Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
108. Persiapan Perang


__ADS_3

saat ini di Dimensi alam Monster, tidak lebih tepatnya di rumah pohon tempat markas Juli.


"Apa kau berani mengulanginya lagi A-D-I-K-K-U?"ucap seorang wanita berambut putih panjang dan mata biru.


sedangkan Juli yang saat ini dimarahi hanya duduk dogeza dihadapan gadis itu sambil menundukkan kepalanya.


"Paham?." ucap wanita itu melotot ke arah Juli.


"Juli paham kak Nino." ucap Juli kepada kakaknya yang tidak lain adalah Yuuzaki Nino.



{Ilustrasi Kakak Juli, Yuuzaki Nino.}


"Kurang jelas?." ucap Nino menatap tajam ke arah Juli.


"JULI PAHAM KAK NINO, JULI JANJI TIDAK AKAN MENGOLOK-OLOK KAKAK LAGI DENGAN SEBUTAN GORILA MARAH."ucap Juli berteriak.


"Ehhh?." ucap Juli syok dengan perkataannya di akhir.


~Swohhhhh~


Juli merasakan aura Membunuh dari arah depannya yang tidak lain adalah Kakaknya.


"Kau mengatakannya lagi?." ucap Nino menatap tajam Juli.


Juli pun hanya diam dan berkeringat dingin.


"Sudah-sudah Kakak Nino, tidak perlu menghukum suami lagi." ucap Ayumi menenangkan Nino.


"Benar kakak Nino, maafkan suami. Shella yakin suami tidak akan mengolok kakak Nino lagi." ucap Shella sambil mengelus rambut Juli.


Nino yang melihat Juli dimanja oleh lara istrinya pun semakin kesal dan berkata.


"Apa kau laki-laki? kenapa kau selalu di manja oleh istri mu?." ucap Nino dingin.


"Sudah seharusnya kami melindungi ataupun memanjakan suami kami kakak Nino, karena ini tugas kami sebagai seorang istri." ucap Asuka tersenyum kecil.


para istri Juli lainnya hanya mengangguk kepala saja.


Nino pun menghela nafas panjang dan berkata.


"Baiklah Kakak memaafkan mu, karena kakak Juga tidak lama bertemu dengan mu." ucap Nino tersenyum ke arah Juli.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum manis dan berkata.


"Mau peluk kah? sapa tau mau cupika-cupiki." ucap Juli tersenyum manis.


Nino yang mendengar itu pun menatap tajam Juli lagi dan berkata.


"Sepertinya kau harus memang dihukum." ucap Nino.


para istri Juli pun langsung menghalang Nino maju untuk menghukum Juli.


"Sudah kakak Nino cukup." ucap istri Juli menahan Nino.


"Cihhhh... baiklah-baiklah demi kalian kakak tidak akan menghukum Suami kalian yang manja itu." ucap Nino duduk sambil meminum Teh nya yang dibuatkan oleh istri Juli sebelumnya.


sedangkan teman-temannya yang lain hanya menyaksikan perdebatan keluarga itu.


mereka pun terkadang menahan tawa ketika melihat Juli dimarahi oleh Nino.


terutama Kenzi yang paling tertawa terbahak-bahak.


Juli yang melihat itu pun kesal dan berkata pada Lilith.


"Lilith tadi ada yang maksa aku loh buat nikah lagi, padahal aku bilang gak nanti aja tapi dia malah maksa-maksa." ucap Juli menambahkan perkataan yang tidak seharusnya.


teman-teman Juli yang para laki-laki langsung melirik ke arah Kenzi yang sedang tertawa terbahak-bahak.


lalu mereka menjauh dan menunjuk Kenzi.


"Dia pelakunya." ucap Juli dan para laki-laki.


Kenzi yang asyik ketawa tiba-tiba berhenti.


"Eeee?." ucap Kenzi yang terdiam ketika ia ditunjuk.


Lilith yang mendengar itu pun langsung melirik ke arah Kenzi dan berkata.


" Apa itu benar apa yang dibilang oleh calon suami ku?." ucap Lilith dingin.


Kenzi yang mendengar itu pun langsung pucat dan bersujud.


"MAAAFFFKANNN SAYA."ucap Kenzi.


"Bohong-bohong gak usah dimaafin, bahkan dia nyuruh ketua untuk punya istri 1.000." ucap Mirio memanas-manasi Lilith.


"Betul itu, masa dia juga bilang kalo gak mau nanti dia yang bakal Carikan istri baru." ucap Kenzo membantu Mirio.


Lilith pun menatap tajam Kenzi dan ingin maju.


tapi disaat ingin maju mereka berhenti mendengar ucapan Nino.


"Cukup hentikan sampai disitu, jangan percaya dengan omongan mereka terutama adik ku yang bodoh itu." ucap Nino menatap tajam Juli.


Juli yang gagal untuk mengerjai Kenzi pun kesal dan berkata.


"Cihhh... gagal, aku lupa kalo ada gorila gunung itu disini." ucap Juli mencibir tapi tida ada yang dengar kecuali para laki-laki yang ada didekatnya.


"Apa yang kau bilang?." ucap Nino dingin.


Juli hanya menjawab.


"Tidak ada, tidak penting. dah aku pergi mau cari Udara, jangan ada yang ikut." ucap Juli kesal dan pergi dari sana.


sedangkan yang lainnya diam melihat Juli pergi dengan wajah kesal.


"Sepertinya Suami kesal?." ucap Shella sambil melihat ke arah istrinya yang lain.


"Kurasa, biasa kalo suami ngambek dia gak bakal berbicara selama 2 hari." ucap Asuka.


"Biarkan saja suami sendiri dulu, pasti ia lelah." ucap Ayumi dan diangguki oleh istri Juli yang lainnya.


sedangkan Nino hanya diam melihat kepergian Juli dengan wajah kesal.


________


Sedangkan disisi Juli saat ini ia terus melompati pohon-pohon kembali ke pusat dimensi alam Monster.


setelah memakan waktu lama akhirnya ia tiba disana.


"Aku yakin bahwa 2 hari lagi mereka akan melewati jalur ini, lebih baik aku mempersiapkan pasukan untuk menghalau mereka." ucap Juli sambil melihat disekitarnya.


setelah melihat ia pun berbicara dengan Rapunzel melalui telepati.


'Rapunzel Persiapkan 100 juta pasukan berlevel 450.000.000 untuk perang yang akan tiba 2 hari lagi, jangan lupa ajak para ibu mu dan adik-adik mu yang lainnya.' ucap Juli.


'Baik ayah serahkan pada Rapunzel, kami akan tiba disana secepatnya.' ucap Rapunzel.

__ADS_1


Juli hanya mengangguk dan segera berbicara kepada kepala academi.


'Kepala academi, ini aku Juli. aku memberi tahu bahwa akan ada serangan musuh di Dimensi alam Monster dalam waktu 2 hari jadi segera bawa para perserta perlombaan keluar dari Dimensi paling lama besok malam. bila kau ingin datang maka ajak anak-anak ku yang ada disana bersama para Istri ku, jangan bawa pasukan atau para murid-murid academi. karena ini adalah peperangan keluarga Yuuzaki dan Planet ke-7.' ucap Juli menjelaskan semuanya dengan nada dingin nya.


sedangkan disisi kepala academi saat ini ia sedang memperhatikan layar yang menunjukkan kegiatan para perserta perlombaan yang sedang memburu Monster kecuali kelompok Juli yang tidak terlihat dilayar itu.


tiba-tiba ia mendengar suara Juli yang berbicara dengannya.


awalnya ia terkejut dan paham, lalu ia berkata kepada para guru-guru.


"Untuk para guru-guru segera bawa kembali para perserta perlombaan, karena di Dimensi alam Monster akan terjadi perang antar Para Monster, pasukan Planet ke-7 dan 10 Chaos Legion." ucap kepala academi Barbara serius.


para guru-guru yang mendengar itu sangat terkejut dan segera menjalankan perintah kepala academi Barbara.


para penonton pun bingung sekaligus ketakutan mendengar ucapan pembawa acara itu.


ketika para penonton bingung, kepala academi pun mendekati tempat duduk para istri dan anak-anak Juli yang saat ini sedang mendengarkan ucapan pembawa acara.


"Untuk Keluarga Yuuzaki, saya mendapatkan pesan dari Tuan Juli untuk membawa kalian ke Dimensi alam Monster untuk ikut berperang." ucap kepala academi bergema diseluruh arena pertandingan yang dimana membuat para penonton diam terkejut melihat Kepala academi menunduk kan kepalanya terhadap keluarga Yuuzaki.


para istri dan anak-anak Juli hanya mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya, lalu mereka turun ke Arena academi untuk memasuki Dimensi alam Monster.


ketika mereka turun para penonton yang melihat mereka seperti melihat para Dewa Dewi yang sedang berjalan.


"Kenapa rasanya aku seperti melihat para Dewa Dewi yang sedang berjalan." ucap salah satu penonton.


begitu juga dengan yang lainnya merasakan hal yang sama.


"Baiklah kami sudah siap pergi." ucap Raphael yang berdiri paling depan bersama Killua dan Ryuu.


kepala academi pun berkata.


"Baiklah kita akan berangkat sekarang Nona, tapi sebelum itu saya ingin bersiap-siap." ucap kepala academi.


Raphael hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah kami akan menunggu paling lama 1 jam karena perbandingan waktu disana berbeda dengan disini." ucap Raphael.


"Baik Nona." ucap kepala academi.


ketika kepala academi Barbara pergi tiba-tiba datang Kuro yang sujud dihadapan Raphael.


"Nona Raphael pasukan udara berjumlah 50.000 dengan Level 470.000.000 serta 150.000 Assassin khusus berlevel 580.000.000 siap berangkat." ucap Kuro yang didengar oleh semua orang disana terutama para bangsawan yang terkejut mendengar kekuatan pasukan Juli.


"Bukannya itu adalah orang dari kerajaan Alcemy?." ucap salah satu bangsawan yang melihat itu.


yang lainnya mengangguk setuju dan mereka semua mengenal siapa Kuro itu, tapi yang membuat mereka terkejut adalah Kuro menunduk kan kepalanya dihadapan anak kecil yang tidak lain adalah anak-anak Juli.


tiba-tiba saja Langit menjadi gelap yang dimana mereka melihat banyak sekali Wyvern terbang di langit.


mereka mengira itu adalah Serangan tapi dijelaskan oleh Kuro bahwa itu adalah pasukan mereka.


semua orang pun semakin takut dengan keluarga Yuuzaki dan mereka tidak berani macam-macam dengan mereka, tapi mereka merasa kasian dengan kerajaan Holy Kingdom yang melawan mereka tadi.


setelah menunggu 10 menit akhirnya kepala academi Barbara pun tiba.


"Baiklah Nona mari kita berangkat." ucap kepala academi.


Raphael hanya mengangguk dan menyuruh Kuro untuk menyiapkan pasukan.


"Paman Kuro, suruh para pasukan bersiap untuk memasuki portal dimensi alam Monster." ucap Raphael.


Kuro hanya mengangguk dan segera menyuruh pasukan Juli untuk memasuki portal dimensi alam Monster terlebih dahulu.


setelah menunggu kurang lebih 1 jam akhirnya giliran keluarga Yuuzaki yang tiba masuk.


"Saaa....mari kita mulai lagi peperangan ini, dan kami tidak akan kalah seperti sebelumnya." ucap Raphael tersenyum menyeringai begitu juga dengan anak-anak Juli yang lainnya.


yang dimana Membuat semua orang-orang disana ketakutan bahkan ada yang pingsan ketika melihat senyum mengerikan dari anak-anak Juli.


Para istri dan anak-anak Juli pun masuk ke dalam portal dimensi alam Monster untuk berperang bersama ayah mereka.


_____


sedangkan disisi Juli saat ini 1 hari pun berlalu dan para murid-murid academi sudah pada pergi dari Dimensi alam Monster ini.


Juli juga belum ada kembali ke rumah pohon yang dimana membuat para teman-teman nya khawatir dengan kondisi Juli.


tapi berbeda dengan Zero dan para istrinya.


"Kalian tenanglah, tidak ada yang bisa mengalahkan Ketua. meskipun ada ratusan juta dewa yang menghadangnya." ucap Zero yang saat ini duduk di kursi.


"Benar apa yang dikatakan Zero, kalian tidak perlu khawatir dengan kondisi Suami. lagian kami para istri percaya dengan dirinya yang akan baik-baik saja." ucap Asuka tersenyum kecil.


saat ia berkata seperti itu tiba-tiba Juli muncul dihadapan mereka dan langsung berkata.


"Asuka, Shella, dan Ayumi jemputlah para pasukan dan anak-anak kita di tempat awal kita tiba di dimensi ini." ucap Juli serius.


para istrinya hanya mengangguk dan bersiap-siap pergi.


Juli pun diam lalu mengambil kue yang ada dimeja dan berkata.


"Aku minta yaa soalnya lapar, belum ada makan." ucap Juli mengambil 1 piring berisi kue.


Nino yang melihat itu pun berkata.


"Ambillah semua ini, kau juga kenapa tidak pulang." ucap Nino memberikan 1 piring kue lagi kepada Juli.


tapi Juli hanya diam dan tidak berkata apa-apa, setelah itu ia berkata.


"Tidak perlu, segini saja sudah cukup. kalo begitu aku pergi, aku menunggu kalian di pusat dimensi alam Monster." ucap Juli acuh tak acuh kepada Nino dan pergi menghilang.


Nino yang melihat tingkah Juli seperti itu kepada dirinya merasa bersalah tentang masalah kemarin yang dimana ia terlalu berlebihan kepada Juli.


"Sepertinya adik ku memang marah dan benci terhadap ku, bila seperti ini apa untungnya aku bebas dari segel Kekaisaran itu." ucap Nino sedih dengan senyum dipaksakan.


Zero yang mendengar itu pun berkata.


"Sapa bilang ia benci kau? lebih tepatnya ia setiap malam selalu memikirkan diri mu untuk membebaskan mu. bahkan ia sampai rela berlatih dengan ku meskipun itu sangat berat hingga hampir saja ia mati, ia melakukan itu karena ingin menolong mu dan ini sesuai pemikiran ia bahwa setelah membebaskan mu maka ia akan menjadi incaran para pihak musuh." ucap Zero menejelaskan tentang rencana Juli dari awal.


"Seharusnya kau tau bahwa Kekaisaran yang menyegel mu berkerja sama dengan organisasi penjahat terkuat di alam semesta, tapi kau malah berpikiran seperti Juli membenci dirimu. dan kau malah merasa bahwa tidak pantas dibebaskan, seharusnya kau sebagai kakak tidak harus keras terhadap dirinya. ia sudah cape menjalankan takdir nya agar keluarga dan orang-orang yang ia sayangi bisa hidup damai di alam semesta tanpa ada kejahatan sedikit pun, bahkan kalian tidak tau kan bahwa ia setiap malam menghilang untuk Membunuh satu persatu dari organisasi kejahatan yang ada di alam semesta tanpa sepengetahuan kalian semua. ia rela menjadi incaran semua penjahat demi kalian." ucap Zero sedikit menaikkan suaranya.


"Asal kalian tau saat ini ia sedang di incar oleh 4 organisasi peringkat atas karena Membunuh para sekutu mereka, aku berdoa semoga saja mereka tidak datang saat perang nanti. karena bila mereka berkerjasama maka Juli tetap tidak akan bisa menang melawan mereka, terutama 72 Iblis gerbang Solomon yang orang 7 peringkat atas setara dengan level Juli. camkan ini baik-baik Juli melakukan ini untuk kalian semua jadi jangan pernah berfikiran bahwa ia hanya selalu bercanda atau bermain-main saat sedang serius, orang yang selalu tersenyum belum tentu ia bahagia." ucap Zero lalu pergi dari sana untuk bersiap-siap membantu Juli.


sedangkan orang-orang yang masih tersisa di sana hanya terdiam mendengar ucapan dari Zero.


"Sepertinya kita belum mengenal lebih dalam tentang suami." ucap Shella menunduk kan kepalanya.


begitu juga dengan istri nya yang lain.


"Kak Juli selalu seperti ini dari dulu, dan ia tidak pernah berubah. hal selalu ia katakan disaat ia tidak bisa apa-apa adalah 'Kalo gak dicoba gak akan bisa kan? makanya mari kita coba melawan.' itu kalimat yang selalu ia katakan disaat ia tidak bisa melawan orang lebih kuat darinya waktu SMP dulu." ucap Lilith sedih.


ketika mereka bersedih mereka mendengar ucapan seorang gadis kecil berkata.


"Bila disaat seperti ini ayah juga selalu mengatakan 'Untuk apa bersedih? memang itu bisa membuat mu menjadi kuat? bila disaat-saat seperti kalian seharusnya berusaha bukan bersedih.' ingat kata-kata ayah itu, pasti kalian pernah mendengar ayah mengatakan itu." ucap gadis kecil itu yang tidak lain adalah Rapunzel.


yang lainnya mengangguk dan kembali tenang.


Rapunzel hanya diam saja dan berkata kepada ibu mereka.

__ADS_1


"Mama Shella, mama Asuka, dan mama Ayumi mari kita jemput kakak dan rombongannya, Karena waktu kita tidak banyak untuk bersiap-siap." ucap Rapunzel.


para istri Juli hanya mengangguk dan segera pergi.


tapi disaat ini pergi Lilith berkata.


"Tunggu boleh kah aku ikut dengan kalian?." ucap Lilith.


para istri Juli hanya mengangguk dan Asuka berkata.


"Tentu, lagian kau adalah calon istri suami kita." ucap Asuka tersenyum manis.


Shella dan Ayumi hanya mengangguk dan Rapunzel juga ikut tersenyum lalu berkata.


"Mari Para mama ku sekalian, kita pergi untuk meringankan beban yang di tanggung oleh ayah." ucap Rapunzel.


para istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis lalu mereka pergi.


sedangkan Nino hanya diam mencerna ucapan dari Zero tadi dan ia teringat tentang ucapan ibunya dulu.


FLASHBACK...


"Nino kalo kamu sudah besar nanti jangan susahin adik mu yaa? kalo bisa selalu lindungi dan jaga ia seperti orang yang kau cinta dan sayangi." ucap ibu nya Juli yaitu Yuuzaki Tsukasa.


"Tentu Bu, Nino akan menjaga adik Nino dengan nyawa Nino sendiri. dan tidak akan menyakiti nya meskipun ia melakukan kesalahan kepada Nino." ucap Nino kecil yang duduk disamping ibunya yang sedang hamil besar.


"Nahh gitu dong, sapa tau kau di terima menjadi istrinya bila adik mu mau xixixi." ucap ibu nya tertawa kecil.


Nino kecil hanya mengangguk dan berkata.


"Tentu, karena Nino yang akan menjadi istri terkuatnya agar bisa menjaga dirinya kelak." ucap Nino kecil memamerkan ototnya.


ibu Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Janji yaa?." ucap ibu Juli.


"Tentu Nino berjanji, bila Nino jahat maka Nino akan malu bertemu ibu kelak." ucap Nino kecil.


Flashback END.


Nino yang mengingat kenangan itu menangis sedih dan berkata.


"Maaf Bu, Nino sudah melanggar janji yang Nino buat hiksss.... hiksss.... hiksss Nino sudah membuat adik kecewa dengan Nino Bu hiksss.... hiksss apa yang harus Nino lakukan?." ucap Nino menangis tersedu-sedu.


ketika ia menangis ia merasakan sentuhan dikepalanya dan mendengar seseorang berkata.


"Bukannya ibu mengajarkan bila kita melakukan kesalahan harus meminta maaf?." ucap suara itu yang tidak lain adalah Juli yang dari tadi tidak pergi melainkan mendengar percakapan mereka semua.


Nino yang mengenal suara itu pun langsung memeluk asal suara itu dan berkata.


"Maafkan kakak hiksss.... hiksss... kakak sudah mengecewakan mu." ucap Nino menangis dipelukan Juli.


Juli hanya mengelus rambut kakaknya dan berkata.


"Sudahlah tidak apa-apa, lagian ini salah ku juga yang asal main marah saja. padahal itu kesalahan ku juga." ucap Juli tenang.


Nino hanya diam tidak menjawab sama sekali dan hanya memeluk Juli.


setelah menunggu lama akhirnya Nino pun tenang lalu Juli berkata.


"Apa sudah tenang? apa ada keluh kesah yang ingin dikatakan lagi?." ucap Juli tersenyum manis.


Nino yang melihat senyuman Juli pun berkata.


"Berhentilah tersenyum manis seperti itu, sekarang kamu tidak perlu sendiri lagi menghadapi para organisasi kejahatan di alam semesta. Karena ada kakak mu yang akan membantu dan melindungi diri mu." ucap Nino tersenyum manis.


tiba-tiba saja terdengar suara dari arah pintu masuk.


"Tidak, kami juga akan ikut membantu ayah." ucap gadis kecil yang tidak lain adalah Raphael yang baru saja tiba.


"Benar kami akan membantu ayah untuk membantai para musuh. hahahaha bantai-bantai." ucap Ryuu Bersemangat.


"Ryuu kau terlalu berlebihan, yang jelas aku akan paling banyak Membunuh nanti dibandingkan kau." ucap Killua disebelahnya Ryuu.


"Tidak kalian berdua akan kalah dengan Tamiko, karena Tamiko yang akan melindungi ayah." ucap Tamiko tidak mau kalah.


"Heyyy jangan lupakan Laffey, bila ada yang menganggu ayah Laffey maka bersiaplah Laffey tembak dengan senjata baru buatan Laffey." ucap Laffey dengan mata mengantuk nya.


"Jangan lupakan aku.."


"Aku juga..."


"heii aku juga ikut..."


ucap para anak-anak Juli yang tidak mau kalah untuk membantu ayah mereka.


"Anak-anak jangan lupakan kami para ibu-ibu, Karena kami akan menyiksa siapa pun yang jahat kepada suami kami." ucap Melascula tersenyum manis tapi mengeluarkan aura yang berbahaya.


begitu juga dengan para istri Juli yang lainnya yang dimana mereka tersenyum manis tapi mengeluarkan aura berbahaya.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum bahagia dan melirik ke arah Nino.


"Lihat kan? sekarang aku tidak akan melakukannya sendiri lagi, karena aku memiliki keluarga yang bisa di andalkan." ucap Juli tersenyum manis.


Nino hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Baiklah sudah cukup mari kita bersiap-siap, tapi sebelum itu perkenalkan kakak dari Ayah yaitu Yuuzaki Nino. ia merupakan kakak kandung asli ayah yang disegel oleh Kekaisaran planet ke-7 dan saat ini kita akan berperang melawan mereka." ucap Juli.


lalu istri dan anak Juli maju satu persatu memperkenalkan diri.


sesuai perkenalan Nino pun menghela nafas panjang dan berkata.


"Sepertinya dulu keluarga Yuuzaki hanya keluarga kecil, sekarang menjadi keluarga besar. tidak ini bukan keluarga besar lagi tapi penduduk Yuuzaki." ucap Nino tersenyum kecut.


Juli hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata.


"Yaahhh.... seperti itu maklum banyak istri dan mungkin saja nanti nambah." ucap Juli tersenyum tanpa Dosa.


tapi istrinya dan anak-anaknya tidak mempermasalahkan itu karena mereka biasa saja tentang itu.


Nino hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa.


"Baiklah mari kita berangkat." ucap Juli tersenyum menyeringai.


begitu juga dengan anak-anak dan para istri Juli yang ikut tersenyum menyeringai.


Bersambung...


***


Cieee yang bacanya nanggung dan nunggu besok lagi baru bisa baca kelanjutannya.


intinya jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.


sesuai janji author Crazy up 15 chapter langsung, author gak bisa lebih soalnya mau bantu adik author pendaftaran sekolah SMP. jadi segini dulu yaa, kalo sudah selesai Pendaftaran nanti author usahakan Crazy Up tapi ini gak janji loh yaa soalnya author mau baca-baca Novel yang lainnya yang sudah author gak bacain.


itu aja dan bye-bye.

__ADS_1


__ADS_2