
setalah Juli melihat Louise bersumpah atas nama kaisar dewa iblis aku pun tersenyum.dan mendengar Natasha berkata "JULI JANGAN BERCANDA KAMU KENAPA KAMU INGIN BERDUEL DENGANNYA BAHKAN DUEL HIDUP DAN MATI? KENAPA HAA? APA KAMU TIDAK PERDULI LAGI DENGAN AI DAN RAPHAEL APA BILA KAMU TIDAK ADA HAA? JAWAB JULI" Ucap Natasha yang sudah emosi dan tiba-tiba.
PLAKKKK....
Natasha menampar Juli dan seketika itu Juli sadar apa yang telah dia lakukan.
"dasar bodoh kenapa kamu menantangnya? hiksss.... hiksss kau selalu saja menanggung beban mu sendiri, kenapa Juli kenapa? aku ini keluarga mu dan mungkin aku akan jadi istri mu jadi kenapa kamu tidak andalkan aku untuk membantu hikssss.....hikssss" ucap Natasha nangis sambil menatap Juli yang disampingnya ada Raphael.
"Maaf kan aku hiksss.... hiksss aku terpaksa lakuin ini karena aku tidak ingin kau dan Raphael kenapa-napa dan hanya ini yang bisa kulakukan buat melindungi kalian hiksss... hiksss ini sudah terlanjur jadi tidak bisa ditolak jadi aku mohon jaga Ai dan Raphael untukku" ucap Juli yang menangis terisak dan terduduk.
Natasha yang melihat ku seperti itu pun langsung memeluk ku dan berkata "kau sungguh bodoh darling bila sudah begini maka aku akan ikut kau darling melawan iblis itu dan pulang bersama" ucap Natasha yang masih memeluk Juli.
"apakah masih lama perpisahan dramanya?" ucap iblis Louise.
" tidak ini sudah cukup dan waktunya mulai pukkkk...." ucap Juli lalu membuat Natasha pingsan dan melihat ke arah jenderal.
"Jendral bawa dia kembali ke kerajaan serta pahlawan yang tidak berguna itu semua" ucap Juli yang mengejek pada pahlawan karena ketakutan.
"baiklah kau tunggu disini dan aku akan mencari bantuan" ucap Jenderal dan pergi bersama yang lainnya menggunakan batu teleportasi.
tapi yang membuat Juli marah seketika adalah ketika Raphael sudah mau dibawa oleh Jenderal disebelahnya Akira malah mendorong nya dan berkata "KAU BISU LEBIH BAIK MATI SAJA SANA BERSAMA AYAH MU YANG BODOH" Ucap Akira sebelum batu teleportasi yang dimana itu membuat semua orang kaget dan Jendral marah tapi itu telat kerena batu sudah aktif dan Raphael tertinggal.
"BAJINGAN KAU AKIRA LIHAT SAJA NANTI, AKU AKAN MEMBALAS DENDAM INI BERKALI-KALI LIPAT" Ucap Juli marah dan penuh dendam dan dia berlari ke arah Raphael dan di hadang oleh monster yang ada di samping iblis itu.
perkiraan Juli level monster ini berlevel 17.000 yang dimana dia lebih kuat dari iblis itu. " KENAPA KAU MENYURUH MONSTER INI MENGHALANGI KU?" kata Juli dengan dingin dan keluar aura yang membunuh sangat kuat.
"ini tidak sesuai perjanjian kita tadi kan? kau hanya menyuruhku untuk tidak menggangu orang-orang yang pergi sedangkan anak itu tadi sudah pergi malah tidak jadi" ucap iblis itu santai. dan itu membuat Juli berdecak kesal.
"cihhhh....bisakah kau melepaskan nya dan aku aku menyerahkan nyawaku sebagai gantinya?"tanya Juli berharap iblis itu mau tapi sayangnya kenyataan tidak seindah halu.
"untuk apa aku mengambil nyawa mu secara langsung ? bukannya itu membosankan?" ucap Louise.
"baiklah kau diam disitu dulu dan aku akan membunuhmu setelah membunuh hewan biadab mu itu" ucap Juli dingin dan membuat iblis itu takut dan tidak berani bertindak macam-macam.
"baiklah kalahkan dia lalu lawanlah aku" ucap Louise karena dia juga ingin liat teknik Juli.
SEDANGKAN DI KERAJAAN EXODIA
BUKHHHHHH......
Akira yang saat ini dipukul oleh Jenderal Tom karena kelakuan nya yang melebihi batas. "SIALAN KAU BAJINGAN TIDAK TAU TERIMA KASIH, KAU SUDAH DISELAMATKAN TAPI MALAH MELAKUKAN ITU TERHADAP ANAKNYA MESKI KAU PAHLAWAN TAPI KAU LEBIH MIRIP IBLIS" Ucap Jenderal Tom dengan marah besar sedangkan yang lainnya hanya diam karena mereka tidak tahu harus apa.
"hahahah bajingan itu pantas mati bersama anaknya mereka berdua tidak berguna yang satu lemah dan yang satu bisu" ucap Akira yang sudah bonyok tapi masih melawan.
"SIALAN KAU ANDAI TIDAK ADA RAJA MAKA SUDAH KU BUNUH KAU MESKI KAMU SEORANG PAHLAWAN" Ucap Jendral yang menghantam Akira lagi dengan pemukul besi.
tiba-tiba Natasha terbangun karena suara ribut yang dibuat oleh Jenderal Tom. "dimana ini?" tanya Natasha.
"kita ada di aula kerajaan Natasha" jawab Alice sedih mengingat hal tadi dan merasa bersalah karena tidak bisa apa-apa.
Natasha yang mendengar itu kaget dan berkata "DIMANA JULI DAN RAPHAEL?DIMANA MEREKA HEYYY JAWAB AKU DIMANA MEREKA?" Ucap Natasha panik dan mulai menangis.
tiba-tiba ratu datang dan menenangkan anaknya, "tenang Natasha, tenang dulu kita jelaskan satu per satu" ucap ratu dan Natasha mulai tenang. lalu dijelaskan semua hal yang terjadi hingga dimana Akira sengaja mendorong Raphael keluar dari jangkauan batu teleportasi.
seketika itu aura dingin keluar dari tubuh Natasha dan mendatangi Akira "BAJI**AN APA YANG KAU LAKUKAN PADA RAPHAEL HAAA? DASAR ANJ*** KAMPUNG TIDAK TAU DIRI MESKI KAU SEORANG PAHLAWAN AKU TIDAK TAKUT DENGAN MU" Ucap Natasha penuh emosi dan
"ICE DOMAIN ; ICE ABADI" Ucap Natasha menyebutkan sihirnya yang dimana orang itu akan beku dan tidak bisa dicairkan kecuali orang yang memiliki elemen api kuat.
__ADS_1
semua orang yang melihat kaget dan takut ke Natasha. lalu Natasha melihat ke arah ketua kelas dan berkata "BUKANNYA KAU TEMAN BAIK DIA? KENAPA TIDAK IKUT JUGA?" kata Natasha dan membekukan Rey, dia sudah benar-benar emosi dengan mereka berdua.
"APA KALIAN TIDAK TERIMA MEREKA BERDUA KU BEKU KAN? BILA TIDAK TERIMA AYO MAJU, KU BEKUKAN JUGA KALIAN BERSAMA IDOLA KALIAN" Ucap Natasha dingin kearah para pahlawan lain.
lalu dia menatap Alice dan Rin dan berkata "kenapa kalian diam? apa segini aja rasa sayang dan cinta kalian ke Juli? sungguh mengecewakan" ucap Natasha dingin dan ke dua gadis itu hanya terdiam.
"aku hanya berpikir kalian dekat dari dulu sama Juli tapi tidak paham sama kesedihannya yang selama ini dia pendam, bahkan kalian ketika Juli diginiin kalian tidak melawan. pantas Juli merubah sikapnya manjadi dingin ternyata memang manusia dari dunia kalian sampah" ucap Natasha lagi menghina dunia ku sebelumnya.
lalu Natasha mendatangi Jendral Tom " Jendral mari kita kembali ke death forest" ucap Natasha dan di angguki Jenderal Tom. tapi sebelum mereka pergi mereka dihentikan tuan Mage Burton.
"kalian sia-sia kesana" ucap tuan barton sambil menunduk.
"apa maksudmu barton?" tanya Jenderal Tom.
" bila kalian kesana kalian hanya akan menemukan pertempuran dan tidak akan menemukan nak Juli, karena nak Juli telah dikendalikan" ucap barton sambil menunduk.
"Apa maksudmu barton ? apa maksudmu Juli sudah dikendalikan?" ucap Jenderal Tom kaget.
" percuma menjelaskan kalian lihat saja sendiri rekaman ini yang ku ambil dari burung elang ku" ucap barton sambil menyerahkan batu seukuran piring.
didalam rekaman itu diawali Juli yang sedang bertarung melawan monster chimera berlevel 17.000.
KEMBALI KE PERTEMPURAN JULI
"baiklah kau tunggu disana jangan menggangguku bertarung melawan kucing ini" ucap Juli dingin dan seakan tau monster di ejek dia pun menyerang Juli.
ROARRHGHHHH....
Auman Monster itu sambil ingin menerkam Juli, Juli yang melihat ada celah langsung menyerang monster itu " Pernafasan air : Bentuk Ke-tiga ; tarian mengalir " **Ucap Juli dan langsung memotong sayap dan ekor monster itu.
ARHGHGHH...ROARRRRGHHHH...
darah keluar dari tubuh monster itu sangat banyak dan membuat mosnter itu menyerang Juli lagi dengan api dan racun yang keluar dari kepala naga dan kambing. Juli yang melihat itu pun menghindar terus dan menyerang secara sedikit demi sedikit dan membuat monster itu tidak berdaya.
Raphael yang ingin memberi tahu bahwa iblis itu menyerang, tidak bisa karena dia tidak dapat mengeluarkan suara dan itu membuat Raphael benci dengan dirinya sendiri yang selalu jadi beban ayahnya. dengan singgap Raphael pun mendorong ayahnya ke samping ketika sudah dekat dengannya.
ketika itu juga Raphael ketusuk tombak iblis Louise. Juli yang melihat itu pun kaget dan syok. Louise yang gagal serangannya mundur dan melihat dari jauh sambil tersenyum dan berkata "meski aku gagal membunuhmu setidaknya orang tersayang mu mati di hadapan mu" ucap iblis itu.
Juli yang melihat itu pun mendekati Raphael sambil tertatih-tatih " Raphael kamu lagi bercanda dengan ayah kan? heyy Raphael bangun ini tidak lucu" ucap Juli sambil memangku kepala raphael dan memegang perut Raphael yang mengeluarkan banyak darah.
"heyy Raphael bangun Ayah serius ini? hey hey hey hey raphael bangun hiksss... hiksss.. bukannya kamu sudah berjanji sama ayah kan? heyy bangun, Raphael berkata akan terus bersama ayah apa pun yang terjadi. jadi bangunlah hiksss..hiksss Raphael" ucap Juli sambil menangis memeluk tubuh Raphael
Juli terus berusaha membangunkan Raphael dan mengingat masa bersama nya di hutan mati. yang dimana Raphael ketauan kentut tapi pura-pura gak tau dan dia malah menuduh Juli kentut dengan menutup hidungnya dan menunjuk Juli seakan menuduh.
ketika pagi hari mereka berdua akan sarapan bersama dan Raphael selalu membawa lari daging Juli. ketika malam hari Raphael kalo tidur selalu menendang Juli agar dia sendiri yang pake kain selimut. dan waktu mereka di kejar kelabang, waktu mereka bercanda bersama, Raphael selalu aniaya Juli kalo Juli narsis. memori itu terus terulang- ulang yang membuat Juli makin sedih.
"heyy Raphael bangun Ayah mohon....bangun lah ayah tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk menemani ayah berpetualang ayah mohon hiksss... hiksss" ucap Juli yang masih menangis dan tiba-tiba dia merasakan elusan di kepalanya dan dia melihat ada Raphael disana. dan berkata "ayah tidak perlu bersedih mungkin ini sudah waktu Raphael pergi duluan., jadi Raphael minta maaf yaa kalo ninggalin ayah duluan, Raphael bakal awasi ayah di atas sana, nanti kalo misalnya ayah narsis Raphael bakal lempar batu dari atas xixixixi.... jadi ayah yang kuat yaa jangan bersedih. Raphael selalu ada disisi ayah dan ayah selalu ada disisi Raphael. meski hanya 3 bulan kita bersama tetapi Raphael sangat bahagia bisa punya ayah yang hebat tidak takut monster kuat kecuali kelabang sih xixixixi.....jadi waktu raphael gak banyak, raphael cuma mau bilang 'SAYONARA OTOU-san' Raphael menyayangi ayah, terima kasih" seketika itu roh Raphael hilang.
dan untuk itu juga pertama kali nya Juli mendengar suara Raphael dan orang mengucapkan terimakasih ke dia dengan tulus.dan tubuh Raphael menghilang menjadi cahaya yang indah dimana cahaya itu seperti dia waktu Juli temukan di hutan mati. cahaya yang menyinari gelap dan melawan rasa takut, Cahaya yang sungguh indah yaitu RAPHAEL.
Setalah menghilang nya tubuh Raphael Juli mengambil bunga yang sangat indah dari cincin penyimpanannya. dia menanam bunga indah itu untuk memberitahu semua orang-orang. tidak semua tempat yang gelap dan seram, tidak memiliki cahaya keindahan walau itu sekecil apapun.
seusai menanam bunga Juli pun tiba-tiba menghilang dan berdiri didepan hadapan iblis bangsawan tingkat LESSER demon yaitu Louise yang membunuh anaknya.
"apakah kau sudah siap untuk MATI?"tanya Juli kepada Louise dengan tatapan tajam dan aura menyeramkan.
Louise yang melihat di depannya ada Juli pun kaget dan tersenyum "ini yang aku tunggu-tunggu ketika ras manusia melihat orang terdekatnya mati maka hanya 2 pilihan menjadi kuat untuk balas dendam atau ketakutan dan memilih mati, tapi ku rasa kau memilih yang pertama" ucap Louise.
"udah selesai ngebacot nya?"tanya Juli dingin.
__ADS_1
"jangan sombong kau manusia lemah" ucap Louise dan menyerang Juli menggunakan tombaknya.
CLANKKK....
senjata Louise tertahan oleh katana Juli. "apa hanya segini saja kemampuan mu?" ucap suara lain dari dalam tubuh Juli.
"jangan sombong kau manusia rendahan"ucap Louise kesal karena gagal menyerang Juli.
" bodoh aku lain manusia, dan kau bangsawan iblis tingkat rendah saja berani kau sombong didepan tuan muda ku" ucap suara lain itu dari tubuh Juli.
"siapa kau kenapa aura mu berbeda dari sebelumnya?" tanya Louise mulai ketakutan.
"siapa aku itu tidaklah penting tapi karena kau sudah sombong didepan tuan muda ku, bahkan kau membunuh anaknya yang merupakan orang terpenting maka hanya kamatian yang pantas buat mu" ucap suara itu dan mengeluarkan aura berlevel 50.000.
"kau kenapa kau sangat kuat sekali?" ucap Louise mulai panik karena telah mengganggu orang kuat.
"kau bilang ini kuat? ayolah jangan bercanda ini baru 10% kekuatan ku" ucap suara itu seakan bosan dengan musuhnya karena terlalu lemah.
"waktu ku tidak lama,lagian tubuh tuan muda akan dibawa ke Skyland tempat para dewa gila itu, hedehhh kenapa harus mereka sih? mudahan aja tuan muda ku gak gila kaya mereka juga. jadi mari kita bunuh kamu dengan mengganas kan" ucap suara itu dan mulai mengeluarkan jurusnya.
" {Dark Tecnique ; dark nebula} " ucap suara itu seketika ada salju hitam yang turun menghiasi area itu dan ketika bersentuhan dengan tanah
BOAAMMMM....
salju itu terlihat memang sangat indah tapi bila bersentuhan maka meledak dan ledakannya setara dan bom nuklir. iblis itu yang melihat teknik bahaya dari manusia didepan ingin lari tapi tidak bisa karena.
"kau ingin lari kemana bukannya kamu harus mati? {Dark Tecnique ; black hand}" ucap suara itu dari kejauhan tapi masih terdengar oleh iblis Louise.
seketika ada bayangan tangan mengikat iblis itu supaya tidak bisa berlari merasa iblis itu dalam bahaya iblis itu pun berkata "jika kau membunuh ku maka kau akan diburu oleh kaisar dewa iblis hahahahah" ucap iblis itu mengancam suara yang ada di dalam tubuh Juli.
"haa kaisar dewa iblis? lemah. tunggu saja tidak lama lagi bangsa iblis akan hilang karena kakak beradik penerus pahlawan kuno telah tiba didunia ini. jadi persiapan kan diri mu ya SATAN?" Ucap suara itu seakan dia tau siapa musuhnya.
iblis Louise yang mendengar itu pun kaget karena orang ini tau siapa kaisar dewa iblis. belum selesai iblis Louise itu berbicara dia telah meledak karena terkena salju hitam.
setalah iblis itu mati badan Juli yang dikendalikan oleh suara itu pun menghadap ke arah burung elang tuan Mage Burton dan berkata "Nona Natasha tidak perlu khawatir tentang tuan muda karena tuan muda akan menjalani pelatihan dan dia tidak apa-apa, dan terima kasih mau menerima tuan apa adanya sisanya serah kan pada kami para bawahan tuan muda, dan untuk pahlawan yang anda bekukan bisa anda lepaskan? karena kami para bawahan tuan muda siap menyiksa mereka karena mereka telah berani menghina tuan kami" ucap suara itu menghadap ke arah burung elang.
setelah berkata seperti itu suara itu pun pergi ke arah makam Raphael dan berkata "makasih nona sudah menjaga tuan kami dan menyayangi nya. kami para bawahan tuan tidak akan pernah melupakan anda nona YUUZAKI RAPHAEL" lalu suara yang mengendalikan tubuh Juli pun menghilang dengan serta tubuh Juli.
SAAT INI DI KERAJAAN EXODIA..
"Kalian paham kan siapa yang kalian ganggu wahai para PAHLAWAN?" tanya raja kepada para pahlawan disitu sudah ada Akira dan ketua kelas yang di bebaskan oleh Natasha.
"KALIAN TULI KAH? APA YANG DIBILANG AYAH KU? HAAA TULI KAH" Ucap Natasha yang dimana kepribadiannya berubah sejak melihat masa kelam nya Juli.
raja dan ratu yang melihat anaknya seperti itu hanya menggeleng-geleng kan kepala. "kami paham yang mulia" ucap semua para bangsawan dan para pahlawan.
"Dan oiyaa selamat untuk kalian para pahlawan. jadi buronan pasukan pahlawan kuno" ucap Natasha sambil tersenyum mengerikan.
"saya cuma mengingat kan ubah sifat kalian bila ingin selamat, bila tidak yaa seperti yang dikatakan anak saya selamat jadi buronan orang berlevel 100.000 lebih" ucap raja dan khawatir karena apa bila pasukan pahlawan kuno sudah keluar maka parang besar tidak akan lama lagi.
****
GIMANA GAISS SERU GAK CERITA NYA?
MAAF yaa kalo kelai nya kurang epik soalnya baru belajar buat cerita
dan untuk yang tanya mana system nya maka jawabannya setelah berlatih sama dewa maka Juli akan mendapatkan sistem dari salah satu dewa pengetahuan.
jangan lupa komen yaa kasih aku saran biar aku bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan ku dalam menulis.
__ADS_1
dan jangan lupa like, vote,dan shere biar rame yang baca
sampai jumpa next chapter yaa bye bye