
7 Tahun berlalu di Dimensi Juli....
Di Kekaisaran Holy Britannian, lebih tepatnya di taman belakang Kekaisaran.
"HEIII... anak-anak jangan berlari-larian, apa kalian ingin Ayah smack*down?." ucap Juli meneriaki anak-anaknya yang sedang berlarian.
"Coba Suami smack*down mereka, aku mau melihat suami melakukan nya." ucap Yue disebelah Juli sambil tersenyum menyeringai.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum cegegesan dan berkata.
"Maaf-maaf aku hanya bercanda." ucap Juli takut-takut.
lalu Theresia pun berkata.
"Apa sayang besok akan pergi berlatih?." Ucap Theresia sambil menaruh makanan untuk suaminya.
Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan berkata.
"benar, besok aku akan pergi. mungkin aku akan berlatih 2 hari di dunia luar, lagian anak-anak sudah tumbuh besar dan mengerti saat ayahnya meninggalkan mereka." ucap Juli sambil mengambil kue yang diberikan oleh Theresia.
Theresia hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa.
ke 51 istri Juli yang hamil di tambah Lilith dan Karene jadi total nya 53 orang istri Juli pun sudah melahirkan anak-anak Juli, anak-anak Juli yang lahir berjumlah 81 orang yang terdiri dari 45 laki-laki dan 36 perempuan.
anak-anak Juli juga kebanyakan kembar identik bahkan sampai ada yang kembar 4, dan anak-anak Juli melahirkan di Minggu yang sama. yang artinya selama seminggu penuh ke 53vistri Juli melahirkan secara bergantian bahkan sampai ada yang tengah malam melahirkan, tapi Juli sebagai seorang ayah meski lelah dan tidak tidur selama seminggu ia tetap menjaga dan menemani istrinya melahirkan satu-persatu.
dengan ini total keseluruhan anak-anak Juli adalah 117 orang, dan 77 orang istri yang sudah memiliki anak lalu 5 orang yang belum memiliki anak yaitu Gremory, Sistri, Amon, Vepar, dan Seera. {Note ; gila mau seberapa banyak anak yang pengen Juli buat?.}
untuk Moko-sensei belum Juli nikahi tapi para istri-istri Juli terus memaksa untuk menikahi Moko-sensei, agar mereka tau kebiasaan Juli waktu sekolah SMP dulu. maka dari itu mereka terus memaksa Juli, tapi Juli berkata bahwa Moko-sensei sedang sibuk mengurus Tim yang akan mewakili Benua Timur untuk turnamen antar benua yang akan diadakan 1 Minggu lagi di benua Utara.
para istri Juli pun paham, tapi mereka tetap memaksa Juli untuk menikahi Moko-sensei setelah turnamen antar benua selesai, Juli hanya iya-iya saja karena Juli tidak bisa melawan istrinya jika ia melawan maka selesai.
kembali ke cerita...
"Theresia kemana istri ku yang lainnya?." ucap Juli bertanya kemana istrinya karena tidak melihatnya sejak tadi.
"Owhhh saudari yang lain saat ini sedang memasak untuk makan siang anak-anak, kan Sayang tau sendiri seberapa banyak anak kita. tidak mungkin hanya 1 atau 2 orang saja yang masak, lagian kami juga tidak ingin menyuruh para maid karena mereka anak kami. jadi biarkan kami yang masak untuk mereka dan untuk Sayang juga." ucap Theresia menjelaskan dimana istri Juli yang lainnya.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Owhh gitu, baiklah aku paham. nanti aku ajak anak-anak pergi ke ruang makan bersama." ucap Juli berdiri dan menyusul anak-anaknya bermain.
Theresia hanya menggelengkan kepala saja ketika melihat Juli seperti anak kecil saat bersama anak-anaknya.
"Theresia ayo kita juga harus ke dapur untuk membantu saudari yang lain." ucap Yue mengajak Theresia.
Theresia hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
lalu Theresia dan Yue pergi ke dapur untuk membantu istri Juli yang lainnya memasak untuk Juli dan anak-anaknya makan siang nanti.
sedangkan Juli bermain bersama anak-anaknya dan juga mengobrol dengan anak-anaknya yang sudah besar seperti Killua, Ryuu, Raphael dan lain-lainnya.
"Ayah kami akan pergi berlatih besok, apa boleh?." ucap Killua disebelah Juli yang main sama anaknya.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Iyaa Ayah mengijinkannya kok, lagian kalian selama 7 tahun ini membantu ayah menjaga dan merawat adik-adik kalian. jadi kalian bisa pergi berlatih, karena adik-adik kalian bisa dijaga oleh para maid dan para mama kalian." Ucap Juli tersenyum tipis.
"Dan juga besok ayah juga akan pergi ke dunia luar untuk berlatih, paling tidak 2 hari ayah berlatih atau ± 65 tahun di Dimensi ini." Ucap Juli.
anak-anak Juli hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa.
"Oiyaa setelah ayah berlatih nanti ayah juga akan melatih kalian selama 33 tahun atau 1 hari di dunia luar, karena setelah itu ayah mau membantai satu persatu organisasi kejahatan." Ucap Juli tersenyum tipis sambil mengelus rambut anaknya yang paling kecil yang sedang tidur di pahanya.
"Baiklah ayah, kami akan berlatih bersama ayah setelah ayah selesai berlatih." ucap Ryuu.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
setelah itu mereka mengobrol bersama sambil menunggu para istri Juli selesai memasak.
lalu salah satu istri Juli yang dari kelas 3-S pun memanggil mereka.
"Sayang dan anak-anak waktunya makan siang, cepatlah ke ruang makan. tapi sebelum itu cuci tangan terlebih dulu." ucap istri Juli.
"Baiklah kami akan ke sana." ucap Juli sedikit meninggikan suaranya.
istri Juli hanya mengangguk dan pergi duluan ke ruang makan.
lalu Juli pun mengajak anak-anaknya mencuci tangan sebelum makan.
"Ayo anak-anak mari kita mencuci tangan terlebih dahulu agar saat makan kita tidak membawa kuman." ucap Juli kepada 117 anaknya.
"Baiklah Ayah." ucap 117 anak Juli bersamaan yang dimana seperti paduan suara.
Juli hanya mengangguk dan mengajak anak-anak nya mencuci tangan.
sesuai cuci tangan mereka pergi ke ruang makan.
terlihat bahwa ruang makan tidak ada meja makan hanya ada karpet besar dan panjang yang dimana tengah-tengah karpet itu sudah banyak sekali makanan yang dihidangkan oleh para istri Juli.
"Akhirnya kalian datang juga, kemari lah sayang dan anak-anak waktunya makan." ucap Shella melihat Juli dan rombongan anak-anaknya tiba.
lalu Juli dan anak-anaknya duduk di karpet, sebenarnya meja makan ada tapi Juli tidak ingin memakai nya karena ia lebih suka lesehan bersama keluarga nya daripada duduk dimeja yang sangat panjang karena jumlah anggota keluarganya yang sangat banyak.
"Baiklah anak-anak biarkan para ibu yang mengambilkan kalian makanan supaya gak rusuh, oke?." ucap Sherly.
"Okeh Mama." ucap anak-anak Juli.
lalu istri Juli mengambilkan makanan untuk anak-anak mereka makan, Juli juga diambil kan makanan oleh kakaknya.
"Juli kau mau makan apa?." ucap kak Nino.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"sembarang aja kak." ucap Juli.
"Tapi disini gak ada makanan sembarang, jadi gimana?." Ucap kak Nino datar menatap Juli.
Juli yang mendengar itu pun berkata sambil menatap datar balik kak Nino.
"Kalo gitu terserah kakak mau ambilkan Juli apa." Ucap Juli datar.
Kak Nino hanya mengangguk dan mengambilkan makanan untuk Juli tidak lupa juga kak Nino memberikan Juli air minum di gelas besar.
"Ini ambil." ucap kak Nino sambil memberikan piring berisi makanan Juli dan minumnya.
Juli hanya mengangguk dan menunggu anak dan istrinya selesai mengambil makanan juga.
setelah menunggu Juli berbicara.
__ADS_1
"Baiklah mari kita makan bersama-sama, selamat makan." Ucap Juli.
"Selamat Makan." ucap istri dan anak-anak Juli.
setelah itu mereka pun makan dengan tenang dan tanpa ada keributan sama sekali, hanya terdengar suara sendok dan piring saja.
sesuai makan para maid pun membersihkan piring-piring yang kotor dan mengangkatnya ke meja pencuci piring.
untuk Juli ia masih duduk untuk menurunkan makanan nya didalam perut, ia juga mengobrol dengan istrinya.
"Oiyaa dimana Kakek dan Nenek kalian?." ucap Juli bertanya kepada anaknya.
lalu Kanna pun berkata.
"Kakek dan Nenek tadi bertemu Kanna saat ingin pergi ke taman, lalu kata Kakek dan Nenek mereka akan mulai berlatih di Dungeon untuk menaikkan Level dan kekuatan mereka." ucap Kanna.
Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk lalu melirik ke arah istrinya dan berkata.
"Kalian juga akan berlatih?." tanya Juli.
para istri Juli hanya mengangguk dan Carrera pun berkata.
"Benar sayang, tapi kami akan berganti-gantian latihannya. agar kami biar bisa menemani dan menjaga anak-anak bermain." ucap Carrera.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah aku besok juga akan berlatih, setelah itu aku akan melatih anak-anak setelah selesai latihan." Ucap Juli.
Ultima pun mengangkat tangannya dan berkata.
"Suami apa kami juga boleh ikut berlatih bersama suami?." Ucap ultima.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Kalian boleh ikut, rencana aku memang akan melatih kalian bersama-sama." Ucap Juli.
para istri Juli yang mendengar itu pun sangat bahagia.
"Baiklah mari kita bersantai-santai hari ini sebelum fokus berlatih." Ucap Juli.
istri dan anak-anak Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.
lalu mereka pun bersantai untuk menghabiskan waktu bersama.
Keesokan harinya.....
saat ini di Academi Barbara atau kelas E, Juli sudah tiba disana untuk bertemu dengan teman-teman nya.
"Yoo aku datang." ucap Juli masuk ke dalam kelas E.
disana sudah ada Teman-temannya yang setiap hari selalu hadir disana.
"Ahhh ketua, lama tidak bertemu. dari mana saja ketua?." ucap Kenzo.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Tidak kemana-mana hanya berkumpul bersama keluarga saja." ucap Juli tersenyum tipis seolah-olah tidak terjadi apa-apa, karena Juli tau bahwa orang-orang ingatannya telah dihapus oleh wanita bersayap waktu itu.
"Oiyaa Ketua, kepala academi memberi kami tugas untuk mengawal Tim yang menjadi perwakilan Benua Timur." ucap Kenzi disebelah Kenzo.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"3 hari dari sekarang, karena kita akan menaiki kapal dari kerajaan ketua untuk menuju ke Benua Utara dalam waktu 4 hari. jadi saat kita tiba disana sudah bertepatan dengan turnamen antar benua." Ucap Kenzi menjelaskannya.
Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Baiklah aku akan ikut kalian, lagian 3 hari kedepan aku tidak ada waktu sibuk. jadi aku akan mengajak kakak ku dan 2 istri ku untuk membantu mengawal Tim perwakilan dari Benua Timur." ucap Juli tersenyum tipis.
Teman-teman Juli hanya mengangguk dan mereka lega bahwa Juli akan ikut, jadi mereka tidak perlu ragu-ragu untuk mengeluarkan kekuatan mereka jika ada Juli.
lalu Juli pun berkata.
"Baiklah aku akan pergi, 3 hari lagi akan kemari. aku ada urusan yang harus diselesaikan." ucap Juli sambil melambaikan tangannya dan pergi.
teman-teman Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Berhati-hatilah Ketua." ucap teman-teman Juli.
Juli hanya mengangguk dan mengangkat tangannya.
lalu Juli pun keluar dari academi Barbara melewati gerbang masuk yang dimana ia disapa oleh murid-murid academi.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil saat disapa.
saat tiba di luar academi Juli berkata kepada System.
'System aku sudah siap pergi ke Planet Monster, jadi bagaimana caranya aku pergi?.' ucap Juli.
[Ding!!!! Host tidak perlu khawatir, karena System akan menteleportasi Host ke Planet Monster dalam waktu 1 menit dari sekarang.] ucap System.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
'System sekarang kau bisa mereset kembali Level ku menjadi Level 1.' ucap Juli.
[Ding!!! memproses permintaan host.
Mereset kembali Level Host menjadi 1 dan memulai nya dari awal.
1%...
50%...
80%...
97%...
100%...
Completed.
permintaan Host telah dilaksanakan.] ucap System.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
'Baiklah mohon bantuannya System untuk membantu ku menaikkan Level dan kekuatan ku saat tiba disana.' ucap Juli.
[Ding!!! serahkan saja kepada System.
System akan membantu Host menjadi Ratusan juta kali lebih kuat dari King Void hingga tidak ada di seluruh alam semesta yang bisa mengalahkan Host.] ucap System dengan percaya diri.
__ADS_1
Juli hanya mengangguk dan berkata.
'Oiyaa nanti notifikasi dari membunuh Monster di sembunyikan saja yaa, soalnya nanti malah membuat aku terganggu karena ribut.' ucap Juli.
[Ding!!! Host tidak perlu khawatir, karena System sudah melakukan itu sebelum Host memberitahu nya.] ucap System.
Juli yang mendengar itu pun sangat senang karena System nya paham apa yang ingin dia lakukan tanpa hanya memberi tahu nya terlebih dahulu.
[Ding!!! Menteleportasi Host ke Planet Monster akan dilakukan 5 detik dari sekarang.
5...
4...
3...
2...
1...
Host di teleportasi kan.] ucap System.
Juli yang mendengar itu hanya diam dan tubuhnya perlahan-lahan menghilang menjadi cahaya.
Juli pun di teleportasi kan ke Planet Monster.
saat tiba disana Juli melihat pemandangan yang sangat luas dan pegunungan yang tinggi, tapi ada yang aneh saat Juli melihat ke arah sebuah Monster Golem yang sangat besar.
Juli yang melihat itu pun bertanya kepada System.
'System apa ia cocok menjadi pasukan bayangan ku?.' ucap Juli.
[Ding!!! menjawab Pertanyaan Host.
Menurut System Monster Golem itu sangat cocok di jadikan pasukan bayangan milik Host.
karena Monster Golem itu lebih kuat dan keras dibandingkan Ras Giant yang host bunuh di dungeon Skyland.
dan Level Monster Golem itu ± 250 Miliyar.] ucap System.
Juli yang mendengar itu pun sangatlah senang.
"Baiklah mari kita uji coba dia sebagai tumbal pertama sebelum aku membantai Monster-monster yang ada disini." Ucap Juli tersenyum menyeringai.
lalu Juli pun maju dengan tangan kosong.
"Mari aku coba seberapa keras tubuhnya dengan pukulan ku." ucap Juli tersenyum menyeringai sambil memasang ancang-ancang untuk memukul Monster Golem tersebut.
"Teknik Beladiri Yuuzaki ; Pukulan Perusak Alam." ucap Juli.
tiba-tiba ditangan Juli mengeluarkan aura merah seperti darah yang dimana aura itu melindungi tangan Juli seperti sarung tinju.
BUKKKKKKKK.....
BOAMMMMMM.....
1 pukulan Juli pun berhasil memukul Monster Golem itu hingga terlempar cukup jauh, tapi yang hebat nya adalah Monster Golem itu tidak mengalami rusak di tubuhnya.
Juli yang melihat itu pun sangat senang dan berkata.
"Dia cocok dijadikan garis terdepan pasukan bayangan ku." ucap Juli tersenyum psikopat.
tiba-tiba Juli menghilang dari tempatnya dan muncul di hadapan Monster Golem itu.
"Instans Kill." ucap Juli menyentuh kening Monster Golem itu.
tiba-tiba saja Monster Golem itu terjatuh dan mati tidak bernyawa karena kekuatan Juli yang langsung menyerang jiwa nya.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Aku tidak akan membiarkan Barang berguna ku akan rusak, semakin sedikit luka mu maka semakin banyak juga kamu meningkat Level saat aku bangkit kan." Ucap Juli tersenyum menyeringai.
lalu ia membangkitkan Monster Golem itu.
"Bangkitlah Wahai Prajurit Bayangan ku." ucap Juli.
Monster Golem itu pun bangkit kembali dalam wujud pasukan bayangan Juli.
Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Keluarlah Wahai Prajurit Bayangan ku." ucap Juli.
lalu muncullah ±46 Miliyar pasukan bayangan Juli dan ke 5 panglima pasukan bayangan.
"Memberi Hormat kepada Yang Mulia Agung." ucap seluruh pasukan bayangan Juli sambil bersujud.
Juli pun berkata.
"Aku terima hormat kalian." Ucap Juli.
lalu Juli berbalik dan melihat lautan Monster yang menuju ke arahnya dalam jumlah banyak.
'System apa ini jumlah monster-monster yang ada di planet ini?.' Ucap Juli.
[Ding!!! tidak.
mereka hanya segayung dari dari jumlah Monster yang ada, yang artinya Host harus melawan jutaan kali lipat dari Monster-monster yang ada dihadapan Host.] Ucap System.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan tubuhnya gemetaran.
"Astaga hanya segayung dari jumlah Monster yang ada?." ucap Juli gemetaran sambil melihat jumlah Monster itu.
"HAHAHAHA.....siapa yang perduli, mau di berjumlah Kuadriliun pun aku tidak akan takut." ucap Juli bersemangat dan tersenyum psikopat.
"Lostvayne dan kapak Rhitta, keluarlah." ucap Juli memanggil pedang Lostvayne dan kapak Rhitta nya.
lalu dia memasang ancang-ancang untuk menyerang lautan Monster itu.
"Mari kita Bantai." Ucap Juli tersenyum menyeringai sambil terjun kedalam lautan Monster-monster itu.
Bersambung....
***
Latihan Juli bakal di skip sesuai permintaan kalian, jadi next Juli langsung OP.
jangan lupa, like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
__ADS_1
see you next time dan bye bye.