Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
126. Mengatur Pasukan


__ADS_3

Saat ini di Kekaisaran Holy Britannian terlihat banyak sekali Pasukan yang berkumpul di depan istana Kekaisaran, mereka berbaris sangat rapi.


di depan pasukan itu terlihat para istri dan anak-anak Juli sedang menunggu Juli kembali pulang.


"Akhirnya Bang Toyib itu pulang juga setelah pergi 2 hari tanpa ada kabar." Ucap Yue menghela nafas panjang.


"Maklum saja Yue namanya juga laki-laki pasti mereka ingin kebebasan." ucap Ayumi tersenyum manis.


semua istri Juli mengangguk setuju dan Asuka pun berkata.


"Aku yakin 100% bahwa suami saat pulang nanti akan membawa istri baru." ucap Asuka.


"Kalo itu tidak usah ditanya Asuka, sayang pasti akan selalu seperti itu ketika ia pergi kemanapun." ucap Ciel lemas.


para istri Juli Mengangguk setuju dan menghela nafas panjang, mengetahui seberapa banyak istri yang akan di miliki suami nya.


sedangkan anak-anak Juli mereka berkumpul bersama seperti berdiskusi.


"Jadi apa yang akan kita lakukan saat ayah kembali?." ucap Ryuu kepada saudara-saudara nya.


"Kak Ryuu, Selena memiliki ide." ucap Selena mengangkat tangannya.


semua nya pun langsung melihat ke arah Selena.


"Bagaimana bila kita memberikan hadiah kesukaan ayah sebagai tanda permintaan maaf, karena waktu itu kita menjauh ayah saat berubah." ucap Selena.


anak-anak Juli yang mendengar itu pun mengangguk setuju dan Ai pun berkata.


"Ayah sangat suka kue, apa lagi kue coklat." Ucap Ai yang mengetahui kesukaan Juli.


"Apa kita harus membuat kan kue untuk ayah?."ucap Aiko.


"Tentu saja Aiko, tidak mungkin kita menyuruh para mama yang membuatkannya." ucap Laffey dengan mata mengantuk.


lalu Rokuro pun berkata.


"Jadi kapan kita membuat kan kue untuk ayah?." ucap Rokuro.


Rapunzel pun mengangkat tangannya dan berkata.


"Tentu saja saat ayah ulang tahun." ucap Rapunzel.


"Memang ayah kapan ulang tahun nya kak?." ucap Iva.


sebelum Rapunzel berbicara ia dipotong oleh Raphael.


"2 hari lagi dari sekarang ayah akan ulang tahun, jadi mari saat itu kita sekalian merayakannya untuk ayah." ucap Raphael.


"Memang kak Raphael tau dari siapa?." ucap Kallen.


"Kakak tau dari Mama Alice." ucap Raphael.


semua anak Juli hanya mengangguk dan mereka setuju untuk membuat kan kue spesial untuk Juli saat ulang tahunnya nanti.


lalu mereka mengobrol bersama sambil menunggu Juli tiba.


tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Juli tiba.


Juli muncul tepat di hadapan para istrinya.


"Yahoo....aku pulang." ucap Juli tersenyum manis.


Bukkkkkk..... Bukkkkkkkk.....


bukannya dapat sambutan Juli malah mendapatkan pukulan hangat dari para istrinya.


"Dasar suami mata keranjang, pergi tanpa bilang-bilang." ucap Yue.


"Benar, kenapa suami pergi begitu saja haaa? apa suami tau seberapa khawatir nya kita saat melihat kau dibawa pergi oleh seseorang dengan tubuh terluka parah?." ucap Asuka yang juga memukul Juli.


"Sayang sepertinya kau harus di kebiri agar jera." ucap Lily dalam mode psikopatnya.


sedangkan Juli hanya pasrah menerima pukulan dari para istri-istrinya.


'Gini amat punya istri OP dan galak, salah sedikit bisa kelar hidup.' batin Juli pasrah.


lalu Bronya pun menghentikan sebagian istri Juli yang memukuli nya.


"Sudah-sudah jangan pukulin suami, kalo mau langsung kita siksa aja." ucap Bronya tersenyum manis.


Juli yang mendengar itu pun syok karena biasa Bronya yang membela dirinya saat dipukul.


Juli pun menatap mata Bronya dan memohon untuk menolongnya.


tapi Bronya hanya membuang muka dan seolah-olah berkata.


'Hmmpphhh..... siapa suruh pergi tanpa bilang-bilang dan kau membuat kami ketakutan khawatir.'


Juli pun hanya lemas melihat Bronya yang tidak menolongnya.


tapi tetap saja pasti ada malaikat sebagian dari para istri Juli.


"Sudahlah maafkan saja sayang, kita sebagai istri jangan terlalu keras terhadapnya." ucap Kirigiri dengan perut yang saat ini sedang hamil muda yang mengandung anak Juli.


istri Juli yang memukuli nya pun berhenti dan Yue berkata.


"Untung Kirigiri menolong mu Suami, jika tidak aku tidak akan berhenti memukul suami hingga jera." ucap Yue menatap Juli tajam.


Juki yang ditatap seperti itu hanya menundukkan kepala dan tidak berkata apa-apa.


'aku rela melawan ratusan juta Dewa berlevel tinggi dibandingkan harus melawan istri ku yang sedang mengamuk.' batin Juli lemas.


setelah itu Juli mendapatkan Omelan yang sangat panjang dari para istri nya.


"Lain kali jangan melakukan hal seperti itu lagi suami, kami semua tidak takut meski suami memiliki kekuatan Monster atau iblis sekalipun. kami tetap sayang dan mencintai suami apa ada nya, karena itu janji kami saat menikah dulu." ucap Anthena.


Juli hanya mengangguk dan diam saja.


"Benar itu Sayang, lebih baik sayang juga mengandalkan kami. kami tau Sayang sangat khawatir dengan kami, tapi kami juga tidak ingin selalu dilindungi oleh sayang. jadi sesekali tolong percaya dengan kami semua para istri mu." Ucap Theresia yang juga sedang hamil muda.


"Maafkan aku waktu itu, aku salah karena mengeluarkan kekuatan yang mengerikan." ucap Juli menundukkan kepalanya.


semua istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Sudah lupakan masalah itu, kami semua sudah memaafkan Honey. lagian kami tau Honey melakukan itu karena ingin melindungi kami dari mata-mata musuh yang memantau kami." ucap Melascula tersenyum manis.


semua Istri Juli Mengangguk setuju dan Natasha berkata.

__ADS_1


"Sudahlah tidak perlu diperpanjang, jadi Darling kenapa menyuruh anak-anak mengumpulkan semua pasukan?." ucap Natasha.


Juli yang mendengar itu pun mengangkat kepalanya dan berkata.


"Sebenarnya aku ingin berbicara hal yang penting, ini masalah musuh yang sebenarnya yang akan kita hadapi ke depannya." Ucap Juli serius.


para istri Juli yang mendengar itu pun juga ikut menjadi serius.


"Bila begitu maka beritahu pasukan sekarang Anata, karena itu sangatlah penting." ucap Clarisha.


Juli hanya mengangguk dan berdiri menuju pasukannya.


lalu dia berkata kepada Amdromalius dan Zepar.


"Amdromalius, Zepar. bawa pasukan kalian untuk bergabung menjadi satu dengan pasukan ku dan untuk kalian 72 Iblis Solomon, kalian bisa berdiri di samping kiri ku." ucap Juli.


"Baik." ucap Anggota 72 Iblis Solomon.


lalu Amdromalius pun Mengatur pasukan 72 Iblis Solomon untuk ikut berbaris dengan pasukan Juli.


setelah itu Amdromalius dan Zepar ikut bergabung dengan 72 Iblis Solomon yang berada di sebelah kiri Juli bersama para bawahannya.


sedangkan disisi kanan para istri Juli dan anak-anaknya.


untuk Gremory, Sistri, Amon, Vepar, dan Seera mereka bergabung di barisan kanan bersama istri-istri Juli, karena diajak oleh para istrinya bergabung disana.


para istri Juli sudah tau bahwa Gremory, Sistri, Amon, Vepar dan Seera adalah calon istri Juli maka dari itu mereka mengajak mereka bergabung bersama-sama.


'Apa Kasur ku akan aman bila mereka mengajak ku bermain bersama?.' gumam Juli datar.


Juli pun tidak memperdulikan itu dan fokus pada pasukannya.


"Semuanya Terimakasih karena sudah mau berkumpul di sini. Saya tidak akan berlama-lama untuk menyampaikan informasi dan tugas yang akan saya berikan, karena waktu kita tidaklah banyak jadi langsung intinya saja.


Saya mengumpulkan kalian disini ingin menyampaikan bahwa dalam waktu 5 tahun lagi kita akan berperang besar-besaran melawan musuh yang sangat kuat sekali, total musuh perkiraan ±700 Miliyar orang dan memiliki rata-rata Level 150 Miliyar -> 350 Miliyar.


Saya tau bahwa kalian Sangatlah terkejut dengan jumlah dan level yang dimiliki oleh musuh, kalian tidak perlu khawatir karena saya akan memanggil pasukan saya yang lainnya yang berada di Planet lain untuk bergabung bersama kalian untuk berlatih bersama-sama.


dan saya juga memberi tugas kepada kalian untuk berlatih di Dungeon yang akan saya siapkan untuk kalian berlatih selama 42.000 tahun di Dimensi atau 4 tahun di dunia luar, jadi saya mohon untuk kalian berlatih lah dengan bersungguh-sungguh agar kalian bisa menjadi kuat dan tidak ada yang akan mati di pertempuran nanti.


penjelasan lebih lanjutnya nanti saya serahkan kepada anak-anak saya untuk ikut bergabung bersama kalian berlatih." Ucap Juli dengan panjang lebar dan suara keras agar di dengar oleh seluruh pasukannya.


seperti yang Juli duga bahwa semua pasukan serta keluarganya Sangatlah terkejut saat mendengar jumlah dan level yang dimiliki oleh musuh mereka.


lalu Raphael pun berkata.


"Ayah memang siapa yang musuh kita hadapi? kenapa sangat kuat sekali?." ucap Raphael terkejut karena Level nya saja saat ini hanya setara dengan pasukan musuh yang paling lemah yaitu 150 Miliyar.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Masalah itu akan ayah jelaskan nanti saat kita berkumpul di ruang keluarga." ucap Juli.


Raphael hanya mengangguk dan memasang wajah serius karena saat ini ia berfikir siapa musuhnya hingga memiliki pasukan sebegitu ngerinya.


lalu Juli pun berkata.


"Baiklah kalian bisa melakukan persiapan dan bersalaman dengan keluarga kalian selama 10 hari sebelum berangkat memasuki Dungeon selama 42.000 tahun, karena setelah ini saya ada urusan jadi semuanya akan di atur oleh anak dan bawahan saya. kalian bisa bubar." ucap Juli.


pasukan Juli hanya mengangguk dan memberikan hormat kepada Juli sebelum pergi kembali untuk bersiap-siap.


sedangkan pasukan 72 Iblis Solomon masih diam ditempat karena belum memiliki tempat tinggal.


"Ban tolong antar mereka ke distrik Utara untuk menepati rumah-rumah yang ada disana, bila tidak salah disana masih ada 700 juta rumah yang kosong kan?." ucap Juli.


Ban hanya mengangguk dan berkata.


"Benar kapten, dan juga distrik Barat dan selatan masih kosong. disana juga masih ada ±900 juta rumah yang kosong." Ucap Ban menyampaikan informasi itu.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Tidak masalah, rumah yang tersisa akan di huni oleh pasukan ku yang akan tiba sore nanti. dan bisa kau suruh para pasukan untuk membangun rumah lagi? karena pasukan ku yang akan tiba totalnya ±500 Miliyar orang." Ucap Juli.


Ban yang mendengar itu pun terkejut dan kembali tenang.


"Baiklah Kapten, serahkan masalah itu kepada ku." Ucap Ban.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Aku menyerahkan mu dan juga tolong tunjukkan rumah untuk 72 Iblis Solomon serta keluarganya." ucap Juli sambil berjalan pergi menuju para istri nya.


Ban hanya mengangguk dan mengajak 72 Iblis Solomon bersama pasukannya menuju tempat tinggal baru mereka.


sedangkan Juli mengajak para istri dan anak-anaknya kembali masuk ke dalam istana Kekaisaran.


mereka semua menuju ruang aula khusus untuk keluarga Yuuzaki saja.


didalam ruang aula...


saat ini Juli duduk bersama para istri dan anak-anaknya sambil menikmati makanan yang disiapkan oleh istri Juli.


"Woahhhhhh....ini adalah yang aku tunggu-tunggu." ucap Juli bersemangat dan memakan kue buatan istrinya.


bukan hanya Juli tapi Sistri juga ikut bersemangat makan kue buatan istri Juli.


"Ini sangat enak, aku merasa bahagia akan makan seperti ini setiap hari." ucap Sistri.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Kan apa aku kata, pasti kau akan bisa memakan kue seperti ini setiap hari." Ucap Juli.


"Benar, ini sangat enak." ucap Sistri.


yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Juli dan Sistri tidak berbeda jauh.


lalu Velgrynd pun berkata.


"Jadi sayang, bisakah sayang memberi tahu kami siapa musuh sebenarnya yang akan kita hadapi?." ucap Velgrynd.


Juli hanya mengangguk dan menjelaskan semuanya tentang King Void sebenarnya dan siapa saja yang berkerjasama dengan dirinya.


Juki menyampaikan semua informasi itu seusai yang di beritahu oleh Barbatos tentang King Void dan asal mula Kekacauan alam semesta ini terjadi.


istri dan anak-anak Juli yang mendengar itu semua pun menampilkan berbagai macam eskpresi mulai dari terkejut hingga syok berat mengetahui sekuat apa King Void.


"Jadi bila seperti itu maka suami tidak bisa mengalahkannya?." ucap Anthena serius.


Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan tersenyum kecil.

__ADS_1


"Kau benar aku tidak bisa mengalahkannya. tapi itu untuk sekarang aku tidak bisa mengalahkannya, tapi tidak untuk saat aku bertemu dengan dirinya 5 tahun lagi. bahkan dengan meludah saja aku sudah bisa melukainya." ucap Juli tersenyum percaya diri.


apa yang dikatakan Juli adalah kenyataan, bahwa nanti saat Juli berduel dengan King Void Juli bakal dengan mudah melukainya. karena 5 tahun kedepan Juli jutaan kali lebih kuat dari King Void.


Para istri Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan percaya dengan ucapan suaminya, karena mereka yakin bahwa suaminya akan memberikan mereka kejutan yang lainnya dengan cara tersendiri.


lalu Juli pun berkata...


"Oiyaa nanti aku ijin untuk melakukan suatu hal penting." Ucap Juli meminta ijin kepada istrinya. {Note ; Suami yang baik :v.}


Istri-istri Juli pun bingung dan Mira bertanya.


"Meminta ijin apa Sayang? tumbenan meminta ijin? biasanya langsung main pergi aja." Ucap Mira tersenyum kecil.


istri Juli mengangguk setuju dan mereka tersenyum mengejek Juli.


Juki yang merasa dipojokkan pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan cegegesan.


"Hehehehe....aku nanti ijin selama 2 hari untuk meningkatkan kekuatan ku, dan setelah itu aku berencana akan pergi bersama Kak Nino, Sistri, dan Amon untuk melihat Turnamen antar benua yang dilaksanakan di benua Utara." ucap Juli.


para istri Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan Yue berkata.


"Kami tau suami tidak akan mengajak kami, kami juga tidak akan memaksa untuk ikut karena disini ada yang sedang hamil muda dan juga kami juga ingin berlatih disini agar ke depannya tidak menyusahkan suami." ucap Yue.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Kalian tidak perlu khawatir waktu disini sudah aku ubah menjadi berbeda dengan dunia luar, dan juga aku akan pergi setelah para istri-istri ku melahirkan. bila 1.000 tahun di sini dan 1 bulan di dunia luar maka unik menunggu 9 bulan hingga menunggu istri ku melahirkan hanya beberapa jam saja di dunia luar." Ucap Juli tersenyum manis.


para istri Juli yang mendengar itu sangat bahagia karena Juli akan bersama mereka dengan waktu cukup lama terutama para istri Juli yang sedang hamil muda mereka sangat-sangat bahagia karena ada suami mereka disaat mereka akan melahirkan nanti.


"Yoshhh aku akan bersama kalian selama 7 tahun disini hingga anak ku besar dan tidak rewel saat di tinggal kan oleh ayahnya." ucap Juli bersemangat.


istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum bahagia.


lalu Selena bertanya kepada Juli.


"Ayah Selena ingin bertanya, kenapa umur Selena sudah ribuan tahun tapi masih kecil seperti ini dan tidak tumbuh menjadi gadis boing-boing?." ucap Selena.


Juli yang mendengar itu pun terkejut mendengar kata vulgar dari anaknya.


"Selena siapa yang mengajarkan mu berkata seperti itu?." ucap Juli terkejut.


Selena dengan polos nya berkata.


"Selena melihat buah da*da para mama yang bergerak seperti jelly saat mandi bersama dan Boing-boing gitu." ucap Selena sambil memperagakannya.


Juli yang mendengar itu pun langsung menutup telinga anak-anak menggunakan sihir dan mengusir anak laki-lakinya.


"Teleportasi paksa." ucap Juli menteleportasi anak laki-laki secara paksa keluar dari ruangan aula.


lalu Juli melihat ke arah para istrinya yang sedang bersiul-siul sambil membuang muka.


"Kenapa kalian mandi bertelanjang saat ada anak-anak?." Ucap Juli dengan mata menyipit.


istri Juli yang mendengar itu pun berkeringat dingin.


Juli yang melihat istrinya pada tidak mau menjawab pun hanya menghela nafas panjang dan berkata.


"Lain kali jangan lakukan seperti itu lagi, aku tidak ingin anak-anak ku yang polos mengetahui hal-hal yang tidak pantas. karena aku sebagai ayah tidak ingin semua malaikat kecilku ternodai oleh hal aneh-aneh." Ucap Juli menatap para istri yang menunduk kan kepala.


"D-d-d-dan juga itu adalah milikku seorang, ja-ja-jadi jangan kasih liat ke siapa-siapa meski anak ku sendiri." Ucap Juli malu-malu.


istri Juli yang mendengar itu pun juga ikut malu dan menjadi salah tingkah saat Juli mengatakan bahwa itu miliknya seorang.


lalu Juli berkata pada anaknya Selena dengan wajah masih memerah seperti tomat.


"Selena, apa Selena belum tau. bahwa anak dari keturunan ayah akan tumbuh dewasa dengan cepat tapi keawetan muda nya akan stop disaat umur 6 -> 10 tahun, jadi meskipun umur Selena ratusan ribu tahun tapi wajah Selena masih seperti anak-anak. karena umur anak ayah perbandingan nya 1.000.000 : 1 atau 1.000.000 tahun \= 1 jam." Ucap Juli menjelaskan pernyataan dari anaknya.


Selena yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.


"Terimakasih ayah karena sudah menjawab pernyataan Selena, Selena sayang ayah Muuaacchhhhh..." ucap Selena tersenyum manis dan mencium pipi Juli.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Ayah juga sayang Selena, jadi jangan nakal yaa." Ucap Juli tersenyum manis.


Selena hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Ayah Nami juga pengen cium pipi ayah." ucap Nami dengan mata mengantuk nya.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Cium disini." ucap Juli sambil menunjuk pipi nya.


Nami pun mencium pipi Juli dan berkata.


"Nami sayang ayah, jadi ayah jangan bersedih lagi yaa." ucap Nami sambil mengelus pipi Juli.


Juli yang mendengar itu pun terkejut dan terharu melihat anak-anaknya yang sangat sayang dan khawatir kepada nya.


"Stoppppppppp..... Mizuki juga ingin mencium pipi ayah, jadi Nami Minggiran." ucap Mizuki sambil menggeser Nami.


Juli hanya menggelengkan kepalanya melihat anak-anaknya yang berebutan untuk mencium pipi Juli.


"Baiklah-baiklah semua berbaris kalian boleh mencium pipi ayah satu-persatu." ucap Juli tersenyum manis.


lalu anak-anak Juli berbaris rapi bahkan anak laki-laki nya juga masuk kembali ke dalam ruangan Aula dan ikut berbaris untuk mencium pipi Juli.


setelah anak-anak Juli mencium pipi nya mereka pun Kembali bermain bersama.


Juli yang melihat itu hanya tersenyum manis saat melihat nya.


"Sayang/suami/Anata/Darling/Honey kami juga ingin dicium oleh mu." ucap para istri Juli dengan mata memohon.


Juli yang mendengar itu pun terjatuh karena terkejut mendengar ucapan para istri nya.


"Untuk kalian akan ku beri jatah nanti malam, jadi tolong jangan sekarang yaa." ucap Juli menghela nafas berat.


para istri Juli yang mendengar itu sangat bahagia karena akan dapat jatah nanti malam. {Note ; Jatah makan-makan yaa :v.}


lalu Juli pun menghabiskan 1 hari penuh itu dengan mengobrol bersama istri dan anak-anaknya, untuk menikmati Waktu Keluarga.


Bersambung...


***


Adem yaa liatnya Juli sama keluarganya ngumpul bareng, apa lagi anak-anaknya yang imut-imut dan lucu.

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.


__ADS_2