Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
52. Perang di garis akhir


__ADS_3

di garis akhir atau di kerajaan ASURA saat terjadi keributan karena para kesatria Suci kerajaan Liones menyerang kerajaan.


2 jam sebelumnya...


Elena dan anggota Dead End saat ini sedang bersembunyi di penginapan bersama 1.000 pasukan Juli yang sedang menunggu rencana kudeta kesatria Suci.


di kamar penginapan. Elena dan anggota Dead End saat ini sedang berkumpul untuk membahas strategi yang akan mereka lakukan untuk menghentikan kudeta.


"jadi Elena apa yang harus kita lakukan" ucap Shuna.


sedangkan Elena dia diam untuk berfikir.


"Menurut kalian mereka akan menyerang pada waktu apa?" tanya Elena.


"Menurut ku mereka akan menyerang 2 jam lagi disaat para prajurit sedang beristirahat makan siang" ucap Shion.


"benar itu one-san. Rin juga berfikir seperti itu karena disaat jam itu prajurit tidak akan ada yang berpatroli, dan juga pasti mereka akan langsung menyerang kerajaan terlebih dahulu yang dimana saat itu raja sedang sibuk mengurus penyerangan Monster" ucap Rin.


Elena hanya mengangguk paham dan berkata.


"bila seperti itu bukannya mereka akan ketahuan saat melakukan nya langsung ke kerajaan?"ucap elena bertanya.


"Tidak. kau salah Elena,mereka tidak akan ketahuan karena para prajurit mengira mereka hanya sedang berkeliling sambil menunggu kabar dari garis terdepan. atau bisa dibilang mereka tidak akan dicurigai karena menjaga garis akhir." ucap Shuna.


Elena pun diam sesaat lalu berbicara.


"Bila seperti itu maka kita harus pergi ke kerajaan terlebih dahulu" ucap Elena.


"Benar. kita akan membantu disana saat sudah rencana kudeta terjadi, bila kita duluan kesana maka rencana kita akan ketahuan dan kita akan ditangkap duluan. karena mereka tau nya semua prajurit kuat sedang maju ke garis terdepan." ucap Shion.


Elena mengangguk paham dan berkata.


"setelah masalah disini selesai kita akan ke garis terdepan untuk membantu Rapunzel menghalau pasukan Demon king Cayman." ucap Elena.


Anggota Dead End hanya mengangguk saja.


dan saat ini di aula kerajaan ASURA para kesatria Suci telah mengepung raja Leo berserta para bangsawan lainnya.


"Raja Leo lebih baik kau menyerah atau kau mati dan menjadi tumbal untuk membuka segel" ucap Jendral Hendy.


raja Leo yang mendengar itu kesal dan berkata.


"apa maksudnya ini Jendral Hendy? kenapa kalian melakukan ini?" ucap raja Leo.


Jendral Hendy yang mendengar itu pun tertawa lantang.


"HAHAHAHA.... tentu saja aku melakukan ini untuk membangkitkan 7 Perintah Tuhan atau The Seven Commandments dan akan menguasai seluruh dunia ini bersama bangsa iblis" ucap Jendral Hendy.


raja Leo yang mendengar itu terkejut dan marah.


"Apa kau tidak tahu apa yang kau lakukan itu akan menghancurkan dunia ini" ucap raja Leo marah.


"Tentu saja kami tahu akan hal itu. tapi yang hancur itu adalah kalian bukan kami para pemuja Dewa kematian Yama HAHAHAHA....." ucap Jendral Hendy.


"Jadi selama ini kau telah berkhianat pada ras mu sendiri?" ucap raja Leo terkejut.


"Tentu saja aku tidak menghianati ras ku sendiri. tapi aku melakukan ini karena kami ingin memberikan kesetiaan kami pada yang mulia Dewa Kematian Yama HAHAHAHA...." ucap Jenderal Hendy.


raja pun hanya terdiam dan tidak tahu harus apa karena semua prajurit terkuatnya sedang berada di garis depan.


"para kesatria Suci serang mereka semua dan bunuh langsung mereka" ucap jenderal Hendy.


raja Leo yang melihat itu mencoba menghalangi kesatria Suci untuk membunuh istri dan ke 2 anaknya.


"tidak akan ku biarkan kau membunuh keluarga ku" ucap raja Leo.


Thankkkkk....


Cthankkkk.....


raja Leo menghalau semua sarangan pedang para kesatria Suci.


setelah menahan semua serangan para kesatria Suci selama 15 menit. tubuh raja Leo mengalami luka parah yang dimana tubuhnya terdapat luka sobek akibat pedang.


Jendral Hendy yang melihat itu pun berkata.


"Cepat bunuh dia karena waktu kita tidak banyak dan setelah ini kita akan menyerang kerajaan lainnya" ucap Jendral Hendy pada kesatria Suci nya.


ketika kesatria Suci ingin menyerbu raja Leo dan keluarganya.


tiba-tiba saja ada gadis kecil yang menghadang mereka menggunakan pedang katana yang berasal dari robot dipunggung nya.


"kenapa orang dewasa selalu saja membuat masalah" ucap gadis kecil itu.


tiba-tiba ada suara gadis kecil yang lainnya.


"Ran serius lah saat dalam pertempuran. apa kau ingin Oni-chan marah?" ucap suara itu.


"tidak-tidak. aku tidak ingin Oni-chan tau jadi jangan beritahu masalah ini yaa Rin" ucap Ran.


"Baiklah. tapi kau harus serius Ran." ucap Rin.


para kesatria Suci yang tidak merasakan kehadiran ke-2 gadis kecil itu pun mundur dan waspada.


Jendral Hendy juga merasakan hal yang sama yaitu tidak merasakan hawa kehadiran mereka.


"Siapa kalian berdua? kenapa kalian berada disini?" ucap Jendral Hendy.


Sedangkan Rin dan Ran hanya saling berpandangan lalu berkata.


"Kami?" ucap Rin dan Ran.


Jendral Hendy yang merasa digituin pun marah dan ingin membunuh ke-2 gadis kecil itu tapi dia tahan karena dia takut salah memprovokasi orang.


"Tentu saja kalian. memang siapa lagi" ucap Jendral Hendy menahan amarahnya.


"Kami hanya salah satu anggota Dead End" ucap Rin.


"Dead End? kelompok apa itu?" ucap Jenderal Hendy bingung.


Rin dan Ran yang mendengar itu pun tersenyum dan memiliki ide.

__ADS_1


"Kelompok Dead End adalah kelompok yang berkerja sama dengan anggota Nanatsu no Taizai dan ketua kami sendiri salah satu anggota Nanatsu no Taizai yaitu Si Dosa Amarah dan si Dosa Keangkuhan" ucap Ran tersenyum seram.


Jendral Hendy yang mendengar itu pun terkejut karena dia tidak tahu bahwa ada kelompok yang berkerja sama dengan anggota Nanatsu no Taizai.


"Apa mau kalian? kami tidak ada Membuat masalah dengan kalian jadi jangan mengganggu urusan kami" ucap Jenderal Hendy yang mencoba tenang.


"Tentu saja kami ada urusan dengan kau. Kau adalah orang yang menyebarkan rumor buruk tentang Nanatsu no Taizai. dan kau adalah orang yang merencanakan ini untuk meng-kudeta kerajaan lain dan membangkitkan 7 Perintah Tuhan atau The Seven Commandments menggunakan 100.000.000 tumbal nyawa" ucap Rin tersenyum menyeringai.


jenderal Hendy yang mendengar itu terkejut karena semua rencana diketahui oleh ke dua gadis kecil di depannya ini.


terutama para keluarga kerajaan yang dimana mereka lebih terkejut karena rumor tentang anggota Nanatsu no Taizai itu bohongan.


"Sialan kalian mengetahui rencana ku maka kalian harus mati." ucap Jendral Hendy.


Jendral Hendy pun maju untuk menyerang Rin dan Ran.


tapi tiba-tiba dia dihantam oleh sebuah Tombak.


"Kau sudah bersalah masih saja banyak bergerak" ucap Shuna memukul jendral Hendy menggunakan gagang tombaknya.


"Tenanglah Shuna. bila kau seperti itu maka dia akan langsung mati sebelum kita mengintrogasi nya" ucap Shion yang berada di belakangnya.


Jendral Hendy yang melihat musuhnya sangat kuat pun berkata.


"Para kesatria Suci serang mereka dan bunuh" ucap Jenderal Hendy memerintah kesatria Suci.


tapi tidak ada satu pun suara dari kesatria Suci yang dimana itu membuat Jenderal Hendy bingung dan melihat ke sekeliling.


betapa terkejutnya dia ketika melihat para kesatria Suci telah di buat pingsan oleh seorang gadis berambut coklat pendek.


"Apa yang kau panggil Jenderal agung ke-3?" ucap Elena.


jenderal Hendy yang melihat itu terkejut dan diam.


lalu Elena mendekati Jendral Hendy dan berbicara.


"Jenderal agung Ke-3 apa yang kau lakukan sekarang?" ucap Elena sambil menarik pedang tipis yang ada di pinggangnya.


Jenderal Hendy yang melihat itu menjadi takut dan berkata.


"K-k-k-kau jangan mendekat atau kaisar dewa iblis Satan akan membunuh mu" ancam Jendral Hendy.


Elena yang mendengar itu hanya tersenyum dan berkata.


"aku tidak takut dengan Kaisar dewa iblis mu itu. jadi percuma kau mengancam ku" ucap Elena.


"K-k-k-kau akan menyesal bila membunuh ku. karena bila kau membunuh ku maka para kesatria suci yang berada di ibukota akan berubah menjadi Monster" ucap Jendral Hendy.


Elena mengerutkan keningnya dan bertanya.


"Apa yang kau lakukan pada mereka semua?" ucap elena.


Jendral Hendy pun tertawa dan berkata.


"Hahahah....kau tidak akan bisa apa-apa karena aku sudah memberikan setiap kesatria Suci darah iblis untuk mengubah mereka menjadi Monster disaat aku mati" ucap Jendral Hendy.


"Berapa perkiraan level mereka?" tanya Elena.


"Berlevel 70.000 setiap Mosnter dengan jumlah 50.000 kesatria Suci" ucap Jenderal Hendy seolah-olah di menang.


Elena pun bingung harus apa karena para warga belum di evakuasi.


ketika elena sedang berfikir tiba-tiba ada Ishi datang mengunakan batu teleportasi.


"Salam nona Elena. saya membawakan kabar bahwa masalah penyerangan di garis terdepan sudah selesai dan para prajurit sedang menuju kesini dalam waktu kurang lebih 2 jam lagi karena melalui rute tercepat" ucap Ishi menunduk kan kepala.


Elena yang mendengar itu pun tersenyum dan mendapatkan ide.


lalu Elena berkata.


"Baiklah Ishi terima kasih atas informasinya dan apa hanya itu saja?" ucap Elena.


Ishi yang mendengar itu pun maju dan berbisik-bisik ke Elena.


raut wajah Elena terkejut dan kembali tenang lagi.


lalu dia berkata.


"Shuna, Rin , dan Ran kalian maju ke garis terdepan untuk membantu Rapunzel menghalau pasukan musuh dan aku bersama Shion akan menuju kesana setelah masalah disini selesai" ucap Elena.


Shuna , Rin, dan Ran hanya mengangguk dan segera pergi.


lalu Elena berbalik ke arah Jenderal Hendy dan mengikatnya menggunakan tali sihir.


tali sihir sendiri berguna untuk mengikat seseorang untuk melemahkan sihir mereka agar tidak bisa kabur.


2 jam berlalu...


para pahlawan dan prajurit yang menuju ke garis terdepan telah sampai dan melihat kerajaan ASURA yang telah banyak terjadi kebakaran akibat ulah kesatria Suci.


"apa-apaan ini? jangan bilang ucapan Rapunzel sungguh betulan" ucap Alice terkejut melihat pemandangan didepannya.


"Tidak ada waktu berfikir saat nya menuju ke istana dan melihat kondisi disana" ucap Akiko.


yang lainnya hanya mengangguk dan menuju ke istana.


sedangkan disisi istana Elena sudah merasakan aura para pahlawan dan prajurit pun segera menghampiri Jenderal Hendy yang terikat oleh tali sihir.


"Baiklah saat nya membunuh mu disini agar tidak menjadi hama untuk ke depannya" ucap Elena.


jenderal Hendy yang mendengar itu ingin berbicara tapi sudah terlambat karena kepalanya sudah dipotong oleh Elena.


lalu tiba-tiba pintu aula terbuka dan memperlihatkan para pahlawan dan prajurit.


Elena yang melihat ada pasukan Juli pun berkata.


"Pasukan Keluarga Yuuzaki. segera pergi keluar dan bantai para kesatria Suci yang telah berubah menjadi Monster" ucap Elena serius.


pasukan Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Baik laksanakan Nona Elena" ucap seluruh prajurit lalu pergi.

__ADS_1


sedangkan disisi rumah penduduk di ibu kota saat ini terjadi keributan yang lebih besar dari sebelumnya dikarenakan akibat para kesatria Suci yang telah berubah menjadi Monster.


ROARRHGHHHH....


Bukhhhhhh.....


Bommmmm....


para Monster mengamuk dan menghancurkan rumah para penduduk.


pasukan Juli pun akhirnya tiba dan mulai menolong para warga yang ada disana.


disisi aula saat ini Elena sedang menatap para pahlawan lainnya dan berkata.


"Kenapa kalian hanya diam? apa kalian hanya menjadi beban saja disini?"ucap Elena menatap para laki-laki.


Akira dan Rey yang mendengar itu pun menjadi kesal dan berkata.


"Kau siapa haa? jangan seenaknya saja menyuruh kami"ucap Akira.


"Benar kau siapa? apa kau tidak tahu siapa kami haa?" ucap Rey.


Elena hanya diam dan tiba-tiba menghilang.


Bukhhhhhh...


Boammmmmm....


Elena memukul perut Akira dan Rey hingga terpental ke dinding dan mereka terluka parah.


"Kalian yang harusnya sadar siapa kalian. kenapa kalian begitu sombong dihadapan ku disaat kalian masih lemah" ucap Elena sombong karena itu adalah ajaran kakaknya.


Akira dan Rey yang sembuh secara perlahan karena skill mereka pun menatap Elena dengan tatapan benci.


"K-k-k-kau akan ku bunuh" ucap akira.


Elena hanya diam saja dan sekali lagi memukul Akira ke arah langit-langit aula.


BOAMMMMMM....


Akira tersangkut diatas dan pingsan.


lalu Elena melompat dan mengambil pedang tipisnya.


Slashhhhh....


Elena memotong ke dua kaki Akira.


lalu dia berkata "Kalian kan merasa hebat jadi masalah kaki di potong akan sembuh" ucap Elena.


lalu dia melihat ke arah Rey dan melesat sekali lagi ke arahnya.


JLEBBBBB....


slashhhhh....


Elena menusuk perut Rey dan memotong ke dua tangan dan kakinya.


"AKHHHHHHHH....." teriak Rey kesakitan dan pingsan karena ke habisan darah.


elena yang melihat Rey pingsan pun berkata.


"cuiiihhhh...hanya berlevel dibawah 30.000 saja sombong" ucap elena berludah.


Bukhhhhhh....


sekali lagi Elena menendang Rey ke arah dinding hingga tembus.


lalu dia menatap semua orang dan berkata.


"Jangan ada yang menyembuhkan nya. jika saja ada yang menyembuhkan nya maka aku akan membunuh orang itu" ucap Elena sambil mengeluarkan aura level nya.


lalu dia menatap para laki-laki pahlawan yang tersisa.


"apa kalian para laki-laki ingin seperti mereka atau segera ke ibu kota untuk membunuh para monster?" ucap Elena menatap laki-laki dengan tajam.


para laki-laki yang mendengar itu pun segera lari ketakutan dan pergi ke ibu kota bersama para prajurit.


di aula hanya tersisa raja, bangsawan dan para pahlawan wanita berserta elena dan Shion.


hening.....


hening....


karena suasana hening Elena pun ingin pergi ke ibu kota untuk membunuh para monster.


ketika dia ingin pergi dia mendengar suara memanggil nya.


"Elena kami tidak akan menyerah dan menjadi kuat agar bisa membantu Yuu-kun" ucap Asami.


"Benar. meski saat ini kami lemah kami akan berusaha untuk menjadi kuat dan bisa berdiri di samping Aki-kun" ucap Akiko.


"Tunggu saja kami menjadi kuat dan membantu kalian menyelamatkan dunia ini" ucap Natasha.


elena berbalik dan tersenyum ke arah mereka lalu berkata.


"itu terserah kalian saja dan aku hanya ingin kalian menjaga kakak ku saja agar dia tidak melakukan hal ceroboh" ucap Elena tersenyum lalu pergi bersama Shion.


tapi sebelum pergi Elena memberikan sesuatu.


"Ini ambilah. ini berguna untuk kalian melihat apa yang terjadi di garis terdepan saat ini dan itu cukup untuk kalian lihat bersama-sama didalam aula ini" ucap elena dan pergi menghilang.


Akiko pun menggunakan alat itu dan tiba-tiba saja ada sebuah layar hologram yang sangat besar sedang memperlihatkan pasukan Juli yang sedang berhadapan dengan juta-an pasukan Demon king Cayman.


Bersambung....


***


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.

__ADS_1


__ADS_2