
saat ini Juli berserta anak-anaknya kembali ke Medan tempur.
"ayah aku boleh melawan Anggota The Seven Commandments kan?"ucap Ryuu berharap.
Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Bunuh juga boleh."ucap Juli tersenyum.
Ryuu yang mendengar itu sangat senang dan ikut tersenyum menyeringai.
lalu Killua pun berbicara.
"Ryuu nanti kita lawan anggota The Seven Commandments yang terkuat yaa. yang menang nanti boleh masuk dungeon tingkat Neraka."ucap Killua tersenyum tipis.
Ryuu yang mendengar itu semakin semangat membara.
"Tentu saja aku yang akan menang."ucap Ryuu percaya diri.
killua hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
tetapi itu memanglah kenyataan bahwa anggota The Seven Commandments bukan apa-apa dengan anak Juli.
bahkan Selena anak Juli yang paling kecil bisa membuat anggota The Seven Commandments terluka dengan sihir terkuatnya meski berbeda level sangat jauh.
Raphael pun berkata.
"Ayo aku tantang kalian harus menggunakan Serangan fisik tanpa menggunakan sihir apapun. gimana setuju?"ucap Raphael tersenyum tipis.
Ryuu dan Killua yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Tentu kami terima."ucap mereka berdua.
anak-anak Juli yang lain tidak mau kalah dan Kanna berbicara.
"Kanna juga menantang Haruka untuk membunuh musuh paling minimal 30 juta."ucap Kanna.
Tamiko pun mengangkat tangannya dan berkata.
"Tamiko juga menantang kakak Raphael membunuh semua bangsawan iblis bersama kakak Rapunzel."ucap Tamiko.
Ai juga mengangkat tangannya dan berkata.
"Kakak juga mau menantang Shin untuk melawan 3 Demon king bersama mika."ucap Ai.
dan masih banyak lagi anak-anak Juli membuat tantangan seperti main truth or dare.
Juli hanya menggelengkan kepala karena melihat anak-anaknya merasa bahwa perang ini seperti main tembak-tembakan.
lalu Juli pun berbicara.
"Baiklah ayah menantang kalian semua untuk melawan musuh menggunakan 50% kekuatan asli tanpa mengeluarkan sihir. yang kalah harus membersihkan Kekaisaran bersama para maid selama 1 bulan."ucap Juli tersenyum tipis.
anak-anak Juli yang mendengar itu sedikit terkejut tapi kembali tenang dan tersenyum menyeringai.
"Kami menerima nya."ucap Mereka semua.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
waktu pun berlalu kereta kuda Juli dan anak-anaknya telah tiba di Medan pertempuran.
saat tiba ia melihat pasukannya sudah bersiap-siap untuk perang.
lalu tiba-tiba ada Kotaro muncul dihadapan Juli dan berkata.
"Tuan kami melihat bahwa bangsa iblis akan tiba 4 jam lagi. jumlah mereka kurang lebih 350 juta pasukan, 200 bangsawan tingkat Duke, 3 Demon king, dan 7 Anggota perintah Tuhan."ucap Kotaro.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Apa ada lagi?."ucap Juli.
Kotaro mengangguk dan berkata.
"ada Tuan. setelah kepergian tuan dari kerajaan EXODIA, saya melihat para pahlawan laki-laki sedang berbicara dengan seorang berjubah hitam yang kami tidak tau siapa orang itu."ucap Kotaro.
Juli pun mengerutkan keningnya dan berkata.
"Apa kau tau yang mereka bicarakan?."ucap Juli.
Kotaro mengangguk dan berkata.
"Orang itu berkata "Kami akan membantu mu untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalangi rencana kita untuk mengambil artifak di academi Barbara. lalu kami juga telah mengirimkan 500.000 Monster berlevel 900.000 keatas menuju kerajaan EXODIA." itulah yang dikatakan orang berjubah itu tuan."ucap Kotaro.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Aoi dan Tamiko kalian kembali ke tempat kakek dan nenek kalian. dan lindungi kerajaan EXODIA bersama 10.000 pasukan ayah. segera pergi."ucap Juli serius.
Aoi dan Tamiko hanya mengangguk dan menghilang dari sana seperti angin.
"Kotaro kembali ke kerajaan EXODIA dan beritahu tentang ini ke ayah mertua."ucap Juli.
"Baik Tuan."ucap Kotaro lalu menghilang.
lalu Ai berbicara.
"Ayah apa masalah di kerajaan kakek dan nenek tidak apa-apa?"ucap Ai tampak khawatir.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Tenanglah ada Aoi dan Tamiko."ucap Juli tersenyum tipis.
Ai hanya mengangguk karena dia percaya dengan adik-adiknya.
"Ayah apa kita mulai strategi nya?"ucap Rapunzel.
Juli pun berbicara.
"Lanjutkan karena kita akan sedikit bermain-main."ucap Juli tersenyum tipis.
Rapunzel hanya mengangguk dan segera menyuruh para pasukan bersiap untuk menjalankan strategi yang telah direncanakan.
pasukan Juli yang lain pun pergi bersama anak-anak Juli yang lainnya.
di sana hanya tersisa Juli, Killua, Ryuu, Makoto, Shin, Shiro , Rokuro, dan Raphael.
mereka bahkan menggelar karpet piknik dan makan-makan bersama.
__ADS_1
Juli juga memasak disana untuk mereka makan sambil menunggu pasukan musuh.
"Ayah tambah daging bakarnya 1."ucap Ryuu berteriak.
"Baik Ryuu. Shiro bantu ayah mengipas dagingnya."ucap Juli.
Shiro hanya mengangguk dan mengipas daging.
"Ayah Raphael sudah mengupas buah-buahan nya. lalu diapakan ini?" ucap Raphael.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Cuci dulu nak. lalu susun di sana."ucap Juli.
Raphael hanya mengangguk dan mencuci buah-buahan itu bersama Rokuro.
"Makoto kau kalah."ucap Killua.
"ARGHHHHHH....Kak Killua kenapa bisa mengetahui kartu ku sih?."ucap Makoto frustasi.
killua hanya diam saja dan berkata.
"Karena kau Noob."ucap Killua.
Makoto hanya menggerutu.
sedangkan disisi pasukan Juli saat ini.
"Paman Kuro bawakan Rapunzel minum lagi."ucap Rapunzel.
"tunggu nona muda Rapunzel."ucap Kuro.
"Kakak Rapunzel, kanna juga mau kue."ucap Kanna.
lalu Ai berbicara.
"Sini Kanna biar kak Ai yang mengambilkan nya."ucap Ai mengambil kue yang ada di meja.
"Kakak Ai jangan bergerak-gerak Laffey susah tidur nihh."ucap Laffey yang sedang tidur dipangkuan Ai.
"Maaf Laffey, kakak mengambilkan kue untuk adik mu kanna."ucap Ai.
"Kanna minta tolong sama Haruka saja."ucap Laffey kesal.
lalu Haruka berbicara.
"Tidak bisa kakak Laffey. Haruka juga lagi makan."ucap Haruka yang sedang makan.
"Minta tolong sama Mika aja."ucap Laffey.
"Tidak. Mika lagi sibuk."ucap Mika yang sedang membakar daging.
Bila pihak musuh mengetahui atau melihat mereka seperti ini pasti mereka akan kena mental. {NOTE ; KELUARGA OP MAH BEBAS.:v}
kembali ke cerita.
3 jam berlalu.
saat ini disisi Juli.
"Kenapa mereka lama sekali?."ucap Ryuu bosan.
"Ayah tidak tahu Ryuu."ucap Juli.
sebenarnya Juli tau bahwa saat ini pihak musuh sedang beristirahat untuk menyiapkan rencana.
tapi Juli masa bodo dengan itu dan lanjut tidur.
saat Juli ingin tidur tiba-tiba ada sebuah anak panah melesat ke arahnya.
Syutttt....
JLEBBBBB....
anak panah itu menusuk bahu Juli.
Juli yang melihat itu hanya diam saja dan berkata.
"Apa ini?."ucap Juli datar kepada anak-anaknya.
anak Juli hanya menggelengkan kepala.
Syuttt....
Syuttt...
lalu ada anak panah yang sangat berjumlah banyak menyerang Juli dan anak-anaknya.
tapi Juli dan anak-anaknya hanya diam di tempat dan menatap datar anak panah yang berjumlah banyak itu.
Ryuu pun berkata.
"Kenapa mereka melemparkan batu kerikil ke arah kita?."ucap Ryuu datar.
"Ntahlah mungkin mereka mau main lempar-lempar batu."ucap Killua datar.
anak panah itu pun menuju mereka.
JLEBBBBB....
JLEBBBBB...
JLEBBBBB...
anak panah itu menusuk tubuh Juli berserta anak-anaknya.
tapi mereka masih diam di tempat bahkan tidak berteriak kesakitan.
seolah-olah anak panah di tubuh mereka seperti jarum terapi.
"Enak yaa. adem-adem panas gitu."ucap Juli yang badannya tertusuk anak panah api.
anak Juli mengangguk setuju dan Shiro berkata.
"Ayah baju kita kebakar nih. boleh kan kita pake sihir untuk memperkuat baju kita."ucap Shiro tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Lakukan daripada kalian perang dengan telanjang bulat."ucap Juli sambil menahan tawa karena membayangkan merek berperang tanpa menggunakan pakaian satu pun.
anak Juli hanya mengangguk dan menggunakan sihir mereka.
lalu baju mereka kembali seperti semula tanpa ada bolong ataupun anak panah.
setelah itu mereka melihat ke arah dimana anak panah itu dilepaskan.
saat melihat nya mereka hanya diam melihat jumlah musuh yang sangat banyak dan kuat.
Juli dengan datar berkata.
"Hedehhhh... kotor lagi baju kalo kaya gini, semoga gak dimarahin sama istri" ucap Juli berdoa agar tidak kotor bajunya.
anak Juli yang lain juga setuju dengan ucapan Juli.
karena anak-anak Juli hanya takut pada ibu mereka.
meski musuhnya berlevel diatas 400.000.000 mereka masih berani melawan tapi bila emak nya mereka marah maka mereka harus lari karena takut di amuk dengan Omelan emaknya.
kembali ke cerita.
saat ini disisi pihak musuh telah datang dengan jumlah pasukan yang mengerikan.
banyak ras iblis yang berukuran raksasa dan juga yang terbang.
tapi Juli dan anak-anaknya tidak perduli akan hal itu yang mereka lihat saat ini adalah anggota The Seven Commandments dengan senyum menyeramkan.
lalu Ryuu maju dan berteriak.
"Woiii.... lama betul kalian kami tunggu. apa kalian abis berak berjamaah?"ucap Ryuu mengejek bangsa Iblis.
pasukan bangsa Iblis yang mendengar itu terkejut dan bingung kenapa musuh mereka tidak sesuai ekspektasi mereka.
seharusnya musuh yang mereka hadapi berjumlah banyak kenapa hanya 8 orang saja bahkan mereka hanya anak-anak dan 1 pria yang memakai topeng rubah berwarna putih.
"Galand apa kau yakin musuh kita mereka?"ucap Estarossa kepada Galand.
Galand menggeleng kan kepala dan berkata.
"tidak. musuh kita tidak anak-anak seperti mereka, tapi salah satu dari mereka ada yang berbahaya yaitu gadis kecil yang disana."ucap Galand sambil menunjuk Raphael.
anggota 7 Perintah Tuhan menjadi bingung karena Raphael hanya berlevel dibawah 20.000.000 saja tapi kenapa ia bisa mengalahkan Galand.
bahkan anak-anak yang lainnya juga tidak memilki aura level yang kuat.
"Apa kau sedang bercanda dengan kami Galand?."ucap Mospeet kepada Galand.
"Tidak. aku serius gadis kecil itu yang mengalahkan ku."ucap Galand.
anggota 7 Perintah Tuhan hanya diam mendengar itu.
sedangkan disisi Juli saat ini hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka.
lalu Juli berbicara melalui telepati kepada anggota Nanatsu no Taizai.
'Ban dan Elaine kemari lah lalu Eris, Queens , dan fumiko ikut juga datang kesini. karena kalian akan menghadapi Anggota The Seven Commandments."ucap Juli.
anggota Nanatsu no Taizai disisi lain hanya mengangguk dan segera berteleportasi ke tempat Juli berada.
lalu muncul sebuah portal Cahaya yang dimana itu adalah anggota Nanatsu no Taizai yang lainnya.
"Yoo...kapten dimana mainan kami?."ucap Ban tersenyum meremehkan.
Juli hanya diam saja dan menunjuk ke arah pasukan Iblis.
ban yang melihat itu tersenyum dan berkata.
"Jadi apa yang kita lakukan?."ucap Ban.
Juli diam sejenak dan berteriak sangat keras.
"Rapunzel perubahan rencana bawa seluruh pasukan kemari dan waktu 1 menit bila terlambat kalian akan mendapatkan hukuman."ucap Juli yang didengar oleh pasukan Juli yang lainnya.
Rapunzel yang mendengar itu segera berteleportasi semua pasukan Juli.
saat tiba mereka langsung berbaris kembali.
"Ayah ada apa?."ucap Rapunzel bingung karena ini tidak sesuai rencana mereka.
Juli hanya tersenyum kecil dan berkata.
"Perubahan strategi."ucap Juli sambil tersenyum menyeringai.
mereka semua yang paham dengan senyum Juli pun hanya mengangguk dan menghadap ke arah pasukan musuh.
Juli pun maju ke depan dan berteriak pada pasukan Iblis.
"baiklah siapa yang ingin memulai duluan? kami atau Kalian?."ucap Juli sambil tersenyum menyeringai.
sedangkan pasukan iblis hanya diam saja karena mereka disuruh untuk tidak maju oleh anggota The Seven Commandments.
Juli yang melihat itu hanya mengangguk dan berkata.
"Berarti harus kami yang memulai nya. jadi jangan menyesal."ucap Juli Kembali ke barisan pasukan nya.
setelah Sampai di barisan Juli pun berkata.
"Waktunya berpesta."ucap Juli tersenyum menyeringai.
anak-anak Juli, maupun Anggota Nanatsu no Taizai dan pasukan Juli juga tersenyum menyeringai mendengar itu.
Juli berbalik dan berkata dengan lantang.
"Black Order bantai Mereka."ucap Juli tersenyum tipis
Bersambung...
***
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1