Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
122. Datangnya peringkat 72 dari Iblis Solomon


__ADS_3

setelah kepergian Juli wanita bersayap itu pun langsung memperbaiki Arena pertandingan seperti sedia kala, ia juga menghidupkan orang-orang yang mati tapi tidak untuk ke 5.000 orang menantang Juli sebelumnya.


wanita bersayap itu pun terbang di atas Arena pertandingan dan berkata.


"Kalian Manusia terlalu egois, hanya karena Juli mengeluarkan kekuatan sejahat itu kalian sudah mengganggap nya Monster. Kalian manusia harusnya sadar dia melakukan itu apa kalian tau sebabnya?." ucap wanita Bersayap itu.


semua orang disana hanya diam tidak menjawab apa-apa.


lalu wanita Bersayap itu pun berkata.


"Kalian saja tidak tau, tapi kalian asal main menghakimi saja. Juli melakukan itu karena Planet ini sedang dimata-matai oleh Ratusan organisasi kejahatan yang paling berbahaya di Dunia, mereka tadi sedang melakukan Rapat bersama untuk menghancurkan Planet ini berserta isinya. mereka melakukan itu karena Juli berada disini makanya mereka ingin menyerang tepat 2 jam lagi dari sekarang, Tapi salah mereka tidak mengetahui bahwa Juli bisa melihat masa depan. maka dari itu Juli melancarkan serangannya duluan ke Planet 4, itu saja masih ada organisasi kejahatan yang masih selamat." ucap wanita itu dengan suara lantangnya yang membuat orang-orang disana ketakutan.


"Aku kecewa dengan kalian manusia, sudah bermiliar-miliar abad kalian tidak berubah. para penguasa alam semesta selalu mengutamakan kepentingan kalian, tetapi kalian masih bodoh seperti dulu. Aku sebagai Jelmaan Perintah Tuhan Keangungan dan Dewi yang menguasai Kehampaan, Ruang, dan Waktu. Benar-benar kecewa dengan kalian semua." ucap Wanita itu yang merupakan eksistensi tertinggi selain Juli.


semua orang-orang yang mengetahui identitas dari wanita Bersayap itu pun terkejut dan mereka langsung bersujud, kecuali Zero dan Kakak Juli yang dimana Eksistensi mereka setara.


Wanita Bersayap itu masih terbang dan menatap semua orang-orang yang bersujud kepadanya.


"Bila kalian bersujud dunia akan selamat gitu?." ucap wanita bersayap itu dengan ketus.


orang-orang hanya diam dan tidak berkata apa-apa.


lalu wanita bersayap itu pun berkata.


"Aku tidak perlu sujud kalian, aku hanya ingin berkata bahwa Kekacauan akan tiba setelah bersatu nya Cahaya dan Kegelapan." ucap Wanita Bersayap itu lalu menghilang menjadi butiran cahaya.


semua orang bingung apa yang dimaksud oleh wanita bersayap itu, bahkan Zero pun tidak memahaminya meski ia adalah Penguasa alam semesta yang pertama.


mereka pun ingin memulai kembali perlombaan meski ada sedikit kendala, tetapi saat ini yang bersaing hanya Tim academi Barbara dan Academi Magician untuk menentukan siapa yang menjadi juaranya.


ketika pembawa acara itu ingin memulai acara setelah beristirahat 30 menit tiba-tiba mereka mendengar suara ledakan yang sangat dahsyat.


BOAMMMMMM.....


"Zero aura ini." ucap Xia terkejut.


begitu juga dengan Zero yang terkejut dan segera berkata.


"Tidak salah lagi, musuh menyerang." ucap Zero langsung pergi melesat terbang.


sedangkan disisi Death forest saat ini....


BOAMMMMMM.....


"HAHAHAHA.... Mau lari kemana sekarang kau wahai penguasa absolute seluruh alam semesta?." ucap seseorang yang terbang diatas langit sambil tersenyum menyeringai.


orang yang terbang itu pun melihat ke arah bawah yang Ternyata ada Juli yang menahan serangan orang terbang itu.


Flashback sebelumnya....


setelah Juli pergi meninggalkan Arena pertandingan ia berencana kembali ke kerajaan Alcemy melewati hutan Death forest yang pernah ia datangi.


tempat itu adalah dimana Juli menanam pohon sakura yang tumbuh subur di antara ribuan pohon mati yang ada disana.


Juli yang melihat pohon sakura itu pun turun untuk membersihkan bawahnya, karena Juli selalu melakukan ini setiap 1 bulan sekali bila ada waktu.


Juli pun mendekati pohon sakura besar itu dan menaruh tangannya di batang pohon lalu Juli pun berkata.


"Sepertinya aku akan jauhi oleh orang-orang." ucap Juli menghela nafas berat nya.


lalu ia pun duduk dibawah pohon sakura itu untuk menenangkan dirinya.


"Sungguh sangat lelah, bukan lelah secara fisik. tapi lelah secara mental, karena perubahan tadi membuat mental ku saling bertabrakan. aku sungguh lelah mungkin butuh Waktu 2 hari untuk beristirahat, jadi aku akan menghindari petarung terlebih dahulu. jika tidak aku akan kewalahan karena saat ini aku hanya setara dengan level 250 Miliyar." ucap Juli membaringkan tubuhnya.


"Kalo di ingat-ingat tempat ini adalah kenangan yang membuat aku dan Raphael terpisah, dan disini juga aku memulai petualangan ku bersama Raphael waktu mencari anggota Nanatsu no Taizai." ucap Juli tersenyum tipis.


ketika Juli ingin memejamkan matanya ia merasa sangat lapar, akhirnya dia pun mencari makanan yang ia bisa makan dari penyimpanan Inventory nya.


"Hmmm....disini ada daging mentah dan Bir tanpa alkohol, ini sudah lebih dari cukup untuk mengganjal perut." ucap Juli tersenyum puas.


lalu Juli pun mengumpulkan kayu ranting untuk membakar dagingnya.


"Tidak ada yang lebih baik ketika makan daging tanpa minum bir." ucap Juli tersenyum manis sambil meminum Bir nya.


"Ahhhhhh.....memang mantap, tinggal menunggu daging sambil beristirahat." Ucap Juli tersenyum manis tapi terlihat bahwa ia sangat kesepian dan sedih.


Juli pun menunggu daging masak, sambil menunggu ia pun mengingat semua kebersamaan bersama anak-anak dan para istrinya.


"Xixixixixi.... Mengingat hal itu membuat ku sangat senang." ucap Juli tersenyum manis mengingat masa bersama keluarganya di dunia ini.


saat Juli asyik bernostalgia ia mencium bau dagingnya telah masak.


"Woahhhhhh.... dagingnya masak, waktunya makan aammm...." ucap Juli mengunyah dagingnya.


"Hmmmm....ini yang terbaik, makan daging ditemani Bir terbaik yang pernah ada." ucap Juli mencoba menghibur dirinya yang kesepian.


sesuai makan Juli pun berbaring sambil melihat bunga sakura yang berguguran.


"Sungguh suasana ini yang selalu aku ingin selama hidupku, keadaan yang damai, tenang, nyaman, dan sejuk. tanpa ada konflik sedikit pun, andai aku bisa merasakan ketenangan ini selamanya." Ucap Juli tersenyum manis dan memejamkan matanya.


~Swoshhhhhhh~


ketika Juli ingin tertidur ia merasakan aura membunuh yang sangat pekat menuju ke arahnya.

__ADS_1


'Bahaya, orang ini berada di Level 312 Miliyar. serta ia membawa 36 Legion Iblis atau 180.000 iblis dengan rata-rata Level diatas 15 Miliyar, Gawat bila seperti ini aku tidak bisa mengeluarkan pasukan bayangan juga lagi.' batin Juli panik.


"System apa tidak ada cara untuk mengalahkan mereka?." ucap Juli panik.


[Ding!!! Error' tidak dapat memproses permintaan tuan rumah, dikarenakan System sedang mengalami gangguan yang disebabkan tuan rumah memaksa kan diri.] ucap System di benak Juli.


Juli yang mendengar itu semakin terkejut.


"Sial bila seperti ini hanya aku yang satu-satunya yang harus melawan mereka, tapi bila aku meminta bantuan yang lain?." ucap Juli berfikir.


"Tidak, aku tidak bisa menyusahkan mereka. lagian Percuma saja mereka ada, mereka hanya akan mati sia-sia karena Level mereka bahkan tidak setara dengan pasukan yang di bawa oleh orang itu." ucap Juli serius.


pikiran Juli mulai kacau memikirkan rencana yang harus ia lakukan untuk melawan musuh yang akan datang.


ketika Juli sedang berfikir tiba-tiba ada Serangan mendadak yang dilancarkan oleh seseorang.


"Fire Tecnique ; Fire ball Destruction." ucap seseorang yang melancarkan serangannya kepada Juli.


Juli yang merasakan bahaya segera mengambil Pedang Lostvayne nya.


"Full Counter." ucap Juli membalikkan serangan sihir itu.


sihir itu pun berbalik tapi yang mengejutkan nya adalah serangan itu tidak hanya 1 melainkan 3 serangan berturut-turut.


'Gawat, aku hanya bisa membalikkan satu lagi. bila yang satunya ku hindari maka pohon sakura ini akan hancur ' batin Juli mulai berfikir.


"Tidak ada pilihan." ucap Juli.


"Full Counter, Perfect Cube." ucap Juli mengeluarkan 2 skillnya sekaligus.


yang dimana serangan ke 2 ia pantulkan dan yang ke 3 ia tahan dengan Perfect Cube nya yang dimana membuat ledakan yang sangat dahsyat.


Kembali ke masa yang sekarang.


"Huh...huh....huh... Siapa kau? dan kenapa kau menyerang ku?." ucap Juli dengan nafas yang kelelahan.


orang itu pun turun dari Langit dan memotong elang yang melewatinya.


"Perkenalkan Aku adalah salah satu dari 72 Iblis Solomon, peringkat ke 72. Amdromalius." ucap orang itu yang memiliki kulit pucat seperti Vampire.



{Ilustrasi Amdromalius, memiliki level 312 Miliyar.}


Juli yang mendengar itu pun menjadi waspada karena yang dihadapinya saat ini orang yang menyebabkan semua terbentuknya organisasi kejahatan adalah ulah 72 Iblis Solomon.


"Kenapa kau mencari ku?." ucap Juli waspada.


Amdromalius pun berkata.


Juli yang mendengar itu pun hanya diam dan waspada.


Amdromalius yang melihat itu pun berkata.


"Tidak perlu waspada, aku bisa saja saat ini membunuh mu dan menghancurkan Planet ini." ucap Amdromalius tersenyum percaya diri.


Juli yang mendengar itu pun berkata dengan suara serius.


"Aku akan menyerahkan diri kepada 72 Iblis Solomon, asalkan jangan kau Hancurkan Planet ini." ucap Juli serius.


Amdromalius pun berkata.


"Kenapa kau menyerahkan diri? apa kau sedang di jauhi sekarang oleh Ras manusia? sehingga kau ingin mengorbankan diri mu untuk keselamatan Planet ini?." Ucap Amdromalius tersenyum menyeringai.


"Tidak, aku menyerahkan diri karena tidak ingin Planet yang menjadi tempat tinggal dan kenangan anak bersama istri ku hancur begitu saja." ucap Juli dengan wajah serius.


Amdromalius yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Owhhh Anak dan Istri kah? dimana mereka sekarang? apa mereka sudah tidak ada atau mereka menjauhi mu karena kekuatan mu yang mengerikan itu?." ucap Amdromalius memancing emosinya Juli.


Juli pun berkata.


"Kau tidak perlu tau itu yang jelas aku akan menyerahkan diri asal kau tidak menghancurkan Planet ini." ucap Juli.


Amdromalius pun berkata.


"Apa hanya itu saja alasan mu?." ucap Amdromalius menaikkan sebelah alisnya.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum manis dan tertawa kecil.


"Xixixixixi....Kau bukan seorang ayah, jadi tidak akan tau." ucap Juli tersenyum manis.


"Yang jelas Apa ada Alasan seorang Ayah untuk melindungi keluarga kecilnya?." ucap Juli menundukkan kepalanya ke bawah.


disaat menundukkan kepala Juli mengingat masa bersama keluarga dan anak-anaknya.


setelah itu Juli berkata dengan System.


'System lepaskan ikatan kontrak ku dengan Raphael dan Rapunzel, aku tidak ingin bila aku mati mereka juga ikut. aku juga tidak yakin apa aku bisa melawan mereka, tapi setidaknya bila aku mengulur waktu hingga kekuatan ku sedikit pulih maka aku bisa melawan mereka semua.' batin Juli.


[Ding!!! Melepaskan Ikatan kontrak dengan Nona Raphael dan Nona Rapunzel.


Tuan rumah sudah terbebas dari System Raphael dan Rapunzel, dan tuan hanya terikat dengan System saya sendiri.] ucap System.

__ADS_1


Juli yang mendengar itu pun mengangguk puas.


sedangkan disisi Arena pertandingan saat ini.


"Kakak Ayah melepaskan ikatan kontrak dengan kita." ucap Rapunzel Panik.


Raphael yang mendengar itu pun mencoba mengeceknya dan ternyata benar.


"Sial kenapa ayah melakukan ini? Rapunzel segera lacak keberadaan Ayah." ucap Raphael juga panik ntah kenapa perasaan nya tidak enak.


Rapunzel pun berkata.


"Tidak bisa kak, bila kita terlepas ikatan kontrak dengan ayah maka kita tidak bisa mencari keberadaan ayah." ucap Rapunzel.


Raphael yang mendengar itu pun semakin tidak enak perasaannya.


"Jangan-jangan ledakan tadi, Rapunzel segera tampilkan Layar hologram di sekitar hutan Death forest." ucap Raphael.


Rapunzel hanya mengangguk dan segera mencari keberadaan ayah nya.


sedang para istri Juli yang bingung melihat ke 2 anak nya panik pun bertanya.


"Raphael kenapa kalian panik?." ucap Clarisha bingung.


Raphael yang mendengar itu pun berkata dengan panik.


"Ayah maa...Ayah melepaskan ikatan kontrak dengan kami berdua." ucap Raphael pusing.


para Istri Juli yang mendengar itu sangat terkejut karena mereka tau sebenarnya siapa Raphael dan Rapunzel sebenarnya.


Istri Juli mengira suaminya akan kembali kerajaan atau Kekaisaran, karena mereka mengira suaminya ingin menenangkan diri.


disaat istri Juli berfikir tiba-tiba mereka terkejut mendengar Rapunzel berteriak histeris.


"AYAHHHHH....." Teriak Rapunzel membuat semua orang disana terkejut.


"Ada apa Rapunzel? dimana keberadaan ayah?." ucap Raphael.


Rapunzel pun berkata dengan suara pelan.


"Ayah berada di hutan death forest yang ada sebuah pohon sakura, saat ini ayah dibawa pergi oleh seorang laki-laki dengan keadaan ayah di ikat oleh rantai dan terluka parah." ucap Rapunzel menjelaskannya dengan ingin menangis.


istri dan anak-anak Juku kaget mendengar itu.


"Aku akan segera mendatangi ayah." ucap Raphael serius.


ketika ia ingin pergi tiba-tiba ada Zero yang datang sambil melemparkan sebuah surat.


"Kalian tidak perlu mencari Juli, bila kalian mencarinya maka kalian hanya akan mati dibunuh oleh 72 Iblis Solomon. dan juga ini keinginan Juli untuk dibawa pergi, karena ia merasa bersalah dengan semua orang yang ada disini karena telah membuat kalian takut." ucap Zero.


Raphael yang mendengar itu pun mengigit bibirnya karena menahan tangisnya lalu ia membuka surat yang diberikan oleh Zero.


'Untuk semuanya aku minta maaf, terutama untuk anak-anak ku karena telah membuat kalian takut karena kekuatan yang ayah miliki. dan untuk para istri ku, aku juga meminta maaf kepada kalian karena telah melukai kalian dan aku berharap anak ku yang ada di dalam kandungan baik-baik saja. kalian tidak perlu mencari ku, aku baik-baik saja.


KARENA AKU SEDANG BERTAMASYA KE RUMAH SALAH SATU 72 IBLIS SOLOMON, TE-HEE. 😋


Intinya tidak perlu khawatir paling tidak 2 hari aku akan kembali pulang, jadi gak usah alay yaa mau nangis-nangis segala. ingat ini bukan Novel drama, ini Novel Fantasy.


Dah itu aja bye-bye keluarga tersayang ku, aku mencintai kalian semua Muuaacchhhhh....😘'.


Raphael yang membaca surat itu pun mengeluarkan urat emosi nya.


"Dasar ayah kurang ajar, disaat-saat seperti ini kau berani nya bercanda dengan ku ARGHHHHHH.... lihat saja saat kau pulang aku akan membunuhmu." ucap Raphael membanting surat yang Juli berikan.


sedangkan Zero tertawa terbahak-bahak.


"HAHAHAHAH..... kalian terlalu serius, aku tadi bertemu dengan Juli sebelum ia pergi. ia mengatakan bahwa ia ingin mencari informasi tentang organisasi kejahatan yang selamat dan ia berkerjasama dengan Amdromalius salah satu Iblis Solomon yang gila Akan permainan, jadi Juli menyogok nya dengan sebuah game yang ada di Hp nya HAHAHAHA.... lucu sekali melihat ekspresi sedih kalian, seperti yang Juli katakan bahwa ini akan sangat lucu." ucap Zero tertawa terbahak-bahak.


Istri dan anak-anak Juli yang mendengar itu sangat malu.


"Dan juga ia memutuskan ikatan kontrak dengan Raphael dan Rapunzel Karena ia tidak ingin kalian menggangu saat ia sedang liburan." ucap Zero mengeluarkan air mata karena tertawa terbahak-bahak.


"Mama ayo kita pulang, aku malas bila tidak ada ayah disini." ucap Laffey mengajak ibu nya pulang.


para istri Juli hanya mengangguk dan mereka segera pulang kembali ke kerajaan Alcemy terlebih dahulu lalu pulang ke Kekaisaran Holy Britannian.


Zero juga sudah mengatakan bahwa 10 Dewan Elite mengundurkan diri dari Festival Suci, karena Kapten mereka sedang berak-berak jadi gak bisa bertarung.


para panitia yang mendengar itu hanya mengangguk dan memaklumi nya, lagian mereka juga tidak berani macam-macam dengan Tim Juli dan keluarganya.


dan untuk semua orang yang ada di Arena pertandingan juga sudah tidak mempermasalahkan Juli dan mereka tidak akan takut dengan Juli lagi, karena ingatan mereka tentang amukan Juli telah di hapus oleh wanita yang bersayap tadi kecuali Zero, Xia, Kakak Juli, dan Keluarganya untuk sisanya mereka di hapus memori tentang Juli marah dan matinya kepala academi Knightley.


Chapter ini pun di akhiri dengan para pembaca kena Prank Juli :v.


Bersambung....


****


WKWKWK kena Prank Juli....


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.

__ADS_1


__ADS_2