Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
105. Turnamen academi Bagian 3


__ADS_3

saat ini Kelompok 10 Dewan Elite sedang memantau daerah sekitar agar lebih beradaptasi terlebih dahulu.



{Ilustrasi Dimensi alam Monster.}


10 Dewan Elite juga kadang-kadang membunuh Monster yang mereka temui agar pihak academi tidak curiga dengan rencana 10 Dewan Elite.


"Sepertinya Dimensi ini 100x lebih besar daripada death forest."teriaknya Mirio dari atas pohon.


teman-teman Juli hanya mengangguk dan mereka beristirahat sebentar untuk makan.


"Bila dimensi ini 100x lebih besar dari death forest, maka setiap perserta turnamen academi berada jauh dari posisi kita."ucap Aya berfikir.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak jauh juga, 500km dari kita ada 1 kelompok kelas 2-B yang sedang bertarung dengan monster Rank S."ucap Juli sambil memakan roti yang dibuatkan oleh istrinya barusan.


"Apa kita akan membantu nya Ketua?."ucap Kenzo.


Juli hanya menggelengkan kepala dan berkata.


"Tidak, ini perlombaan yang dimana setiap perserta saling bersaing. dan juga bila mereka kenapa-napa pasti akan langsung berteleportasi kembali ke academi."ucap Juli.


yang lainnya hanya mengangguk saja dan makan bersama.


seusai makan mereka mencari tempat untuk beristirahat selama 5 hari ke depan.


setelah mencari cukup lama akhirnya mereka menemukan pohon yang besar dan tinggi.


"baiklah disini saja cukup, ntarr aku akan membangun rumah."ucap Juli lalu terbang ke atas pohon.


"System tolong beli sebuah rumah pohon yang lumayan besar, yang memiliki 10 kamar tidur, dapur, dan ruang bersantai."ucap Juli.


[Ding!!! Permintaan tuan rumah sedang diproses.


membeli rumah pohon sederhana seharga 10.000 poin Shop.


menambahkan 10 kamar seharga 5.000 poin shop


menambahkan ruang dapur seharga 2.000 poin shop.


menambahkan Ruang bersantai seharga 1.000 poin shop.


permintaan telah selesai, semua barang yang dibeli menjadi gratis karena poin shop tuan rumah yang tidak terbatas.] ucap System.


Juli hanya mengangguk dan melihat proses pembentukan rumah pohon itu, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya rumah pohon pun jadi.


Juli segera menyuruh teman-temannya segera naik untuk beristirahat.


"Baiklah silahkan pilih kamar kalian masing-masing, aku ingin beristirahat dulu yaa."ucap Juli pergi ke kamarnya.


"Suami kami ingin 1 kamar dengan mu."ucap Shella yang memohon.


begitu juga dengan 2 istrinya yang lain.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Baik ayo beristirahat."ucap Juli pergi.


sebelum pergi Juli mendengar ucapan Kenzo.


"Awas saja nanti sampe kami mendengar suara aneh-aneh."ucap Kenzo kesal.


Juli hanya tersenyum kecil dan melambaikan tangannya.


tersisa hanya Kenzo, Kenzi, Mirio, Aya, Ayako dan Zero di ruang situ.


"Jadi apa yang akan kita lakukan? apa kita harus menunggu pastsuri baru itu?."ucap Zero.


yang lainnya menggelengkan kepala dan Kenzi pun berkata.


"Bagaimana bila kita berburu untuk makan siang nanti dan untuk malam."ucap Kenzi memberikan saran.


"Ide bagus itu, mari kita berburu dan mencari beberapa sayuran untuk dimakan."ucap Kenzo tersenyum tipis.


yang lainnya mengangguk setuju dan mereka pergi untuk berburu.


sedangkan disisi para penonton sangat bingung menyaksikan kelompok Juli yang tidak memulai berburu untuk mencari poin.


lalu mereka beralih ke kelompok yang lainnya untuk melihat kekuatan para perserta turnamen yang sedang bertempur dengan beberapa para monster.


saat ini disisi kelompok The One, mereka semua sedang menghadapi seekor monster B4B1 yang berukuran sangat besar.



"Semuanya bentuk formasi, monster yang kita hadapi berada di Rank SS dengan level 71.800.000."ucap Darwin memberi komando.


Tim nya pun langsung membentuk formasi untuk menyerang monster itu.


"Tank ambil taunt agar monster itu teralihkan, lalu para Mage serang menggunakan sihir Element kalian. setelah itu yang ahli dalam menggunakan pedang akan maju dibantu oleh para Assassin."ucap Darwin.


Timnya pun paham dan segera melaksanakan perintah Darwin.


yang memiliki job Tank pun maju untuk mengalihkan perhatian Monster itu.


"Tank Tecnique ; Body Metal."ucap Tank itu memukul perisainya dan terlihat bahwa tubuhnya berubah menjadi besi.


monster B4B1 itu pun yang melihat lawan seperti menantang kekuatan nya pun maju.


NGOKKKK....{Note ; contohnya gitu suara B4B1:v.}


Bukhhhhhh....

__ADS_1


Monster itu pun menghantamkan tanduknya ke arah Orang itu yang memiliki Job Tank.


para Mage yang melihat ada kesempatan pun langsung menyerang menggunakan sihir mereka.


"Fire Tecnique ; Blaze Shot."


"Wind Tecnique ; Wind Slash."


"Earth Tecnique ; Tanah runcing."


lalu sihir para Mage pun melepaskan sihir mereka, orang yang memiliki Job Tank pun segera mundur agar tidak terkena oleh sihir para Mage.


BOAMMMMMM...


BOAMMMMMM...


terjadi ledakan yang cukup besar akibat Serangan para Mage, setelah ledak itu mereda terlihat bahwa Monster B4B1 itu mengalami luka yang cukup parah.


"Segera serang mereka."ucap Darwin kepada anggota Tim nya.


terlihat bahwa Akira yang 1 Tim dengan Darwin pun Maju dengan menggunakan pedang Suci nya, yaa meski pedangnya suci orangnya kaga :v.


"Holy Tecnique ; Tripel Divine Slash."ucap Akira.


lalu muncullah sebuah 3 sayatan pedang yang langsung melesat ke arah Monster itu.


Slashhhh...


BOAMMMMMM...


sekali lagi terjadi ledakan yang lebih besar dari sebelumnya.


Tim The One yang melihat itu yakin bahwa Monster itu akan langsung mati, ternyata dugaan mereka memang benar bahwa Monster itu mati dengan tubuh yang terpotong-potong.


"Yesss...."sorak tim the one.


begitu juga dengan para penonton yang berteriak keras karena melihat kekuatan dari Tim The One yang bisa mengalahkan monster Rank SS dengan mudah.


"Pasti aku yakin 100% bahwa Tim Pangeran Darwin yang akan menjadi Peringkat pertama."ucap salah satu penonton.


"Kau benar, pasti Tim Pangeran dan pahlawan yang akan memenangkan pertandingan ini dan menjadi peringkat 1 sesuai nama tim mereka."ucap orang disebelahnya.


sedangkan para istri dan anak-anak Juli merasa bosan melihat kekuatan dari Tim Darwin dan pahlawan.


"Apanya yang hebat? mengalahkan monster rank SS saja membutuhkan waktu 10 menit."ucap Ryuu datar.


yang di angguki oleh anak Juli yang lainnya.


"Ryuu wajar bila mereka bangga, karena disini manusia yang bisa mengalahkan Monster rank SS dalam waktu kurang dari 15 menit sudah hebat."ucap salah satu istri Juli.


"Tapi Bu, adik Selena saja bisa mengalahkan 10 Monster rank SS dalam waktu kurang dari 5 menit."ucap Ryuu yang membandingkan Tim Darwin dengan adiknya.


"Itu adik mu Ryuu jadi wajar bila mereka kalah, coba kau dibandingkan dengan ayah mu melawan 500.000 Monster Malapetaka dalam waktu 10 menit bisa gak?."ucap Lily tersenyum tipis ke arah anaknya itu.


Ryuu yang mendengar itu pun terdiam dan menggerutu.


sedangkan istri Juli yang lainnya hanya tertawa kecil melihat anaknya menggerutu.


lalu terdengar suara dari pembawa acara.


"Baiklah untuk sekarang posisi tertinggi adalah kelompok The Oneeee....." ucap pembawa acara itu.


Prokkkk.... Prokkkk....


para penonton bertepuk tangan melihat poin Tim The One.


disaat semua orang sibuk untuk mencari poin agar bisa menang, tapi tidak untuk kelompok Juli yang saat sedang bersantai sambil menunggu jam makan siang.


"Haaaa.... membosankan, kenapa kita harus menunggu hari akhir baru berburu monster ketua?."ucap Kenzo lemas.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak ada yang spesial, hanya ingin memberikan kejutan kepada orang-orang yang lainnya. dan juga aku ada urusan setelah ini."ucap Juli mengambil Teh dari istrinya.


"Ini sayang, Teh nya."ucap Ayumi memberikan secangkir teh kepada Juli.


"Okeh terimakasih sayang."ucap Juli tersenyum manis.


Ayumi hanya mengangguk dan Kembali ke dapur untuk membantu masak.


"Urusan apa Ketua?."ucap Mirio yang duduk di sebelah Juli sambil membersihkan anak panahnya.


Juli pun ingin berkata tapi langsung di cela oleh Zero.


"Paling ketua ingin menjemput calon istri baru lagi."ucap Zero tersenyum tipis.


teman-teman Juli yang lain juga mengangguk setuju karena pasti itu, tidak mungkin ketua nya Memiliki urusan lain.


sedangkan Juli hanya mengangkat bahunya dan berkata.


"Bila dia mau menjadi istriku maka aku tidak akan menolaknya."ucap Juli meminum teh nya.


"Bahkan ketua tidak menggelak nya, aku semakin bangga kepada mu ketua."ucap Kenzo kagum dengan Juli.


Juli hanya mengangguk dan mereka melanjutkan mengobrol hingga Menunggu para gadis selesai masak makan siang.


setelah menunggu beberapa lama akhirnya para gadis telah selesai masak dan mereka makan bersama.


---Skip waktu makan---


"Oiyaa setelah ini aku akan pergi ke bagian terdalam dimensi alam Monster ini, apa ada yang mau ikut? lumayan sekalian jalan-jalan."ucap Juli mengajak teman-temannya.


"Tapi kalo bisa jangan semua ikut, biar ada yang menjadi saksi bahwa Tim kita gak lari dari pertandingan."ucap Juli lagi.

__ADS_1


lalu Asuka pun berkata.


"Emang apa yang dilakukan Suami?"ucap Asuka.


yang di angguki oleh teman Juli lainnya kecuali para pria karena udah tau apa rencana Juli.


"Aku kesana karena ingin menolong seseorang dan juga bilang Zero disana ada sebuah celah dimensi yang menghubungkan ke Planet 7, Aku ingin ke planet 7 untuk menolong kakak ku yang sedang di penjara disana oleh Kaisar palsu."ucap Juli tenang.


teman-teman Juli yang mendengar itu sangat terkejut mendengar fakta baru itu bahwa Juli Memiliki seorang Kakak, tapi Zero hanya diam karena ia sudah tau tentang itu.


"Ketua bila seperti itu maka aku akan ikut, karena aku ingin melihat Planet lainnya."ucap Kenzo Bersemangat.


"aku juga ketua"ucap Kenzi.


"Jangan lupakan aku."ucap Mirio.


"Aku akan ikut karena aku juga sedikit ada masalah dengan Kaisar palsu disana."ucap Zero tersenyum tipis.


Juli hanya mengangguk dan melirik ke para istri dan Teman nya.


"Jadi kalian akan tetap tinggal disini kan?."ucap Juli.


para istri dan teman nya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Suami tidak perlu khawatir, kami akan baik-baik saja disini. jadi suami fokus saja dengan menolong kakak ipar."ucap Shella tersenyum manis.


"Benar sayang, tidak perlu takut. lagian sayang sudah melatih kami hingga kuat, bahkan sebanding atau lebih kuat dari Anggota 10 Chaos Legion."ucap Asuka tersenyum.


"Sayang hanya perlu memasangkan segel ilusi saja agar rumah ini tidak diketahui oleh Murid lainnya."ucap Ayumi.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah aku tidak akan khawatir dengan kalian, lagian aku percaya dengan kalian bahwa tidak akan terluka."ucap Juli tersenyum tipis.


lalu Juli memasangkan segel ilusi agar tidak diketahui oleh pihak lain.


"Aku tidak hanya memasang segel ilusi tapi juga memasang segel niat buruk, dan 1.000 pasukan bayangan Assassin berlevel diatas 980.000.000 untuk menjaga daerah sekitar untuk berjaga-jaga."ucap Juli yang nampak masih sedikit khawatir dengan istrinya karena banyak Monster yang berlevel diatas 800.000.000 di Dimensi alam Monster ini.


"Baiklah-baiklah kami tidak akan membantah lagi, kami tau suami khawatir dengan kami. lagian kami juga tidak akan kemana-mana, karena suami juga telah menyiapkan bahan makanan yang sangat banyak untuk kami."ucap Asuka pasrah melihat suaminya sangat takut istrinya kenapa-napa.


Juli hanya mengangguk dan bersiap-siap berangkat ke bagian terdalam dimensi alam Monster ini.


"Baiklah kami bersiap-siap untuk pergi."ucap Juli.


teman-teman Juli pun mengangguk dan para pria bersiap-siap dengan baju tempur mereka dan senjata mereka.


setelah bersiap-siap mereka berpamitan.


"Baiklah kami berangkat."ucap Juli tersenyum tipis kearah ke 3 istrinya.


"Berhati-hatilah sayang, jangan sampai kenapa-napa."ucap Shella tersenyum manis sambil mengelus rambut Juli seperti anak kecil.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Suami jangan melakukan hal yang tidak perlu dilakukan, kalo bisa lakukan dengan cepat."ucap Asuka.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Tenang saja, aku akan menyelesaikan secepat mungkin. paling tidak 2 hari paling lama."ucap Juli tersenyum tipis.


Asuka hanya mengangguk dan memeluk Juli.


"Secepatnya Kembali yaa sayang, bersama kakak ipar."ucap Ayumi sambil memeluk Juli, setelah Asuka.


Juli hanya mengangguk dan balas balik memeluk Ayumi sambil mengelus rambut nya.


teman-teman Juli yang melihat itu tersenyum tipis karena melihat keharmonisan keluarga Juli, kecuali Kenzo.


"Cihhh....nanti aku suruh Tunangan ku pindah ke academi Barbara saja, biar ada yang bisa mengajak ku uwu-uwuan."ucap Kenzo kesal.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Kalo gitu kenapa sesuai ini kau tidak memasukkan ke academi Barbara."ucap Juli.


Kenzo pun berkata.


"Kau enak bilang seperti itu, tapi Tunangan ku itu orangnya pemalu."ucap Kenzo.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Tenang saja nanti para wanita akan membujuknya."ucap Juli.


yang di setujui oleh para wanita.


"Baiklah-baiklah setelah ini aku akan mengajak nya."ucap Kenzo.


Juli dan teman-temannya senang mendengar itu karena akan mendapatkan teman baru lagi.


"Ayo kita berangkat, karena waktu kita tidak banyak di sana."ucap Juli.


teman-teman pria nya hanya mengangguk dan mereka segera melesat dengan sangat cepat hingga membuat beberapa pohon terbang.


"Sungguh mereka bila mendengar kata merusuh disuatu tempat pasti akan Bersemangat."ucap Aya menggelengkan kepala.


"Maklum saja, karena ini juga ulah Juli yang membuat mereka kuat. sehingga mereka mengikuti kebiasaan Juli yang senang akan pembantaian."ucap Ayako.


para gadis yang lainnya hanya mengangguk dan Asuka berkata.


"Baiklah mari kita buat kue, karena suami kami menyiapkan bahan-bahan makanan yang sangat banyak untuk Kita."ucap Asuka Bersemangat.


"Baiklah mari kita buat."ucap Aya dan Ayako, dan diangguki oleh Shella dan Ayumi.


Bersambung

__ADS_1


----***----


Jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya


__ADS_2