Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
113. Penyiksaan dan Selesainya lomba Turnamen pertama


__ADS_3

setelah Juli mematikan layar hologram dan hanya menyisakan suara nya yang dapat di dengar ia pun segera memulai untuk menyiksa Kaisar Palsu itu.


"Oiyaa sebelum aku menyiksa mu, boleh kah aku bertanya Kaisar? tidak lebih tepatnya Dewa Yama." ucap Juli tersenyum menyeringai menatap Kaisar palsu itu.


"Pertanyaan ku tidak sulit, aku hanya bertanya apa 10 Chaos Legion dan Villains World akan menyerang Planet ke-9? lalu berapa jumlah pasukan mereka?." ucap Juli serius.


Kaisar Palsu itu yang di ketahui identitas nya pun merubah kembali wujud yang dimana ia adalah peringkat ke 10 dari anggota 10 Chaos Legion.


"Cihhhh...Aku tidak akan memberi tahu mu meski aku mati sekalipun." ucap Dewa Yama.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Oiyaa? baguslah bila seperti itu, berarti tanda nya kau siap ku siksa hingga mati." ucap Juli tersenyum psikopat.


Dewa Yama yang mendengar itu tubuhnya gemetaran tapi ia tetap mempertahankan martabatnya.


"Coba saja bila kau membunuh ku, maka Anggota 10 Chaos Legion dan Villains World tidak akan membiarkan mu seperti dulu waktu 2 tahun yang lalu." ucap Dewa Yama tersenyum Sombong ke Juli, dan ia mencoba menakuti Juli agar ia tidak berani macam-macam dengannya.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Ahhhh...2 tahun yang lalu itu yaa? hedehhh menang gara-gara nyegel kekuatan orang jangan bangga bos." ucap Juli tersenyum mengejek.


"Lagian 2 tahun yang lalu itu tidak akan terjadi lagi, dan harusnya kau tau kekuatan ku yang sebenarnya sejak tadi kau melihat pasukan bayangan miliki ku dan aura Level ku." ucap Juli tersenyum tipis


Dewa Yama hanya diam mendengar itu karena ia saat ini juga ketakutan terhadap Juli.


'Sial kenapa harus aku sih yang menghadapi Mosnter jadi-jadian ini.' batin Dewa Yama.


Juli yang melihat Dewa Yama hanya diam saja.


"Baiklah karena tidak ada yang ingin kau katakan maka saatnya menyiksa mu, karena tadi kau menatap Para istriku." ucap Juli dingin.


Dewa Yama yang mendengar itu seketika berkeringat dingin dan berkata.


"Jangan apa-apa kan aku, bila tidak kau akan mati." Ucap Dewa Yama.


Slashhhhh...


Juli tidak mendengarkan ucapan Dewa Yama dan memotong alat kelaminnya.


"Arghhhhhh.... Kelamin ku." ucap Dewa Yama berteriak kesakitan.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai.


Takkk....Takkk....Takkk...


Juli memotong Sosis kelamin itu menjadi kecil-kecil di atas batu.


tidak lupa Juli memakai sarung tangan karena ia jijik dengan kelamin yang sangat bau dan jorok milik dewa Yama.


"Kau ingin meniduri para Istri ku dengan alat bau ini? lebih baik kau mengubur diri mu sekarang juga, karena punya ku lebih besar, harum, dan bersih dari milik mu ini yang seperti kelamin Goblin." ucap Juli.


"Bila seperti ini maka tidak akan seru, baiklah maka kau akan ku sembuhkan dahulu lalu memotong-motong nya lagi." ucap Juli tersenyum menyeringai.


"Recovery." ucap Juli menyembuhkan tubuh Dewa Yama.


"Alat kelamin sudah, sekarang waktunya mata yang sudah menatap istri ku dengan penuh nafsu tadi." ucap Juli tersenyum menyeringai.


"ARGHHHHHH....Mata ku, aku mohon jangan tancapkan belati mu di mata ku." ucap Dewa Yama berteriak kesakitan.


"Arerere.... Bukannya tadi ini mata yang menatap istri ku yaa? apa aku salah?." ucap Juli polos dan semakin dalam mencolok mata dewa Yama.


JLEBBBBB....


Juli menarik bola mata milik Dewa Yama hingga terlepas dari wajahnya.


"ARGHHHHHH...." teriak kesakitan Dewa Yama.


Takkkk....Takkk....Takkkk...


Juli juga memotong bola mata itu menjadi potongan kecil dan tidak lupa juga ia mengambil bola mata yang satu nya.


"ARGHHHHHH....Aku mohon hentikan itu." ucap dewa Yama.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Ayolah kenapa kau selemah ini? kau ini musuh yang ditakuti oleh seluruh alam rendah ini, masa hanya disiksa belum 10 menit udah memohon ampun?." ucap Juli dengan nada mengejeknya.


"A-a-a-aku minta maaf...tolong lepaskan aku." ucap Dewa Yama yang sudah tidak tahan.


"Kau tenang saja, kau tidak akan mati karena aku ahli dalam membedah seseorang. lagian ini baru alat kelamin dan bola mata, belum bagian jari-jari tangan, kaki, telinga, Organ bagian dalam. dan itu akan ku terus ulang-ulang hingga kau menjawab pertanyaan ku sebelumnya." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Dewa Yama yang mendengar itu pun semakin ketakutan dan stress.


Juli yang melihat itu hanya tersenyum dan melanjutkan menyiksa Dewa Yama, tidak lupa disaat Dewa Yama sekarat ia akan menyembuhkan kembali dan menyiksanya lagi.


Juli melakukan itu terus berulang-ulang hingga 2 jam lebih, dan terlihat bahwa di samping Juli telah banyak sekali potongan-potongan kecil dari tubuh organ Dewa Yama.

__ADS_1


"Heii... Heiiii dewa Yama, apa kau ingin ke bebaskan?." ucap Juli tersenyum manis.


Dewa Yama yang mendengar itu pun berkata.


"Tolong bebaskan aku, aku akan memberi tahu mu semua tentang informasi." ucap Dewa Yama yang terlihat sangat acak-acakan.


"Nahh gitu dong, kalo gitu jawab pertanyaan yang sebelumnya. maka kau akan ku beri hadiah sebelum ku bebaskan." ucap Juli tersenyum manis.


"Baiklah, aku akan memberi tahu semuanya. Saat ini The Seven Commandments, 10 Chaos Legion, dan Villains World sedang mengumpulkan beberapa Artefak yang berguna untuk membangkitkan Monster yang setara dengan Binatang Mitos. Nama Monster itu adalah Charybdis, yang dimana Level nya melebihi 20 Miliyar saat ini semua Artefak yang dibutuhkan untuk membangkitkan Charybdis sudah lengkap. dan untuk Artefak buff itu hanya membantu untuk meningkatkan kekuatan para pasukan mereka yang berjumlah 2.5 Miliyar pasukan yang berlevel diatas 5 Miliyar, saat ini mereka terus meningkatkan kekuatan mereka hingga 3 tahun ke depan yang dimana bisa saja Level mereka melebihi 7 Miliyar. jadi Percuma saja kau menolong orang-orang dari alam rendah karena mereka di takdirkan untuk mati hahahaha..." ucap Dewa Yama panjang lebar dan tertawa di akhir kalimat nya.


semua orang-orang yang mendengar itu sangat terkejut kecuali Juli, Zero, dan Para istri serta anak-anaknya.


"Owhhh Cuma itu toh." ucap Juli santai seolah-olah itu bukan masalah besar bagi nya.


Dewa Yama yang melihat Juli tidak takut sama sekali terkejut.


"K-k-k-kau kenapa kau tidak takut sama sekali? apa kau bisa mengahadapi Charybdis serta 2.5 Miliyar pasukan yang memiliki Level di atas 7 Miliyar?." ucap Dewa Yama serius.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Untuk apa takut? aku memiliki pasukan bayangan yang Abadi, serta dengan jumlah pasukan bayangan melebihi 45 Miliyar yang memiliki Level rata-rata 70 Miliyar -> 247 Miliyar. aku juga memiliki 5 panglima pasukan bayangan yang memiliki Level di atas 300 Miliyar, lalu aku memiliki para istri dan anak-anak ku sangat kuat yang siap bertempur kapan saja, serta para bawahan ku yang sangat kuat-kuat lalu jangan lupakan juga jumlah pasukan ku yang melebihi 2 Miliyar meski Level mereka belum mencapai 1 miliar tapi aku yakin dalam 3 tahun ke depan mereka akan melebihi kekuatan pasukan yang kalian siapkan. jadi untuk apa aku takut?." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Dewa Yama yang mendengar itu sangat terkejut dan tidak berkata apa-apa saat mendengar jumlah kekuatan pasukan yang Juli miliki.


"Dan juga aku bisa membangkitkan para Monster-monster yang ada di Dimensi ini setelah ini selesai, maka jumlah pasukan Bayangan ku akan semakin banyak." ucap Juli tersenyum tipis.


sedangkan Dewa Yama hanya terdiam mendengar ucapan Juli.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Baiklah Karena kau sudah menjawab pertanyaan ku tadi, maka kau akan ku beri hadiah." ucap Juli tersenyum bahagia.


"Hadiah adalah kau harus menghabiskan seluruh potongan-potongan tubuh mu ini semua dalam waktu 10 menit, bila gagal maka aku akan membunuhmu dan menempatkan jiwa mu ke bagian terdalam neraka yang dijaga oleh Dewa Kematian yang merupakan pengikut ku." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Dewa Yama yang mendengar itu sangat terkejut.


"Cepatlah makan atau kau ingin ku siksa lagi?."ucap Juli dingin.


Dewa Yama yang mendengar itu sangat ketakutan dan hanya pasrah memakan organ tubuh nya sendiri.


disisi Arena academi Barbara saat ini.


terlihat bahwa banyak sekali orang-orang yang pingsan sejak Juli menyiksa Dewa Yama, karena mereka tidak tahan mendengar itu meski mereka hanya mendengar saja tapi mereka yakin bahwa Juli sangat sadis menyiksa Dewa Yama.


Yang masih sadar hanya beberapa orang saja dan itu bisa dihitung dengan jari tangan.


mereka berlima sangat terkejut ketika mendengar penjelasan dari Dewa Yama karena akan ada peperangan yang akan terjadi 3 tahun lagi.


"Bila seperti ini maka kita juga harus bersiap-siap untuk perang yang akan terjadi 3 tahun lagi, setidaknya kita bisa melindungi kerajaan kita masing-masing. meski terdengar sia-sia dengan jumlah pasukan serta Level dari pihak musuh." ucap Raja Leo.


"Kau benar Raja Leo, tapi yang seperti kalian dengar pasti Tuan Juli yang akan turun tangan. paling tidaknya kita tetap mempersiapkan pasukan dan memperkuat Level mereka hingga bisa melindungi para Rakyat." ucap Raja Baltra.


Raja Leo dan Raja Arthur hanya mengangguk kepala saja lalu mereka diam sambil memikirkan hal untuk meningkatkan kekuatan pasukan mereka sebelum perang akan terjadi.


Sedangkan Tuan Burton ia juga sedang berfikir untuk menambahkan misi serta bayaran untuk para petualang agar lebih giat menaikkan Level mereka dalam mengerjakan Misi, supaya mereka akan berguna nanti di saat perang tiba.


kembali ke sisi Juli saat ini...


"Heiiii....sudah 10 menit, tapi kau masih belum menghabiskan setengah nya." ucap Juli kesal.


"Baiklah sepertinya kau harus mati sekarang, lagian aku juga sudah tidak membutuhkan diri mu lagi." ucap Juli dingin.


lalu Juli memegang kepala Dewa Yama dan berkata.


"Instans Kill." ucap Juli.


seketika tubuh Dewa Yama berubah menjadi debu yang berterbangan.


Juli yang melihat itu hanya tersenyum kecil dan melihat ke arah mayat para pasukan Kekaisaran planet ke-7.


"Sepertinya kalian akan berguna untuk Pertempuran berikutnya." ucap Juli.


"Bangkitlah Wahai Prajurit Bayangan ku, ARISE." ucap Juli.


para mayat prajurit Kekaisaran planet ke-7 pun berubah menjadi pasukan Bayangan Juli.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Kalian ku beri perintah untuk Membunuh semua Monster-monster yang ada di Dimensi ini agar Level kalian meningkat, jangan lupa setiap orang harus membawa minimal 5 mayat Monster yang berlevel lebih dari 1 Miliyar ke hadapan ku. bila tidak maka kalian akan ku kebalikan ke neraka." ucap Juli dingin.


Para pasukan Bayangan hanya mengangguk saja dan segera pergi.


Juli yang melihat itu pun hanya mengangguk dan segera kembali ke para istrinya.


sedangkan disisi para istri Juli.


"Lihat sepertinya sayang sudah menyelesaikan Membunuh para hama, mari kita sambut dia." ucap Akiko kepada para istri Juli yang lainnya.

__ADS_1


para istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis sambil menunggu kedatangan Juli.


tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Juli telah kembali.


"Aku kembali." ucap Juli menyapa para istrinya.


"Selamat datang kembali Sayang/Suami/Anata/honey/Darling." ucap semua para istri Juli.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Pelukan dan ciuman di pipi mana?." ucap Juli sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum manis.


para istri Juli hanya mengangguk dan segera memeluk Juli lalu mencium pipi Juli secara bergantian.


setelah membutuhkan waktu yang lama karena jumlah istri yang yang ada 88 orang serta ditambah Lilith jadi 89 orang jadi membutuhkan waktu yang lama.


"Baiklah Para istriku sekalian, kalian bisa kembali ke Kekaisaran Holy Britannian serta bawa pasukan kembali lalu latih semua pasukan sebelum perang yang akan terjadi 3 tahun lagi tiba." ucap Juli.


para istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Serahkan kepada kami Honey." ucap Melascula tersenyum manis.


"Benar, serahkan kepada kami. nanti kami akan membuat mereka menjadi sangat kuat hingga bisa membantu suami." ucap Fu Hua sambil mengepalkan tangannya.


Juli yang melihat itu hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Maaf aku merepotkan kalian, tapi jika kalian ingin datang ke Festival suci nanti datang saja. sesekali liburan daripada kalian di Kekaisaran Mulu, lebih baik kalian datang dan dukung suami tercinta dan tertampan ini." ucap Juli tersenyum narsis.


para istri Juli hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Juli yang sangat narsis.


"Baiklah suami pasti kami datang kok, nanti kami siapkan tempat khusus untuk kami semua agar bisa menyaksikan diri mu." ucap Asami.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.


lalu para istri Juli membawa kembali para pasukan serta anak-anak Juli yang sedang tertidur di dalam tenda, Juli yang melihat anak-anaknya pada tidur terlihat sangat gemas dia pun tidak lupa untuk menjahili anak-anaknya.


setelah cukup puas menjahili anak-anaknya dengan mencoreti muka mereka kecuali anak-anak Juli yang paling kecil, anak-anaknya pun pergi bersama istrinya.


melihat istrinya sudah pergi bersama para pasukan serta bawahannya, Juli pun menatap Anggota 10 Dewan Elite serta kepala academi Barbara.


"Jadi apa kita akan menunggu menit-menit terakhir baru keluar atau sekarang?." ucap Kenzo.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tunggu menit-menit terakhir saja, lagian aku sedang menunggu para pasukan Bayangan ku Membunuh semua Monster-monster yang ada di sini." ucap Juli.


Teman-teman Juli hanya mengangguk dan mereka duduk bersama.


"Tuan Juli saya duluan kembali ke academi yaa, sepertinya mereka pada pingsan semua karena saya menghubungi para guru di academi tidak ada yang menjawabnya." ucap kepala academi.


"Kepala academi sudah aku katakan bahwa aku ini suami dari anak mu, jadi hentikan memanggil ku dengan sebutan Tuan. bila tidak kau akan seperti dewa Yama." ucap Juli tersenyum tipis mengancam ayah mertuanya.


kepala academi yang mendengar itu pun merinding mengingat hal tadi dan ia berkata.


"Baiklah nak, Ayah pergi dulu. kau serta yang lainnya segera lah kembali karena Turnamen akan dilanjutkan." ucap kepala academi


"Baiklah Ayah, paling sebentar lagi kami akan kembali. lagian waktu disini berbeda." ucap Juli.


kepala academi hanya mengangguk dan segera pergi.


sedangkan Juli berserta 10 Dewan Elite menunggu pasukan Bayangan Juli kembali.


setelah menunggu 3 jam akhirnya mereka kembali dengan Level yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.


Juli yang melihat itu hanya mengangguk dan tidak mempermasalahkan itu, lagian juga mereka akan meningkatkan Level di Dimensi khusus milik pasukan Bayangan Juli. dan mereka akan dilatih oleh ke 5 panglima pasukan bayangan Juli.


tidak lupa juga Juli membangkitkan kembali para Monster-monster yang dibawa oleh pasukan bayangan nya.


setelah itu mereka pun bersiap-siap untuk kembali ke academi.


"Baiklah mari kita kembali, dan melanjutkan Turnamen ini. dan setelah ini kita akan berlomba menggunakan Peliharaan yaa?." ucap Juli.


teman-teman hanya mengangguk.


"baiklah bila seperti itu, maka kita akan menggunakan Peliharaan kita. yang kita jinakkan saat pelatihan yang lalu." ucap Juli.


teman-teman Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Mari kembali." ucap Juli tersenyum tipis.


Bersambung...


***


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.

__ADS_1


see you next time dan bye bye.


__ADS_2