di setujui oleh para istri Juli yang lainnya.
Juli hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak bisa tampil keren di depan orang-orang yang saat ini sedang menonton mereka.
"Baiklah sepertinya Gelombang para Monster akan tiba 10 menit lagi dan Para pasukan Planet ke-7 akan tiba 1 jam lagi. jadi mari kita pergi ke posisi kita masing-masing." ucap Juli tersenyum tipis.
semuanya hanya mengangguk dan segera pergi sesuai yang direncanakan tadi.
Juli yang kepo dengan pasukan para monster pun terbang ke atas langit menggunakan Kagune Ghoulnya.
SWOSHHHH....
Terpaan angin saat Juli terbang yang dimana Membuat debu berterbangan kemana-mana.
"Dasar Suami gak ada Akhlaknya, udah tau ada Anaknya yang paling kecil ikut malah bikin debu berterbangan." ucap Lily sambil melindungi tubuh Nami yang tertidur dipelukannya.
"Maaf yaa Lily, aku jadi merepotkan mu untuk menggendong Nami yang tertidur." ucap Melascula kepada Nami.
"Tidak apa-apa Melascula, lagian ini juga anak ku maka tidak apa-apa." ucap Lily tersenyum manis.
Melascula hanya mengangguk dan tersenyum manis lalu pergi menyusul kelompok 1 yang pergi ke barisan mereka.
sedangkan disisi Juli ia sudah berada di atas langit dan sedikit mendekati para Monster-monster itu.
Juli melihat bahwa ada seperti Mosnter yang memimpin seluruh Monster itu.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Heeeee.... sepertinya aku salah perhitungan, ternyata jumlah Monster yang datang kurang dari 500 juta dan hanya 250 juta saja." ucap Juli.
lalu ia pun segera memberitahu kepada para istrinya yang di kelompok 1.
__ADS_1
'Bronya, Jumlah musuh tidak sesuai perkiraan kita. musuh hanya berjumlah 250 juta saja yang dipimpin oleh monster Tingkat Raja yang berlevel 345.000.000.' ucap Juli.
'Tidak masalah Suami, nanti Bronya hanya akan menyuruh pasukan dan teman-temannya Suami untuk maju. bila mereka terdesak kami para istri dan anak mu akan turun tangan.' ucap Bronya.
'Baiklah bila seperti itu jadi aku tidak perlu turun tangan, aku serahkan kepada kalian.' ucap Juli.
'Baiklah Suami, kami pasti tidak akan mengecewakan mu.' ucap Bronya.
Juli hanya mengangguk dan segera kembali ke barisan terdepan untuk menunggu pasukan Kaisar Planet ke-7 tiba.
***
sedangkan disisi belakang barisan yang dimana kelompok 1 saat ini, Para Pasukan Juli sudah berbaris sesuai keahliannya mereka masing-masing.
Yang dimana Job Tanker akan didepan bersama Swordman, lalu Archer akan di belakang bersama Mage dan penyihir Support.
tidak membutuhkan waktu lama setelah mereka bersiap, mereka merasakan getaran gempa yang dimana diakibatkan oleh para monster yang berbondong-bondong untuk ke pusat dimensi alam Monster untuk mengambil artefak Buff itu.
GEMURUH....
BUMMMMM.....BUMMMMMM.....
para pasukan Tanker pun bersiap-siap untuk menahan para monster yang tiba lalu yang memimpin pasukan ini adalah istri dan anaknya Juli.
"Pasukan Tanker Tahan mereka dan alihkan perhatian mereka menggunakan SKILL Taunt kalian." ucap Velgrynd kepada pasukan Juli.
"Siap Yang Mulia." ucap pasukan Juli serentak.
Thankkkkk...
Para Tanker memukul perisai mereka yang dimana mereka mengaktifkan skill Taunt.
Para monster yang terpancing pun segera semakin beringas berlarian menuju pasukan Juli berada.
"Para Archer dan Mage serang mereka sekarang." ucap Bronya yang dimana ia juga ikut menembak bersama Laffey di sebelahnya.
"Mama... Laffey ambil haluan kanan, mama ambil haluan kiri. biarkan pare Archer dan Mage menghancurkan formasi tengah." ucap Laffey langsung pergi melesat bersama Kanna ke bagian kanan.
Bronya hanya mengangguk dan segera memerintahkan kepada pasukan.
"Serang bagian Tengah, masalah formasi kanan serahkan pada anakku dan aku bagian kiri." ucap Bronya.
"Siap Yang Mulia." ucap pasukan.
para pemanah dan penyihir pun langsung menembakkan serangan mereka.
SWUNGGGGG....
JLEBBBBB..... JLEBBBBB....
DUARRRRRRR.....
Serangan yang di berikan oleh para Pemanah dan penyihir berhasil mengenai para monster yang maju secara membabi buta, bagian tengah pun berhasil menumbangkan 40.000 Monster dan masih ada ratusan juta yang tersisa.
sedangkan di haluan kanan dibagian Laffey.
"Kanna bawa kakak terbang." ucap Laffey sambil menenteng senjata besar yang melebihi tubuhnya.
Kanna hanya mengangguk dan berkata.
"Baik kak, segera naik ke pundak Kanna." ucap Kanna yang sudah berubah wujud menjadi seekor Naga.
Laffey pun langsung melompat dan berada di punggung Kanna.
"Bawa kakak di ketinggian 1.000 kaki dari atas tanah." ucap Laffey.
Kanna hanya mengangguk dan segera terbang melesat ke atas langit.
setiba di atas langit Laffey mulai menyiapkan senjata besarnya yang ia bawa tadi.
ia pun mengarahkan senjatanya tepat di bagian formasi kanan para monster.
"Sepertinya disini tepat." ucap Laffey sambil menggeker para monster.
"IS SHOW TIME ....BANG." ucap Laffey sambil menembak senjata yang ia bawa.
DUARRRRRR....
BOAMMMMM....
senjata nya pun menembakkan sebuah Cahaya merah yang meledak seperti sebuah bom atom.
"Nice Shoot." ucap Laffey sambil mengacungkan jempol nya.
Kanna pun tidak mau kalah dan ia juga menyerang para Monster itu.
"Dragon Beat ; Dragon Basster." ucap Kanna dalam wujud Naga nya dan menembakkan sebuah cahaya kuning yang meledak seperti sebuah Bom atom berskala Internasional.
BOAMMMMM....
Laffey yang melihat itu pun berkata.
"Heeee....kau curang Kanna, kau menggunakan 10% kekuatan mu." ucap Laffey tidak terima dan mereka berdebat di atas langit.
sedangkan disisi Bawah kepala academi dan para istri baru Juli terkejut melihat kengerian dan kekuatan yang di perlihatkan oleh anak-anaknya.
'Sungguh Bila mereka marah bisa saja dengan mudah menghancurkan benua timur tanpa pasukan sama sekali.' batin kepala academi melihat itu.
__ADS_1
disisi Bronya yang melihat anaknya sudah maju duluan pun tidak mau kalah.
Bronya segera terbang menggunakan robot nya menuju formasi kiri para monster.
saat tepat di ketinggian 1.500 kaki dari permukaan tanah Bronya pun segera merubah wujudnya dalam mode tempur.
Juli yang melihat istrinya berubah dalam mode tempur pun terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Bang*sat istri loli ku, berubah asw." ucap Juli dengan mata berbinar-binar.
yang lainnya hanya diam menatap datar Juli yang terkejut segitu parahnya.
Juli yang merasa ditatap oleh orang-orang pun berkata.
"Kenapa iri kah gak punya istri loli yang bisa berubah menjadi kanjeng Ratu?." ucap Juli dengan nada mengejeknya.
yang lainnya hanya diam dan kesal, sedangkan Juli tersenyum kemenangan.
'Emang gak salah punya istri banyak dan Op parah.' batin Juli bahagia.
kembali ke sisi Bronya.
setelah ia berubah dalam wujud Kanjeng Ratu ia pun segera menyiapkan serangannya.
"Persiapkan Senjata Pemusnah massal." ucap Bronya.
[Ready On.] bunyi sebuah suara dari robot yang Bronya tunggangi.
Bronya hanya mengangguk dan melihat di sekitarnya muncul sebuah senjata berukuran besar dengan jumlah 50 senjata.
[Daya senjata terisi penuh, Siap ditembakkan.] ucap robot Bronya.
"Mari kita selesaikan." ucap Bronya tersenyum manis.
[Ready On, Ready Start.] ucap robot.
"Tembakan." ucap Bronya seketika senjata besar yang disekitarnya menembakkan sebuah peluru beruntun yang sangat banyak.
DORRR.....DORRRR....DORRRR....
Peluru itu terus menembak hingga menghancurkan setiap para monster menjadi bubur.
setelah 3 menit berlalu senjata besar itu pun berhenti menembakkan peluru.
"Mode 2 Pemusnah massal." ucap Bronya.
Tiba-tiba Senjata besar yang ada disekitarnya pun mulai bergerak dan menjadi 1 senjata yang berukuran sangat besar sekali.
[Daya Terisi penuh, Ready On.] ucap robot Bronya.
"Selesaikan sekarang juga." ucap Bronya.
[Yes, Master.] ucap robot Bronya.
Senjata besar itu pun langsung mengeluarkan sebuah Laser cahaya yang sangat kuat.
Sringgg....
BOAMMMMM....
cahaya Laser itu pun meledak hingga menghancurkan 10km meter di sekitarnya yang dimana para monster musnah seperempatnya.
monster yang tersisa pun hanya sekitar 160 juta karena banyak yang mati dibunuh oleh Laffey, Kanna, dan Bronya.
"Para pasukan Tanker, Swordman, Spear, Dan Assassin segera maju untuk menyerang." ucap Bronya dari atas Langit.
para pasukan Juli hanya mengangguk dan segera maju.
"Ayo kita juga maju, biar tidak hanya menjadi beban, hitung-hitung buat naikan Level." ucap Kenzo kepada Anggota 10 Dewan Elite lainnya, kecuali Zero dan Juli yang berada di garis terdepan.
anggota 10 Dewan Elite hanya mengangguk dan segera maju untuk menyerang para Monster yang tersisa.
sedangkan disisi Arena academi para penonton yang melihat siaran langsung dari layar hologram yang diberikan oleh Raphael pun takjub, takut, sekaligus terkejut dengan bersamaan karena melihat itu.
"Sepertinya Keluarga Yuuzaki bukan omongan saja, mereka memang para Monster yang sedang menyamar sebagai manusia. tidak mungkin ada manusia yang memiliki kekuatan seperti itu, bahkan anak kecil itu saja bisa berubah menjadi Naga." ucap Raja Arthur Pendragon kagum dan takut secara bersamaan.
"Kau benar Raja Arthur, mereka seperti keluarga Dewa yang sedang memantau perkembangan para alam semesta ini. Dan mereka berbahaya secara bersamaan, kau lihat tadi apa yang digunakan oleh anak kecil tadi? memang di dunia ini ada senjata macam gitu? terutama wanita yang berubah wujud tadi, kekuatannya meningkatkan puluhan kali lipat." ucap Raja Leo.
"Benar, Sungguh beruntung Raja Philip mempunyai menantu yang sangat kuat dan hebat." ucap Raja Baltra yang di angguki oleh Raja lainnya.
sedangkan putri ke 3 yaitu Rose Liones ia hanya fokus kepada Juli karena sudah sekian lama ia tidak bertemu dan ia juga terkejut saat itu mendengar bahwa Juli meninggal saat pertempuran dan ia tidak berbicara selama 5 bulan dan hanya makan disaat para pelayanan mengantarkan makanan.
ketika ia mengetahui bahwa Juli masih hidup disaat Juli Membunuh paus dari kerajaan Holy Kingdom ia pun sangat senang dan semangat yang yang dulu hilang telah kembali tiba.
'Tuan Juli aku tidak sabar menunggu mu untuk bertemu seperti dulu.' batin Putri Rose berharap bahwa ia akan bertemu dengan Juli dan akan menyatakan perasaannya agar ia tidak kehilangan Juli lagi.
Bersambung....
***
author sekarang Up nya paling cepat 3 hari 3/5 bab yaa, paling lama 5 hari 3 bab.
tapi tenang aja author tetap bakal lanjutkan cerita ini kok, author emang ada rencana buat cerita baru tapi itu nanti pas semua urusan author selesai urus pendaftaran sekolah Ade author.
pokoknya nanti author kasih tau judulnya, ceritanya gak kalah seru dari yang ini. dan juga MC nya bakal punya banyak istri dan MC nya Badas dan gak naif.
__ADS_1
itu aja dulu jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.