
setelah terjadinya fenomena alam yang membuat seluruh alam gempar Elena membuka matanya yang dimana Kuro dan Gabil masih setia menemani nona muda nya.
Elena yang melihat Kuro dan Gabil yang memasang muka kagum pun bingung.
"apa yang terjadi paman Kuro dan paman Gabil?" tanya Elena.
Kuro dan Gabil yang di panggil nona nya seperti itu pun terkejut dan berkata.
"nona Elena tidak perlu memanggil kami paman, kami hanya bawahan tuan Juli dan nona Elena" ucap Kuro ketakutan yang di angguki oleh Gabil.
"tidak apa paman kalian tidak perlu takut lagian kakak juga tidak akan marah aku memangil kalian paman" ucap Elena tersenyum manis.
Kuro dan Gabil yang mendengar itu merasa sangat beruntung memiliki tuan muda yang bijak dan kuat. lalu nona muda yang baik dan rendah hati.
"baik nona Elena jika anda memaksa kami tidak akan membantahnya" ucap Kuro bahagia dan Gabil juga bahagia.
'tidak salah kami mengikuti tuan muda dan nona Elena' batin Kuro dan Gabil.
"jadi paman apa yang terjadi kenapa aku merasa ketika sedang meresap Mana Pure ada sesuatu yang aneh?" ucap Elena.
Kuro pun menjelaskan semua nya mulai dari awal hingga akhir yang dimana seluruh alam gempar karena fenomena itu. Kuro tau itu karena dia di telepati oleh bawahan Juli yang lain.
Elena pun paham apa yang terjadi lalu dia pun ingin pergi dari situ dan melanjutkan pelatihan nya.
"baiklah paman aku akan pergi sekarang karena waktu ku dan kakak tidak banyak" ucap Elena pamit kepada Kuro dan Gabil.
"baik nona Elena kami akan menunggu tuan muda berlevel 200.000 ke atas baru kami bisa pergi dari sini" ucap Kuro.
"baik paman aku tunggu yaa nanti dan sampai jumpa" ucap Elena tersenyum lalu menghilang.
setelah pergi nya elena Kuro dan Gabil pun saling berpandangan lalu berkata.
"sepertinya kita harus manjadi kuat lagi biar tidak mengecewakan tuan muda dan nona muda" ucap Kuro yang hanya di angguki oleh Gabil.
sedangkan disisi Elena saat ini dia telah sadar di dimensi nya Dewi Artemis.
"selamat pagi Elena apakah tidur mu nyenyak?" tanya Dewi Artemis.
"ahhh maaf Dewi Artemis aku tidak sengaja" ucap Elena terburu-buru bangun karena dia tidur di paha Dewi Artemis.
"tidak apa-apa kau istirahat lah dulu pasti kau lelah. lagian dulu ibu mu juga seperti ini ketika bersama ku" ucap Dewi Artemis.
elena yang mendengar itu hanya mengangguk dan mulai beristirahat.
untuk sisi Juli saat ini.
Bukhhhhh....
"HEIII murid pemalas sampai kapan kau duduk dan bermeditasi terus haa? apa belum puas sehabis buat dunia gempar" ucap dewa Tang Xu yang memukul Juli dengan pedang kayu.
Juli yang saat itu sedang duduk bermeditasi pun tidak siap dan merasakan sakit di kepalanya.
"akhhhhh....guru kenapa kau memukul ku? apa yang guru maksud membuat gempar dunia? aku hanya duduk bermeditasi saja disini" ucap Juli menggerutu.
dewa Tang Xu yang melihat itu semakin kesal dan menjelaskannya dari awal hingga akhir.
Juli yang mendengar itu paham dan kaget ketika mendengar ucapan dewa Tang Xu.
"karena tadi kau berani menggerutu maka kau akan ku hukum berlari 2000 km membawa batu seberat 500kg" ucap dewa Tang Xu.
"haaa guru kenapa sangat berat sekali hukumannya? beri aku diskon lah? jadi 1000 km dengan membawa batu 250kg" ucap Juli memohon.
"haaaa? jadi kau berani menawar dengan guru mu yaa? baiklah hukuman mu di tambah menjadi 4000km mengelilingi dimensi ini dan membawa batu 1000 kg" ucap dewa Tang Xu.
"tapi guru" ucap Juli yang memelas.
"baik tambah lagi karena kau protes. maka menjadi 6000km mengelilingi dimensi ini dan membawa batu seberat 1500 kg" ucap dewa Tang Xu tersenyum licik.
Juli yang mendengar itu syok bukan main karena itu hukuman sangat mengerikan baginya karena dimensi ini kau akan merasakan lelah tapi tidak akan merasakan lapar dan haus.
Juli yang ingin protes pun tidak jadi dan hanya melaksanakan hukumannya itu.
Juli pun memulai hukumannya yang dimana ia membawa batu seberat 1.500 kg dengan jalan seperti kura-kura.
****
1 bulan telah berlalu....
saat ini Juli baru saja selesai dari hukumannya yang dimana terlihat kondisinya sangat berbeda saat pertama kali di hukum.
tubuh Juli sekarang sangat lah kekar dan bertenaga.
"guru aku telah melaksanakan hukuman" ucap Juli berdiri tegak di depan dewa Tang Xu.
Tang xu yang melihat itu tersenyum karena Juli lebih cepat selesai dari pada perkiraan.
__ADS_1
Juli selesai dengan cepat karena dia selalu mendapatkan dukungan dari kedua anak nya yang selalu memberikan semangat yang membuat Juli jadi lebih cepat selesai.
"baiklah sekarang ke hukuman yang ke dua" ucap dewa Tang Xu tersenyum licik.
Juli yang merasakan akan menderita lagi hanya diam pasrah saja dan tidak ingin membantah.
"baik guru, murid siap menerima hukuman selanjutnya" ucap Juli tegas.
dewa Tang Xu yang melihat itu hanya mengangguk.
"baiklah hukuman selanjutnya kau harus melakukan pull up di air terjun sana selama 10 bulan dan tidak boleh istirahat" ucap dewa Tang Xu dengan senyum menyeramkan.
Juli yang mendengar itu syok dan ingin membantah tapi dia urungkan karena mengingat waktu pertama kali dihukum.
"baik guru murid akan melakukannya" ucap Juli menundukkan kepalanya lalu pergi memulai hukuman ke dua.
****
10 bulan berlalu....
setelah melaksanakan hukuman ke dua nya Juli saat ini semakin tinggi dan tampan yang dimana dengan roti sobek nya di tambah tingginya yang kira-kira 175 cm membuat dia terlihat sangat keren dan tampan.
lalu Juli menghadap kembali ke dewa Tang Xu.
"salam guru, murid telah melakukan hukuman ke dua" ucap Juli.
dewa Tang Xu yang kerjaannya hanya mabuk dan tidur pun hanya bisa tersenyum saja seolah-olah tidak bersalah telah melakukan itu pada Juli.
lalu dewa Tang Xu melemparkan sebuah kertas.
"bacalah itu dan kau lakukan itu selama 1000 tahun. lalu setelah kau melakukannya baru akan ku ajarkan teknik pedang ku" ucap Dewa Tang Xu yang kembali tidur lagi.
Juli yang melihat itu hanya bisa menerimanya.
"baik guru murid akan melakukan yang terbaik" ucap Juli lalu pergi.
[ayah bukannya ini sangat mengerikan?] ucap Rapunzel.
[ayah memang bodoh...kenapa coba dia terima hukuman dewa Tang Xu itu] ucap Raphael.
Juli yang mendengar itu hanya tersenyum kecil lalu berkata.
"tidak ada salah kita menolak lagian ini juga demi ayah. ayah tau dewa Tang Xu melakukan itu demi melatih fisik ayah supaya tidak kelelahan saat latihan intinya nanti" ucap Juli menejelaskannya pada ke dua anaknya.
yang dikatakan Juli benar dewa Tang Xu memang sengaja melakukan itu karena dia ingin melatih fisik Juli agar tidak lelah saat berlatih pedang dengannya.
[Benar apa yang dikatakan Rapunzel ayah, meski kau bodoh dan aneh kami akan selalu mendukung mu] ucap Raphael.
Juli yang mendengar itu hanya tersenyum kecil lalu berbicara.
"makasih yaa Rapunzel dan Raphael meski mulut Raphael seperti tidak disekolahkan yang dimana itu selalu menyakitkan tapi ayah tau kalo kamu tipe Tsunade re" ucap Juli yang mengejek Raphael.
[Si-si-siapa yang Tsundere ayah BODOHHHH] ucap Raphael.
[hahaha kakak lucu saat berbicara seperti itu] ucap Rapunzel.
dan Juli hanya tertawa kecil dan melihat secarik kertas di tangannya dan membaca.
Latihan yang harus kau lakukan selama 1.000 tahun.
1. lakukan setiap pagi
- push up 10.000x
- berlari sejauh 5.000km dengan membawa batu seberat 2.000
- pull up 10.000x
- Sit up 10.000x
- skor jump 10.000x
- mandi di kolam petir yang ada di balik gunung selama 6 jam.
2. lakukan saat sore dan malam
- lari 2.000km dengan membawa batu seberat 1.000kg
- push up 3.000x
- sit up 3.000x
- ayunkan pedang kayu 100.000x
Juli yang melihat itu hanya bernafas pasra dan memulai nya.
__ADS_1
****
1000 tahun telah berlalu...
penampilan Juli tidak lah berubah banyak hanya kulitnya yang semakin putih seperti wanita yang sering skincare dengan harga 10 juta tiap Minggu. kembali ke topik penampilan nya memang tidaklah berubah tapi kekuatan fisik jangan lah ditanya.
kekuatan fisik Juli sekarang bisa membunuh monster berlevel 70.000 ke bawah dengan sekali serang saja langsung mati meski levelnya Juli rendah.
Juli saat ini sedang menuju tempat gubuk dewa Tang Xu selama menunggu Juli.
"permisi guru murid telah kembali" ucap Juli.
dewa Tang Xu yang melihat itu sedikit kaget dan kembali tenang lagi.
"kau tidak mengecewakan ku ternyata" ucap dewa Tang Xu dan Juli hanya diam saja.
lalu dewa Tang Xu masuk ke dalam gubuknya lalu keluar sambil membawa kendi minumnya dan pedang kayu.
"baiklah aku akan melatih mu mengasah teknik pedang" ucap Dewa Tang Xu.
Juli yang mendengar itu menjadi semangat karena inilah yang di tunggu-tunggu apalagi dia dulu seorang master Kendo cilik.
dewa Tang Xu yang melihat semangat Juli pun semakin bangga memiliki murid sepertinya.
lalu mereka pun mulai berlatih di dekat hutan yang ada di dimensi nya Dewa Tang Xu.
waktu terus berlalu tak terasa Juli hari ini adalah hari terakhir nya berlatih.
Takkk...takkkk... takkk...
bunyi pedang kayu yang saling berbenturan.
"kau masih lambat, cepatkan Serangan mu" ucap dewa Tang Xu yang memberi saran ke Juli.
"kau tidak fokus dan terbuka itu adalah kelemahan mu bila musuh banyak" ucap dewa Tang Xu.
lalu dewa Tang Xu terus memberikan saran nya dan itu semua Juli terima.
"itu baguss seperti itu pertahankan jangan di kasih kendor"ucap dewa Tang Xu.
"yaa pertahankan itu jangan sampai ada celah" ucap Dewa Tang Xu.
Takkk....takkk...takkk...
~woshhhhh~
Sringgg.....
dan Juli pun berhasil membuang pedang kayu milik Dewa Tang Xu dan mengarahkan pedangnya ke leher dewa Tang Xu.
"lumayan kau bisa menyerang balik" puji dewa Tang Xu.
"Terima kasih guru tapi ini belum apa-apa" ucap Juli merendah.
dewa Tang Xu yang melihat itu semakin bangga dengan muridnya yang satu ini karena tidak sombong.
"baiklah latihan kita cukup sampai disini saja. kau sudah sangat berkembang pesat dari pada sebelumnya" ucap Dewa Tang Xu.
"terima kasih guru ini berkat guru juga" ucap Juli sambil menunduk kan kepala.
dan dewa Tang Xu hanya mengangguk dan tersenyum.
"tidak perlu ini semua karena usaha mu dan tekad mu untuk menjadi kuat. mari kita keluar aku sudah cukup lelah disini" ucap dewa Tang Xu yang hanya di angguki oleh Juli.
lalu mereka pun keluar dari dimensi dewa Tang Xu dan kembali ke kediaman dewa Tang Xu.
"akhirnya kembali juga. jadi nak apa kau ingin singgah atau langsung pulang?" tanya dewa Tang Xu.
"murid langsung pulang saja guru karena harus ada yang diurus" ucap Juli.
"baiklah aku tau urusanmu kau ingin bertemu dengan istri tercinta mu" ucap dewa Tang Xu yang hanya di senyumi oleh Juli.
"baiklah kau bisa pergi dan ingat jangan lupakan semua ajaran yang ku berikan pada mu. dan tolong lah orang yang membutuhkan bantuan mu" ucap Dewa Tang Xu.
"baik guru murid tidak akan melupakannya dan murid pamit pergi" ucap Juli lalu pergi.
dewa Tang Xu yang melihat itu hanya tersenyum.
'tidak orang tua dan tidak anak sama saja selalu mengerikan bila berlatih' batin dewa Tang Xu lalu memasuki kediamannya.
BERSAMBUNG.....
Gimana ceritanya seru gak? jangan lupa komen yaa buat kasih saran.
dan jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa.
__ADS_1
see you next time dan bye bye.