
saat ini di tempat tinggal Penguasa alam semesta pertama yaitu Zero.
tempat tinggal Zero seperti sebuah pegunungan yang ada Scotlandia pokoknya adem gimana itu.
kembali ke cerita.
hari ini adalah hari dimana Juli akan memulai latihannya bersama Zero dan ke 2 maskot kembar kita.
disebuah gunung tinggi disana Juli sejak pagi sudah berada disana sambil menunggu Zero dan anaknya.
setelah menunggu kurang lebih 2 jam akhirnya Zero tiba dengan masih membawa selimutnya.
Juli yang melihat itu pun menatap Zero datar dan berkata.
"Gini amat dah punya Mbah buyut tukang tidur."ucap Juli menatap Zero datar.
Zero yang mendengar itu hanya diam saja karena ia masih mengantuk.
lalu Zero pun berkata.
"Baiklah nak mari kita memulai pelatihnya."ucap Zero.
Juli yang mendengar itu pun mengangguk dengan semangat karena ini yang ia tunggu-tunggu.
"Untuk pelatihan ke 2 anak mu yaitu membunuh monster berlevel diatas 900.000.000, jumlah minimal 100 juta per hari."ucap Zero.
Rapunzel dan Raphael yang mendengar itu pun tersenyum tipis dan bersiap-siap untuk pergi.
"Baiklah ayah kami berangkat dulu."ucap Raphael.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Okeh berhati-hatilah selama pelatihan."ucap Juli.
Raphael dan Rapunzel hanya mengangguk dan pergi menghilang.
disana hanya tersisa Juli dan Zero saja.
lalu Zero berkata.
"Untuk latihan mu itu sangatlah mudah. latihan awal kita akan melatih fisik mu agar menjadi jutaan kali lebih kuat."ucap Zero tersenyum tipis.
Juli hanya mengangguk saja dan tidak berkata apa-apa.
"Latihan pertama mu adalah mengangkat semua gunung yang ada disini dan pindah kan ke arah timur, lalu susun semua gunung itu menjadi rata membentuk sebuah lingkaran."ucap Zero tersenyum menyeringai.
Juli yang mendengar itu sangat-sangat syok dan berkata.
"Mbah buyut apa kau gila? kau sangka aku ini Chrisna yang angkat gunung dengan mudah pake 1 jari kelingking?."ucap Juli.
Zero pun berkata.
"Tidak. kau harus lebih kuat dari Chrisna, asal kau tau Chrisna saja tidak sanggup bila Mbah buyut menyuruhnya angkat salah satu gunung disini."ucap Zero.
Juli yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.
"Emang di dunia ini ada Chrisna?."ucap Juli.
Zero pun mengangguk dan berkata.
"Tentu dia ada. bahkan dia berada di organisasi peringkat ke 5 yaitu perkumpulan para Ancient God salah satu anggota nya yaitu Dewa Zeus."ucap Zero.
Juli yang mendengar itu hanya mengangguk saja dan tidak berkata apa-apa.
"Baiklah mulai lah latihan mu dan ingat kau harus memindahkan semua gunung yang ada disini dengan total 1.000 gunung."ucap Zero.
Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
karena Juli akan berencana mengangkat gunung-gunung itu mengunakan kekuatannya.
"Silahkan mulai latihan mu. aku akan kemari 100 tahun lagi. dalam 100 tahun kau harus sudah selesai menyusun semua gunung itu."ucap Zero.
Juli hanya mengangguk dan masih tersenyum kecil.
lalu Zero pun mengangguk dan pergi menghilang.
Juli yang melihat kepergian Zero pun berkata.
"Ini akan menjadi mudah. bahkan sebelum 1 tahun aku sudah bisa menyelesaikan nya."ucap Juli tersenyum tipis.
"Hmmm....jarak dari sini ke timur kurang lebih 100 km. aku bisa saja menggunakan teleportasi, tapi bila ketahuan aku melakukan itu maka aku akan dimarahi."ucap Juli mikir.
setelah mikir lama dia pun tidak mendapatkan ide sama sekali.
"Ahhhh bodo amat tinggal angkat aja susah banget dah."ucap Juli lalu turun dari gunung.
setelah sampai dibawah gunung Juli melihat ke sekelilingnya yang banyak sekali gunung-gunung berukuran tinggi.
"Lebih baik mulai dari yang kecil terlebih dahulu."ucap Juli.
lalu Juli mendekati sebuah gunung yang lebih kecil dari yang lainnya.
Juli pun mencoba mengangkat gunung itu dengan menggunakan sihir Element bumi nya agar gunung itu memiliki celah untuk di angkat.
setelah Membuat celah Juli mencoba mengangkat gunung itu.
"Anjimm...kok gak bisa?."ucap Juli bingung.
__ADS_1
gunung yang ingin Juli tidak terangkat sama sekali bahkan 1cm pun tidak bergerak itu gunung.
Juli yang bingung pun berfikir.
saat berfikir ia mendengar suara Zero.
"Woiii....blok goblok, gunung itu gak akan ke angkat kalo kamu masih memiliki rasa sombong ataupun emosi. bila kau ingin mengangkat gunung itu kau harus tenang dan kendalikan emosi mu."ucap Zero yang terdengar di atas langit.
Juli yang mendengar itu pun hanya mengangguk saja.
"Tapi bila kau sudah tenang itu akan percuma karena belum tentu kau bisa mengikat gunung itu dengan mudah. bahkan orang berlevel diatas 8.9 miliyar saja masih tidak sanggup mengangkat nya, apa lagi kau yang hanya berlevel 1.5 miliyar."ucap Zero.
Juli yang mendengar itu pun terkejut karena level nya yang sekarang belum bisa mengangkat gunung itu.
tapi Juli kembali tenang dan mengendalikan seluruh emosi yang ada dalam dirinya.
setelah mengendalikan Juli mencoba mengangkat gunung itu.
gunung itu pun terangkat tapi Juli mengangkat dengan sangat bersusah payah bahkan ia seperti kura-kura saat mengangkat gunung itu.
andai saja Juli boleh menggunakan sihir maka ia sudah lakukan dari tadi tapi ia tidak diperbolehkan menggunakan sihir.
Juli yang mengangkat gunung kecil itu pun dengan susah payah.
"Sial bila begini maka 10 tahun tidak akan cukup. belum lagi angkat gunung yang paling tinggi itu, pasti beratnya jutaan kali dari gunung ini."ucap Juli sambil mengangkat gunung itu menuju timur dan berjalan sejauh 100 km.
batin yang selalu Juli ucapkan saat melakukan pelatihan ini.
'Pelatihan Neraka, Pelatihan Neraka, Pelatihan Neraka.' ucap Juli berulangkali seperti itu adalah kata-kata penyemangat nya.
100 tahun telah berlalu...
saat ini Zero sedang menuju arah timur.
sesampainya disana Zero sudah melihat banyak gunung tersusun rapi membuat lingkaran seolah-olah itu seperti arena pertandingan.
di tengah-tengahnya antara semua gunung itu ia melihat seorang pemuda sedang duduk menikmati udara.
pemuda itu tidak lain adalah Juli.
tubuh Juli saat ini lebih berotot tapi tidak berlebihan seperti om-om yang pergi gym.
meski tubuh Juli seperti itu tapi kekuatan fisik nya jangan ditanya bahkan 1 pukulannya bisa menghancurkan sebuah planet menjadi debu.
Zero yang melihat itu mendekati Juli dan berkata.
"Sepertinya kau ratusan kali lebih kuat dari sebelumnya."ucap Zero tersenyum tipis.
Juli yang mendengar suara itu pun segera mencari sumber suara dan berkata.
Zero yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.
"Tidak perlu berterimakasih karena kau memang harus melakukan nya."ucap Zero seolah-olah tidak bersalah.
Juli yang melihat itu ingin sekali memukul zero tapi ia tahan karena itu orang tua yang sok-sok muda.
lalu Zero pun berkata.
"Baiklah latihan pertama telah kau lakukan, untuk yang ke 2 sebenarnya melakukan latihan tentang sihir tapi sepertinya penjalasan tentang sihir telah kau kuasai semua nya sejak kau terombang-ambing di galaxy ku."ucap Zero.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Masalah sihir lupakan. lebih baik Mbah buyut mengajarkan ku tentang menggunakan semua alat tempur." ucap Juli.
Zero hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah aku akan melatih mu menggunakan semua senjata yang digunakan saat bertempur."ucap Zero.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
pelatihan Juli dan Zero pun dimulai.
Juli diajarkan menggunakan panah, sabit, tongkat, pisau, dan lain-lainnya.
bahkan Juli juga dilatih untuk menghancurkan sebuah gunung menggunakan jarum.
awalnya Juli merasa itu hal konyol tapi saat Zero mencotohkan nya Juli pun langsung bersemangat ingin melakukan itu.
sedangkan disisi Raphael dan Rapunzel.
saat ini maskot kembar kita sedang duduk beristirahat setelah membunuh banyak sekali Monster dalam 100 tahun ini bahkan jumlahnya tidak dapat dihitung.
monster-monster yang ada di dunia milik Zero ini tidak akan musnah malahan mereka bila dibunuh akan semakin kuat 10x lipat.
untuk level maskot kembar kita sendiri berada dilevel 6.7 miliyar.
"Kakak Raphael aku rindu dengan adik-adik kita."ucap Rapunzel melihat ke arah awan.
Raphael yang mendengar itu pun berkata.
"Kakak juga rindu mereka. tapi kita tidak bisa menemui mereka sekarang karena kita harus berlatih lagi agar lebih kuat, biar bisa membantu ayah dan tidak menjadi bebannya."ucap Raphael.
Rapunzel hanya mengangguk dan berkata.
"Benar kak. lebih baik kita lanjutkan latihan, Rapunzel juga yakin saat ini mama dan adik-adik kita sedang berlatih dengan keras."ucap Rapunzel tersenyum manis.
Raphael hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
__ADS_1
80 Miliyar tahun pun berlalu...
saat ini Juli telah selesai melatih semua alat tempur yang digunakan saat perang.
bahkan Juli bisa membunuh dengan mudah orang yang levelnya lebih tinggi 10 miliyar dari miliknya.
Selama pelatihan Juli tidaklah mudah.
bahkan bila disuruh memilih enak mana latihan dengan dewa kuno terkuat atau penguasa alam semesta pertama.
pasti Juli akan menjawab dewa kuno terkuat.
karena bersama Penguasa alam semesta pertama bila melakukan kesalahan sedikit pun maka tangan kita akan dipotongnya dan tidak boleh di sembuhkan selama 100 hari.
bahkan Juli sudah merasakan lebih dari 10.000+ tangannya dipotong oleh Zero.
bila dipotong lalu diperban tidak apa, ini setelah dipotong lukanya akan dikasih jeruk nipis dan garam.
maka sakitnya 100x lipat dari pada saat dipotong.
Juli yang dilakukan seperti itu hanya pasrah merasakan sakit yang ia rasakan.
"Sungguh ini seperti di Neraka, tapi yang menghukum adalah seorang penguasa jadi bisa dibilang ini Neraka spesial jalur penerus."ucap Juli saat ia pasrah.
kembali ke cerita.
"Mbah buyut apa yang akan kita lakukan setelah ini?" ucap Juli.
Zero yang mendengar itu pun berkata.
"Setelah ini kita akan berlatih membunuh Monster yang ada di dunia ini."ucap Zero.
Juli hanya mengangguk saja dan berkata.
"Kapan kita akan memulainya Mbah buyut?."ucap Juli.
Zero pun berkata.
"Malam ini juga."ucap Zero tersenyum menyeringai.
Juli yang melihat itu pun merasa ada hal buruk lagi yang direncanakan oleh Zero.
sebenarnya Zero sengaja melakukan itu karena malam ini semua monster yang dibunuh oleh maskot kembar kita akan mengalami peningkatan kekuatan 1000x lipat.
bisa kalian bayangkan monster yang dibunuh akan menjadi kuat 10x lipat terus menerus ditambah malam ini akan meningkat lagi 1000x lipat.
bila di semua dikalikan maka kekuatan monster nanti malam sangatlah tidak masuk akal.
terus beberapa hari yang lalu Zero juga sengaja menyuruh maskot kembar kita beristirahat dari pelatihan dan malam ini ia ingin melihat kekuatan Juli setelah ia latih.
monster yang akan meningkat kekuatannya malam ini akan terjadi selama seminggu saja dan setelah seminggu Kekuatan Monster akan kembali normal.
kembali ke cerita.
"Baiklah untuk 7 jam sebelum memasuki jam malam kau akan beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan pelatihan."ucap Zero.
Juli hanya mengangguk dan bersyukur karena setelah sekian lama akhirnya ia bisa beristirahat juga.
lalu Zero pun menghilang dan Juli kembali ke rumah untuk menemui anak-anaknya yaitu Rapunzel dan Raphael, sebelum dimulainya pelatihan.
7 Jam telah berlalu....
saat ini Juli dibawa oleh Zero ke bagian Utara yang terdapat sebuah lembah yang sangat dalam.
setelah sampai disana Zero menjelaskan tentang lembah itu.
seusai menjelaskannya Zero pun berkata.
"Lembah ini berisi lebih dari 900 juta Triliun Monster berlevel diatas 1 milyar dan Terkuat 450 miliyar. Tugasnya kau harus membunuh semua Monster yang ada di lembah ini selama 70 miliyar tahun."ucap Zero.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum menyeringai.
Zero yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala karena ia tau akan arti dari senyum itu.
lalu Zero berkata lagi.
"Lakukan sesukamu tapi ingat juga tugas yang kuberikan padamu."ucap Zero lalu menghilang.
Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Sate...sate...sate waktunya berpesta setelah sekian lama. semoga saja Monster dibawah sana bisa menjadi pelampiasan ku karena kalah dari anggota 10 Chaos Legion."ucap Juli tersenyum tipis.
lalu Juli bergumam.
'Kalian tunggu saja Anggota 10 Chaos Legion ataupun Anggota kejahatan yang lainnya.' ucap Juli sambil tersenyum menyeringai.
lalu ia melompat ke dasar Lembah.
Bersambung....
***
maaf kalo bab kali ini gak jelas yaa, karena author ngetiknya malam-malam ngantuk karena cape kerjain tugas sekolah yang numpuk.
Jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1