Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
46. Jenderal agung Pertama dan Putri Ke-3 Liones


__ADS_3

saat ini dihutan death forest bagian tengah Juli dan Raphael sedang berjalan kaki bersama karena mereka tidak ingin buru-buru lagian benua timur ada adiknya jadi tidak perlu khawatir.


"Ayah bukannya di lembah Monster itu cukup berbahaya bagi ras human? tapi kenapa bisa teman ayah di tangkap dan dipenjara kan disana? yang bisa masuk dengan mudah di lembah Monster hanyalah ras Demon" ucap Raphael panjang lebar.


Juli yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


"benar juga ayah baru sadar" ucap Juli.


"Apa ada seorang ras human yang berkerjasama dengan ras Demon? atau ras demon sedang menyamar?" ucap Juli.


Raphael yang mendengar itu pun membantah nya.


"tidak mungkin bila ada Demon yang menyamar ayah. karena di kerajaan Liones ada sebuah artifak yang mengetahui apa bila ras demon memasuki Wilayah kerajaan" ucap Raphael.


lalu Raphael berkata lagi "yang jadi pemikiran cuma 1 hal ayah. ada salah satu petinggi yang berkerjasama dengan bangsa Demon" ucap Raphael.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk paham.


ketika Juli ingin berbicara lagi dia mendengar sebuah pertarungan.


Ctanggggg....


Tanggggg.....


"Raphael ada yang sedang bertarung mari kita lihat siapa itu" ucap Juli langsung pergi ke sumber suara.


ketika sudah sampai Juli dan Raphael melihat seorang Pria Lumayan Tua sedang melindungi seorang gadis dibelakangnya sambil melawan Monster.


"Raphael Monster apa itu?"tanya Juli.


"ayah itu adalah Monster Rajang. mereka Monster Rank SSS dengan level 43.000. dan anehnya kenapa Monster rank SSS berada di zona tengah death forest?" ucap Raphael.



" hanya ada 1 hal yang membuat dia kesini. yaitu dia mencari makan dengan membunuh Monster lemah" ucap Juli.


Juli yang melihat pria tua itu memiliki level hanya 40.000 saja pun bingung kenapa orang berlevel lemah berani memasuki hutan death forest bagian tengah dan disini adalah perbatasan antara bagian tengah dan inti death forest.


death forest sendiri memiliki 4 wilayah.


-> Bagian Luar \= yang hanya dihuni oleh Monster rank i -> B.


-> Bagian tengah \= dihuni oleh Monster rank B -> SS.


-> Bagian inti \= dihuni oleh Monster rank SS -> Monster Suci.


-> Bagian Pusat \= diisi oleh berlevel diatas 63.000 -> 200.000


lanjut ke cerita, pria tua itu pun terdesak karena perbedaan level yang cukup jauh ditambah Monster memiliki kekuatan 2x lipat dari manusia yang berlevel sama.


Juli yang melihat itu pun mulai bergerak maju dan melawan Monster itu.


Bukhhhhh....


Juli hanya sekali memukul kepala Monster Rajang hingga hancur menjadi genangan darah.


Raphael pun mendatangi ayahnya dan berkata.


"Ayah bukannya kau curang? kau menggunakan 0,0005% kekuatan fisik mu" ucap Raphael.


"Ehhh mana ada yaa. ayah cuma memakai 0,0001% saja" ucap Juli.


"ayah tidak bisa menipu ku" ucap Raphael datar.


Juli yang melihat itu hanya tertawa kecil.


"hehehe maaf ayah terlalu bersemangat. melihat kulit Monster tadi sangat tebal, ayah kira dia akan kuat" ucap Juli.


Raphael hanya menatap nya datar dan diam.


Pria tua itu yang mendengar percakapan Juli dan Raphael pun terkejut karena pria muda di depannya hanya menggunakan kekuatan fisik saja, bahkan tidak sampai menggunakan 1% kekuatan fisiknya.


'siapa anak muda ini? kenapa dia bisa berada disini bersama seorang gadis kecil.' ucap pria tua itu.


Juli dan Raphael sadar bahwa bukannya hanya dia disana pun berbalik dan melihat pria tua itu terluka cukup parah.


lalu ada seorang gadis berambut merah yang menghampiri pria tua itu dan berkata.


"Jenderal agung apa kau tidak apa-apa?" ucap wanita itu.


"Hahaha...tuan putri saya tidak apa-apa, saya selamat karena di bantu oleh anak muda dan seorang gadis di sana" ucap pria tua itu sambil menunjuk Juli dan Raphael.


Juli yang melihat pria tua itu menahan luka nya cukup parah pun bergerak maju dan menggunakan sihir nya untuk menyembuhkan pria tua itu.


"Healing." ucap Juli.


lalu seketika pria tua itu yang mengalami luka cukup parah pun kembali sembuh seperti semula dan tenaganya pun kembali pulih.


"terima kasih anak muda telah menolong dan menyembuhkan ku. saya adalah Jenderal agung dari kerajaan Liones dan ini putri ke-3 dari kerajaan Liones" ucap pria tua itu sambil menunjuk wanita di sebelahnya.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya adalah Rose Liones. saya sangat berterimakasih karena anda telah menolong Jenderal agung" ucap wanita itu sambil membungkuk sedikit.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.


"Tidak perlu berterima kasih karena ini sudah menjadi hal biasa untuk kita saling tolong menolong. dan perkenalkan nama saya adalah Yuuzaki Juli dan ini salah satu anak saya." ucap Juli.


"Yuuzaki Raphael. anak dari ayah Juli dan ibu Clarisha" ucap Raphael.


pria tua dan wanita itu terkejut bahwa Juli sudah memiliki anak.


"apa kau menikah muda tuan Juli?" tanya Rose.


Juli hanya mengangguk saja.


"maaf kalo kurang sopan tuan Juli. bila boleh tau berapa umur tuan Juli?" ucap pria tua itu.


Juli yang mendengar itu pun ingin sekali berkata.


'Umur ku bahkan lebih tua dari nenek moyang mu. asal kau tau saja umur ku ini 16.0017 tahun' batin Juli ingin berkata seperti itu tapi dia tahan.


"ahhhh... umur saya masih 17 tahun" ucap Juli.


dan itu makin membuat Jendral agung dan Putri Rose terkejut karena umur Juli sangat muda tapi sudah memiliki anak berumur sekitar 8 tahun.


'Apa dia nikah diumur 9 tahun?' batin Jendral agung dan Putri Rose.


Juli yang tidak ingin di tanya-jawab seperti kuis pun mengalihkan topik pembicaraan.


"Jadi apa yang dilakukan oleh seorang Jenderal agung dan Putri Ke-3 Liones?" ucap Juli.


Jenderal agung pertama yang mendengar itu pun menjelaskan semua tentang hal yang terjadi di kerajaan Liones dari tentang ramalan akan ada sebuah kelompok yang menentang pasukan bangsa iblis yaitu Nanatsu no Taizai hingga rencana kudeta kerajaan lainnya di benua timur.


"Kami ingin mencari anggota Nanatsu no Taizai untuk meminta tolong pada mereka untuk menyelamatkan kerajaan kami dari kejahatan Jenderal agung Ke-3 dan ke-2. dan kami mendengar bahwa salah satu anggota Nanatsu no Taizai ditangkap dan di penjara kan di lembah Monster jadi kami ingin membebaskannya dan mencari anggota nya yang lain" ucap Putri Rose dengan sedih.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk saja dan berkata.


"Jadi ini adalah penyebab nya rumor buruk tentang Nanatsu no Taizai. dan kalian melakukan hal nekad untuk mencari keberadaan mereka semua walaupun kalian tidak mengenal mereka" ucap Juli.


Putri Rose dan Jendral agung hanya diam saja.


"Kalian tidak perlu mengorbankan nyawa kalian demi hal yang tidak pasti" ucap Juli lagi.


Putri Rose yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak masalah kami kehilangan nyawa asalkan kerajaan kami kembali damai seperti sebelumnya" ucap rose serius.


"Kalian nekad sekali. tapi asal kalian tahu saja tanpa kalian suruh anggota Nanatsu no Taizai pasti akan menyelamatkan temannya yang ditangkap dan akan menyelamatkan benua timur" ucap Juli santai.


Putri Rose dan Jendral agung pun sedikit bingung.


"dari mana kau tahu mereka akan melakukan itu? bukannya semua orang hanya tahu bahwa anggota Nanatsu no Taizai adalah kumpulan orang-orang yang hanya ingin menguasai benua timur saja" ucap putri Rose.


Juli hanya mengangkat bahu nya dan berkata.


"Ntahlah siapa yang tahu" ucap Juli.


"Terus kenapa kau tadi sangat yakin sekali bahwa Nanatsu no Taizai akan membantu benua timur" ucap putri Rose.


Juli hanya diam saja dan tersenyum tipis, lalu Raphael pun berkata.


"Karena ayah ku adalah salah satu anggota Nanatsu no Taizai" ucap Raphael sambil menunjuk Juli.


Putri Rose dan Jendral agung terkejut mendengar itu dan berkata.


"Apa buktinya kau salah satu anggota Nanatsu no Taizai?" ucap Jenderal agung serius.


Juli hanya mengangkat lengan baju kirinya dan memperlihatkan sebuah tato naga yang sedang menggigit ekornya sendiri.


setelah itu dia mengangkat baju bagian belakangnya dan memperlihatkan tato singa berukuran lumayan besar.


"apa ini sudah menjadi buktinya?" ucap Juli.


Putri Rose dan Jendral agung yang melihat terkejut dan takut secara bersamaan.


"K-k-k-kau adalah si Dosa Amarah dan si Dosa Keangkuhan. itu berarti kau adalah ketua dari anggota Nanatsu no Taizai" ucap putri Rose sedikit ketakutan.


Juli yang mendengar itu hanya tersenyum saja dan mengangguk.


"kau benar aku adalah kapten mereka. jadi semua hal yang terjadi di Anggota ku semua berdasarkan perintah ku" ucap Juli.


"dan tentang rumor itu sepertinya ada kesalahan. asal kalian tau anggota kami baru saja terbentuk jadi untuk apa kami langsung merencanakan kudeta?" ucap Juli.


Putri Rose dan Jendral hanya diam saja karena itu adalah ulah Jenderal agung mereka. jadi bisa dibilang itu juga kesalahan mereka.


"Maaf kan Jendral kami yang telah menyebarkan rumor buruk hingga kalian diburu oleh seluruh benua" ucap putri Rose menundukkan kepala.


Juli hanya diam saja sebenarnya dia kesal tapi dia tahan karena ini juga lain salah putri Rose.


"lupakan masalah itu. dan untuk kalian lebih baik kembali ke kerajaan karena akan berbahaya jika kalian tetap pergi" ucap Juli.

__ADS_1


Putri Rose yang mendengar disuruh kembali ke kerajaan pun gemetaran.


jenderal yang melihat itu pun berkata pada Juli.


"sebenarnya kami tidak bisa kembali ke kerajaan. karena kami sudah jadi buronan karena kami dituduh berkerjasama dengan Nanatsu no Taizai untuk meng-kudeta kerajaan lain, oleh sebab itu kami mencari anggota Nanatsu no Taizai untuk meminta bantuan sekaligus meminta maaf" ucap Jenderal.


Juli pun sedikit terkejut dan kembali tenang lalu ia berkata.


"apa hanya itu saja?" ucap Juli.


lalu Jenderal agung pertama berkata lagi.


"Dan untuk hal lainnya putri Rose di incar untuk menggunakan darahnya membuka sebuah segel kuno. itu dikarenakan putri Rose memiliki sebuah darah keturunan ras Dewi kuno" ucap Jenderal agung.


"Membuka segel kuno?" ucap Juli.


Raphael yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.


"segel kuno? apa itu berhubungan dengan segel cangkang ras Dewi yang menyegel 7 Perintah Tuhan atau The Seven Commandments?" ucap Raphael.


Jenderal agung hanya mengangguk dengan lemas dan berkata.


"yang melakukan itu adalah Jenderal agung ke-3 yaitu Hendy yang berkerjasama dengan Kaisar dewa iblis Satan untuk menguasai dunia." ucap jenderal agung.


Raphael yang mendengar itu menjadi kesal dan berkata.


"Pantas saja aku merasa ada hal yang aneh sejak ke tangkapnya anggota Nanatsu no Taizai. ternyata ini penyebabnya, ayah kita tidak ada waktu lagi. kita harus menyelamatkan anggota Nanatsu no Taizai yang lainnya dan menghentikan pembukaan segel itu" ucap Raphael serius..


Juli pun bingung dan bertanya.


" emang ada apa Raphael?" ucap Juli.


"bila segel itu terbuka maka benua timur akan benar-benar hancur karena tidak ada yang bisa mengalahkan The Seven Commandments selain ayah dan anggota Nanatsu no Taizai. level The Seven Commandments berada di atas 4.000.000, dan ayah hanya mengirimkan bibi Elena dan Rapunzel. itu tidak akan sanggup mengalahkannya" ucap elena yang khawatir pada adiknya.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Sial bila seperti ini kita memang tidak ada waktu lagi" ucap Juli.


lalu Juli berfikir sebentar dan berkata.


"Dead End kemari lah" ucap Juli.


lalu muncul sebuah portal dihadapan Juli dan keluar lah anggota Dead End.


"ada apa Juli kenapa kau terlihat sangat khawatir?" ucap Shuna.


"Benar Yuu-kun ini tidak seperti biasanya kau?" ucap Shion.


Juli pun menjelaskan semuanya dan membuat kaget Anggota Dead End.


untuk level Anggota Dead End sendiri. Shuna berada di level 3.100.000, Shion 3.400.000, Rin dan Ran 3.000.000.


"Yuu-kun serahkan masalah benua timur pada kami. kau fokus membebaskan teman mu terlebih dahulu" ucap Shion serius bila masalah pertempuran yang tidak imbang.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah aku akan menteleportasi kalian menggunakan batu teleportasi. bila kau sampai disana temui lah anak ku Rapunzel" ucap Juli.


anggota Dead End hanya mengangguk saja.


"Kami paham. kau tidak perlu khawatir kami akan menahannya untuk mu" ucap Shuna.


"Oni-chann berhati-hati lah." ucap Ran.


Juli tersenyum tipis dan berkata.


"Kalian bersemangat lah aku akan segera kesana bila urusan ku telah selesai" ucap Juli.


lalu Juli pun mengaktifkan batu teleportasi nya untuk mengirim mereka ke kerajaan ASURA untuk menemui Elena dan Rapunzel.


'Rapunzel ayah mengirim anggota Dead End kesana karena mereka akan membantu kalian. masalah penjelasannya kalian bisa tanya pada mereka dan ingat jangan sampai ada yang tahu' batin Juli.


[Baik ayah. ini Rapunzel dan bibi Elena sedang menghampiri mereka.] ucap Rapunzel.


Juli hanya Mengangguk saja dan melihat ke arah Raphael.


"Mari kita lanjutkan perjalanan karena waktu kita tidak banyak." ucap Juli.


"bila kalian ingin ikut maka mari lah karena kita sedang terburu-buru" ucap Juli pada putri Rose dan Jendral agung.


mereka hanya mengangguk saja dan melanjutkan perjalanan.


Bersambung....


***


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.

__ADS_1


__ADS_2