
"untuk masalah yang tadi jadilah pembelajaran bagi kalian bahwa tidak semua level menentukan segalanya, Yang menjadi patokan adalah diri kita sendiri dan SKILL" ucap raja Philip dengan lantang dan tegas .
****
Di kerajaan EXODIA tidak lebih tepatnya dikamar putri kerajaan EXODIA yaitu NATASHA DE EXODIA. Saat ini dikamar Natasha terdapat seorang pemuda yang pingsan karena kelelahan dan memaksakan diri untuk mengunakan teknik pahlawan kuno..
"Nenene.... Alice kapan darling sadar? ini sudah 2 hari dia pingsan" tanya Natasha kepada Alice karena selama 2 hari ini mereka merawat dan menjaga Juli.
"Ntahlah...bilang tabib ia terlalu memaksa kan diri waktu melawan Akira, Baru ini aku liat Yuu-kun semarah itu, biasa Yuu-kun selalu diam" Ucap Alice sambil memandang ku dan memasang muka khawatir.
"Heeee... darling dengar itu? Kami semua khawatir ke kamu darling bahkan Ai selalu mencari kamu" ucap Natasha sambil memegang tangan ku dan ingin menangis.
Sedangkan untuk Juli dia sedang berada di alam bawah sadar nya. Saat ini dia sedang bertarung melawan naga yang sangat besar dan kuat perkiraan level naga itu berada di level 390.000. Yap naga itu adalah naga kuno yaitu Raja nya para raja naga. Ciri-ciri adalah naga itu memiliki tangan 4 dan memiliki sisik kulit yang berwarna ungu, memiliki 6 tanduk dan 4 sayap besar, dibelakang naga itu terdapat RUNE berwarna ungu tua.
" Heiiii... bocah kau ini lemah sekali" ucap naga itu angkuh dan sombong.
"DIAMMMM...KAU KADAL TUA YANG BESAR DAN OTAK UNDANG" teriak Juli kesal karena dari tadi Juli bertanya tidak dijawab, Yap Juli bertanya tentang status nya yang tersegel dan naga itu tau jawabannya tetapi naga itu mengajak Juli bertarung dulu lalu mau menjawab.
"Pernafasan api : bentuk ke-lima ; Harimau api {HONO NO KOKYU : GO NO KATA ; ENKO} "Ucap Juli dengan lantang.
"Ayolah bocah kau ingin melawan ku dengan jurus anak kucing ini?" Ucap naga itu dengan nada mengejek.
"Serius lah bocah kau disini sudah 200 tahun untuk melawan ku, apa kau tidak ingin melihat gadis mu itu diluar dan anak kecil yang bernama Ai itu?" Ucap naga itu dengan duduk bersila dan tangannya yang di dada sambil melihat Juli yang sudah ngos-ngosan.
"AKU INGIN LIHAT MEREKA TERUTAMA AI ANAK KU TAPI AKU MASIHLAH SANGAT LEMAH HIKSSS.... HIKSSS...HIKSSS" Ucap Juli sambil menangis karena sudah lama tidak melihat mereka selama 200 tahun karena perbedaan waktu di alam sadar dan dunia nyata.
"Berhenti lah menangis bocah, dimana semangat mu waktu melawan ku sebelumnya? Baiklah cukup sampai disini saja kita bertarung, kalo boleh tau siapa nama mu bocah? Meski kita sudah bertarung selama 200 tahun ini, kau sudah ku anggap teman karena sudah menemani ku yang sudah di sini selama 20 juta tahun" ucap naga itu dia merasa senang karena ada orang yang bisa di ajak bertarung meski itu manusia lemah.
Lalu Juli pun diam dan menghapus air mata nya dan tersenyum lalu tertawa kecil "xixixixi...apa kau mengakui kehebatan ku? Perkenalkan nama orang yang kau ajak bertarung adalah YUUZAKI JULI"Ucap Juli sombong saat menyebutkan namanya.
Naga besar itu yang mendengar nama Juli pun tersentak kaget lalu tersenyum dan tertawa lantang "HAHAHA....tak ku sangka kamu adalah anak dari sepasang pahlawan Monster itu, ntah aku harus senang atau apa, kau sama persis seperti wanita itu yang awalnya sedih melawan ku habis itu sombong" ucap naga besar itu bahagia.
"Ehhhh....kau mengenal orang tua ku? Tapi aku masih punya adik yang bernama YUUZAKI ELENA" Ucap Juli penuh tanda tanya.
Lagi-lagi naga yang mendengar itu tersentak kaget lagi lalu berkata dengan serius "Yaa aku mengenal orang tua kalian tapi aku tidak bisa memberi tahu mu sekarang dan kau berkata punya adik juga? Seperti yang di katakan sepasang kekasih itu" ucap naga itu mengenang masa lalu.
FLASHBACK ON
"HEIIIII.....NAGA BESAR KITA AKAN BERPISAH DISINI" ucap seorang wanita yang ada disebelah laki-laki.
"Kenapa kalian pergi padahal dunia ini masih belum aman?"tanya naga besar itu dengan bingung.
"Yaa memang dunia ini belum aman tapi kau tunggu saja nanti ada se orang kakak beradik yang akan memporak-porandakan dunia ini dan mengatur ulang tantanan dunia ini" ucap wanita itu serius.
Naga besar yang mendengar itu pun bingung dan berkata "Siapa kakak beradik itu? Apa mereka lebih kuat dari kalian? Ato itu ada hubungannya dengan kau yang sedang hamil?" Ucap naga itu ke wanita.
Lalu laki-laki yang disebelah wanita itu pun menjawab "Yaa mereka lebih kuat di bandingkan kami bahkan dewa saja bakal tunduk pada kakak beradik itu, dan mereka berdua memang ada hubungannya dengan kami, kau tau kan kalo seorang yang pindah ke dunia lain secara paksa maka umurnya tidaklah panjang?" Tanya laki-laki itu.
"Iyaa emang umur mereka tidaklah panjang, mereka hanya akan bertahan 13 tahun setelah pindah dunia, jika kalian lakukan itu kalian akan mati ? Kenapa tidak disini saja kau melahirkan anak itu?" Kata naga besar itu.
"Kau ini ternyata bodoh juga yaa walau kau rajanya para raja naga, sudah jelas apa bila kita melahirkan anak ini disini maka dia akan menjadi incaran para iblis kuno dan para dewa yang haus kekuasaan, kalo kita hanya mengharapkan para dewa kuno yang sinting untuk melindungi anak kita bakal tidak sanggup" ucap wanita itu menjelaskan panjang lebar.
"Jadi sampai disini aja kah kita bertemu? Bila seperti itu maka bila kakak beradik itu ada di dunia ini maka akulah yang pertama ajak mereka bertarung" ucap naga itu dengan senang sambil membayangkan tuan muda dan nona muda mereka.
"Yaa tidak masalah tolong sekalian lindungi mereka berdua karena mereka adalah harapan dunia ini, semoga kau bisa menyaksikan nya tidak seperti kita berdua" ucap lelaki itu dengan sedih.
"Sabarlah Anata...pasti anak kita bisa melaksanakan takdir yang ribet ini, Dangan di temani naga besar yang bodoh ini" ucap wanita itu membuat candaan biar suaminya tidak sedih.
"Yaaa bukannya hanya naga bodoh ini saja yang menemani anak kita, masih ada pasukan dan hewan dewa kuno yang lainnya" ucap lelaki itu sambil tersenyum.
"HEIIIIII SIAPA YANG KAU BILANG BODOHHHH.....LIHAT SAJA NANTI BILA ADA ANAK MU MAKA AKU KU KERJAIN DIA HAHAHAHA"Ucap naga itu memiliki rencana jahat untuk mengerjai tuan muda nya.
"Yaa coba saja kau kerjain palingan sikapnya seperti ku" ucap wanita itu dan mereka tertawa dan bercanda bersama untuk terakhir kali nya.
FLASHBACK END
__ADS_1
"Oiii paman naga apa kau dengar" ucap Juli sedikit berteriak karena dari tadi tidak di balas dia memanggil.
" Naga besar oiiii...kau tuli kah?" Sekali lagi Juli memanggil tapi tidak di jawab dan Juli pun kesal.
"WOIIIIII.....NAGA TUA BODOH KAU TULI ATAU APA? DARI TADI DI PANGGIL GAK NYAUT"ucap Juli berteriak nyaring dan membuat naga itu kaget dan marah.
"WOII BOCAH KAU BILANG APA TADI? KAU BILANG AKU BODOH?" Tanya naga itu yang sudah marah.
"Ternyata kau memang bodoh dan tuli" ucap Juli datar dan membuat naga besar itu marah karena mengingat seseorang.
"SIALANNNNN....KAU TIDAK ADA BEDANYA DENGAN WANITA ITU" Ucap naga besar itu penuh dengan emosi.
"Sudah lupakan kalo boleh tau siapa nama mu naga besar?" Ucap Juli bertanya. dan naga besar yang mendengar itu tersenyum dan berkata "aku tidak memiliki nama karena para naga yang lainnya memanggil ku raja tertinggi" ucap naga itu berbohong padahal dia sudah punya nama tapi dia ingin ngetes bocah di depannya.
"Kasian sekali kau naga tua yang bodoh tidak memiliki nama" ucap Juli mengejek dan itu membuat naga besar mengingat seseorang pertama kali bertemu dengan nya.
"Baiklah kau ku Panggil KING karena naga lain memanggil mu raja" ucap Juli yang membuat naga besar itu kaget dan tersenyum.
"Bahkan Nama saja yang kamu kasih mirip dengan mereka" ucap naga yang tidak di dengar oleh Juli.
"Oiyaa King gimana caranya keluar dari sini? "Tanya Juli sedikit bingung.
"Yaa sebaiknya kau keluar dan persiapkan dirimu untuk bertemu dengan para dewa sinting itu" ucap King, lalu King berkata lagi "kau hanya perlu tidur saja nanti kau akan kembali " ucap King.
"Baiklah terima kasih kalo begitu, semoga kita bertemu lagi king" ucap Juli lalu berebah dan tidur.
" Ku tunggu kau menjadi kuat dan aku akan ikut bersama mu tuan muda" ucap King lalu ia beristirahat lagi untuk mengumpulkan kekuatan supaya bisa menemani tuan muda nya.
Saat ini dikamar Natasha, terdapat dua orang gadis yang tertidur sambil memegang tangan pemuda yang mereka tunggu selama 2 hari ini dan ada seorang gadis kecil yang tertidur di bawah kaki pemuda itu.
Waktu sudah menunjukkan sore hari kedua wanita itu sudah bangun tapi masih memegang tangan pemuda itu dan gadis kecil yang masih tertidur.
"Natasha apa kamu gak masuk sekolah hari ini?" Tanya Alice karena Natasha adalah murid inti dari academi terkenal.
"Tidak aku sudah bilang master ku untuk ijin beberapa hari menjaga tunangan ku" kata Natasha yang mana ketika dia ijin seperti itu membuat satu academi kaget dengan Natasha yang memiliki tunangan.
" Owhh..... ini sudah sore dan sudah 2 hari Yuu-kun gak sadarkan diri" ucap Alice sedih.
Ketika Natasha berkata seperti itu dia mendengar suara yang sangat di nantikan nya 2 hari ini "sapa bilang aku mimpi dikelilingi cewek cantik? Yang ada aku mimpi sama naga bodoh bahkan tua lagi dan budek juga pula" ucap Juli kesal mengingat dia dipermainkan oleh king.
Tersentak kedua wanita itu kaget dan senang karena orang yang mereka tunggu sudah siuman. Dan karena suara ribut itu pula Ai terbangun dari tidur nya.
"Mama Natasha dan mama Alice.... Kenapa berdua ribut sih kan Ai lagi tidur didekat papa?" Tanya Ai polos. karena kemarin ai dan kakaknya sudah dipindahkan ke istana dan hari itu juga kedua gadis muda yang di depan Juli menyuruh Ai memangil mama.
"Apa Ai sudah melupakan papa? mentang-mentang papa hanya tertidur 2 hari Ai sudah lupa"ucap Juli dengan nada datar dan berpura-pura sedih ke Ai.
Ai yang mendengar suara orang yang dikenalnya pun kaget dan langsung melihat siapa ke asal suara itu. "Papa hiksss...hiksss pa-papa akhirnya bangun juga hiksss... hiksss Ai kira papa akan ninggalin Ai lagi" ucap Ai dengan nangis dipelukan Juli.
"heyy...heyy kenapa anak papa yang satu ini menjadi cengeng? kalo gitu papa minta maaf yaa udah buat kamu khawatir" ucap Juli meminta maaf dan melirik kedua gadis yang dari tadi masih kaget melihat Juli sadar dan Juli berkata "apakah kalian juga tidak rindu? bila tidak yasudah mending aku tidur lagi dan kelai sama naga tua itu" ucap Juli sedikit bercanda karena dia ingin menggoda ke-2 gadis itu.
Alice dan Natasha yang mendengar itu pun langsung nangis dan memeluk Juli secara bersamaan." HUUWAHHHHH...Yuu-kun kenapa kau bodoh sih melakukan hal itu dengan memaksakan diri? lihat kau tidak sadarkan diri selama 2 hari apa kau tidak kasian dengan kami yang khawatir sama kamu?" ucap Alice menangis dipelukan Juli.
"hiksss... hiksss memang darling sungguh bodoh" ucap Natasha sambil menangis di bahuku dan memukul ku.
"HEIII.. HEIII... bila kau memukul ku lagi Natasha maka aku akan tidur selama nya, apa emang semua wanita kalo berbicara itu harus main pukul badan yang disebalahnya?" tanya Juli karena dia selalu melihat wanita kalo berbicara terkadang menjadikan objek yang disebalahnya menjadi tumbal pukul.
"maaf aku tidak sengaja" ucap Natasha sedih karena sudah memukul Juli.
Juli yang melihat Alice dan Natasha sedih pun berkata dengan Ai " Ai apa bisa kau gantian berpelukan dengan ke-dua mama mu yang cengeng ini?" tanya Juli kepada Ai.
"baiklah papa Ai gantian pelukan dengan mama Ai yang cegeng" ucap Ai polos dan tidak berdosa.
Alice dan Natasha yang mendengar itu pun sedikit marah tapi ditahan dan langsung memeluk Juli secara gantian. ketika giliran Natasha memeluk ku tiba-tiba ada yang membuka pintu.
CLEKKK.....
" anakku tadi ayah mendengar keributan, apa nak Juli sudah sadar" ucap raja yang belum sadar ketika dia melihat Alice dan Natasha memeluk ku dengan ganas dan Ai yang polos hanya melihat kami pun berkata "Akhhhhh.....maaf kalian bisa melanjutkannya" ucap raja buru-buru tutup pintu dan melarang orang masuk.
__ADS_1
"kalian berdua sadarlah kalian tadi dilihat paman Philips" ucap Juli karena tidak tahan dipeluk lama-lama oleh gadis.
"kenapa darling masih memanggil ayah dengan sebutan paman? ayah itu calon mertua mu dan berhentilah memanggil paman" Ucap Natasha kesal dan sedikit cemberut.
"hahahaha...maaf lagian aku belum terbiasa memanggil pam- ehh maksudnya ayah" ucap Juli yang hampir menginjakkan kakinya di ranjau.
"owhh iyaa ketika aku pingsan selama 2 hari apa aja yang terjadi?" kataku karena setiap saat pasti ada informasi yang menentukan kehidupan nya disini.
"selama Yuu-kun tak sadarkan diri yang terjadi hanyalah ketika akira dan ketua kelas sadar esoknya para pahlawan sudah disuruh latihan sementara yang dipimpin oleh Jenderal tertinggi dan Mage peringkat atas" ucap Alice.
"ada lagi? seperti kapan pergi melawan monster atau menaikkan level?" tanya Juli karena selama dia bertarung dengan king pengalaman Kendo nya dulu kembali seperti pas dimasa jayanya jadi ia ingin menaikkan level sambil mencari tau tentang titlenya itu.
" hmmm....kalo masalah leveling sih bilang jenderal akan dilaksanakan 3 bulan lagi di hutan luar death forest" ucap Alice sambil mengupas buah untuk ku.
" jadi begitu 3 bulan yaa? kurasa itu cukup buat latihan untuk mengasah kemampuan" ucap ku sambil memakan buah yang di berikan Alice.
"oiyaa Natasha bukannya kamu bersekolah di academi Barbara kan? kenapa para pahlawan setelah berlatih tidak dimasukkan ke academi, untuk mendapatkan pengetahuan dan menambah kekuatan disana?" tanya Juli sambil melihat Natasha yang sedang datang dari luar membawakan minum.
"itu tidak semudah yang kau bilang darling, memang ayah berencana seperti itu setelah latihan para pahlawan selama paling tidak 8 bulan atau 1 tahun, supaya mendapatkan kartu petualang rank S"ucap Natasha menjelaskan.
"kenapa harus menggunakan kartu petualang? memang apa saja aturannya bila ingin masuk disana?" tanya Juli.
"karena academi hanya menerima petualang dan di academi tidak menerima orang yang sekedar gelar bangsawan bahkan jika kau kaisar pun akan ditolak" kata Natasha.
"ehhh ngerinya memang siapa kepala academi sampai berani melawan kaisar ? apa kepala academi mu kuat?" tanya Juli.
"yaa kepala academi lebih kuat dari pada kaisar, bahkan guru-guru disana sebanding dengan kaisar, rata-rata level guru academi 19.500 dan kepala academi berlevel 25.000. dan di academi terdapat 10 anggota Trinity yang dimana itu adalah siswa terkuat di academi, dan kau tau darling? aku adalah salah satu anggota Trinity diurutan 10 dengan level 11.000" ucap Natasha menjelaskan dan sombong di akhir kalimat.
"jadi kepala academi memiliki level 25.000, pantas bisa menolak orang yang memiliki gelar bangsawan" ucap Juli lalu berkata lagi " dan kau Natasha? baru berurutan di 10 aja bangga" ucap Juli datar melihat Natasha.
"Jelaslah bangga darling karena untuk menjadi anggota Trinity itu susah ujiannya dan isi nya semua wanita karena di academi lelaki pada lemah karena terlalu di manja orang tua mereka hpmhhh..." ucap Natasha kesal dan cemberut dengan pipinya yang menggembung.
"haikkk..... haikkk aku tau kau sangat lucu ketika cemberut xixixixi" kata Juli pelan dan tertawa manis yang dimana itu membuat Alice dan Natasha kaget melihat wajah tampan Juli.
"Tampan" ucap Alice dan Natasha secara bersamaan.
Juli yang mendengar itu langsung memasang muka datar dan berkata "siapa yang tampan?" kata Juli datar.
lalu mereka pun berbincang-bincang dan tertawa hingga memasuki jam makan malam.
Tokk... Tokk... Tokk
"Nona Natasha dan nona Alice waktunya makan malam" ucap pelayan diluar.
"iyaaa kita akan turun" ucap Natasha.
"Mari kita makan kebawah sudah ditunggu yang lain" kata Alice dan melihat ke arah ku dan berkata " Water HEALING" Ucap Alice .
"makasih Alice dan ayo kebawah pasti semua sudah menunggu, dan Ai mari sini papa gendong" kata ku dan mengendong Ai.
"yeayyyyy waktunya berangkat" kata Ai dengan semangat dan gembira.
"okehh waktunya berangkat" kata ku dan membawa Ai di leher ku dan berlari pelan.
Natasha dan Alice yang melihat itu saling berpandangan tersenyum. "mari kita ikut darling" ucap Natasha. karena baru ini dia merasa bahagia terhadap orang lain selain orang tua nya.
****
***Gimana gaiss seru gak? Maaf yaa kalo chapter ini jelek
JANGAN LUPA
-LIKE
-VOTE
-SHARE
__ADS_1
DAN KASIH SARAN DI KOMEN YAA
SEKALI LAGI TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA CERITA KU DAN BYE BYE***