
sedangkan disisi Thomas saat ini.
Saat Thomas pergi untuk memanggil para petingginya yang ada di sekitar festival, Thomas dihentikan oleh siswa Kelas 1-S.
"Berhenti, kami akan ikut dengan kalian untuk membunuh Baji*ngan itu." ucap Darwin.
Thomas yang merasa familiar dengan para pahlawan laki-laki pun berkata.
"Kenapa kalian ingin membunuhnya?." ucap Thomas.
Darwin yang mendengar itu pun berkata.
"Kami ingin membunuhnya karena ia selalu menghina dan Menjelek-jelekan kami di depan umum, maka dari itu biarkan kami ikut bergabung untuk membunuhnya. tenang saja disaat Genting nanti kami akan mengeluarkan sebuah jimat yang bisa memanggil bala bantuan yang sangat banyak." ucap Darwin sambil menunjuk sebuah jimat yang terbuat dari kalung tanduk Iblis.
Thomas hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah, tapi bisa kalian beritahu siapa yang akan menjadi bala bantuan nya?." ucap Thomas.
Darwin dan murid kelas 1-S yang lainnya tersenyum menyeringai saat mendengar itu lalu ia berkata.
"Kami akan memanggil salah satu iblis dari The Seven Commandments yaitu Fraudin, ia akan membawa 70.000 Iblis berlevel 350.000.000 dan 120.000 Monster berlevel 280.000.000. ia juga membawa peliharaan nya seekor Carberus yang berlevel 650.000.000" ucap Darwin tersenyum jahat.
Thomas yang mendengar itu sangatlah terkejut karena jumlah bala bantuan yang akan berguna untuk mengalahkan Juli.
"Baiklah kalian bisa bergabung untuk membunuhnya, tapi aku harus memanggil para petinggi dulu untuk berkumpul di Arena." ucap Thomas.
Darwin dan murid kelas 1-S hanya mengangguk dan tersenyum menyeringai saat melihat kepergian Thomas.
"Ini akan menjadi kekalahan mu Juli, setelah itu aku akan menguasai benua Timur dan para istrinya akan ku jadikan budak-budak ku." ucap Darwin tersenyum kemenangan.
kembali ke sisi Juli saat ini....
Juli saat ini menunggu orang-orang yang dipanggil oleh Thomas dan ia juga mengetahui rencana dan tujuan yang akan dilakukan oleh Darwin untuk berkerjasama dengan Thomas.
lalu Juli pun berkata kepada 100 prajuritnya.
"Pasukan Black Order, segera jaga sekitar ruang VVVIP. jangan ada biarkan orang masuk, bila ada yang masuk maka langsung bunuh saja ditempat. Untuk anak-anak ku sebagian lindungi ibu kalian dan sisa nya jaga para penonton." ucap Juli berteriak yang dimana membuat semua orang kebingungan.
"BAIK." ucap pasukan dan anak-anak Juli.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"10 Dewan Elite, The Moonlight, Darkness, Wolf Alone, dan The High Magic kalian juga ikut melindungi para penonton. dan sisanya serahkan kepada ku terutama dalam hal membunuh iblis-iblis." ucap Juli tersenyum menyeringai lebar.
Tim perwakilan dari academi Barbara hanya mengangguk dan segera ke setiap posisi untuk melindungi para penonton.
'Rapunzel, Raphael, Killua, Rokuro dan Ryuu saat ayah memberikan kode kalian langsung memasuki Arena pertandingan dan pasangan Pelindung yang tidak dapat dihancurkan.' telepati Juli kepada ke 5 anaknya itu.
Ke 5 anaknya itu hanya mengangguk dan tersenyum menyeringai.
lalu Juli menunggu orang-orang yang dipanggil oleh Thomas.
20 menit pun berlalu....
terlihat bahwa para petinggi dan murid-murid Elite dari academi Knightley sudah tiba di Arena pertandingan.
Juli yang melihat itu tersenyum menyeringai karena jumlah musuh yang ada ±5.000 orang dengan rata-rata level diatas 150.000.000 dan para petingginya diatas 250.000.000.
karena ukuran colloseum yang sangat besar ini maka ±5.000 orang itu cukup untuk masuk bahkan di Arena masih bisa menampung 240.000 orang lagi.
5.000 orang itu sudah berbaris rapi di hadapan Juli yang berjarak 50 meter dari tempat Juli berdiri.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Hoammmmm.....kalian lama sekali bahkan aku sangat mengantuk menunggu kalian datang." ucap Juli datar dengan mata mengantuk nya.
lalu Kepala academi Knightley pun maju dan berkata.
"Jangan salahkan kami bila kau akan mati melawan kami semua, mungkin kau hebat melawan ratusan orang tapi bagaimana jika kami semua yang maju melawan mu?." ucap Kepala academi Knightley tersenyum menyeringai.
Juli yang mendengar itu pun tertawa.
"Hahahaha....Bodoh sekali kau, 5.000 kau bilang bisa melawan ku? dan aku hanya bisa melawan ratusan saja? pufftttt....kau sungguh lucu sekali, apa kau tidak dengar perkataan ku tadi meski kau ada SERATUS RIBU ,aku tidak akan takut." ucap Juli saat mengatakan seratus ribu.
kepala academi Knightley pun hanya tersenyum meremehkan Juli dan berkata.
__ADS_1
"Tidak perlu kau berkata sombong seperti itu,aku tau kau takut. maka dari itu aku akan memaafkan mu jika kau mau bersujud meminta maaf lalu memotong tangan dan kakimu, setelah kau melakukan itu serahkan kerajaan Alcemy milikmu serta para istri-istri mu untuk menjadi budak ku." ucap Kepala academi Knightley dengan senyuman menjijikkan.
~Swoshhhhhhhhh~
Juli pun langsung menatap tajam kepala academi Knightley dan mengeluarkan 0,000005% dari aura membunuh yang membuat orang-orang yang berada di tengah-tengah Arena pertandingan muntah darah dan mengalami luka organ dalam.
Juli pun maju dengan perlahan mendekati 5.000 orang itu.
"Aku paling benci 2 hal yaitu Kau menghina aku dan orang terdekat ku, dan Menatap Istri ku dengan tatapan mesum dengan haus nafsu mu." ucap Juli dingin karena emosi nya saat ini sedang naik turun dengan Dosa amarah nya hampir aktif.
"Mungkin bila kau menghina ku masih ku beri keringanan yaitu mati dengan cepat, tapi bila kau menatap istri dengan mesum maka aku akan menyiksa mu terlebih dahulu dan melemparkan mu ke Neraka bagian terdalam." ucap Juli tersenyum menyeringai dengan Tato di dahinya.
tapi anehnya tato itu bukanlah berwarna hitam melainkan bercampur 3 warna yaitu Hitam, putih, dan Merah.
yang artinya itu campur antara Dosa Amarah, Dosa Keangkuhan, dan Perintah Tuhan si Keangungan yang Juli dapatkan waktu misi menyelesaikan Dungeon.
"Sadarlah Kau hanya mahkluk lemah yang menari-nari dibawah telapak tangan para Dewa rendahan itu." Ucap Juli Marah sekaligus Sombong dengan aura Keagungan.
semua orang yang merasakan aura Juli menjadi takut dan gemetaran bahkan Langit pun berubah menjadi gelap, seperti tau akan kemarahan Juli.
bahkan Kakak Juli, Zero, dan Xia yang notabene nya terkuat disana ikut gemetaran hebat saat merasakan aura dari Juli.
bahkan di seluruh Planet dari 1-9 juga ikut terguncang yang menandakan bahwa Penguasa alam semesta sedang sangat marah Besar.
5.000 orang yang ada di arena pun berubah menjadi genangan darah dengan hanya aura Juli saja.
Juli yang melihat itu pun berkata dengan angkuh.
"Yare..... Yare..... Hanya merasakan aura ku saja kalian mati menjadi darah, apa kalian segitu benci saat didekat ku? tidak apa-apa aku bisa menghidupkan kalian lagi." Ucap Juli tersenyum menyeringai.
"Ingal." ucap Juli sambil menjatuhkan setetes darah.
ke 5.000 orang itu pun kembali dihidupkan kembali, tapi saat hidup mereka merasakan aura mematikan Juli dan menjadi genangan darah lagi.
Juli yang melihat itu pun tertawa kejam.
"HAHAHAHAH..... sungguh Manusia seperti kalian sangat rapuh sekali, aku suka dengan kesombongan kalian diawal dan merasa putus asa setelah melihat kekuatan yang lebih hebat dari kalian." ucap Juli tersenyum menyeringai.
"Ingal." ucap Juli membangkitkan kembali orang-orang itu.
dan terus mati berulang-ulang kali yang membuat semua orang disana ketakutan bahkan Zero sekalipun takut saat melihat Juli seperti itu.
disaat ia ingin melakukannya lagi tiba-tiba ada yang menghalanginya.
Wushhhhhhhh....
"HENTIKAN ATAU KAMI AKAN MEMBUNUH MU SUAMI/SAYANG/ANATA/DARLING." Ucap para istri Juli yang langsung menjatuhkan Juli dan menahannya berbagai Senjata disekitarnya.
bahkan mereka sudah menyiapkan serangan terkuat mereka untuk menghentikan Juli.
"Hentikan suami kami tau kau mengkhawatirkan kami, tapi bukan seperti ini caranya kau menyiksa seseorang." ucap Anthena yang mengarahkan tombaknya di depan mata Juli.
"Kami mohon hentikan Suami. kami tau kau marah, tapi bukan ini caranya." ucap Bronya yang mengarahkan Senjata robotnya di kepala Juli.
"Sayang hentikan sekarang, anak-anak menjadi ketakutan melihat dirimu seperti ini." Ucap Fumiko yang mengarahkan Kuku tajam Vampire nya di leher Juli.
berbagai senjata berada ditubuh Juli untuk menghentikan pergerakannya.
"Juli kakak Mohon Kembali lah seperti biasa, atau kau melukai istri dan anak-anak mu." ucap Nino mengarahkan Katana nya di Jantung Juli.
Bukhhhhhh....
Juli pun menghampaskan para istrinya hingga terlempar menjauh.
"Tidak bisa dimaafkan, mereka telah menatap para istri ku dengan penuh nafsu. aku tidak akan membiarkan mereka seenak-enaknya melakukan itu kepada para istri ku." Ucap Juli menunjukkan kepalanya.
~Woshhhhhh~
aura Juli semakin menekan semua orang-orang yang berada disana, Juli terlihat seperti tidak dapat disadarkan.
"AKHHHHHHHH..... Bunuh-Bunuh-Bunuh, Bunuh orang yang telah menggangu para istri ku, Bunuh orang yang melukai istriku, Bunuh-Bunuh-Bunuh semua orang-orang yang ada disini." ucap Juli berteriak.
"Bunuh-Bunuh-Bunuh, Hancurkan." ucap Juli terus mengucapkan kata yang sama dan semakin kuat aura yang ia keluarkan.
"Void Tecnique ; Void Destruction." ucap Juli menyebutkan skill-nya.
__ADS_1
tiba-tiba di atas Langit muncul sebuah bola hitam yang sebesar Bulan.
"Hancurkan-Hancurkan mereka, Bunuh-Bunuh-Bunuh." ucap Juli sambil menggerakkan Bola hitam sebesar bola itu terbang ke atas Langit.
Bola Hitam itu pun meleset ke atas langit hingga menghancurkan semua yang ia lewati Bahkan alam Dewa Hancur setengah nya karena bola hitam itu semakin membesar saat terbang ke langit.
saat sudah melewati Atmosfir Planet ke-9 tiba-tiba sebuah portal yang terbuka yang membawa bola hitam itu berpindah ke Planet lain.
"HAHAHAHAH..... Hancurkan orang-orang yang telah melihat istriku, Bunuh-Bunuh-Bunuh." ucap Juli kegirangan sambil berteriak-teriak.
sedangkan disisi Bola Hitam itu terus membesar melewati beberapa portal dimensi hingga tiba di Planet ke-4 yang terkenal akan dunia para penjahat.
"Orang-orang yang memata-matai istri ku harus dibunuh, Beraninya mereka melihat istri ku seperti itu." Ucap Juli tersenyum menyeringai.
semua orang yang ada di arena semakin tertekan saat aura Juli yang terus meningkat.
bahkan anak-anak Juli berusaha melindungi para penonton agar tidak terlalu tertekan oleh aura Juli, terlihat bahwa beberapa anak Juli mengeluarkan darah di hidung mereka karena tidak sanggup menahan aura Juli sambil melindungi para penonton.
di Planet ke-4 Planet yang berwarna hitam pekat, diplanet itu seperti sebuah tanah tandus. tetapi banyak berbagai Ras yang hidup disana tapi mereka adalah para organisasi penjahat yang ditakuti oleh Planet lainnya.
Bola Hitam yang Juli Lesatkan pun telah tiba di Planet ke-4.
Bukhhhhhh....
BOAMMMMMM.....
DUARRRRRRR.....
Bola Hitam yang Juli lepaskan pun berbenturan dengan Planet ke-4 hingga mengakibatkan ledakan yang sangat besar dan dashyat hingga terasa getaran itu di Planet lainnya Bahkan planet ke-9 merasakan getaran itu yang seperti mengguncang planet ke-9.
"HAHAHAHA....Mati Mereka semua mati, orang-orang yang melihat para istri ku mati HAHAHAHA...." Juli tertawa dengan kegirangan.
lalu ia tersenyum menyeringai melihat orang disekitarnya.
"Hahahaha..... Apa kalian ingin mati juga? kalian juga melihat para istri ku dengan tatapan nafsu, maka kalian harus mati." ucap Juli tersenyum menyeringai menatap orang-orang di arena pertandingan.
semua orang-orang yang ada disana ketakutan bahkan ada yang berdoa-doa, agar mereka diberi ampun oleh Juli.
ketika Juli ingin mengucapkan Skill nya lagi tiba-tiba dari dalam tubuhnya keluar sebuah bola cahaya yang sangat menyilaukan sekali.
bola cahaya itu menghilangkan semua aura yang Juli keluarkan bahkan Cahaya bola itu menyembuhkan orang-orang yang ada disana.
bola cahaya itu pun mengeluarkan sebuah suara.
"Sudah cukup, tenangkan amarah mu. bila tidak aku yang akan Menghancurkan dirimu secara langsung." ucap bola cahaya itu membentuk seorang gadis.
seketika kekuatan yang Juli Keluarkan menghilang dengan sendirinya.
Juli pun kembali sadar dan ia melihat sekeliling nya.
orang-orang menatapnya ketakutan bahkan ada dari mereka tidak berani menatap Juli seolah-olah menganggap dirinya Monster.
Juli yang melihat itu pun menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil, lalu terdengar Juli bergumam.
'Sepertinya aku sudah menjadi monster.' ucap Juli dengan sedih.
lalu ia melihat para istrinya yang saat ini mencobanya berdiri dari jatuhnya, lalu ia melihat anak-anaknya yang ketakutan.
Juli yang melihat itu pun semakin sedih dan melirik ke arah wanita yang sebelumnya bola cahaya.
lalu Juli berkata.
"Terimakasih sudah menolong orang-orang disini." Ucap Juli dengan tersenyum manis tapi terlihat bahwa ada kesedihan dan ketakutan yang mendalam dari tatapannya.
Juli pun langsung pergi dari sana dengan terbang tinggi meninggalkan Arena pertandingan yang telah hancur akibat ulahnya.
para istri Juli yang melihat itu pun memanggil nya.
"Suami/Sayang/Anata/Darling." ucap para istri Juli memanggil Juli tapi Juli telah terbang menjauh.
Bersambung.....
***
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.