
7.000 tahun berlalu di dungeon tingkat Neraka...
saat ini Juli sedang main kejar-kejaran dengan seekor banteng raksasa.
"Woiiiii.....sini bang*** gara-gara kamu aku dipukul istriku." ucap Juli mengejar banteng berlevel 270.000.000.
banteng itu terus berlari karena tidak ingin ditangkap oleh Juli.
Flashback...
"Suami kami ingin mandi. jadi jangan mengintip yaa" ucap Ciel.
Juli hanya mengangguk tapi dia memiliki rencana lain.
para istri Juli pun pergi mencari sungai untuk mandi bersama-sama.
sedangkan disisi Juli saat ini dia mengendap-endap ingin mengintip para istrinya.
saat sudah dekat ia melihat seekor banteng raksasa juga mengintip para istrinya.
Juli yang melihat itu pun merasa bingung dan mendekati benteng itu.
pas sudah dekat ternyata banteng itu menyadari kehadiran Juli.
ia pun langsung melesat ke arah Juli dengan tanduk nya.
Bukhhhhh...
akhhhhh....
Juli dilempar oleh banteng itu ke arah sungai rapat istrinya mandi.
Byurrrrr....
Boing-boing...
Juli pun jatuh tepat di air dan ia merasakan ditangannya suatu hal kenyal-kenyal.
"Apa ini? kenapa sangat empuk sekali?" ucap Juli bingung.
Juli pun terus meremas-remas nya.
"Ekhmmmm.....sayang bila kau teruskan maka jangan harap kau selamat dari sini." terdengar suara wanita.
Juli yang mendengar itu pun melihat ke asal suara dan bertapa terkejut nya ia.
"ARGHHHHHH..... Velgrynd kenapa kau tidak pakai baju?" ucap Juli sambil menutup mata tapi ia masih membuka jari-jarinya untuk melihat istrinya telanjang.
Velgrynd yang melihat tunangannya seperti itu pun berkedut kedut dan nampak urat syaraf dikepalanya.
"Kau tanya kenapa? bukannya sudah jelas aku sedang mandi." ucap Velgrynd menahan emosinya.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum garing dan berkata.
"Tadi empuk sekali sayang." ucap Juli tanpa sama sekali memiliki dosa.
BUKHHHHHH....
Juli dipukul oleh Velgrynd hingga terbang ke langit.
"Arghhhhhh....sayang kau jahat sekali." ucap Juli terbang sangat jauh.
Flashback END...
"Kemari kau banteng mesum. beraninya kau mengintip para istri ku." ucap Juli kesal.
bila saja tidak ada banteng itu Juli bakal dengan tenang mengintip para istrinya tanpa hambatan sama sekali.
"Tombak raja roh Basqias bentuk pertama ; Tombak hidup." ucap Juli.
tombak Basqias dibelakang Juli pun melesat sangat cepat ke arah banteng itu berada.
JLEBBBBB....
Banteng raksasa itu pun tertusuk oleh Tombak Basqias Juli.
tapi Banteng raksasa itu masih saja bisa kabur.
"bang***.... mentang-mentang badan besar jadi sogong. Tombak raja roh Basqias bentuk ke-5 ; Increase." ucap Juli.
tombak Juli yang menancap di tubuh banteng itu pun berubah menjadi mata tombak yang merusak organ dalam banteng raksasa itu.
SRINGGG...
JLEBBBBB...
seluruh badan banteng itu pun bolong-bolong akibat tombak Juli.
[Ding!!! Tuan rumah telah berhasil menyelesaikan Misi Darurat dari System.
selamat anda mendapatkan Hadiah dari Misi Darurat yaitu ;
-> Kenaikkan level sebanyak 75.000.000.
-> Mendapatkan salah satu Perintah Tuhan. yaitu Si Majesty {Si Keagungan}, merupakan perintah Tuhan Terkuat dari yang lain.
LEVEL up...
LEVEL up...
LEVEL up...
LEVEL up...
...
...
...
Selamat anda naik LEVEL menjadi 570.900.000.]
Juli yang melihat itu pun tersenyum dan berkata.
"sebelumnya aku berada dilevel 495.900.000, tapi apa ini sebuah keberuntungan? padahal kami sudah 5 hari mencari Monster terakhir, tapi ternyata monster itu cuma banteng mesum yang akan keluar disaat ada wanita mandi." ucap Juli kesal sekaligus senang.
Juli pun kembali ke rumah sederhana yang ia gunakan selama di dungeon ini.
CLEKKK...
"Aku pulang" ucap Juli pelan-pelan karena ia masih takut bertemu Velgrynd.
saat Juli menutup pintu tiba-tiba ada suara terdengar dibelakangnya.
"Owhhhh....sayang sudah pulang rupanya. Kirain sayang akan tidur diluar." ucap suara itu yang tidak lain Velgrynd yang menunggu Juli dari tadi.
Juli yang mendengar itu pun ciut nyalinya dan hanya diam saja sambil menunduk ke bawah.
"Sayang aku bertanya, dari mana saja? kenapa baru pulang?" ucap Velgrynd tersenyum manis tapi bagi Juli itu adalah senyum malaikat maut.
Juli pun berkata dengan ketakutan.
"A-a-a-anu sayang. aku tadi mencari Monster terakhir yang kita cari dan aku menemukan nya tadi."ucap Juli takut-takut.
__ADS_1
Velgrynd hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Apa kau melupakan sesuatu?" ucap Velgrynd tersenyum.
Juli pun hanya diam karena dia tidak ingat.
"Apa tadi empuk rasanya?" ucap Velgrynd tersenyum manis.
Juli langsung ingat kejadian tadi pun langsung berlutut dan berkata.
"Maafkan hamba." ucap Juli.
Velgrynd hanya diam saja dan berkata.
"Apa enak?" ucap Velgrynd lagi.
"Y-y-y-ya tadi sangat enak." ucap Juli ketakutan.
Velgrynd hanya mengangguk dan berkata.
"Mau lagi?" ucap Velgrynd tersenyum manis.
Juli yang mendengar itu pun terkejut.
"Ehhh...kau sedang bercanda kan sayang?" ucap Juli.
Velgrynd hanya menggelengkan kepalanya dan berkata.
"Mau apa tidak?" ucap Velgrynd lagi.
Juli pun dengan ragu-ragu mengangguk kepala.
Velgrynd yang melihat itu pun berkata.
"Baiklah semua berkumpul. suami kita telah mengatakan nya." ucap Velgrynd.
tiba-tiba istri Juli yang lain pun berkumpul disana melihat Juli dengan senyuman.
Juli yang melihat itu pun merasa memiliki perasaan buruk tentang ini.
"Ke-ke-kenapa semua pada ngumpul? bukannya ini jam kalian istirahat?" ucap Juli gugup dan ingin lari.
ketika Juli ingin lari tiba-tiba bayangan yang selalu mengelilingi Melascula pun mengikat Juli agar tidak bisa kabur.
"Bukannya Honey tadi ingin melihat tubuh kami saat mandi?" ucap Melascula tersenyum manis.
"Ti-ti-tidak. aku tidak jadi ingin melihat tubuh kalian." ucap Juli mencoba melepaskan diri dari ikatan di tubuhnya.
"Ara...Ara...Ara... Bukannya suami tadi meremas-remas payudara milik Velgrynd dengan semangat?" ucap Testarossa.
Juli yang mendengar itu pun menyesal tadi pagi karena terlalu bersemangat meremas payudara milik Velgrynd.
"Ti-ti-tidak itu tidak sengaja. a-a-aku mohon lepaskan aku." ucap Juli memohon.
para istri Juli hanya tersenyum dan Ciel berkata.
"Sayang bukannya kita sudah terlalu lama bersama? tapi kau sama sekali tidak memberikan kami anak." ucap Ciel tersenyum manis.
"Benar. sayang selalu beralasan membunuh Monster terus siang dan malam seperti bang Toyib." ucap Ultima cemberut.
yang lainnya mengangguk setuju.
"Ja-ja-jadi apa mau kalian?" ucap Juli takut.
mereka semua saling berpandangan dan berkata.
"Tentu saja kami ingin anak." ucap mereka semua tersenyum Manis.
lalu Juli pun di bawa oleh para istri nya ke kamar Juli berada.
Keesokan harinya...
Juli saat ini terbangun dari tidur nya yang sangat panjang.
"Akhhhh...sangat lelah sekali. sungguh istri ku terlalu bersemangat." ucap Juli pelan.
Juli pun melirik ke arah sampingnya dan melihat para istrinya sedang tertidur sambil memeluk Juli.
"Heii...bangun, ini sudah siang hari nanti kita terlambat untuk kembali pulang."ucap Juli membangunkan para istrinya yang terlihat sangat kelelahan.
"Honey bagian bawah ku sangat sakit sekali."ucap Melascula yang paling awal bangun.
Juli hanya menggelengkan kepala dan menyembuhkan Melascula menggunakan sihirnya.
setelah menyembuhkan Melascula istri Juli yang lain pun juga bangun.
"Selamat pagi suami."ucap Testarossa.
"Selamat pagi sayang ."ucap Ciel, Ultima, Carrera, dan Velgrynd.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"selamat pagi juga para istri ku yang ganas."ucap Juli tersenyum mengejek.
para istri Juli yang mendengar itu pun menjadi malu ketika ingat saat tadi malam.
Juli yang melihat istrinya pada malu-malu pun berkata.
"Sudah lebih baik kalian bersihkan diri. setelah itu kita kembali ke dimensi milik ku."ucap Juli.
para istri nya pun hanya mengangguk dan pergi mandi bersama dikamar mandi.
Juli yang melihat istrinya sudah pada pergi pun menghela nafas dan segera membersihkan kamarnya yang sangat berantakan akibat tadi malam.
1 jam berlalu...
saat ini Juli berserta istrinya sedang sarapan pagi bersama anggota Black Number.
sesuai makan Juli mengobrol dengan anggota Black Number dan istri Juli yang ada disini juga termasuk Anggota Black Number.
"Baiklah mari kita bahas strategi kita saat perang nanti." ucap Juli.
mereka hanya mengangguk kepala saja.
lalu Juli pun berkata dengan serius.
"Strategi kita adalah langsung maju. dah selesai rapat bubar." ucap Juli berdiri dan bersiap-siap pergi.
para istri Juli dan Anggota Black Number diam melongo ketika mendengar itu.
Juli yang melihat mereka hanya diam pun berkata.
"Kenapa hanya diam? apa kalian ingin ku tinggal disini?" ucap Juli.
mereka pun kembali sadar dan langsung mendekat ke arah Juli.
Juli pun berteleportasi ke dimensi dibantu oleh System, Karena Skill teleportasi Juli tidak bisa digunakan di dungeon ini disebabkan ini Misi Darurat jadi harus diselesaikan dan tidak boleh kabur.
Clinkkkk....
Juli pun berteleportasi ke dimensi berada.
dia saat ini di teleportasi kan tepat di pintu masuk Villa.
__ADS_1
sedangkan disisi anak-anak Juli merasakan aura yang sangat kuat sedang berada di dimensi ini.
"Aura Level siapa ini? kenapa sangat kuat sekali?." ucap Raphael khawatir dengan para mamanya dan segera Kembali ke villa.
disisi Rapunzel, Kanna , Tamiko, Ai, Aoi, Laffey , dan Killua saat ini mereka sedang berlatih bersama pasukan Juli.
ketika merasakan aura kuat mereka pun menghentikan pelatihan dan kembali ke Villa.
kembali ke sisi Juli saat ini.
"Kenapa sepi sekali?" ucap Juli.
Tokkkk....Tokkkk....
Juli mengetuk pintu rumah dan berkata.
"Hallo ada orang? bila gak ada saya bakar nihhh Villa."ucap Juli kesal karena dia tidak dibuka kan pintu.
setelah beberapa lama akhirnya pintu pun terbuka dan yang membukanya adalah Mira.
"Sayang?" ucap Mira terkejut dengan penampilan Juli.
"Bukan Mba. saya pengantar Go-food."ucap Juli datar.
"Owhhh maaf mas kirain suami saya."ucap Mira tersenyum malu karena salah mengenal orang.
bukhhhhh....
tiba-tiba ada yang memukul kepala Juli.
"AYAHHHHH.....kenapa kau lama sekali."ucap seorang gadis kecil yang tidak lain adalah Raphael.
Mira yang melihat itu pun berkata.
"Nak jangan pukul sembarang orang. dia bukan ayah mu, dia hanya tukang Go-food."ucap Mira dengan serius.
Raphael yang mendengar itu pun kesal.
Bukhhhhhh....
BUKHHHH....
Raphael memukul Juli berulang kali.
"Akhhh... Raphael hentikan kenapa kau memukul ayah mu"ucap Juli menahan pukulan Raphael.
"Siapa suruh menipu mama ku haaaaaaaa....dasar laki-laki gatal kalo pergi pasti pulang-pulang bawa istri baru." ucap Raphael terus memukuli Juli.
Juli pun tidak bisa menahan setiap pukulan Raphael.
awalnya Juli bingung tapi ketika ia ingat bahwa orang yang memiliki hubungan dengan nya maka orang itu bisa memukul Juli dengan puas meski level mereka berbeda jauh.
Juli pun dipukuli oleh Raphael hingga bonyok muka nya.
setelah itu datanglah para istri Juli yang lain karena ia merasakan aura yang familiar.
sebelumnya istri Juli yang lain sedang mengurus pembangunan rumah-rumah bagi penduduk kerajaan Boswer sebelumnya dan mereka berencana membangun kerajaan atau kekaisaran yang dipimpin oleh Juli.
"Raphael ada apa ini ribut-ribut?" ucap Anthena.
Raphael yang mendengar itu pun berkata.
"Ini nihh mama. ada seorang pria gatal yang pergi terus balik-balik bawa istri baru." ucap Raphael kesal.
para istri Juli yang lain pun melihat ke arah pria yang sedang sujud dengan muka bonyok.
"Anata/suami/sayang/darling?"ucap mereka semua bersama-sama.
Juli hanya mengangguk dan diam.
para istri Juli pun hanya menghela nafas dan Natasha pun berkata.
"astaga darling kenapa bisa seperti ini? apa kau melakukan kesalahan pada anak mu?" ucap Natasha.
Juli hanya menggeleng kepala saja.
"Terus kenapa bisa seperti ini suami?"ucap Bronya.
sebelum Juli berkata ia dipotong oleh Mira.
dan Mira menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir.
para istri Juli hanya mengangguk saja dan Fu Hua berbicara.
"Aduhh suami. kau selalu saja melakukan hal yang aneh-aneh." ucap Fu Hua menggelengkan kepala.
Juli hanya diam saja karena dia takut salah bila berbicara.
"Raphael minta maaf lah pada ayah mu. bukannya terlalu berlebihan kau melakukan ini nak?" ucap Clarisha.
"Hmppppp sapa suruh lama sekali pulang."ucap Raphael kesal.
para istri Juli hanya menggelengkan kepala saja karena ia tau saat ini Raphael sedang Tsundere.
padahal sebelumnya ia selalu menanyakan tentang ayahnya kapan pulang. bahkan 1 hari bisa 10x dia menanyakan hal yang sama.
"Kakak Tsundere."ucap Rapunzel menahan tawa nya.
Raphael yang mendengar itu pun berkata.
"Si-si-siapa yang Tsundere Rapunzel? K-k-k-kakak tidak Tsundere tau."ucap Raphael malu-malu.
Juli yang melihat itu pun langsung memeluk Raphael dari belakang dan berkata.
"Maaf ayah pulangnya terlalu lama."ucap Juli pelan.
Raphael yang dipeluk oleh Juli pun memberontak dari pelukan Juli.
"Lepaskan. aku tidak perduli kau mau pulang seberapa lama pun."ucap Raphael.
Juli tidak melepaskan nya malah semakin erat memeluk Raphael dan mengelus rambut anaknya yang sangat ia rindukan itu.
"Ayah juga rindu kalian. asal kalian tau saja, ayah sampai membuat lukisan kalian karena sangat rindu."ucap Juli menahan air matanya karena rindu dengan anak-anaknya.
Raphael yang melihat ayahnya ingin menangis pun tidak memberontak lagi dan memeluk Juli balik lalu berkata.
"Sapa suruh ayah bodoh sekali."ucap Raphael.
"Maaf bila ayah mu bodoh nak."ucap Juli tersenyum tipis dan memeluk Raphael dengan erat.
setelah cukup lama berpelukan Juli pun memeluk anak-anaknya yang lain dan juga para istri nya.
sesuai berpelukan Juli pun berkata.
"Aku pulang." ucap Juli tersenyum manis.
para istri dan anak-anak Juli juga tersenyum dan berkata.
"Selamat datang kembali." ucap Mereka bersama-sama.
Bersambung....
***
__ADS_1
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.