Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
85. Keterkejutan Zero dan Membangkitkan Istri Zero


__ADS_3

pagi hari...


Juli telah bersiap-siap untuk kembali pulang ke tempat Zero.


mereka hanya menunggu Myu yang masih makan sarapannya.


"Myu makanlah pelan-pelan saja. ayah juga tidak terlalu terburu-buru."ucap Juli sambil tersenyum manis.


Myu hanya mengangguk dan makan pelan-pelan.


Juli pun pergi jalan-jalan sebentar di Lembah Purgatory untuk melihat reruntuhan yang dimana itu ulahnya.


"Kenapa Monster disini tidak bisa hidup lagi? padahal di atas Monster yang dibunuh bisa hidup kembali."ucap Juli bingung.


lalu suara system terdengar.


[Ding!!! itu dikarenakan tuan rumah saat ini berada di Lembah Purgatory yang dimana hanya berisi Monster kuat.


Monster disini akan hidup lagi tapi dalam kurung waktu 100 tahun.] ucap System.


Juli hanya mengangguk paham dan berkata.


"Apa 100 tahun di dunia nyata atau di dunia ini?."ucap Juli.


[Ding!!! 100 tahun di dunia nyata Tuan.]ucap System.


Juli pun mengangguk paham dan ia kembali ke tempat dimana mereka beristirahat sebelumnya.


"Ayah Myu sudah selesai makan. mari kita berangkat."ucap Myu melambaikan tangannya.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Baiklah mari kita terbang ke atas."ucap Juli tersenyum tipis.


lalu Myu mengangkat tangannya.


"Ayah bertanya."ucap Myu.


"Yaa silahkan."ucap Juli tersenyum tipis.


"Apa Myu boleh digendong ayah saat terbang nanti?."ucap Myu tersenyum manis.


Juli yang melihat itu hanya mengangguk dan mengelus rambut anaknya.


"Tentu. ayah akan membawa Myu."ucap Juli.


"Suami bagaimana dengan ku?."ucap Yuna menunjuk dirinya.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Baiklah aku juga akan membawa mu."ucap Juli.


Yuna yang mendengar itu bersemangat dan langsung memeluk Juli.


lalu Juli berkata pada Yato.


"Kakek Yato. kakek akan terbang bersama Draken yaa."ucap Juli.


Yato hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


mereka pun bersiap-siap untuk terbang.


Draken sendiri telah berubah menjadi besar dan Yato sudah menaiki nya.


saat ingin terbang Myu pun berkata.


"stop ayah. Myu berubah pikiran, Myu mau naik Draken saja."ucap Myu turun dari gendongan Juli.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Draken pelan-pelan saja yaa."ucap Juli.


"Baik Tuan besar. serahkan pada saya."ucap Draken.


Juli hanya tersenyum kecil dan memeluk tubuh Yuna.


lalu Juli berkata.


"Sudah siap?."ucap Juli sambil menatap istrinya.


Yuna hanya mengangguk dan mendekap erat tubuh Juli.


Juli yang melihat itu langsung menggunakan Kagune nya untuk menjadi sayap dan terbang.


Tikkkk...


WOSHHHH...


muncul Kagune Juli yang berbentuk sayap setelah Juli membunyikan Jari nya.


"Baiklah Draken aku duluan yaa. kau pelan-pelan saja."ucap Juli.


"Bai-." belum selesai Draken berbicara Juli sudah menghilang.


sebenarnya Juli tidaklah menghilang melainkan ia sudah terbang dengan kecepatan melebihi cahaya.


tidak sampai 1 menit Juli telah sampai di atas Lembah Purgatory.


lalu Juli pun berkata.


"Baiklah Yuna. kita sudah sampai."ucap Juli menyadarkan Yuna.


Yuna pun bingung karena ia cepat sekali terbang nya.


lalu Yuna pun melepaskan pelukannya dan melihat pemandangan yang sangat indah dihadapan nya.


"Wahhh ini indah sekali suami."ucap Yuna terpesona.


Juli hanya tersenyum kecil dan berkata.


"Dimensi ku jauh lebih indah."ucap Juli yang dimana itu adalah kenyataannya.


dimana dimensi Juli lebih indah dibandingkan tempat Zero, bahkan teknologi Juli lebih maju dibandingkan di bumi dulu ia sampai memasang 1000 satelit di planet ke 9 untuk jaringannya dengan kecepatan 100G, bahkan WiFi NASA kalah cepat.


kembali ke cerita.


setelah menunggu kurang lebih 10 menit akhirnya Draken tiba bersama anak Juli dan Yato.


"Ayah tadi itu menyenangkan sekali terbang bersama Draken."ucap Myu gembira.


Juli hanya tersenyum kecil melihat anaknya bahagia.


lalu Juli pun berkata.


"Nanti kau bisa terbang bersama Draken disaat tiba dirumah ayah yang sebenarnya."ucap Juli.


Myu hanya mengangguk dan tersenyum manis.


tiba-tiba mereka merasakan aura kuat.


tapi bagi Juli dan Draken itu hanya kroco.


~Wosshhhhh~

__ADS_1


muncullah Zero dihadapan Juli.


"Yooo cucu ku yang durhaka."ucap Zero tersenyum manis.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Yaa Mbah buyut ku yang udah tua tapi gak mati-mati."ucap Juli datar.


Zero pun berkata dengan kesal.


"Aku masih muda. apa kau tidak melihat wajah ku ini haaa?."ucap Zero.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak. aku tidak lihat karena aku sedang tutup mata."ucap Juli tersenyum mengejek sambil menutup matanya.


Zero yang melihat itu pun kesal dan berkata.


"Sepertinya cucu durhaka ini butuh hukuman seperti sebelumnya."ucap Zero tersenyum menyeringai.


~Woshhhhhh~


Aura level 345 Miliyar yang dikeluarkan oleh Zero Membuat Yuna, Myu, dan Yato tertekan. tapi tidak untuk Juli dan Draken.


Juli yang merasakan itu pun berkata dengan wajah datar.


"Apa-apaan ini? aura level kok seperti kentut."ucap Juli mengejek Zero karena tidak bisa membuatnya tertekan.


Zero yang melihat itu pun merasa curiga dengan Juli dan bertanya.


"Berapa level mu cucu ku?."ucap Zero.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Hilangkan dulu aura level mu baru aku akan memperlihatkan nya."ucap Juli tersenyum menyeringai.


Zero yang melihat senyum Juli merasa akan ada hal buruk dan segera menghilangkan aura levelnya.


Juli yang melihat itu pun tersenyum kecil.


~Woshhhhhhhh~


Juli mengeluarkan aura level miliknya yang dimana Membuat semua orang disana terkejut bahkan dunia milik Zero bergetar hebat.


monster yang berada di dunia Zero pun langsung berlarian kesana kemari mencari tempat persembunyian karena takut dengan aura level Juli.


sedangkan maskot kembar kita Mereka juga langsung menggunakan sihir mereka untuk melindungi diri dari aura level Juli.


"Kakak ini aura level milik siapa?kenapa sangat kuat sekali hingga membuat dimensi kakek bergetar seperti ini."ucap Rapunzel.


Raphael hanya menggelengkan kepala dan mencoba merasakan aura level tersebut.


setelah merasakan nya ia tersenyum kecil dan berkata.


"Astaga kita semakin ketinggalan oleh ayah bila begini. bahkan kita tidak akan sanggup melampaui nya sekarang ataupun nanti."ucap Raphael tersenyum gemetaran karena bersemangat.


Rapunzel hanya diam karena bingung lalu ia pun juga mencoba merasakan aura level itu.


setelah merasakan nya Rapunzel sangat terkejut dengan aura level Juli.


"Benar kak. sekarang ataupun nanti kita tidak bisa melampaui ayah bahkan seluruh alam semesta ini ataupun yang lainnya tidak dapat melawan ayah."ucap Rapunzel tersenyum manis.


Raphael hanya mengangguk saja.


sedangkan disisi Juli Zero yang merasakan aura level Juli langsung berlutut akibat tidak tahan dengan aura Juli.


"Arghhhhhh" Zero muntah darah akibat aura level yang dimiliki oleh Juli.


Juli yang melihat itu pun langsung menghilangkan aura levelnya.


selesai menyembuhkan dirinya Zero pun langsung memeluk Juli dan berkata.


"Hahaha....sudah ku duga tidak salah kami memilih mu menjadi penguasa alam semesta yang terakhir."ucap Zero bahagia.


Juli hanya tersenyum kecil dan berkata.


"Tidak. tanpa pemberian kekuatan dari penerus sebelumnya mungkin aku tidak akan sekuat ini sekarang ataupun 100 tahun ke depan."ucap Juli.


Zero hanya mengangguk dan berkata.


"Kau terlalu rendah hati. meski level mu saat ini adalah makhluk Terkuat diseluruh alam semesta."ucap Zero.


Juli pun berkata dengan senyuman.


"Jadi berapa Level milik ku?."ucap Juli tersenyum tipis.


Zero yang mendengar itu pun berkata.


"Hahaha.... mungkin ini mustahil, tapi tidak bagi kau yang telah melampaui batas."ucap Zero yang sangat bahagia.


lalu Zero pun berkata lagi.


"Dengan level mu ini kau bisa dengan mudah menjalankan semua takdir mu untuk merubah Tantanan alam semesta ini satu-persatu, ingat jangan terburu-buru kau harus menikmati masa muda mu juga bersama istri dan anak-anak mu."ucap Zero


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Hahahaha....aku tidak habis pikir karena keturunan terakhir ku memiliki Level yang tidak masuk akal. bahkan musuh akan takut dengan mu hahahaha...bila saja nenek mu tau bahwa dia memiliki keturunan yang sangat jenius pasti ia akan bangga."ucap Zero terlihat sedih.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"kakek Zero tidak perlu khawatir. dengan kekuatan ku saat ini bisa menghidupkan nenek seperti masa bersama kakek bahkan dengan kekuatan yang saat pada masa kejayaannya."ucap Juli.


Zero yang mendengar itu pun sangat bahagia dan memeluk Juli dengan sangat erat.


"Terimakasih cucu ku. kau memang yang terbaik."ucap Zero terlihat bahwa ia menangis.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Dengan level yang tidak masuk akal ini yaitu Max Level. aku tidak akan mudah dikalahkan bahkan mustahil aku dikalahkan."ucap Juli.


Zero hanya mengangguk saja dan tersenyum kecil melihat Juli karena ia sangat bangga kepada Juli.


lalu Juli pun berkata.


"Baiklah kakek. aku akan menghidupkan nenek dahulu lalu pergi dari dunia ini."ucap Juli.


Zero hanya mengangguk dan mundur karena ia tidak ingin menganggu Juli.


melihat bahwa Zero sudah mundur Juli pun mulai mengucap sebuah mantra aneh.


"Wahai para Roh yang memiliki sebuah hal yang belum terselesaikan selama masa hidupnya. aku Yuuzaki Juli seorang Penerus ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM yang terakhir, dengan kekuatan yang aku miliki sekarang aku memanggil mu Wahai Roh dari orang yang dicintai Penguasa ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM pertama untuk menemui ku disini."ucap Juli.


lalu sebuah portal muncul dihadapan Juli dan keluarlah seorang Wanita berambut pirang panjang dan menatap Juli seperti merasakan aura yang sangat akrab seperti dirinya.


Juli yang melihat itu pun tersenyum manis dan berkata.


"Hallo nenek Xia. apa kabar aku cucu mu."ucap Juli tersenyum manis.


Wanita itu sangat terkejut mendengar ucapan Juli dan Wanita itu mendengar suara yang sangat ia rindukan.


"Xia? apa itu kau?."ucap Zero yang masih tidak percaya bahwa dihadapannya ada istri yang paling ia cintai.


Wanita itu pun langsung memeluk Zero dan mereka menangis bahagia.

__ADS_1


Juli yang melihat itu hanya tersenyum kecil dan berbalik menuju istri dan anaknya.


"Sayang aku juga pengen."ucap Juli manja pada Yuna.


Yuna yang mendengar itu pun langsung mendekap erat Juli di ***********.


Juli pun membalas dengan memeluk Yuna dengan erat.


'Ahhhh enaknya punya istri banyak.'batin Juli sambil tersenyum bahagia.



{Ilustrasi Nenek Juli atau Xia. Memiliki Level setara dengan Zero yaitu 295 Miliyar.}


setelah berpelukan Zero pun memperkenalkan Juli bahwa ia adalah penerus terakhir dari ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM dan cucu mereka.


Xia yang mendengar itu pun segera memeluk Juli dan berkata.


"Akhirnya aku bisa melihat cucu ku."ucap Xia.


Juli pun hanya diam dipeluk dan berkata.


"Nenek hentikan aku merasakan aura membunuh dari kakek karena nenek memeluk terlalu lama."ucap Juli tenang.


Xia yang mendengar itu pun langsung melotot pada Zero dan berkata.


"Apa kau menghalangi ku untuk bertemu cucu ku sayang? apa ini rasa terimakasih mu setelah cucu kita mempertemukan kita kembali?."ucap Xia dengan aura mengerikan.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata dengan pelan.


"Yes akhirnya ada Nenek, jadi bila kakek jahat pada ku nanti tinggal ku laporkan saja kepada nenek."ucap Juli pelan yang di dengar oleh Zero dan Xia.


Xia yang mendengar itu pun terkejut dan semakin melotot pada Zero.


"Jadi kau melakukan hal jahat kepada cucu ku sayang?."ucap Xia sambil tersenyum.


Zero yang melihat itu pun sangat ketakutan dan berkata.


"Tidak sayang. dengarkan dulu penjelasan ku."ucap Zero mencoba menenangkan Xia yang sudah emosi.


Xia pun berkata.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan, bila kau seperti itu maka sudah jelas."ucap Xia langsung menarik telinga Zero pergi dari sana.


Juli yang melihat itu pun mengangkat tangannya seperti sedang berdoa dan memohon.


"Semoga kakek baik-baik saja. dan maafkan cucu mu ini."ucap Juli sambil memohon.


setelah Juli memohon ia mendengar suara gadis kecil memanggil nya.


"Ayah akhirnya kau pulang juga."ucap suara itu yang tidak lain adalah Raphael.


"Selamat datang ayah."ucap Rapunzel tersenyum manis.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Haiii...maaf ayah lama pulang nya."ucap Juli tersenyum manis kearah maskot kembar kita.


Raphael dan Rapunzel pun langsung memeluk Juli karena mereka sudah sangat rindu dengan ayahnya.


setelah memeluk Juli, Juli pun memperkenalkan Yuna, Myu , Draken dan Yato.


"Baiklah Raphael dan Rapunzel perkenalkan Wanita yang disebelah ayah ini adalah ibu baru kalian."ucap Juli sambil menunjuk Yuna.


"Salam kenal, nama ku adalah Yuuzaki Yuna dan akan menjadi ibu kalian. jadi mohon bantuannya."ucap Yuna tersenyum manis.


"Baik ibu salam kenal dan maafkan ayah ku bila selalu merepotkan ibu."ucap Rapunzel sedikit membungkuk.


"Salam kenal ibu. maaf bila ayah ku merepotkan dan gatal."ucap Raphael membungkuk.


Juli yang mendengar itu pun sedikit kesal dan berkata.


"ohhhh gatal yaa... baiklah gapapa untuk sisa nya kau perkenalkan sendiri ayah mau menjauhkan kau dari adik mu yang satu ini."ucap Juli mengendong Myu dan ingin pergi.


Raphael yang melihat itu pun syok dan mengejar Juli.


"Ayah tunggu. Raphael hanya bercanda saja tadi."ucap Raphael sambil tersenyum malu-malu.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tapi ayah serius."ucap Juli.


Raphael yang mendengar itu terkejut dan terlihat bahwa ia ingin menangis.


lalu Juli pun berkata.


"Tapi seriusnya nanti yang sekarang bercanda dulu."Ucap Juli sambil tersenyum mengejek Raphael.


Raphael yang mendengar itu sangat malu dan langsung jongkok untuk menutupi wajahnya yang sangat merah.


Juli yang melihat itu pun mengelus rambut anaknya dan berkata.


"Perkenalkan adik mu yang satu ini Namanya Yuuzaki Myu."ucap Juli sambil menurunkan Myu dari gendongan nya.


Myu pun maju mendekati Raphael dan memeluknya.


"Salam kenal kak. nama ku Myu, maaf bila ayah barusan jahat."ucap Myu.


Raphael yang diperlakukan oleh Myu seperti itu pun sifat siscon nya kumat.


"Sa-sa-salam kenal Myu. nama kakak Raphael."ucap Raphael mencoba menahan siscon nya agar tidak memeluk Myu.


Myu hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Raphael pun langsung tidak tahan dan segera memeluk erat Myu.


Juli dan Rapunzel pun menatap datar Raphael lalu berkata.


"Siscon."ucap mereka berdua.


Raphael yang mendengar itu pun tidak memperdulikan nya dan semakin erat memeluk Myu.


Juli hanya menggelengkan kepala dan berkata.


"Baiklah lanjutkan perkenalan kita, Pria yang ada di dekat Naga itu adalah Kaisar dewa iblis Primordial kuno bernama Yato tapi ayah sudah menganggap nya sebagai kakek ayah sendiri. jadi kalian harus sopan kepada nya yaa seperti kalian bertemu kakek kalian."ucap Juli tersenyum tipis.


Raphael dan Rapunzel hanya mengangguk saja dan tersenyum ke arah Yato.


"Dan untuk naga itu namanya Draken dan ia akan menjadi teman baru kalian sekaligus penjaga selain King, Chinatsu, dan Tiger."ucap Juli.


Rapunzel Mengangguk paham sedangkan Raphael ia masih memeluk Myu.


"Baiklah mari kita beristirahat dan esok hari kita akan kembali pulang ke dimensi ayah. tapi hanya kalian saja karena ayah ada urusan penting yang harus diselesaikan, dan jangan lupa bawa ibu kalian dan adik kalian yang satu ini."ucap Juli.


Rapunzel hanya mengangguk saja dan tidak berkata apa-apa.


Juli pun mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu mereka pun kembali ke rumah Zero dan beristirahat untuk esok pagi pergi pulang.


Bersambung...


***

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.


__ADS_2