Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
3. Awal mula dari segalanya


__ADS_3

Tokyo, Jepang Pukul 07.25


Dikelas saat ini Juli dan Alice saling mengobrol tentang mata pelajaran yang akan di jelaskan nanti.


"Yuu-kun apa kamu sudah mengerjakan tugas yang di kasih Bu guru matematika?" tanya Alice ke Juli sambil mengambil buku yang ada di dalam tas nya.


"Owhh tugas yang di bab 6 itu yaa? kalo itu aku sudah kerjain tadi malam" jawab Juli datar sambil menaruh buku di atas mejanya.


"Memang yaa murid terpintar disekolah itu rajin kalo kerjain tugas" kata alice dengan nada mengejek nya.


Aku pun menjawab datar dan melihat ke arah dia "emang itu perlu di banggakan yaa?" tanya ku, karna emang apa yang harus dibanggakan? emang peringkat bisa di makan? gak kan yaaudh gak perlu yang gituan di banggakan.


"Hmmpp...Yuu-kun berkata seperti itu, seperti itu adalah hal kecil bagi mu" jawab Alice dengan kesal.


"ntahlah aku pun gak tau" kata ku sambil mengangkat bahu ku.lalu merebahkan kepala ku dimeja sambil menunggu jam pelajaran dimulai.


ketika aku baru menaruh kepala ku di meja tiba-tiba ada yang memukul meja ku.


BUKKK....


"oi..oi..oi liat siapa yang pagi-pagi gini sudah menggoda cewek tercantik disekolah kita?" tanya seorang pemuda yang memiliki wajah tampan dan kaya raya.


"cihh menjijikkan pagi gini sudah menggoda cewek sadar diri kau anak YATIM-PIATU " kata teman pemuda itu disebelahnya sambil menekan kata yatim piatu dengan nada menjelekkan.


"bisa tidak kamu jangan ganggu aku dan Yuu-kun A-K-I-R-A" jawab Alice dengan nada kesal nya.


Yap pemuda yang mengejek ku adalah TATSUMI AKIRA. Keluarga nya memiliki perusahaan terbesar di Tokyo dan nama marga TATSUMI yang siapa pun mendengar namanya pasti bakal tau siapa mereka. Akira memiliki rambut pirang dengan mata merah dan kulit putih bersih dia lebih tampan dari pada aku. dan Akira juga menyukai Alice tapi sayangnya Alice gak menyukai dia bahkan membencinya.



"owhh ada Alice rupanya, selamat pagi Alice ku yang manis?" kata Akira sambil memasang senyum merendahkan ke arah ku.


"gak usah menyapa ku dan pergi lah, kau mengganggu ku dan Yuu-kun membahas tugas sekolah" kata Alice dengan kesal dan nada mengusir nya.


" apakah aku boleh ikut membahas nya? soalnya aku juga belum mengerjakan tugas itu?" tanya Akira ke Alice dan mengambil kursi yang ada di sebelahnya.


"sungguh aku benci cowok good looking selalu semaunya mengganggu orang" batin Juli dalam hati sambil melihat mereka berdua berdebat.


" tidak kau mengganggu waktu ku berdua dengan Yuu-kun" kata Alice dengan kesal.


"ehhh...HAAAAA APA MAKSUDNYA ALICE NGOMONG GITU DIDEPAN AKIRA MAMPUS LAH AKU SEMOGA GAK LEBAM NANTI DIPUKULIN BIAR GAK KETAUAN ELENA" batin Juli sambil menangis dalam hati.


Tapi Juli emang tidak tau sebenarnya Alice sudah menyukai Juli dari pertama masuk ke sekolah SMA ini. bahkan Alice sering menguntit Juli ke tempat kerja sampingan nya. Tapi Alice tidak menyadari bahwa kata-kata itu bisa menyebabkan perang dunia ke-3.


"Owhh....waktu berduaan dengan Y U U - Kun yaa?" jawab Akira sambil memasang muka marah lalu menatap ku.


"Mampusss aku" batin Juli yang dilihat oleh Akira, "ada apa Akira kamu melihat ku seperti itu?" tanya ku dengan nada datar sambil mengambil buku ku.


"tidak apa-apa aku hanya ingin melihat tugas mu saja" jawab Akira langsung mengambil buku ku secara paksa.


"BISA GAK KASIH KEMBALI BUKU KU " Kataku dengan berteriak marah dan menatap tajam Akira. aku sudah tidak peduli lagi, aku sudah lelah selalu mengalah bahkan aku diam di pukul setiap hari.


"Owhh sudah berani melawan kau rupanya" kata Akira sambil memainkan buku ku di tangannya.


"KEMBALIKAN BUKU KU" Kataku didepannya sambil mengambil buku ku ditangannya secara paksa. dan tidak sengaja aku mendorongnya hingga jatuh menghantam meja.


"BRENG*** KAU NGAJAK AKU KELAI RUPANYA" Kata Akira teriak dan menghantam muka ku dengan keras hingga aku terjatuh.

__ADS_1


BUKKKK...BUKKK....BUKKK


Akira terus memukuli ku hingga kepala ku menghantam lantai hingga berdarah dan hidungku mengeluarkan darah yang lumayan banyak bahkan baju ku sudah kena noda darah.


"SIALANNN....KENAPA BADAN FISIK KU SANGAT LEMAH SIH'" batinku sambil menahan sakit dan melindungi kepala ku yang berdarah karna aku takut kehabisan darah dan malah menyusahkan Elena.


"MANA KEBERANIAN MU YANG TADI SIALAN KENAPA GAK MELAWAN HAAAAA? ....BUKKK.. BUKKK.. BUKKK" Akira terus memukuli ku sampe ada guru masuk kelas ku buat melerai ku berkelahi.


" ADA APA INI? KENAPA MALAH RIBUT-RIBUT ? ASTAGAAAAA YUU-KUN KEPALA MU BERDARAH,, CEPAT BAWA KE UKS DAN KAMU AKIRA IKUT SAYA KE KANTOR KAPALA SEKOLAH SAYA SUDAH SETUJU SAMA GURU BUAT NGELUARIN KAMU DARI SEKOLAH KARNA SUDAH BERLEBIHAN BAHKAN BILA KAMU LAPOR KE ORANG TUA MU KAMI TIDAK TAKUT" Jawab guru Matematika ku dengan nada marah dan menunjuk ke arah Akira.


Tapi Akira tidak mendengarkan guru ku malah dia terus memukuli ku hingga aku terasa ingin pingsan dan aku terus menahan rasa sakit. tiba tiba aku teringat masa kecil ku bersama adik ku waktu bermain di gunung.


FLASH BACK ON


Saat itu aku dan adikku berusia 7 tahun dan 5 tahun waktu itu aku bermain bersama adik ku di gunung karna aku lagi berlibur bersama keluarga ku dan itu masih ada Ke dua orang tua ku.


"Ayolah Elena cepat nanti kakak tinggal kamu loh kalo lama" kata Juli kecil sambil berlari menaiki gunung buat melihat pemandangan di sore hari.


"kakak tunggu Elena...jangan tinggalin Elena" jawab Elena kecil sambil mengejar Juli kecil.


"iyaa-iyaa kakak tungguin Elena" jawab Juli kecil berhenti dari lari dan menunggu adiknya.


berselang beberapa menit Juli kecil dan Elena kecil udah sampai di atas gunung. " Wahhhh.... indahnya pemandangan ini" kata Elena kecil.


"kakak mau cari buah-buahan dulu yaa buat di makan kakak lapar nunggu kamu terlalu lama, jangan kemana-mana yaa disini dekat hutan takut nya nanti ada hewan buas kalo kamu kelayapan" jawab Juli kecil sambil berjalan mencari buah karna tadi dia lupa membawa makanan yang disuruh orang tua nya.


"iyaa kak,, kakak juga hati-hati jangan lama-lama elena takut sendirian" jawab Elena teriak sambil melihat kakak nya pergi melambaikan tangan.


POV JULI KECIL


"Enak nya cari buah apa yaa? mending cari buah yang ber-air biar bisa hilangkan haus" jawab Juli kecil sambil berkeliling hutan dengan membawa kayu ditangannya.


"wahhh lumayan nihh buat aku dan elena" kata Juli kecil sambil memetik buah dan ditaruhnya di baju hingga penuh. "okeh segini aja cukup" jawab Juli kecil sambil jalan kembali ke tempat adiknya.


Tapi tiba-tiba dia berhenti karna melihat jejak beruang liar yang baru saja beruang itu lewati dan menuju ke arah tempat adiknya. seketika itu juga Juli kecil membuang buah yang dibaju nya dan berlari ke arah ke tempat adiknya dengan wajah pucat dan ketakutan.


POV JULI KECIL END


****


POV ELENA KECIL


"kemana sih kakak lama betul padahal udah sore gini" kata elena kecil dan melihat ke arah hutan yang dimana itu arah yang dituju kakak nya.


Waktu elena kecil berbalik melihat ke arah matahari dia pun kaget karena mendengar suara dari dalam hutan.


HUAARGHHHHH.....(maaf saya tidak tau gimana nulis suara beruang)


sekita itu Elena kecil pun ketakutan karena melihat beruang berlari ke arahnya,dan ingin menerkamnya.


"Kyaaaa.... KAKAK DIMANA KAMU ELENA TAKUTTTTT" teriak elena kecil karna melihat beruang itu sudah dekat dengan nya dan siap mencakarnya , elena kecil pun menutup matanya karena takut. Tapi ketika dia tutup mata dia tidak merasakan apapun dia pun memberanikan diri membuka matanya dan dia pun tersentak kaget melihat Kakak nya menahan cakar beruang itu dengan kayu.


"Elena cepat lah lari ke bawah gunung dan bilang ke ayah kalo disini ada beruang liar biar Kakak yang menahan beruang ini" jawab Juli kecil sambil menahan beruang itu.


" iyaa kak,, kakak tunggu ayah jangan sampe kenapa-napa" jawab Elena dan berlari ke arah bawah gunung.


POV ELENA KECIL END

__ADS_1


aku pun melihat adikku berlari ke arah bawah gunung pun tersenyum lalu tiba tiba aku terpental karena beruang itu memukul ku dengan kaki satu nya lagi.


"Akhhhhh...ini menyakitkan tulang punggung ku kayanya retak" jawab Juli kecil yang terlempar dan menghantam batu di belakangnya.


lalu Juli kecil pun memaksa kan dirinya bangkit lalu berlari supaya beruang itu tidak mengejar adiknya.


"Heyyy beruang jelek kejar aku sini" ejek Juli kecil dengan menahan sakit di punggungnya.


Disisi lain Juli kecil


"AYAHHHHH....IBUUUUU CEPAT KE ATAS GUNUNG KAKAK SEDANG MENAHAN BERUANG YANG DIGUNUNG" Teriak Elena kecil sambil menahan tangisnya dan nafasnya yang kelelahan.


"haaaa....kok ada beruang ditempat ginian yausdh elena disini bersama ibu biar ayah yang pergi" jawab ayah Juli dan berlari ke arah tempat kakaknya Elena.


"Hati-hati ayah dan selamatkan Kakak hiksss...hiksss...hikssss"teriak Elena kecil yang sudah menangis karena ini salah nya mengajak kakaknya buat liat matahari sore.


ayah Juli pun berlari ke atas gunung dan melihat anak lelakinya sedang terbaring di atas batu dan di bawahnya ada beruang yang mati karna ke cucuk kayu. lalu ayahnya pun menghampiri nya.


" owhh ayah sudah datang rupanya, kurasa ayah telat beruang itu sudah mati oleh ku xixixixi..." kata Juli kecil sambil tertawa kecil dan pingsan.


ayahnya yang melihat itu pun langsung panik dan membawa anaknya ke bawah gunung dan membawa ke rumah sakit.


sesampai dirumah sakit Juli kecil pun langsung dibawa ke ruang UGD karena mendapatkan luka yang cukup parah yang dimana Juli kecil mengalami Retak di bagian punggungnya, luka sobek yang besar di kaki dan perutnya,, tulang ekornya yang patah.


Elena kecil pun yang mendengarkan itu pun menangis keras karna ini salahnya. "HUUWAHHHHH....INI SALAH ELENA COBA ELENA GAK AJAK KAKA BUAT LIAT MATAHARI MUNGKIN KAKAK GAK BAKAL GINI HIKSSS...HIKSSS..HIKSS" Tangis elena kecil sambil melihat Kakak nya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.


waktu Elena nangis disamping kakaknya dia merasa ada yang memegangi tangannya dia pun melihat kakak nya yang sudah siuman. "HEIII BERHENTI LAH MENANGIS INI LAIN SALAH MU ,, LAGIAN INI UDAH TUGAS KAKAKNYA BUAT MENURUTI APA KEINGINAN ADIKNYA DAN MELINDUNGI ADIKNYA" Kata Juli kecil sambil menjentikkan tangan nya di dahi Elena.


Selama seminggu Juli kecil dirawat dan sejak kejadian itu pula Juli kecil mempunyai badan dan fisik yang lemah karena sampai sekarang luka retak di dalam tubuhnya masih terasa.


FLASHBACK END


Akira pun tidak berhenti-henti memukuli Juli sampai dimana dikelas mengalami keanehan yang dimana tiba-tiba di bawah lantai ada cahaya yang menyilaukan dan banyak simbol-simbol aneh yang tidak ada orang pahami kecuali aku karena aku paham kenapa seperti ini karena aku seorang gamers dan otaku garis akhir, tapi aku tidak memperdulikan itu dan hanya menahan sakit di sekujur tubuhku dan aku mendengar yang lainnya saling teriak ketakutan.


"kyaa cahaya apa ini?" ucap seorang perempuan dikelas ku.


"semuanya jangan ribut tenang" ucap ketua kelas ku yang dimana dia juga bagian anggota Akira and the geng.


"semuanya jangan panik tenang mungkin ini cuma fenomena alam" jawab guru matematika yang dimana dia juga ketakutan.


aku yang mendengar mereka semua hanya bergumam pelan "Bodohhhh...kalian panik juga percuma" batin ku dalam hati.


sekita cahaya itu pun semakin terang dan menutup semua penglihatan orang-orang yang disana. setelah cahaya redup pun kami pun membuka mata dan mendengar suara seorang pria yang lumayan tua.


"SELAMAT DATANG DI KERAJAAN EXODIA WAHAI PARA PAHLAWAN DUNIA LAIN". ucap pria tua itu di tempat duduk raja.


****


***GIMANA CERITANYA? MAAF YAA KALO KEPANJANGAN SAMA TERLALU LAMA MENCERITAKAN FLASHBACK NYA.


JANGAN LUPA KOMEN YAA KASIH SARANNYA


-VOTE


-SHARE


-LIKE

__ADS_1


TUNGGU NEXT CHAPTER YAA BYE BYE***


__ADS_2