Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
86. Kembali Ke dunia SANCTUARY dan Wanita Petualang Rank Hero


__ADS_3

Keesokan harinya...


Juli dan yang lainnya saat ini sedang sarapan pagi sebelum pergi dari dunia Zero.


"Juli apa kau yakin ingin segera pergi?."ucap Nenek Juli yaitu Xia.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Tentu saja nek. lagian masa cooldown untuk aku hidup kembali telah selesai, aku juga ada sebuah hal yang harus ku selesaikan dengan para pahlawan."ucap Juli sambil menyendok makanannya.


Xia pun mengangguk dan berkata.


"Baiklah Nenek akan ikut istri mu dan Kakek akan ikut kau untuk melakukan tugas mu itu."ucap Xia tersenyum manis.


Juli yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.


"Apa nenek dan kakek yakin?."ucap Juli.


Xia dan Zero pun mengangguk dan Zero berkata.


"Tentu kami yakin. lagian aku juga akan membantumu menyelesaikan takdir ini agar lebih mudah, dan kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa kakek dan cucu dari penguasa alam semesta telah datang."ucap Zero tersenyum menyeringai ke arah Juli.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai juga dan berkata.


"setuju kakek. mari kita mempermainkan musuh-musuh kita."ucap Juli tersenyum menyeringai dan menjabat tangan Zero.


Zero pun mengangguk setuju dan ikut tersenyum menyeringai.


Xia yang melihat itu pun berkata.


"Haduhhhh nenek harap kau tidak membuat musuh kena mental bersama kakek mu."ucap Xia menggeleng kepala nya.


Juli dan Zero hanya mengangguk dan masih tersenyum menyeringai.


sedangkan mereka saat ini saling bertelepati.


'Kakek apa kita siksa dulu musuh baru dibunuh?' ucap Juli.


'Tidak jangan disiksa dulu. kita akan main-main dulu dengan mereka pura-pura menjadi orang lemah dan menjadi orang biasa yang tidak memiliki kekuatan.' ucap Zero.


'owhhhh.... pura-pura menjadi anak muda kah? padahal kita sudah tua xixixixi.'ucap Juli tersenyum menyeringai.


'Hahahah umur hanyalah sebuah angka. tapi bila mereka sombong masalah umur mari kita selesaikan.'ucap Zero.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


sesuai makan pun mereka berkumpul diruang keluarga sebelum masa cooldown Juli selesai yang hanya 10 menit lagi.


"Baiklah Raphael dan Rapunzel tolong bawa ibu, adik mu, dan nenek kalian yaa ke dimensi ayah. lalu jelaskan juga kepada para ibu mu yang lainnya bahwa ayah ada urusan, tapi tenang saja ayah akan pulang juga kok bila ada waktu."ucap Juli tersenyum tipis.


Raphael dan Rapunzel hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Owhhhh.... untuk Draken juga ikut yaa sekalian latih para bawahan ku yang lainnya seperti King, Chinatsu, dan Tiger."ucap Juli kepada Draken yang saat ini ada dipelukan Rapunzel.


"Baik Tuan besar."ucap Draken.


Juli hanya mengangguk dan berkata kepada Yato.


"Dan kakek Yato akan ikut aku dan kakek Zero yaa ke benua timur karena kita ada Misi yang harus diselesaikan. dan Kakek Yato bisa merubah penampilan agar tidak diketahui oleh orang lain."ucap Juli.


Yato hanya mengangguk dan merubah penampilannya.


Juli yang melihat penampilan Yato pun mengangguk dan tersenyum kecil.



{Ilustrasi penampilan Yato saat jadi manusia.}


lalu Zero pun berkata.


"Baiklah dengan ini sesuai rencana. Yato akan menjadi Kakek, aku menjadi ayah dan Juli menjadi anak."ucap Zero.


Juli pun mengangguk setuju dan berkata.


"Itu rencana bagus kakek Zero."ucap Juli.


Zero hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


Xia pun berbicara kepada Juli.


"Juli apa kau yakin akan memakai penampilan mu saat dulu? nenek yakin bahwa banyak orang yang mengenal diri mu."ucap Xia.


Juli pun berkata.


"Tidak nek. aku dan kakek Zero sudah memiliki penampilan yang akan kami gunakan."ucap Juli tersenyum tipis.


Zero pun mengangguk dan berkata.


"Tenang kami sudah merencanakan itu sebelumnya."ucap Zero.


lalu Juli dan Zero berdiri pergi ke kamar untuk merubah penampilan mereka.


setelah kurang lebih 4 menit akhirnya mereka kembali dengan penampilan yang berbeda.



{Ilustrasi penampilan Zero setelah merubah penampilan nya.}


lalu disebelah Zero ada seorang remaja terlihat berumur 17 tahun yang terlihat seperti anak sekolah yang tidak lain adalah Juli.



{Ilustrasi Juli setelah menyamar.}


lalu Juli pun berkata.


"Bagaimana nek penampilan kami?."ucap Juli.


Xia pun sedikit terkejut dan kembali tenang lalu berkata.

__ADS_1


"Kalian sungguh membuat ku sedikit kesal. aku yakin kalian berdua memiliki rencana aneh dengan penampilan kalian seperti itu."ucap Xia.


Juli dan Zero hanya membuang muka karena itu kenyataan bahwa mereka memiliki rencana aneh saat di benua timur nanti.


Xia yang melihat itu semakin yakin dan berkata.


"Baiklah terserah kalian saja ingin melakukan apa. aku yakin tidak ada orang yang dapat mengalahkan kalian sekarang, dan Juli tolong jaga kakek mu biar dia tidak membuat ulah."ucap Xia.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Serahkan pada ku nek. bila kakek aneh-aneh maka langsung ku panggil nenek."ucap Juli.


Xia hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


[Ding!!! Masa cooldown untuk menghidupkan kembali Tuan rumah telah selesai dalam waktu 1 menit Tuan rumah akan di kirim kembali ke tempat sebelumnya yaitu di Medan tempur.]


Juli yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dan berkata.


"Baiklah mari semua pegangan tangan karena dalam 1 menit lagi kita akan kembali."ucap Juli.


mereka semua mengangguk dan saling berpegangan tangan.


setelah berpegang tangan tiba-tiba dibawah kaki mereka ada cahaya yang sangat menyilaukan.


mereka pun menutup mata dan saat membuka mata mereka seperti disebuah tempat dengan banyak sekali tumpukan tengkorak para Monster dan Iblis.


Zero yang melihat itu pun berkata.


"Wowwww... pembantaian kah?."ucap Zero melirik ke Juli.


Juli hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


lalu Juli pun berkata.


"Baiklah Raphael dan Rapunzel kalian bisa kembali pulang dan tolong jelaskan kepada ibu kalian serta adik kalian yaa. ayah akan pulang dalam 1 bulan lagi setelah ayah memasuki academi."ucap Juli tersenyum manis.


Raphael dan Rapunzel hanya mengangguk dan Raphael berkata.


"Baik ayah. kami juga akan melatih para ibu dan adik kita yang lainnya, karena musuh kita tidak hanya 10 Chaos Legion."ucap Raphael.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu Raphael pun bersiap-siap untuk menteleportasi dirinya dan yang lainnya ke dimensi Juli.


setelah bersalam perpisahan Raphael dan yang lainnya kembali ke dimensi Juli.


yang di sana hanya tersisa Yato, Zero, dan Juli.


"Baiklah mari kita mencari tempat beristirahat. dan lagi pula aku baru tau di dunia ini ada musim salju."ucap Juli yang menyentuh salju yang berjatuhan dari atas langit.


Zero pun berkata.


"Musim salju hanya terjadi 3 tahun sekali di dunia ini jadi wajar bila kau baru mengetahuinya."ucap Zero.


Juli hanya mengangguk dan melihat sekeliling nya bahwa malam telah larut.


"Kenapa disini malam? padahal di dunia kakek masih pagi hari."ucap Juli.


"Baiklah mari kita cari tempat untuk beristirahat bila aku tidak salah di dekat gunung sini ada sebuah rumah sederhana, sapa tau pemiliknya bisa mengijinkan kita beristirahat 1 malam."ucap Juli.


Zero dan Yato hanya mengangguk dan mereka pergi mengikuti Juli.


dengan cahaya yang diciptakan oleh Juli agar menerangi jalan mereka.


setelah berjalan kurang lebih 1 jam akhirnya mereka tiba disebuah rumah batu sederhana yang hanya 1 rumah saja.


lalu Juli mengetuk pintu.


Tokkk.... Tokkkkk...Tokkk.


"Permisi apa ada orang? boleh kah kami menumpang untuk beristirahat 1 malam saja."ucap Juli.


lalu terdengar suara wanita dari dalam rumah itu.


"Baik tunggu sebentar."ucap wanita itu.


CLEKKK....


pintu pun terbuka dan memperlihatkan seorang wanita berambut ungu yang sedang memakai jaket untuk menghangatkan tubuh nya.


"Iya silahkan masuk."ucap wanita itu.



{Ilustrasi wanita itu.}


Juli pun hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu mereka bertiga pun masuk.


wanita itu pun menutup pintu agar angin tidak masuk ke dalam rumah.


wanita itu membawa Juli ke ruang tamu dan menyediakan minuman hangat dan kue.


"Kalo boleh tau dari mana asal kalian? kenapa malam bersalju seperti itu kalian keluar?."ucap wanita itu tersenyum kecil ke arah Juli.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"ahhhh...saya bersama ayah dan kakek saya berasal dari benua sebelah dan saya ke sini karena ingin mendaftar diri ke academi."ucap Juli.


Wanita itu pun mengangguk dan berkata.


"Kalo boleh tau siapa nama kalian? nama saya Kyoko Kirigiri."ucap wanita itu.


Juli pun memperkenalkan diri nya.


"Nama saya Yuuzaki Juli, dan ini ayah saya bernama Yuuzaki Zero lalu Kakek saya bernama Yuuzaki Yato."ucap Juli sambil memperkenalkan Zero dan Yato yang dari tadi hanya diam saja.


Wanita itu pun hanya mengangguk dan berkata.

__ADS_1


"Baiklah kalian bisa tinggal disini selama apa pun dan kalian bisa tidur di kamar atas."ucap Wanita itu.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu mereka pun mengobrol hingga waktu jam tidur tiba.


Zero dan Yato pun pergi beristirahat yang tersisa hanya Juli dan wanita itu.


"Hmmm...nona Kyoko kalo boleh tau, apa nona hanya tinggal sendiri disini?."ucap Juli.


lalu wanita itupun berkata.


"Panggil saja Kirigiri tanpa ada kata nona atau Kyoko. dan untuk pertanyaan mu sebenarnya saya tinggal bersama ke 2 orang tua saya, tapi mereka meninggal akibat Serangan waktu itu akibat kudeta para kesatria Suci."ucap Kirigiri tenang.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Kau terlihat seperti tenang sekali Kirigiri."ucap Juli tersenyum tipis.


Kirigiri hanya mengangguk dan berkata.


"Tidak ada guna nya bila kita dendam. karena bila dendam itu terbalaskan orang yang mati tidak bisa dihidupkan kembali."ucap Kirigiri tersenyum manis ke arah Juli.


Juli hanya mengangguk saja dan tidak berkata apa-apa.


lalu Juli pun berkata.


"Jadi selama ini kau tinggal sendirian dan berkerja sendiri untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari mu?."ucap Juli.


Kirigiri pun menggelengkan kepalanya dan berkata.


"Sebelumnya aku tinggal bersama tunangan ku tapi itu hanya beberapa bulan saja, hingga ia pergi karena memiliki tunangan baru dari Murid academi Barbara yang dibilang jenius."ucap Kirigiri terlihat sedih.


"Setelah kepergian tunangan ku, aku hanya berkerja menjadi seorang petualang untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari ku."ucap Kirigiri.


Juli yang mendengar itu pun nampak bersalah karena menanyakan tentang itu.


"Maaf aku menanyakan hal yang tidak ingin kau ingat."ucap Juli sambil menundukkan kepalanya.


Kirigiri yang mendengar itu pun berkata.


"Tidak apa-apa lagian pria seperti itu tidak pantas untuk di tangiskan. dan juga kau pria yang baik, pasti yang menjadi istri mu akan sangat beruntung."ucap Kirigiri tersenyum manis ke arah Juli.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Ntahlah aku juga tidak tau apa mereka beruntung atau tidak. karena selama ini aku selalu sibuk dengan urusan ku sendiri."ucap Juli terlihat sedih.


Kirigiri yang mendengar itu pun berkata.


"Memang kau sudah menikah Juli?."ucap Kirigiri bertanya.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Sudah. dan aku memiliki 26 istri dan 32 anak."ucap Juli tersenyum tipis.


Kirigiri yang mendengar itu pun sangat terkejut dan berkata.


"apa kau yang memaksa mereka?."ucap Kirigiri.


Juli pun menggeleng kepala saja dan berkata.


"Tidak. aku tidak memaksa mereka, itu adalah kemauan mereka sendiri ingin menjadi istri ku. meski aku sudah memiliki banyak istri dan anak."ucap Juli.


Kirigiri pun mengangguk saja dan tidak berkata apa-apa.


lalu Juli pun berkata.


"Bila kau seorang petualang maka di rank apa Kirigiri?."ucap Juli.


"Rank Hero dengan level 85.274.000."ucap Kirigiri.


Juli hanya mengangguk dan diam saja.


Kirigiri yang melihat Juli tenang pun berkata.


"Apa kau tidak terkejut dengan level ku?."ucap Kirigiri.


Juli yang mendengar itu pun tidak tau harus berkata apa.


'Yaaa kali kalo aku bilang bahwa level mu seperti tukang sapu di kekaisaran ku, nanti nanges.'batin Juli.


"Hahaha...itu cukup tinggi bagi seorang gadis seperti mu."ucap Juli sambil tersenyum terpaksa.


Kirigiri hanya mengangguk dan tersenyum bangga.


lalu Juli pun berkata.


"Baiklah ini sudah malam. mari beristirahat dan juga besok aku ingin mendatangi anak ku serta istri ku di kekaisaran."ucap Juli keceplosan.


Kirigiri pun bingung dan bertanya.


"Kekaisaran? apa kau seorang pangeran?."ucap Kirigiri.


Juli yang mendengar itu pun bingung harus berkata apa.


"Lupakan besok kau akan ku ajak, jadi mari beristirahat."ucap Juli.


Kirigiri yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah mari tidur. selamat malam Juli."ucap Kirigiri tersenyum manis ke Juli.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


lalu mereka pun beristirahat.


Bersambung....


***


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.

__ADS_1


see you next time dan bye bye.


__ADS_2