
3 Hari berlalu...
hari ini adalah dimulainya turnamen academi Barbara untuk mencari 5 kelompok yang akan menjadi perwakilan untuk mengikuti Festival suci di Kekaisaran Hikari.
jumlah kelompok yang mengikuti turnamen adalah 51 kelompok termasuk kelompok Juli yang mendaftarkan diri di akhir.
banyak kelompok yang akan bersaing untuk menjadi juara tapi mereka sudah memprediksi bahwa juara pertama akan dipegang oleh Tim Holy Saint yang dipimpin oleh pangeran Asterus si Putung.
dan masih banyak lagi kelompok-kelompok yang menjadi saingan berat.
tapi mereka masih tetap meremehkan kekuatan tim Level Juli yang dimana mereka hanya melihat Level Tim Juli semua berada di 10.000.000 pas tidak kurang dan tidak lebih.
dan mereka semakin yakin untuk mengalahkan Tim Juli.
"Lihatlah Tim terlemah datang, bahkan pangeran Kenzo tidak ada perkembangan sama sekali sejak 2 bulan lalu."ucap salah satu kelompok lawan.
lalu teman disebelahnya menyela.
"Suttttt....pelankan suara mu, apa kau ingin menjadi pangeran Asterus dan pangeran Darwin yang dipotong tangannya oleh ketua tim mereka, akibat menghina mereka."ucap temannya.
seketika yang menghina tadi sadar dan segera menundukkan kepalanya agar tidak dilihat oleh Juli.
Tapi bukan Yuuzaki Juli namanya bila ia tidak angkuh di depan makhluk lemah seperti mereka.
"Yare...Yare...Yare sepertinya academi Barbara harus membuka organisasi untuk orang-orang yang akan memiliki tangan satu."ucap Juli tersenyum menyeramkan kepada orang yang menghina Tim nya barusan.
"Benarkan?."ucap Juli tersenyum menyeringai.
orang yang tadi menghina pun langsung ketakutan dan pingsan.
Juli yang melihat itu pun kesal dan menendang tubuh orang itu.
Bukhhhhh....
"Bila kau lemah jangan pernah bergosip yang tidak seharusnya kalian bicarakan, dan jangan pernah merendahkan seseorang disaat derajat mu hanya bangsawan bukan seorang pangeran."ucap Juli dingin menatap tubuh orang itu yang terhantam ke dinding.
lalu ia pergi melanjutkan perjalanan nya menuju arena pertandingan academi.
saat dekat arena pertandingan academi Juli melihat banyak sekali orang-orang yang sedang berkumpul untuk masuk ke academi menjadi penonton disana.
bahkan yang membuat para penduduk semangat ikut nonton katanya akan ada 3 raja yang datang untuk menonton yaitu Raja Arthur Pendragon, Raja Baltra, dan Raja Leo.
untuk raja Philip ia tidak datang karena jarak tempuh kerajaan menuju Kekaisaran sangatlah jauh bahkan memakan waktu 3 hari tanpa istirahat dan seminggu bila beristirahat.
Arena pertandingan academi juga semakin diperbesar 10x lipat setelah Juli menyuruh untuk merenovasi academi Barbara yang dimana sekarang arena pertandingan academi Barbara bisa menampung orang hingga 500.000 penonton.
Kembali ke cerita.
saat ini Juli dan teman-temannya sedang bersiap-siap diruang khusus para perserta perlombaan.
yang dimana tiap kelompok memiliki ruang masing-masing.
"Baiklah mari berkumpul untuk membahas rencana kita sebentar."ucap Juli tersenyum tipis.
teman-temannya hanya mengangguk dan duduk hadapan Juli.
"Dari yang aku tau, lomba pertama kita akan dikirim ke dimensi alam Monster untuk membunuh para Monster disana. dan siapa yang paling banyak membunuh maka akan menjadi pemenangnya kan?."ucap Juli.
anggota Tim nya mengangguk kepala saja dan Mirio berkata.
"Ketua, dari info yang ku ketahui tentang Dimensi alam Monster disana Memiliki jumlah Monster yang sangat banyak bahkan tidak ada habis-habisnya. lalu untuk kekuatan para Monster disana Mereka seperti main petak umpet saja tidak ada menariknya."ucap Mirio datar karena ia tau level Monster disana tidak ada apa-apanya dibandingkan waktu mereka latihan di dungeon Rank SSS bersama Juli.
yang lainnya mengangguk setuju dan Kenzo berkata.
"Monster disana Memiliki Level rata-rata 20.000.000 -> 150.000.000, mungkin bagi kita itu sangat mudah seperti membalikkan telapak tangan karena Monster di dungeon waktu kita latihan masih kuat dibandingkan kroco-kroco di dimensi alam Monster."ucap Kenzo tersenyum tipis.
lalu Zero menyela perkataan mereka.
"Meski disana lemah tapi jangan lupakan bahwa disana ada anggota 10 Chaos Legion peringkat ke 2 yaitu Si Lilith."ucap Zero tenang.
teman-teman Juli yang mendengar itu terkejut berbeda dengan Juli yang malah tersenyum manis mendengar itu.
Zero yang melihat Juli tersenyum pun berkata.
"Seperti yang kau pikirkan, ia adalah kekasih kecil mu yang menyegel kekuatan mu."ucap Zero mengejek Juli.
Juli pun tidak memperdulikannya dan berkata.
"Lalu kenapa ia bisa di alam sana?."ucap Juli bingung.
"Itu dikarenakan ia keluar dari 10 Chaos Legion setelah pergi nya kau, sebenarnya ia langsung ingin membunuh para 10 Chaos Legion tapi karena ia hanya sendirian. akhirnya kalah dan ia di buang ke dimensi alam Monster itu."ucap Zero menejelaskan.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum sedih.
"Sepertinya ia sudah kembali seperti dulu."ucap Juli pelan.
__ADS_1
istri Juli yang menjadi tim nya pun bingung melihat Juli tersenyum sedih mendengar itu.
"Ada apa sayang? apa kau mengenal gadis itu?."ucap Asuka mengelus rambut Juli.
"Benar suami, apa kau ada salah dengan wanita itu?"ucap Ayumi terlihat khawatir.
"Jangan menyembunyikan apapun dari kami sayang, cerita lah bila itu bisa membuat kamu tenang. karena kami sekarang istri mu mau dari sekarang hingga mati nanti."ucap Shella tersenyum manis.
Juli yang melihat istrinya khawatir pada nya pun tersenyum manis dan berkata.
"Tidak apa-apa, ia hanya seorang yang selalu bersama ku disaat aku terpuruk."ucap Juli tersenyum manis mengingat masa SMP nya dulu.
para istrinya hanya mengangguk dan memeluk Juli agar ia lebih tenang sebelum pertandingan dimulai.
"Ekhmmmm....apa kah kalian ingin membuat ku iri? aku tau aku belum menikah jadi gak bisa uwu-uwuan sama istri ku."ucap Kenzo nampak sedih dipojokkan ruangan.
mereka yang melihat itu hanya tertawa melihat tingkah Kenzo.
saat mereka tertawa terdengar pengumuman dari Burung sihir yang ada di ruangan itu.
"Tes...tes... Pengumuman pada untuk seluruh perserta kelompok untuk bersiap-siap di Arena dalam waktu 10 menit lagi sebelum turnamen dimulai."ucap pengumuman itu.
mereka yang mendengar itu pun segera berdiri dan berangkat.
tapi sebelum berangkat mereka mengucapkan semangat mereka.
"Baiklah Mari kita tunjukkan Bahwa kita yang terbaik."ucap Kenzi semangat yang dimana mereka menaruh tangan mereka menjadi satu.
"Siapa sih disini yang ketua? kok Kenzi yang ngomong?."ucap Mirio datar.
mereka pun tertawa sekali lagi untuk rileks dan tidak menganggap turnamen ini serius.
"Baiklah sepertinya yang Kenzi katakan, mari kita Tunjukan Kepada orang-orang yang meremehkan kita. agar mereka merasa malu sendiri, dan ingat rencana kita sebelumnya yaitu membantai Monster disaat detik-detik terakhir."ucap Juli tersenyum menyeringai.
yang lainnya mengangguk dan ikut tersenyum menyeringai.
"10 DEWAN ELITE, WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI."ucap Juli Bersemangat.
"OOOUUUUUUWWWWW."teriak tim Juli Bersemangat.
lalu mereka berangkat menuju Arena pertandingan.
***
"Aku bertaruh 10.000 koin emas untuk tim Holy Saint."ucap salah satu bangsawan kerajaan Holy Kingdom yang menonton disana.
"Aku bertaruh 30.000 koin emas untuk tim The One." ucap bangsawan dari kekaisaran.
dan masih banyak lagi taruhan hingga ada orang yang bertaruh 300.000 koin emas untuk Tim Holy Saint yang tidak lain adalah Salah satu paus dari kerajaan Holy Kingdom.
lalu terdengar pembawa acara itu berkata.
"Para hadirin semuanya Mari kita sambut kelompok terakhir dari perserta turnamen ini. 10 DEWAN ELITEEEE......"ucap pembawa acara itu.
~Swohhhhh~
tiba-tiba para penonton merasakan aura menindas dari pintu masuk Arena.
para raja-raja yang merasakan itu segera berdiri dari tempat duduknya akibat syok merasakan aura yang terpancar dari Tim Juli.
"Si-si-siapa mereka? kenapa aura Level mereka sangat mengerikan? seolah-olah sudah membunuh Ratusan Juta Monster kuat dan merasakan arti hidup mati yang sebenarnya."ucap raja baltra terkejut.
yang dimana semakin membuat para penonton merinding ketakutan.
lalu masuk Tim Juli yang dimana Juli berdiri paling depan dan diikuti oleh teman-temannya dibelakang.
Juli berjalan masuk dengan tangan dimasukkan ke kantong celana dan tersenyum kecil seolah-olah merasakan ada akan pertunjukkan yang menarik.
Prookkk.....Prokkk...
Suara tepuk tangan dari bangku penonton yang dimana itu adalah para istrinya Juli dari kelas 3-S yang sedang menonton turnamen ini, sedangkan istrinya yang lain akan menonton disaat festival Suci nanti.
sebenarnya mereka ingin ikut turnamen tapi kepala academi melarangnya karena kekuatan kelas 3-S setelah dilatih oleh anak-anak Juli tidak masuk akal.
"Suamii berjuanglah...."ucap istri Juli menyemangatinya.
"Sayang semangat, lihat Anak-anak mu juga menonton."sorak istri Juli.
"AYAHHHHH..... Bersemangatlah tunjukkan kepada mereka siapa yang pantas berkuasa."ucap anak laki-laki yang tidak lain adalah Ryuu yang ikut datang menonton sekaligus memantau pergerakan paus yang sedang ikut disini.
"AYAHHHHH..... Semangat Kami mendukung mu."ucap anak perempuan yang tidak lain Raphael.
Juli hanya tersenyum manis dan melambaikan tangannya kepada para istri dan anak-anaknya.
sedangkan para penonton diam membisu karena Juli sudah menikah bahkan istrinya sangat banyak dan juga sudah memiliki anak.
__ADS_1
"Bukan nya mereka adalah murid-murid kelas 3-S ? kenapa mereka memanggil orang itu dengan sebutan suami dan sayang?."ucap salah satu murid yang menjadi penonton.
para istri Juli yang memiliki Indra pendengaran yang sangat tajam pun berkata dengan serentak.
"KARENA KAMI ISTRI DARI YUUZAKI JULI."Ucap para istri Juli bersamaan sambil menunjukkan cincin pernikahan mereka.
sekali lagi para penonton semakin terkejut karena mendengar fakta itu yang dimana Juli menikahi seluruh murid kelas 3-S.
dan mereka semakin yakin itu bukan bohongan karena cincin nikah itu berwarna emas yang tertulis nama Yuuzaki Juli dan artinya itu kebenaran bukan bohong.
terlihat bahwa banyak sekali para laki-laki yang langsung dendam terhadap Juli karena mengambil orang yang mereka incar.
tapi mereka tidak berani melawan Juli karena takut kekuatan Juli miliki terutama ia seorang raja dari kerajaan terkuat saat ini bahkan Kekaisaran tidak berani menganggu Kerajaan Alcemy.
sedangkan Juli hanya tersenyum sombong seolah-olah ia pamer kepada para laki-laki disana.
saat itu terdengar suara pangeran Asterus si tangan Putung berkata.
"Sage yang terhormat, dialah yang telah memotong tangan kanan ku seperti ini hingga menjadi cacat."ucap pangeran Asterus sambil tersenyum menyeringai karena ia yakin bahwa paus yang ia bawa akan mengalahkan Juli.
Sage dari kerajaan Holy Kingdom pun langsung berdiri dan turun ke arena pertandingan untuk mendekati Juli.
sedangkan Juli hanya tersenyum menyeringai dan terlihat bahwa ia nampak bahagia.
Sage itu pun berdiri tepat dihadapan Juli dan berkata.
"Apa kau yang melakukan itu bocah?."ucap Sage itu menatap Juli remeh.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Benar aku yang melakukannya, jadi apa Sage akan marah dan mendatangkan Sage Putih?"ucap Juli mengejek Sage itu.
Sage itu pun nampak emosi dan menahannya.
"Apa kau tidak mengenal ku? aku adalah 5 dari Sage terkuat dari gereja Suci dan aku berada diperingkat ke-5."ucap Sage itu mengeluarkan aura level nya.
~Swohhhhh~
aura level 310.750.000 yang dimana Membuat semua penonton terkejut dan berlutut akibat menahan Level paus itu.
tapi tidak bagi para istri dan anak-anak Juli serta Anggota 10 Dewan Elite, yang dimana bagi mereka itu hanya terpaan angin sejuk.
Sage itu pun terkejut melihat Juli yang tidak berlutut sama sekali, dan lebih terkejut lagi ketika melihat istri dan anak Juli yang baik-baik saja terlihat bahwa mereka sedang makan-makan bersama di bangku penonton. {*Note ; Bang*Sat keluarga OP bebas, njirr author greget liatnya*.}
Sage itu pun sadar bahwa musuh yang ia hadapi lebih kuat di bandingkan dirinya dan ia pun menarik aura level nya lalu ingin kembali ke kursi tempat ia duduk sebelumnya.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Kemana kau Sage orca? apa setelah membuat masalah kau pergi begitu saja?."ucap Juli dingin.
Sage itu pun sebenarnya kesal dan ingin sekali langsung membunuh Juli tapi ia tetap tidak akan menang melawan Juli, dan akhirnya ia hanya berkata.
"Tolong beri saya muka Tuan, bila anda mau melanjutkan ini maka Gereja Suci tidak akan tinggal diam saja."ucap Sage itu mengancam Juli.
Juli yang mendengar itu pun sangat kesal karena ia paling benci di ancam terutama pada musuh yang lemah.
"Haaa? Gereja Suci tidak akan diam? maka baguslah bila begitu sebenarnya aku juga ingin berkata."ucap Juli dingin.
"Apa kau kira kerajaan Alcemy akan tinggal diam melihat Gereja Suci dan Holy Kingdom berkerja sama dengan sekte Bloodlust?."ucap Juli tersenyum menyeringai.
paus itu pun sangat terkejut karena Juli mengetahui tentang itu.
"Apa maksud Tuan? saya tau anda tidak menyukai saya, tapi bukannya tidak pantas anda menjelekkan Gereja Suci dan Kerajaan Holy Kingdom yang terkenal akan keadilan nya?."ucap Sage itu mencoba menutupi aib dari wilayah mereka.
"Owhhh Menjelekkan? terus ini apa?."ucap Juli sambil menunjukkan sebuah layar hologram yang menunjukkan disaat sekte Bloodlust berpesta untuk merayakan keberhasilan mereka berkerjasama dengan kerajaan Holy Kingdom dan Gereja Suci.
didalam layar itu terdengar ada seseorang yang berbicara tentang keberhasilan mereka.
yang dimana Membuat para penonton sangat terkejut melihat itu karena mereka mengira bahwa gereja Suci dan Kerajaan Holy Kingdom tidak akan melakukan hal sebejat itu.
"Baji*Ngan jadi mereka yang menyebabkan desa keluarga ku hancur?."ucap salah satu penduduk yang melihat itu sangat emosi.
"Benar-benar menjijikkan, berkata bahwa ia Suci ternyata mereka melakukan hal yang tidak pantas."ucap kakek-kakek tua.
dan masih banyak lagi terdengar caci maki para penduduk.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan tersenyum menyeringai.
"Jadi Sage apa kau ingin kembali memberi tau Sage terkuat mu untuk bersiap-siap. karena setelah ini kerajaan Alcemy akan membantai wilayah kalian atau mati segera disini?."ucap Juli tersenyum menyeringai.
Bersambung...
***
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
__ADS_1