Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
96. Hari Pertama masuk academi


__ADS_3

5 hari telah berlalu...


saat ini Juli sedang ada di dimensi miliknya berjalan-jalan di Kekaisaran Holy Britannian untuk mencari kebutuhan untuk masuk academi nanti.


ia sedang mencari tas, buku, dan pena bulu untuk menulis.


Juli saat ini berjalan-jalan bersama Lily, Sena, Emma ,dan Theresia.


Theresia sendiri sudah bisa berdiri dan berjalan walaupun hanya bertahan 2 jam saja dan setelah itu akan kembali duduk di kursi roda.


mereka pun berkeliling Kekaisaran Holy Britannian untuk melihat-lihat apa ada tas yang cocok untuk mereka.


saat diperjalanan Juli juga disapa oleh para rakyatnya sendiri dan Juli pun menyapa balik mereka.


awalnya Lily, Sena, Emma, dan Theresia terkejut ternyata Juli adalah seorang kekaisaran yang memiliki pasukan lebih dari 150 juta orang dengan Level diatas 90.000.000.


mereka pun juga semakin kagum karena Juli adalah seorang pemimpin yang baik dan juga adil terhadap rakyatnya.


kembali ke cerita.


setelah berkeliling 1 jam akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan 2 lantai yang menjual peralatan sekolah.


Juli dan yang lainnya pun memasuki bangunan itu dan disambut oleh penjaga kasir disana.


"Selamat datang Yang mulia Kaisar, di toko kami."ucap penjual itu ramah.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Baiklah silahkan kalian pilih yang kalian mau, dan masalah pembayaran serahkan pada ku."ucap Juli lalu pergi.


para wanita hanya mengangguk dan tersenyum manis.


setelah mencari-cari akhirnya mereka menemukan barang yang mereka suka.


sedangkan Juli sudah dari tadi selesai dan menunggu mereka kurang lebih 2 jam hanya untuk mencari tas, buku dan pena bulu.


'Sungguh wanita saat belanja seperti membahas strategi perang saja.'batin Juli.


setelah itu para wanita kembali dan menuju ke arah Juli.


"Sayang sayang apa aku cocok?."ucap Sena tersenyum manis sambil menunjuk tas yang ia pilih.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Apa pun yang kalian pakai atau gunakan sangat cocok, karena dari sana memang kalian cantik."ucap Juli tersenyum manis.


para wanita itu menjadi malu saat melihat senyuman Juli.


setelah itu Juli pun membayar semua barang-barang yang ia beli.


seusai membayar nya Juli kembali ke istana Kekaisaran Holy Britannian.


dan Juli akan tinggal disana untuk 2 hari ke depan hingga masuk academi tiba.


untuk Emma sendiri ia sudah ijin kepada ke dua Orang tua nya untuk menginap di Mansion Juli hingga hari masuk academi tiba.


dan orang tua Emma mengijinkan itu karena ia ditemani oleh kepala academi Barbara secara langsung dan menejelaskan siapa Juli ini sebenarnya, tapi kepala academi Barbara juga menyuruh orang tua Emma untuk merahasiakan ini.


sedangkan untuk academi Barbara saat ini lagi masa pembangunan yang dimana Juli tidak mengirimkan 200.000 orang melainkan langsung 450.000 orang agar semakin cepat selesai.


katanya kepala academi Barbara hari ini adalah hari penyusunan barang-barang untuk setiap kelas dan kebutuhan peralatan academi.


seperti ruang latihan, arena pertandingan, lab, perpustakaan ,dan masih banyak lagi.


kembali ke cerita...


2 hari telah berlalu...


saat ini Juli dan yang lainnya bersiap-siap menuju academi Barbara dengan menaiki kereta kuda milik Juli, tapi mereka akan berhenti jauh dari academi karena mereka malas menjadi mencolok disana.


setelah tiba di academi mereka pun pergi ke papan pengumuman dan melihat data-data nama mereka untuk masuk kelas mana.


setelah mencari cukup lama akhirnya Lily menemukan kelas nya yang sekelas dengan Sena, Emma, dan Theresia di kelas 3-S.


yang dimana itu adalah ulah Juli untuk menjadikan mereka 1 kelas agar bisa menjaga Theresia dan mereka malah senang bisa 1 kelas.


sedangkan dikelas 1-S berisi para pahlawan laki-laki dan para bangsawan yang menjadi sorotan saat ujian tes masuk academi kemarin.


setelah mencari lama nama Juli dan Zero tidak ada dalam daftar list kelas, mereka berdua pun bingung dan mendatangi kepala academi ke ruangannya.


Tokkkkkk....Tokkkkk....


"Kepala academi ini saya Juli dan Zero."ucap Juli tenang.


"Masuk saja Tuan Juli dan juga tuan Zero."ucap kepala academi.


Juli hanya mengangguk dan membuka pintu.


CLEKKK...


Juli dan Zero pun masuk dan duduk di dekat jendela.


"Jadi kepala academi dimana kelas kami?."ucap Zero bertanya.


kepala academi pun berkata.


"Untuk saat ini bila tuan Juli dan tuan Zero mau. anda akan menempati Kelas E yang di anggap kelas sampah, apa tuan mau?."ucap kepala academi.


Zero yang mendengar itu pun tersenyum dan berkata.

__ADS_1


"Baiklah kami menerimanya, lagian kelas E tidak memiliki guru kan? maka itu akan baik-baik saja bagi kami."Ucap Zero.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Benar. lagian kami juga akan sering ijin untuk keluar masuk academi, kami juga ingin kelas E menjadi ruang hak kami tanpa ada ganggu gugat dari orang lain. karena kami ingin merenovasi kelas E." ucap Juli sambil berfikir.



{Ilustrasi Juli dan Zero dalam penyamaran murid academi, Rambu putih itu Juli dan sebelahnya Zero.}


"Oiyaa apa kelas E jauh dari keramaian?."ucap Juli bertanya.


kepala academi hanya mengangguk dan berkata.


"Letak kelas E berada di dekat gunung belakang academi yang berdekatan dengan hutan Buas."ucap kepala academi.


"Monster disana hanya berisi Monster berlevel terendah 12.000.000 -> 47.900.000."ucap kepala academi.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Tidak masalah tentang Monster, intinya kelas E jauh dari keramaian."ucap Juli tersenyum tipis.


Zero hanya mengangguk dan mereka berdua berdiri untuk pergi.


"Baiklah kelas E akan menjadi hak milik Tuan Juli bersama Tuan Zero, jadi bila anda ingin melakukan apapun kami tidak akan ikut campur dan saya juga akan memberitahu para guru-guru lain."ucap kelapa academi.


Juli hanya mengangguk dan pergi.


"Kami pergi dulu kepala academi, terimakasih infonya."ucap Juli melambaikan tangannya.


"Sama-sama tuan Juli."ucap kepala academi Barbara sambil tersenyum kecil.


sedangkan Juli dan Zero saat ini menuju kelas E yang berada diatas gunung.


setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka tiba dikelas itu.



{Ilustrasi kelas E, tempat yang sudah 10 tahun tidak ditempati.}


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Wowww....Sangat tua sekali."ucap Juli datar.


"Sepertinya kita harus bersih-bersih dulu."ucap Zero.


Juli hanya mengangguk dan mereka pun membersihkan kelas E mulai dari dalam hingga halaman Kelas E.


Juli juga membeli berbagai macam kebutuhan untuk dikelas ini.


ia juga menambahkan beberapa lukisan indah dan hiasan lainnya hingga membuat kelas E yang awalnya gubuk tua sekarang seperti sebuah kelas hotel bintang 5.


bahkan dikelas itu ada dapur khususnya, ruang tamu khususnya, ruang kelas sendiri, dilantai bawah tanah Juli juga membuat sebuah kamar tidur yang terdiri 15 kamar dan 10 kamar mandi terpisah yaitu 5 wanita dan 5 pria.


Juli juga membuat sebuah kolam ikan berukuran 2X2 meter yang berisi ikan-ikan hias, tidak lupa juga Juli memasang segel niat buruk, sihir pelindung dan beberapa sihir ilusi bila ada orang ingin berniat jahat.


intinya kelas E yang dulu tempat tidak berguna atau terbengkalai diubah menjadi sebuah surga kecil yang sangat indah dan nyaman serta sejuk angin gunung.


setelah melakukan renovasi Kelas E selama 5 jam akhirnya mereka berdua beristirahat untuk menikmati pemandangan indah dari atas gunung ini.


"Sungguh bodo orang-orang yang menolak masuk kelas E."ucap Zero.


sedangkan Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Mereka hanya menilai dari sampulnya saja dan tidak melihat nilai dari sampul itu."ucap Juli tersenyum tipis.


Zero hanya mengangguk dan mereka menikmati hingga tengah hari tiba.


"Baiklah ini sudah siang hari, mari kita masak untuk makan siang."ucap Juli berdiri sambil membawa piring dan gelasnya.


Zero juga ikut berdiri dan masuk ke dalam.


saat masuk terlihat pemandangan seperti tempat orang-orang mabuk yaitu Bar.



{Ilustrasi ruang kelas E setelah Juli ubah, dan abaikan langit malam nya.}


"Mau beberapa kali pun memandang nya tidak akan pernah bosan."ucap Zero tersenyum tipis.


"Tentu karena aku sengaja membuat tempat seperti ini untuk bersantai."ucap Juli lalu masuk ke meja bartender.


lalu Juli bertanya pada Zero.


"Jadi tuan mau makan apa siang ini?."ucap Juli seperti Seorang ahli dalam melayani pembeli.


Zero yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala dan berkata.


"Aneh-aneh saja, buatkan saja makanan terbaikmu."ucap Zero.


Juli hanya mengangguk dan memulai masak.


saat masak tiba-tiba ia merasakan hawa kehadiran 8 orang anak muda.


Juli yang merasakan itu pun berkata kepada Zero.


"Zero jemputlah Mereka, sepertinya mereka akan bersama kita dikelas ini."ucap Juli tersenyum tipis.


Zero hanya mengangguk dan menjemput orang-orang yang berada diluar.

__ADS_1


sedangkan disisi luar terdapat 3 pria dan 5 wanita remaja yang kagum dengan kelas' E setelah Juli renovasi.


"Wahhh bukannya ini indah? yang ku dengar kelas E Adalah tempat terbengkalai yang tidak digunakan selama 10 tahun." ucap salah satu wanita itu.


"Benar, bahkan ini seperti berada di taman Kerajaan."ucap salah satu pria yang terlihat seperti bangsawan.


yang lainnya hanya mengangguk saja dan kagum melihat sekitar.


lalu mereka mendengar suara yang berbicara.


"Jadi apa kalian adalah murid baru kelas E juga?."ucap suara itu yang tidak lain adalah Zero.


mereka semua berbalik dan melihat Zero tersenyum tipis.


lalu salah satu pria dari mereka maju dan berkata.


"benar kami murid baru kelas E yang baru saja mendaftarkan diri."ucap pria itu.


Zero yang mendengar itu pun bingung dan berkata.


"Jalur belakang kah?."ucap Zero.


mereka hanya mengangguk dan menundukkan kepala.


Zero yang melihat itu pun berkata.


"Tidak apa-apa, mau lewat belakang atau depan, atas, bawah, segitiga, kotak , X tidak perduli dengan itu. yang jelas kalian sudah bersungguh-sungguh untuk bersekolah maka jangan mengecewakan orang tua kalian."ucap Zero tersenyum tipis.


mereka yang mendengar itu pun terkejut, biasanya orang-orang akan menghina mereka karena lewat jalur belakang karena itu sama saja tidak Berbakat bagi para bangsawan.


"Baiklah ikut dengan ku, kita akan bertemu dengan 1 orang lagi didalam."ucap Zero.


"Oiyaa sebelum itu perkenalkan nama saya Yuuzaki Zero."ucap Zero dan pergi.


mereka hanya mengangguk dan ikut Zero masuk.


saat masuk mereka semakin kagum dengan ruang kelas E yang terlihat sangat mewah.


"Wahhh bukannya ini keren? kelas kita bahkan ada dapur, ruang tamu, dan kelas menjadi 1."ucap pria itu.


Zero yang mendengar itu pun berkata.


"Ini adalah ulahnya yang merenovasi kelas ini dan juga kita tidak memiliki guru, jadi kita bisa bebas."ucap Zero sambil menunjuk Juli.


mereka pun melihat ke Juli dan kagum melihat Juli yang sangat profesional saat masak.


Juli pun berbalik dan berkata.


"Hallo selamat datang di kelas E, perkenalkan nama ku Yuuzaki Juli."ucap Juli tersenyum manis.


para wanita pun yang melihat itu menjadi sangat malu dan ada 3 gadis yang mukanya sangat merah seperti tomat dan menundukkan kepala.


Zero yang melihat itu pun berkata.


"Jangan sampai terpesona yaa, ia sudah memiliki 27 istri, 6 calon istri, dan 34 anak."ucap Zero tersenyum mengejek para wanita itu yang malu-malu.


para murid baru itu pun sangat terkejut karena Juli sudah menikah bahkan sudah memiliki anak.


"Wahhh Tuan Juli anda memang panutan."ucap seorang bangsawan yang kagum dengan Juli setelah mengetahui jumlah isterinya.


lalu salah satu pria pun berkata.


"Kakak bila kamu ingin seperti Tuan Juli maka aku akan melaporkan kepada calon kakak ipar."ucap pria itu.


pria sebelumnya yang kagum dengan Juli pun langsung meminta maaf kepada adiknya.


"Maaf jangan laporkan kakak."ucap pria itu.


Juli dan yang lainnya melihat itu pun tersenyum dan tertawa bersama.


"Baiklah-baiklah sebelum kita memperkenalkan diri lebih baik kita makan bersama dulu, kebetulan aku sudah selesai masak dalam jumlah banyak."ucap Juli.


mereka semua mengangguk dan duduk di satu meja panjang.


dan 3 Wanita yang sebelum nya malu-malu dengan Juli pun membantunya untuk mempersiapkan makanan dimeja.


"kalian ingin minum apa? jus, kopi, teh, atau bir? tapi tenang bir nya tidak mengandung alkohol yang tinggi kok , jadi tidak akan membuat mabuk."ucap Juli.


mereka pun mengangguk dan para wanita memesan jus dan para pria pesan bir.


Juli pun mengangguk dan membuat minuman.


setelah jadi ia menyiapkan minuman itu dimeja.


"Baiklah mari kita makan bersama sambil mengenal satu sama lain, agar ke depannya menjadi lebih akrab."ucap Zero yang sudah tidak sabar makan.


mereka semua mengangguk dan tersenyum kecil.


"Selamat makan."ucap mereka semua bersamaan.


terlihat bahwa Juli dan para murid baru yang lainnya sangat akrab padahal baru pertama kali bertemu.


'Sepertinya tidak ada salahnya Memiliki teman di academi ini.'Batin Juli.


lalu mereka pun makan bersama dan sedikit canda tawa.


Bersambung...


***

__ADS_1


Yoo seperti biasa jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


semangat baca nya yaa


__ADS_2