
setelah semua nya terkejut di depan pintu. mereka pun berkumpul di ruang keluarga, dan didalam ruang keluarga hanya ada keheningan hingga.
"Hachiiiii....ban**** siapa yang omongin aku" ucap Juli sehabis bersin.
Elena dan Clarisha hanya menatap Juli datar.
"kenapa? apa kalian tidak rindu aku setelah aku berlatih 3000 tahun?" tanya Juli.
Clarisha yang mendengar itu hanya diam, sebenarnya dia ingin sekali melompat ke pelukan Juli karena di sangat rindu tapi dia tahan karena ada adiknya Juli. {jaga image didepan adik ipar:v}
sedangkan untuk Elena hanya diam memperhatikan Juli dari tadi.
"bisa kau berhenti menatap kakak mu Elena? aku merasa disini aku yang bersalah" ucap Juli lemas.
"iyaa kau memang bersalah, sangat bersalah" ucap Elena dengan kesal lalu membuang muka.
Juli yang paham sifat Elena hanya menghembus nafas secara pelan.
"hufttttt....baiklah kakak tau kalo kakak salah dan kakak minta maaf telah meninggal kan mu di bumi tanpa ijin terlebih dahulu" ucap Juli.
'emang harus aku ijin yaa? kan aku dipanggil secara paksa' batin Juli.
"jadi apa yang biasa harus kau lakukan waktu kecil?" ucap Elena yang masih membuang muka.
Juli yang mendengar itu pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Elena lalu di bersujud.
"maafkan kakak yang sudah melakukan kesalahan" ucap Juli sambil berpose dogeza.
Elena yang melihat kakaknya melakukan dogeza.
"berdirilah kakak, aku sudah memaafkan nya dan juga aku ingin berbicara padamu ini penting" ucap Elena serius.
Juli yang melihat Elena serius pun merasa ini hal sangat penting.
Juli pun bangkit dari posisi dogeza nya.
"apa yang ingin kau bicarakan Elena? tidak seperti biasanya kau?" ucap Juli.
Elena pun ingin berbicara tapi dia tidak berani menatap Juli dan tangannya bergetar.
"kakak aku ingin berbicara. apakah kakak masih menganggap ku adik mu? karena selama ini aku selalu memperlakukan mu secara kasar Hikssss.....Hikssss jadi aku minta maaf kakak" ucap elena yang masih menundukkan kepalanya dan menangis.
Juli yang melihat Elena seperti itu merasa tidak tega biar bagaimanapun elena adalah keluarga nya yang masih ada dan mau menerimanya dulu dibumi.
"apa yang kau katakan adikku yang bodoh? kau selalu manjadi adikku walaupun kau jahat kepada kakak mu ini. lagian aku sudah berjanji kan selalu bersamamu hingga kau menemukan orang yang bisa menjaga mu" ucap Juli sambil tersenyum lalu mengusap air mata Elena.
"jadi berhentilah menangis, ingat keluarga Yuuzaki tidak pernah mengajarkan untuk seorang wanita saat meminta maaf sambil menangis" ucap Juli yang langsung memeluk adiknya.
Elena yang melihat kakak nya masih sayang dengan dia walaupun dia sudah kasar kepadanya merasa sedih dan menangis di pelukan Juli.
"sudah-sudah sekarang kau ceritakan bagaimana kau bisa ada disini lalu nanti kakak akan menceritakan hal yang serius juga ini ada masalahnya dengan orang tua kita" ucap Juli melepaskan pelukannya.
lalu Elena pun melepaskan pelukannya dari Juli dan tersenyum.
"baiklah kakak dan makasih sudah mau memaafkan ku" ucap Elena tersenyum manis.
"kau adikku jadi tidak perlu bilang makasih yaa" ucap Juli.
Elena hanya mengangguk kepala lalu duduk kembali sedangkan untuk Clarisha hanya diam dan tersenyum setelah melihat itu.
"oiyaa elena apa kau sudah mengenal dia?" tanya Juli sambil menunjuk ke arah Clarisha.
"sudah dia kan Dewi Clarisha, Dewi kuno terkuat nomor 4 toh?" ucap Elena polos.
Juli yang melihat itu hanya menepuk kepalanya dan melirik ke arah Clarisha. dia melihat Clarisha hanya mengangkat bahu nya seolah-olah berkata 'dia tidak bertanya, jadi nya aku tidak memberi tahu itu'.
__ADS_1
"baiklah elena, perkenalkan kembali dia adalah Dewi Clarisha seorang Dewi kuno terkuat nomor 4 dan Dewi pengetahuan. dia merupakan istri kakak mu yang tampan ini" ucap Juli yang dimana ke dua gadis itu juga bingung dengan perubahan Juli.
Yap Juli telah berubah setelah melakukan gabungan dengan Mana Pure. yang dimana Juli sekarang memiliki rambut berwarna putih dan beberapa helai rambut bagian depan berwarna hitam, memiliki mata berwarna merah dan kulit putih mulus. yang dimana bila gadis melihatnya akan tergila-gila.
"aku tidak memperdulikan Dewi Clarisha adalah istri mu kakak. tapi yang aku perduli kan kenapa kau sangat berbeda?"tanya elena.
"berbeda? aku tidak ada berubah sama sekali kok" ucap Juli.
[Ayah memang berubah sejak bergabung dengan Mana Pure. yang dimana fisik serta bentuk tubuh ayah berubah] ucap Rapunzel.
Juli pun bingung dan mencari kaca di ruang tamu lalu melihatnya.
"Akhhhhhh....siapa dia? kenapa tampan sekali? tidak mungkin itu aku? tapi tunggu kenapa dia ikut kaget? jangan-jangan dia pria tampan ini adalah aku?" ucap Juli narsis sambil bergaya aneh di depan cermin.
"apakah Anata selalu seperti itu Elena?" tanya Dewi Clarisha.
"tidak, kurasa semenjak pindah ke dunia ini otaknya sedikit stress" ucap elena.
"tapi sebelumnya dia tidak seperti itu kok elena" ucap Dewi Clarisha.
"maksud kak Clarisha, kakak ku berubah semenjak melakukan pelatihan? kalo emang iya maka pelatihnya yang mengajarkan seperti itu" ucap Elena lemas dan mulai merubah panggilannya terhadap Dewi Clarisha.
"sepertinya memang gitu elena. sebelum dia pulang ini dia berlatih dengan Dewi Artemis yang di bilang gila kalo dihina orang lain. soalnya dia malah bangga saat dihina" ucap Clarisha.
"Semoga saja kakak cepat sembuh" ucap elena Prihatin.
lalu Juli pun kembali ke tempat duduknya.
"jadi bisa kau menjelaskan kenapa kau bisa ada disini?" ucap Juli langsung ke intinya lagi.
Elena hanya mengangguk lalu menjelaskan semuanya dari awal hingga dia juga disuruh berlatih dengan dewa Tang Xu untuk bermain pedang.
Juli hanya mengangguk kepala dan paham garis besarnya.
"jadi bukan hanya kau saja yang kesini yaa? dan kau bilang teman lama kakak juga ikut terpanggil? maka ke 2 gadis itu juga ikut" ucap Juli yang tidak mengetahui bahwa itu malapetaka bila dia ngomong tentang itu.
'sial aku injak ranjau' batin Juli pucat.
"mereka adalah teman lama ku Clarisha, jika kau tidak percaya maka tanyalah ke Elena" ucap Juli melirik ke Elena seolah minta tolong.
tapi sayangnya tidak sesuai dugaan nya.
"yaa itu benar kakak Clarisha mereka hanya teman kakak, tapi mereka berdua menyukai kakak bahkan salah satu dari mereka sudah mendeklarasikan bahwa kakak adalah suaminya dimasa depan. bahkan teman ku yang baru berumur 15 tahun juga menyukainya" ucap elena polos.
seketika Clarisha semakin tersenyum menakutkan.
"wowwww.... ternyata hebat sekali Anata ku ini bukan hanya 2 gadis tapi anak berumur 15 tahun juga di sikat" ucap Elena yang masih tersenyum mengerikan.
"ampuni hamba nyonya besar, hamba tidak tau apa-apa. hamba berani bersumpah bila berbohong maka di sambar petir Dewi Artemis" ucap Juli dengan posisi dogeza.
Elena yang melihat itu hanya tertawa kecil karena puas melihat kakaknya seperti ini lagi.
"baiklah aku akan mengampuni mu Anata tapi 1 syarat" ucap Clarisha.
"apa syaratnya nyonya besar? saya akan melakukan nya" ucap Juli.
"syaratnya gampang sekali Anata hanya perlu memperkenalkan ku dengan saudara-saudara ku itu karena mereka akan menjadi istri mu juga nantinya" ucap Clarisha dengan merubah senyum nya yang manjadi manis.
"baiklah nyonya saya akan melakukan nya" ucap Juli.
Elena hanya menggelengkan kepala karena melihat kakaknya yang takut dengan istri sendiri seperti ayahnya dulu.
"jadi Kakak apa yang ingin kau bicarakan tadi?" tanya Elena untuk mengubah topik pembicaraan.
Juli pun hanya mengangguk kepala lalu kembali duduk.
__ADS_1
"ini masalah takdir yang kita jalanin di dunia ini elena dan ini juga menjadi takdir ayah dan ibu sebelumnya tapi mereka tidak bisa menyelesaikan nya" ucap Juli.
lalu Juli menjelaskan semuanya dari takdir mereka dan tentang orang tua mereka yang dulu merupakan pasangan pahlawan kuno yang berani menentang dewa Zeus dan pasukannya.
"jadi ayah dan ibu dulu juga seperti ini? pantas saja waktu itu aku sempat mendengar kata ibu untuk selalu membantu kakak apa pun yang terjadi" ucap Elena serius.
"maka dari itu kita akan berlatih dengan para dewa dan Dewi kuno terkuat disini, lalu kita akan merubah dunia ini untuk tidak ada peperangan lagi. tapi masalah paling serius adalah musuh kita si Yama, levelnya dikatakan lebih kuat daripada dewa dan Dewi kuno terkuat disini" ucap Juli.
elena yang mendengar itu pun kaget karena di tahu seberapa kuat para dewa dan Dewi disini walau hanya mengeluarkan auranya yang kecil.
"jadi kakak, apa kakak punya rencana?"tanya Elena serius.
"yaa kakak punya dan kakak juga sudah bertemu 2 leluhur ras kuno dan masih ada yang belum kakak ketahui tempat mereka" ucap Juli.
lalu Juli berkata lagi "dan untuk leluhur ras Vampire kuno kakak sudah tau tempatnya tapi kakak akan berlatih pedang dulu dengan dewa Tang Xu, lalu mencari dewa Hercules untuk latihan dan meminta ijin untuk memasuki dungeon rank SSS itu" ucap Juli.
Clarisha yang mendengar itu pun kaget karena dia tau seberapa bahaya dungeon itu.
"Anata apa yang kau pikirkan disana sangatlah berbahaya dan monster disana ada yang berlevel 450.000, apa kau ingin mati haaa?" ucap Dewi Clarisha marah.
"kau tenanglah sayang, ini juga ku lakukan demi mengumpulkan para leluhur kuno dan melawan Dewa Zeus. kau tidak perlu khawatir aku akan berlatih disana setelah berlatih dengan dewa Hercules" ucap Juli menenangkan Clarisha.
"baiklah aku ijin kan kau untuk melakukan itu tapi bila ku tau kau mati disana maka aku yang akan menghancurkan dewa Zeus secara langsung karena ini juga ulahnya" ucap Clarisha yang kesal.
Juli hanya mengangguk "baiklah aku berjanji tidak akan mati, tapi aku tidak berjanji bila aku terluka" ucap Juli.
Clarisha hanya mengangguk kepala saja.
"dan untuk mu Elena kau sebaiknya berlatih dengan Dewi Artemis setelah ini, dan setelah kau berlatih dengan Dewi Artemis maka datanglah kesini lagi dan bertanya pada Clarisha tentang dunia ini. lalu kita akan memasuki dungeon itu bersama-sama tapi kau hanya akan sampai di lantai 500 dan sisanya serahkan pada ku" ucap Juli serius.
"baiklah kakak aku paham, kalo begitu aku pergi dulu untuk berlatih. karena dari perkataan kakak bahwa perang tidak akan lama lagi jadi lebih cepat lebih baik" ucap Elena berdiri dan ingin pergi.
"yaa kau benar elena kalo begitu semangat lah berlatih dan berhati-hati lah, bila kau bertemu dengan bawahan kakak yang bernama Kuro dan Gabil maka katakan bahwa kau adik ku yang menjadi bagian dari takdir ini" ucap Juli tersenyum.
Elena hanya mengangguk lalu pergi.
dan diruangan itu hanya tersisa Juli dan Clarisha.
*Hening....
Hening*....
"apa kau tidak rindu dengan suami mu?"tanya Juli yang melihat Clarisha hanya diam memperhatikan nya.
Plukkkkk....
Clarisha pun memeluk Juli dengan erat seolah-olah tidak ingin lepas.
"maaf yaa sudah meninggalkan mu dalam waktu lama" ucap Juli sambil mengelus kepalanya Clarisha.
Clarisha hanya mengangguk kepala.
"baiklah aku akan beristirahat selama seminggu dulu disini lalu akan lanjut latihan lagi" ucap Juli.
"baik mari kita mengadakan makan-makan untuk merayakan kepulangan mu Anata" ucap Clarisha semangat.
Juli hanya mengangguk kepala dan mengikuti Clarisha yang menariknya ke dapur.
Bersambung....
***
JANGAN lupa like, vote, share dan kasih bintang 5 juga yaa.
jangan lupa komen buat kasih saran.
__ADS_1
see you next time dan bye bye.