Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
17. Persiapan berlatih dengan Dewi Artemis


__ADS_3

Seminggu telah berlalu di kediaman Clarisha dan Juli juga sudah menerima Clarisha sebagai istrinya. selama di kediaman Clarisha, Juli selalu diberitahu tentang pengetahuan yang lainnya seperti membuat alat tempur, membuat manusia buatan dan belajar obat-obatan yang diajarkan Dewi Clarisha.


saat ini Juli baru saja selesai membuat Elixir yang sangat banyak dan beragam. Juli juga telah mencapai Grandmaster alcemy yang dimana ia bisa membuat Elixir tingkat tinggi dengan mudah.


setelah Juli telah membereskan barang-barang yang habis digunakan dia pun balik ke dalam rumah karena ini sudah waktunya makan siang.


"aku pulang" salam Juli ketika masuk pintu.


"selamat datang Anata, apakah lelah? bila lelah istirahat lah dulu. biarkan aku siapkan makan dimeja makan" ucap Dewi Clarisha yang dimana sudah menjadi istri Juli.


"tidak terlalu lelah sih cuma mental ku aja yang breakdance"ucap Juli sambil berebah di sofa dan menutupi kepalanya.


Clarisha yang melihat itu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala karena melihat tingkah suaminya yang terlalu kerja keras dalam mengenal hal baru.


setelah selesai menyiapkan makanan dimeja makan Clarisha pun membangunkan Juli dari tidur nya.


"Anata bangun...waktu nya makan, ntarr keburu dingin malah tidak enak" ucap Clarisha yang menggoyang tubuh Juli.


"ahhh maaf Clarisha aku ketiduran" ucap Juli yang masih dalam keadaan mengantuk.


"iyaa gapapa, Anata pasti cape jadi wajar, sekarang Anata cuci muka sana sekalian cuci tangan baru makan" ucap Clarisha yang berjalan menuju meja makan.


"ahhh iyaa tunggu yaa" ucap Juli pergi ke kamar mandi.


setelah Juli dari kamar mandi lalu mereka pun makan dalam keadaan diam, karena Juli sudah mengajarkan Clarisha untuk tidak berbicara saat makan.


seusai makan mereka pun membersihkan meja sehabis mereka makan. setelah bersih mereka pun pergi duduk di depan teras.


"Clarisha sepertinya aku akan mendatangi Dewi Artemis untuk belajar sihir" ucap Juli yang melirik ke arah Clarisha.


"itu adalah pilihan mu Anata dan aku hanya mengikuti mu kemana pun Anata pergi" ucap Clarisha yang menyenderkan kepalanya dibahu Juli.


Juli yang melihat Clarisha seperti itu pun berkata "sejak kau menjadi istri ku kau sangat manja Clarisha. berbeda waktu kita pertama bertemu kau sangat pendiam xixixi...." ucap Juli tertawa kecil.


Clarisha yang mendengar itu dari suaminya pun malu dan menyembunyikan kepalanya di bahu Juli.


[Mama sangat manja sekali ke papa, coba kaya Raphael dong tidak manja sama sekali] ucap Raphael di benak Juli.


Clarisha yang makin disudutkan pun semakin malu dan berkata "kalian berhenti mengolok ku, kalian berdua sama saja selalu membully ku" ucap Clarisha yang masih sembunyi dibahu Juli karena malu.


Juli yang mendengar itu hanya tertawa karena selama seminggu ini Juli selalu menggoda Clarisha disaat sela-sela kegiatan.


setelah berbincang-bincang lama dan hampir sore Juli pun berdiri dan ingin pergi menemui Dewi Artemis.


"baikah sudah saatnya mencari Dewi Artemis dan latihan" ucap Juli lalu mendekati Clarisha.


"aku pergi latihan dulu yaa sayang. kau berhati-hati lah dirumah jangan sampai kenapa-napa"ucap Juli mengelus kepala Dewi Clarisha.


Dewi Clarisha yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangguk.


lalu Juli pun yang melihat itu tersenyum manis dan "Cupppp.... aku berangkat dulu" ucap Juli mencium kening Dewi Clarisha dan pergi.


Dewi Clarisha yang diperlakukankan itu pun malu dan senang terhadap suaminya.


Disisi Dewi anthena...


"akhhh....aku tidak tahan dengan ke uwu-an mereka, sepertinya aku juga tidak boleh kalah dari Clarisha"ucap Dewi anthena yang selalu tau apa yang dilakukan dewa kuno lainnya.

__ADS_1


sedangkan Juli saat ini sedang menuju ke arah gunung yang dimana ini kediaman Dewi Artemis. saat berjalan Juli banyak sekali melihat Dewa Dewi kuno tingkat rendah yang selalu menyapa Juli.


"haiii nak apa kau akan pergi berlatih?" ucap seorang rakyat ras dewa kuno yang sedang bertani.


"iyaa paman aku ingin mendatangi Dewi Artemis untuk latihan sihir" ucap Juli tersenyum ramah.


"owhhh baiklah nak semangat lah berlatihnya biar kelak kau menjadi kuat" ucap orang itu.


"tentu paman, kalo gitu saya pamit dulu paman" ucap Juli sambil pergi.


setelah berjalan lumayan lama akhirnya Juli telah sampai di kediaman Dewi Artemis.


ketika sudah sampai dia pun berkeliling untuk mencari keberadaan Dewi Artemis dan dia melihat Dewi Artemis sedang duduk bersila seperti sedang bertapa.


lalu Juli pun menghampirinya dan duduk agak jauh darinya sambil menunggu.


ketika dia sedang menuggu dan melihat sekeliling dia dikejutkan dengan suara Dewi Artemis yang berkata "apakah ini orang yang baru saja nikah muda?" ucap Dewi Artemis.


Juli tang mendengar itu pun berkata "apa yang kau bahas Dewi Artemis?" ucap Juli datar sekaligus ingin mengalihkan pembicaraan.


Dewi Artemis yang melihat wajah Juli pun kesal dan berkata "apa-apaan dengan wajah mu itu sangat menjengkelkan sekali"ucap Dewi Artemis.


"kenapa kau sibuk sekali Dewi Artemis?" ucap Juli datar.


Dewi Artemis pun hanya mengalah " lalu apa yang kau lakukan disini? apa hanya ingin memperlihatkan muka mu itu?" tanya Dewi Artemis yang masih kesal.


"kau Dewi tapi otakmu sangat dangkal"ucap Juli lalu berkata lagi "tentu saja aku ke sini mau berlatih, yaa kali aku kesini hanya numpang Booker" ucap Juli masih datar.


Dewi Artemis yang mendengar itu pun makin kesal.


"kau ingin minta berlatih tapi caramu meminta seperti ini? maka lupakan mending kau bermesraan sama Clarisha sana" ucap Dewi Artemis yang ingin melanjutkan meditasi nya.


"sudah pasti kau akan di ejek dewa Tang Xu bila begini, tadi aku bertemu dengannya dan dia menanyakan ku pergi kemana lalu aku berkata ingin berlatih dengan Dewi Artemis, lalu dia berkata dan itu sangat menyakitkan bila kau tau" ucap Juli yang ingin memancing Dewi Artemis.


sesuai dugaan ternyata Dewi Artemis terpancing.


"apa yang dikatakan dewa gila itu?" tanya Dewi Artemis.


"tidak-tidak aku tidak akan memberi tahu mu soalnya ini sangat sakit bila kau tau" ucap Juli yang ingin menambah bensin dalam api.


"tidak apa-apa beritahu saja aku"ucap Dewi Artemis yang memaksa.


"baiklah aku akan memberi tahu mu tapi janganlah menyesal" ucap Juli.


"baik-baik beritahu aku buruan" ucap Dewi Artemis tidak sabar ingin tau.


"dia berkata seperti ini 'kau ingin berlatih dengan orang itu? mending tidak usah dia sangat lemah apa lagi sihir nya, jika kau belajar sihir sama dia maka percuma' gitu di kata terus aku membantah dan aku bilang bahwa Dewi Artemis adalah penyihir terbaik" ucap Juli yang aktingnya sangat pas.


Dewi Artemis yang mendengar itu pun emosi dan berteriak keras "BAJI**AN KAU TANG XU, KAU YANG LEMAH. KITA LIHAT SAPA YANG AKAN BERGUNA SIHIR KU ATAU PEDANG TUA MU ITU" Ucap Dewi Artemis yang sangat nyaring.


lalu ia berkata lagi "baiklah Juli kau akan ku latih dan membuktikan pada si pria gila itu" ucap Dewi Artemis.


"kau serius ingin menerima ku? bukannya tadi kau menolak ku dan berkata aku lebih baik bermesraan dengan istri ku" ucap Juli datar seolah ingin membuat Dewi Artemis malu.


"tidak lupakan itu sekarang kau ku terima dan akan ku latih untuk kau buktikan kepadanya" ucap Dewi Artemis malu karena tadi mengusir Juli.


"baiklah kalo gitu , aku mohon bantuannya yaa Dewi Artemis" ucap Juli.

__ADS_1


"baiklah kau akan berlatih bersama ku kurang lebih 3000 tahun dan kau akan ku bawa ke dimensi ku. jadi lebih baik kau pamitan dulu dengan istri mu" ucap Dewi Artemis.


"baiklah besok pagi aku bakal balik lagi"ucap Juli lalu pergi pulang ke rumah Clarisha.


setelah sampai dirumah dia pun disambut oleh Clarisha.


"aku pulang sayang" ucap Juli yang sudah mulai merubah panggilannya ke Clarisha.


"selamat datang Anata. jadi apa kau akan dilatihnya?"ucap Clarisha.


"iyaa aku akan berlatih dengannya selama 3000 tahun dan aku akan berlatih di dimensi nya" ucap Juli.


Clarisha yang mendengar itu sedih karena tidak akan bertemu Juli selama itu.


Juli yang melihat Clarisha sedih pun berkata "kau tidak perlu sedih sayang, ini ku lakukan biar bisa manjadi kuat juga dan untuk melindungi kamu dari bahaya. kau kan bilang sendiri ada musuh bahkan yang lebih kuat dari kalian berlima dewa kuno" ucap Juli.


Clarisha yang mendengar penjelasan Juli pun sadar akan ke egoisan nya.


"maaf Anata aku sudah egois untuk selalu bersama mu hiksss...hiksss" ucap Clarisha sambil menangis.


Juli yang melihat istrinya menangis pun memeluk nya dan berkata "sudahlah jangan menangis, setiap orang pasti punya ego nya masing-masing jadi tidak perlu salahkan dirimu" ucap Juli sambil menenangkan Clarisha.


Clarisha pun mulai mereda nangisnya dan membalas pelukannya Juli, dia menyembunyikan mukanya di dada Juli.


"kau melihat ku menangis Anata" ucap Clarisha menyembunyikan mukanya.


"iyaa aku melihatnya tapi kan tidak apa-apa aku ini suami mu loh sayang?" ucap Juli.


"tapi nanti Anata dan Raphael mengejek ku" rengek Clarisha di dada Juli.


Juli yang mendengar itu pun hanya bisa berkata "sudah lupakan, masalah kau akan diejek oleh ku dan Raphael itu urusannya nanti" ucap Juli.


setelah Clarisha tenang mereka pun makan bersama untuk terakhir nya sebelum berpisah selama 3000 tahun.


seusai makan bersama mereka pun duduk di teras untuk menikmati waktu berduaan.


"Neee.... Anata apa aku boleh ikut dengan mu nanti berpetualang?" tanya Clarisha sambil bersandar di dada Juli.


"tentu saja kau boleh ikut tapi kau jangan kaget bila banyak wanita yang kenal aku" ucap Juli yang mengelus kepala Clarisha.


"hmmm....aku tau Anata banyak yang mendekati jadi aku tidak memperdulikan itu Anata. yang penting aku bisa ikut bersama mu berpetualang" ucap Clarisha.


"baiklah itu pilihan mu maka ikut lah dengan ku" ucap Juli.


Clarisha hanya mengangguk dan Clarisha tertidur di dada Juli.


"meski kau Dewi kuno terkuat tapi kau masihlah seorang gadis yang masih ingin merasakan kebebasan" ucap Juli sambil mengendong Clarisha seperti tuan putri.


lalu Juli dan Clarisha pun pergi ke kamar untuk tidur dan mengistirahatkan diri.


'


Bersambung...


****


Jangan lupa untuk komen memberikan saran yaa.

__ADS_1


dan jangan lupa like, vote, share dan kasih bintang 5 yaa


see you next time dan bye bye


__ADS_2