
Juli dan yang lain pun saat ini sedang Melawati rute tercepat untuk sampai di rumahnya.
saat diperjalanan mereka menikmati suasana sejuk dan nyaman dari hutan-hutan dan lahan pertanian.
mereka juga menyapa para orang-orang disana, mereka juga ngobrol dengan bahagia bahkan Juli dan Zero sering bertengkar karena masalah sepele.
setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam mereka pun tiba di Mansion milik Juli.
saat tiba mereka disambut oleh para penjaga disana.
"selamat datang Tuan besar dan nyonya Lily."ucap para penjaga.
Juli hanya mengangguk dan memperkenalkan orang-orang yang bersamanya.
bila para penjaga melihat mereka maka sambutlah seperti ia menyambut Juli dan para istrinya.
para penjaga itu pun paham.
Juli hanya mengangguk dan kembali mendorong kursi roda Theresia.
sedangkan Sena, Emma, dan Theresia terkejut dengan Level yang dimiliki oleh para penjaga Mansion milik Juli.
bahkan di Kekaisaran Hikari pasukan Elite hanya berlevel rata-rata 90.000.000 dengan jumlah 10.000 yang dipimpin oleh ayah Roberto.
untuk Zero hanya biasa saja melihat itu karena ia tau seberapa kuat bawahan Juli yang lainnya.
"Juli kau sungguh hebat."ucap Emma kagum pada Juli.
Juli hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
CLEKKK....
lalu pintu Mansion terbuka yang dibuka oleh Maid Juli.
"Selamat datang kembali Tuan besar dan nyonya Lily."ucap Maid itu dan membawa mereka ke ruang tamu.
di sana sudah ada Kirigiri, Miya dan juga Kinako.
"Aku Pulang."ucap Juli.
Kinako yang mendengar suara tidak asing pun langsung memeluk Juli.
"Ayah selamat datang kembali."ucap Kinako tersenyum manis.
Juli hanya mengangguk dan mengelus rambut anaknya.
"Selamat datang kembali sayang."ucap Kirigiri tersenyum manis.
Juli hanya mengangguk dan mengelus rambut Kirigiri.
"selamat datang kembali Juli dan Lily."ucap Miya tersenyum manis.
Juli dan Lily hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Aku pulang Miya."ucap Juli sambil mengelus rambut Miya.
Miya yang di elus kepalanya oleh Juli pun merasa sangat bahagia dan malu-malu.
Juli yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya dan mengenal kan yang lainnya.
setelah menjelaskan mereka semua dan juga tentang Zero Kirigiri pun mengangguk dan berkata.
"Selamat datang kembali kakek."ucap Kirigiri membungkukkan badannya.
Zero hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
lalu ia melihat Kinako dan berkata.
"Kinako ayo main sama kakek."ucap Zero yang sudah merubah penampilan nya seperti awal bertemu Juli.
begitu juga Juli yang merubah penampilannya Kembali saat melawan 10 Chaos Legion.
para wanita pun sangat terkejut kecuali Kirigiri.
Juli yang paham akan itu pun menjelaskan tentang penyamarannya untuk masuk academi Barbara.
setelah menjelaskannya para wanita itu mengangguk paham dan Sena berkata.
"Suami kau terlihat sangat keren seperti itu."ucap Sena dengan mata kagumnya.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Baiklah hari ini kita akan berpesta untuk merayakan keberhasilan kita lolos masuk academi Barbara walaupun aku menyogok kepala academi sih hehehe.,."ucap Juli tertawa kecil.
para wanita yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala dan Kirigiri pun berkata.
"Baiklah sayang aku akan menyuruh beberapa maid untuk membeli kebutuhan untuk kita berpesta nanti."ucap Kirigiri yang berdiri pergi.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Oiyaa suruh juga maid untuk membeli 1 Tong bir mahal yaa."ucap Juli sedikit berteriak pada Kirigiri.
Kirigiri hanya mengangguk dan menyuruh Maid.
sedangkan para wanita yang lainnya sedang mengobrol bersama terlihat bahwa mereka sangat akur sekali.
__ADS_1
Juli yang melihat itu pun bergumam.
'Heheheh.... seperti ini kah rasanya melihat para calon istri akur.'batin Juli sambil tersenyum menjijikkan.
2 jam pun berlalu...
maid yang disuruh oleh Kirigiri pun telah kembali dan membeli banyak sekali kebutuhan buat pesta mereka, bahkan sampai membawa 2 kereta kuda.
mereka juga membeli 100 kg daging ayam dan 50 daging sapi tidak lupa juga mereka Membeli sosis besar yang sangat banyak sekali untuk pesta dan banyak sekali sayur-sayuran serta buah-buahan, mereka juga membeli banyak sekali makanan ringan untuk para wanita.
Juli yang melihat itu pun tersenyum bahagia dan segera berbicara pada Raphael.
'Raphael bisa kau mengajak ibu serta adik-adik mu yang lainnya untuk ke rumah ayah? karena ayah sedang mengadakan pesta makan-makan untuk merayakan keberhasilan lulus masuk academi Barbara.'ucap Juli.
'Baik ayah tunggu 30 menit lagi Raphael dan yang lainnya akan tiba disana.' ucap Raphael terlihat sangat bahagia.
Juli hanya mengangguk dan menyuruh para penjaga mencari kayu bakar untuk membakar daging buat pesta nanti malam.
para penjaga pun segera mencari kayu bakar sedangkan para wanita sedang menyusun bahan-bahan makanan di halaman belakang Mansion.
setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya penjaga rumah Juli telah tiba dan membawa cukup banyak kayu bakar untuk membuat daging bakar.
Juli dan para penjaga pun menyusun kayu itu dengan rapi.
setelah selesai tiba-tiba muncul portal Cahaya di hadapan Juli yang tidak lain itu adalah para istri dan anaknya yang tiba.
"AYAHHHHH...."ucap Selena melompat kepada Juli.
begitu juga dengan Nami dan Mizuki.
Juli pun memeluk mereka secara bergantian dan mengelus rambut anaknya.
"Xixixixi...apa kalian rindu dengan ayah?."ucap Juli tersenyum manis.
"Tentu saja, lihat bahkan Nami tidak mau melepaskan ayah."ucap Selena sambil menunjuk Nami yang memeluk Juli dengan mata tertutup atau bisa dibilang ia tidur.
Juli hanya menggelengkan kepala dan tersenyum manis melihat tingkah anaknya.
Juli juga menyapa dan memeluk anak-anaknya yang lain.
"Juli dimana kakek mu?."ucap Nenek Juli atau Xia.
"Owhhh Nenek, kakek sedang berada diruang tamu bermain bersama anak ku Kinako."ucap Juli tersenyum tipis.
Xia hanya mengangguk dan berkata.
"Nenek mau mendatangi kakek mu dulu yaa."ucap Xia tersenyum tipis.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
Xia yang mendengar itu pun berkata.
"Apa kau iri cucu ku?"ucap Xia tersenyum manis.
Juli pun berkata.
"Tidak, aku tidak iri karena semua istri ku ada disini."ucap Juli sambil mengumpulkan semua istrinya untuk mendekat.
Xia yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dan pergi keruang tamu untuk mendatangi Zero.
Juli hanya tertawa melihat tingkah neneknya.
"Suami apa sudah puas memeluk anak-anak? kami para istri kapan?"ucap Clarisha cemberut.
para istri Juli yang lainnya setuju.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Baiklah tunggu sebentar."ucap Juli lalu ia mengeluarkan jurus Psyhical Clone nya menggunakan pedang Lostvayne menjadi 13 bayangan.
lalu salah satu dari bayangan itu pun berkata.
"peluk kah kami, kami semua sama tidak ada yang berbeda."ucap bayangan Juli itu.
para istri Mengangguk dan langsung melompat memeluk Juli dengan ganas.
setiap Bayangan Juli memeluk 2 istrinya dan ada 1 bayangan 1 istri, yang dimana jumlah total istri resmi Juli berjumlah 27 orang.
setelah memeluk kurang lebih 10 menit akhirnya para istri Juli melepaskan pelukan mereka dan Juli Kembali menjadi 1 lagi.
"Apa kalian sudah cukup untuk mengobati kangen kalian?"ucap Juli tersenyum manis.
para istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis juga.
"Baiklah tolong para istri ku tersayang bisakah kalian memotong daging dan sayuran disana untuk pesta nanti?."ucap Juli.
para istri Juli hanya mengangguk dan mereka memulai tugas mereka semua mulai dari memotong daging dan sayur serta menusuk daging menjadi sate.
untuk Juli ia sedang bermain bersama anak-anaknya dan Ban juga ikut disana.
"Jadi Ban apa yang kau lakukan selama di Dimensi ku?."ucap Juli sambil mengelus rambut Nami dan Laffey yang tidur di kedua pahanya.
"Aku hanya fokus menaikkan Level serta kemampuan ku kapten."ucap ban yang juga sedang mengelus rambut anak laki-laki yang tidak lain adalah anaknya bernama Lancelot yang berumur 2 tahun.
Juli hanya mengangguk saja dan mereka mengobrol tentang hal tidak penting.
__ADS_1
saat mereka mengobrol ada salah satu penjaga mengatakan bahwa ada kepala academi Barbara datang untuk mengantarkan seragam academi.
Juli yang mendengar itu pun menyuruh penjaga itu membawa kepala academi kemari karena ia tidak bisa kemana-mana karena anaknya tertidur.
setelah penjaga itu pergi datanglah kepala academi Barbara yang juga ikut duduk di karpet piknik berukuran sangat besar bahkan muat untuk 500 orang duduk.
"Selamat Sore tuan Juli."ucap kepala academi Barbara.
"Selamat Sore juga kepala academi."ucap Juli.
lalu kepala academi Barbara pun berkata.
"Tuan Juli seragam academi sudah saya berikan kepada Nona Lily tadi saat berselisih dijalan menuju ke sini."ucap kepala academi.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah kepala academi terimakasih karena sudah mengantarkan seragam kami, dan karena kepala academi sudah ada disini kebetulan sekali kami sedang berpesta maka mari ikut juga."ucap Juli tersenyum tipis.
kepala academi yang mendengar itu pun berkata.
"Baiklah jika tuan yang menyuruhnya."ucap kepala academi Barbara.
Juli hanya mengangguk dan memperkenalkan istri dan anak-anaknya Juli.
kepala academi yang diberitahukan nama istri serta anaknya merasa bingung karena terlalu banyak.
setelah memperkenalkan mereka pun mengobrol dan kebetulan Zero juga datang dan ikut bergabung.
saat mengobrol datang juga Yato, Kuro, Gabil, Tank, dan Tusk. Juli juga mengajak mereka duduk untuk mengobrol bersama.
Untuk anak-anak mereka bermain bersama king, Chinatsu, Tiger, dan juga Draken. untuk anak laki-laki nya mereka bermain bola bersama.
Juli yang melihat itu semua merasa bahagia karena ini adalah hari yang sangat menyenangkan menurutnya.
setelah para istri Juli mempersiapkan bahan-bahan pesta makan-makan pun dimulai oleh Juli yang mengucapkan beberapa patah kata yang tidak berguna.
Juli juga menyuruh para penjaga dan maid yang membakar daging ayam serta sapi bersama sosis.
untuk istrinya Juli mereka sedang bergosip seperti ibu-ibu komplek membahas Lily, Miya, Sena, Emma, dan Theresia yang diijinkan menjadi istri Juli bila mereka mau.
sedangkan untuk anak-anaknya Juli pasangkan layar tancap dengan menyetel film-film yang ada di dunia nya dulu seperti film Turbo yang siputnya laju kaya mobil balap F1 tuh.
untuk para laki-laki mereka semua sedang duduk bersama minum bir sambil mengobrol tentang kekuatan para bangsa iblis dan musuh-musuhnya Juli.
setelah menunggu kurang lebih 1 jam akhirnya semua daging pun masak dan telah disajikan dimeja panjang.
Juli pun menyuruh mereka untuk mengambil makanan.
mereka pun mengantri sangat panjang untuk mengambil makanan seperti orang prasmanan.
setelah itu mereka kembali duduk di tempat duduk mereka masing-masing, Juli juga menyuruh para maid dan penjaga ikut makan bersama.
awalnya Mereka ingin menolak tapi mereka tau sifat Juli terhadap bawahannya yang sangat memaksa pun, tidak ingin membantah dan hanya menuruti nya.
mereka semua pun mulai makan sambil menonton layar tancap yang sedang menayangkan film Godzilla VS Kong.
terlihat bahwa orang-orang dari dunia ini sangat kagum dengan itu tapi berbeda bagi orang-orang yang sudah tinggal di Kekaisaran Holy Britannian, mereka sudah sangat tidak asing lagi dengan film beginian.
"Wahhh sangat keren sekali yaa dunia kalian sebelumnya."ucap Lily kagum melihat film itu.
Kirigiri, Sena, Miya, Emma, dan Theresia mengangguk setuju.
"Makanya jadi istrinya suami maka kalian tidak akan kepo melihat film beginian."ucap Alice menggoda mereka untuk secepatnya menjadi istri Juli.
para wanita itu menjadi malu-malu ketika mendengar itu.
mereka pun makan dengan sangat lahap bahkan daging yang menumpuk setinggi gunung setelah dibakar pun habis ludes.
karena mereka keasyikan makan sambil menonton.
disela-sela itu juga Juli menyuapi anaknya yaitu Selena, Nami , Mizuki, Laffey, kanna, Aoi, dan Kinako yang sangat manja untuk menyuruh Juli untuk menyuapi mereka.
Juli pun dengan senang hati melakukan itu karena ia juga sangat senang menyuapi anaknya.
setelah film itu habis barulah mereka juga telah selesai makan.
semua piring-piring dibersihkan oleh para maid yang dibantu oleh para penjaga.
lalu mereka pun melanjutkan menonton film Fast and Furious sambil menikmati makanan ringan dan para pria dewasa meminum bir.
tapi anehnya mereka semua tidak ada yang mabuk meski sudah minum sangat banyak sekali.
Juli juga menyuruh penjaga dan maid untuk gabung bersama mereka setelah mereka bersih-bersih.
Juli yang melihat kebahagiaan setiap para istri dan anak-anaknya pun sangatlah bahagia dan senang karena itu.
dia pun juga semakin bertekad untuk mengalahkan semua musuh-musuhnya untuk melindungi istri dan anaknya.
pesta itu pun dilanjutkan hingga pagi hari.
Bersambung...
***
maaf yaa kalo cerita chapter ini gak nyambung..
__ADS_1
jangan lupa, like, vote, share dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.