Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
9. Pelatihan


__ADS_3

Saat ini diruang makan sudah banyak orang yang menunggu Juli, Natasha, Alice, dan Ai. bahkan para pahlawan yang lainnya sudah menunggu dengan wajah kesal karena menunggu terlalu lama.


"Bukankah ini terlalu lama? sedang apa sih sampah itu lama sekali" Kata Akira dengan kesal karena dia belum cukup jera waktu di serang Juli dan di hanya berkata waktu itu di hanya lengah lalu juga dia hanya mengetes kekuatan Juli.


ketika akira berkata seperti itu ada seorang wanita yang menjawabnya "bukankah kau terlalu sombong? apa kau tidak jera waktu diserang? dasar sampah" jawab wanita itu sedikit jutek dan kesal.


teman-teman Juli yang mendengar itu pun hanya diam saja karena mereka sudah tau siapa yang berbicara itu.karena cuma wanita itu yang berani menjawab perkataan Akira selama di kelas.


"cihhhh....kau selalu saja mengganggu RINDO, apakah sampah itu lelaki mu?" Ucap Akira dengan kesal.


"coba kau ulangi lagi berbicara seperti itu maka ku jamin kau akan mati" jawab rindo santai karena dia bisa saja membunuh Akira secara diam-diam karena dia mendapatkan job unique yaitu High Assassin.


yaa wanita itu adalah KOBAYASHI RINDO, Wanita yang selalu jutek kepada setiap orang bahkan dia tidak takut dengan siapapun walaupun dia seorang wanita dia memiliki keberanian yang patut di acungi jempol. Rindo / yang biasa di panggil Juli RIN. memiliki rambut berwarna merah tua dan mata berwarna kuning tajam seperti mata kucing. dia adalah teman masa kecil Juli waktu berumur 3 tahun bahkan mereka sudah berjanji waktu sudah dewasa akan menikah tetapi ke dua orang itu tidak tau kalo mereka adalah teman masa kecil. Juli lupa masa kecilnya karena kecelakaan waktu digunung yang menyebabkan dia lupa masa kecilnya sedangkan untuk Rin dia tau tapi malu untuk ngomong ke Juli tentang masa kecilnya.



Rindo juga merupakan seorang anak mafia terbesar dan ditakuti di Tokyo jadi karena itulah dia tidak takut dengan siapapun karena ada darah seorang mafia yang di takuti dan tidak takut dengan siapapun.


ketika mereka berdebat ada suara yang terdengar dibalik pintu. " apakah aku terlambat untuk melihat keributan" tanya Juli dengan santai merasa itu bukan salahnya.


" darling kau selalu saja bodoh dan tidak peka bukhhh..." ucap Natasha sambil memukul kepala Juli setelah menurunkan Ai.


"hahaha....maaf lama membuat kalian menunggu, soalnya aku baru sadar" ucap Juli duduk di bangku paling pojok bersama Alice, Natasha, dan Ai.


ketika Juli duduk dia melihat seorang gadis mendekat ke arahnya dan berkata "bolehkah aku bergabung dengan kalian?" tanya rindo kepada Juli.


"yooo... Rin sepertinya kau membuat keributan lagi dengan sampah itu" sapa Juli sambil mengambil kan Ai makanan dan menghina Akira karena sekarang Juli tidak lagi takut dengan teman-temannya, karena dia sudah di nasehati oleh King.


"yaa kau tau kan Akira itu seperti apa yuu ?"tanya Rin yang masih berdiri menunggu jawaban ku.


"yaa aku tau dia seperti dan lupakan itu, kau silahkan saja duduk di samping Alice" ucap ku sambil mengambil makanan buat ku.


"seperti biasa kau selalu masa bodo dengan sekitar mu tidak pernah berubah dari dulu" kata Rin yang tidak di dengar oleh Juli karena terlalu sibuk ambil makanan dan di dengar oleh ke dua gadis di sampingnya Juli yang membuat gadis itu bingung.


"Rindo apakah setelah ini kau ingin memberi tahu ku tentang maksud mu dari dulu" ucap Alice yang penasaran.


" yaa nanti aku jelaskan tapi jangan sampe yuu tau" ucap Rin duduk.


"BAIKLAH KARENA SEMUA SUDAH BERKUMPUL MARI KITA MULAI MAKAN BERSAMA" Ucap raja tegas dan semua memulai makan.


Dimeja Juli adalah meja paling ribut karena Ai dan Juli berebutan makan daging.


"papa itu daging Ai kenapa di ambil" ucap Ai kesal dan menarik Juli.


"heyyy anak kecil dilarang makan daging banyak-banyak ntarr darah tinggi" ucap Juli sambil memakan daging di tangannya.


" tidak papa curang itu daging Ai, lagian apa itu darah tinggi?" ucap Ai kesal dan bertanya tentang darah tinggi.


" darah tinggi itu yang dimana kadar darahnya melebihi batas yang bisa membuat orang marah-marah gak jelas kaya Ai sekarang marah-marah gak jelas,, apa lagi kalo Ai makan daging, nanti malah kuras danau yang ada di belakang kerajaan" ucap Juli menjelaskan dan sedikit mengejek Ai.


"itu tidak ada hubungannya papa, lagian Ai masih kecil jadi gak mungkin bisa darah tinggi"ucap Ai cemberut.


Natasha yang melihat Ai lucu begitu langsung memeluk nya dan berkata "sudah-sudah Ai makan daging mama aja biar kan aja papa makan daging Ai, nanti pas tidur suruh papa mu tidur diluar aja" ucap Natasha dengan kesal sambil memeluk Ai yang ingin menangis.


Alice yang mendengar itu hanya mengangguk setuju karena dia juga kesal karena Juli tidak mau ngalah sama Ai. sedangkan Rin dia hanya tersenyum tipis melihat kehangatan mereka dan sedikit iri dengan kedua gadis yang ada di depannya.


"tidak masalah aku tidur diluar lagian nanti aku berencana memang jalan-jalan di kerajaan. sekalian mau memesan senjata ke toko senjata" kata Juli santai yang membuat Alice dan Natasha kaget karena dia ingin ikut tapi setelah mendengar kata Juli selanjutnya membuat mereka kesal dan cemberut.


"tapi aku tidak mengajak kalian karena kalian menyuruh ku tidur diluar" ucap Juli yang sudah selesai makan.


"yuu apakah aku boleh ikut? aku juga ingin memesan dagger buat senjata ku" ucap Rin juga selesai makan.


"owhh tentu aja boleh ikut kamu Rin, lagian gak enak juga aku sendirian jalan gak ada teman ngobrol" ucap Juli santai yang dimana ia tidak sadar bahwa sudah ada 2 singa sedang siap-siap menerkamnya.


"YUU-KUNNN kenapa kamu ajak rindo sedangkan kami berdua tidak hmpmhh..." ucap Alice sambil mengembungkan pipinya.


"betul darling kenapa kami tidak di ajak" ucap Natasha juga kesal.


"heiii-heiii kalian mana bisa ikut lagian bukannya besok kalian berdua sibuk? kau besok ke academi Natasha dan Alice kau juga besok latihan bersama pahlawan lainnya" ucap Juli menjelaskan.


" tapi kan Rin juga latihan besok kenapa dia boleh ikut? kan di kerajaan ada senjata yang bisa di minta" ucap Alice tidak mau kalah karena dari tadi Rindo tersenyum penuh kemenangan yang membuat Alice dan Natasha kesal.


"iyaa betul apa yang di bilang Alice darling, kenapa Rin boleh ikut?" ucap Natasha membela Alice.

__ADS_1


lalu Rin pun berkata " senjata dagger yang ada disini tidak sesuai selera ku, jadi aku mau pesan aja sendiri lagian aku sudah bilang ke Jendral" ucap Rin tersenyum biasa tapi bagi ke dua gadis itu tidak, bagi mereka itu senyum mendeklarasikan kemenangan.


"sudah-sudah nanti setelah kita selesai pelatihan dan leveling di hutan death forest baru kalian menemani ku jalan-jalan" ucap Juli yang tidak menyadari bahwa di death forest nanti adalah hari paling buruk bagi nya.


"baiklah kau sudah berjanji jadi kau harus tepati janji mu" ucap Alice yang di angguki Natasha.


ketika mereka berdebat para pahlawan dari tadi memperhatikan mereka dan raja hanya tersenyum melihat anaknya yang banyak bicara ketika bersama Juli dan ratu Arin sendiri melihat Ai dengan gemas karena cara makan Ai yang lucu. untuk Ai sendiri ia udah diresmikan menjadi keluarga Juli dan calon anak Natasha yang dimana kedudukannya sama aja dengan keluarga raja. sedangkan untuk kakaknya Ai ia di angkat menjadi kepala pelayan wanita.


lalu raja pun berkata "terima kasih buat para pahlawan sudah hadir untuk makan bersama keluarga kami" ucap raja tersenyum ke arah istrinya sendiri karena ia merasa senang anaknya banyak tingkah.


"tidak perlu berterima kasih yang mulia kami juga sangat senang bisa makan bersama keluarga kerajaan" ucap ketua kelas dengan rendah hati biar di lirik oleh Natasha. tapi sayangnya sekali lagi Natasha masa bodoh dan hanya melihat ku bermain dengan Ai.


ketika ketua kelas berbicara seperti itu 1 Wanita jutek ini malah memberi bensin dalam api, "cihhhh....sok sok an rendah hati mau cari muka yaa Bu?" ejek rindo dengan membuang muka setelah liat ketua kelas.


aku yang mendengar itu pun tertawa kecil dan menjawab "dia loh pria lain wanita kenapa kau panggil ibu hahahah..." kataku didengar oleh semua nya dan aku tertawa kecil yang membuat ketua kelas malu dan marah karena aku menertawakan nya.


" iyaa dia memang pria tapi mulutnya dan muka nya kaya wanita selalu ingin di lirik tapi sayangnya orang yang ini meliriknya rabun jauh" ucap Rin dengan nada mengejek lagi.


" HEIII kau jahat sekali Rin kau mengatakan kalo Natasha rabun jauh yaa" ucap ku ke inti langsung karena aku tau ketua kelas mencari perhatian ke siapa.


Rin yang mendengar itu hanya menahan tawa dan berkata " puftttt... sayang sekali kalo Natasha rabun jauh ku yakin wanita yang tergila-gila padanya pada buta semua" ucap Rin langsung tertawa.


kami yang dimeja situ pun tertawa menghina anak bangsawan yang dari tadi melihat ke arah ketua kelas. ketika kami berbicara seperti itu anak bangsawan langsung menunduk kan kepala karena malu dan marah.


"hahahaha....baiklah sudah cukup dulu mari kalian beristirahat karena besok kalian akan memulai pelatihan dan untuk Juli dan yang ada dimeja situ jangan keluar dulu ada yang ingin ku bahas dengan kalian" ucap raja yang tadi ikut tertawa juga melihat aku dan Rin menghina bangsawan lainnya.


"baiklah yang mulia" ucap bangsawan lainnya dan para pahlawan.


lalu mereka pun keluaran dan yang tersisa hanyalah Juli dan para gadis yang duduk dimeja nya. " jadi paman apa yang ingin kau bahas malam-malam begini?" tanya Juli.


"tidak ada yang penting cuma memperingati mu nak Juli untuk berhati-hati karena disini banyak orang licik terutama pada bangsawan, takutnya mereka punya rencana untuk nyingkirkanmu" ucap raja dengan wajah serius.


" gak perlu khawatir paman selama mereka tidak menggangu keluarga ku maka aku tidak akan segan-segan bunuh mereka meski aku masih lemah gini" ucap Juli tegas dan penuh tekad yang dimana itu membuat raja kagum.


"yaa kau tidak ada bedanya dengan orang itu hahahah...kalo gitu aku tak kan takut menyerahkan anak ku" ucap raja yang mengingat sifat dan perilaku pahlawan kuno yang dijelaskan oleh kakeknya dulu.


"maksudnya paman orang tua ku? lagi-lagi ada yang membahas itu sebenarnya siapa sih orang tua ku dulu?" tanya Juli kesal dan bingung.


"baiklah ini sudah malam waktu kalian tidur terutama kau Ai anak kecil dilarang keluar malam jam segini, takutnya diculik monster"ucap Juli melihat Ai yang masih segar dan tidak ngantuk.


"kan ada papa kenapa harus takut xixixi..." ucap Ai yang mengikuti gaya Juli dan membuat orang disana kaget dan tersenyum. "apakah ini jadi penerus mu nanti nak Juli? dari kelakuannya mungkin iyaa" kata raja dengan bercanda.


"mungkin saja kalo ia tau kerasnya dunia ini" ucap Juli lalu mengendong Ai untuk dibawa ke kamar. "kalo gitu aku pergi dulu ayah dan ibu" ucap Juli sedikit malu karena tadi waktu dipanggil raja Juli memanggil paman yang membuat Natasha marah.


raja dan ratu yang mendengar itu tersenyum "yaa sampai jumpa dan selamat malam" ucap ratu dan raja bersamaan.


****


ESOK HARINYA


saat ini Juli dan Rin berjalan bersama seperti seorang kekasih yang manjadi pusat perhatian warga dikerajaan itu.


"Wahhh lihat mereka serasi sekali" ucap ibu-ibu yang berjualan kue.


"hahaha anak muda sungguh bersemangat" ucap bapak-bapak yang jualan daging disebelah tukang jualan kue.


dan masih banyak lagi bisik-bisikan tentang mereka berdua yang membuat Rin malu dan Juli biasa saja.


"Rin apa kau tau dimana pembuat senjata?" tanya Juli yang masih fokus mencari toko senjata dan tidak mendengarkan orang-orang.


" bilang Jendral sih di sekitar sini mungkin itu yang didepan sana yang ada cerobong asap" ucap Rin karena melihat toko senjata.


lalu mereka pun jalan bersama ke sana ketika sampai didepan toko pun Juli langsung membuka pintu toko dan masuk.


KRINGGG...KRINGGG


bunyi pintu toko yang terbuka didalam ia melihat seorang dwarf sedang di meja kasir, " selamat datang di toko kami tuan dan nyonya" ucap dwarf itu sambil menghirup cerutu.


"ahhh iyaa kami ingin membuat senjata apa bisa?" tanya Juli.


"tentu saja bisa , model senjata apa yang anda inginkan?" tanya dwarf itu.


" ahh sebelum itu perkenalkan nama saya YUUZAKI JULI dan nama gadis ini KOBAYASHI RINDO" Ucap Juli dan membuat dwarf itu terdiam karena mendengar nama legenda.

__ADS_1


"haaaa....kau sudah disini berarti waktunya sebentar lagi" ucap dwarf itu yang membuat Juli dan Rin bingung.


"hahahaha....lupakan tidak usah diingat tentang tadi aku tau kau ingin memesan senjata apa dan untuk nona bisa melihat dagger yang ada di sana itu kualitas senjata tertinggi kami" ucap dwarf itu Rin yang melihat senjata dagger langsung semangat langsung memilih nya sedangkan aku mengikuti dwarf itu.


aku dan dwarf itu pun langsung memasuki ruang khusus disana aku melihat sebuah kata berwarna hitam yang membuat aku tertarik.


"itu senjata yang kau gunakan?" tanya dwarf itu yang masih setia menghirup cerutu.


"iyaa itu senjata yang aku cari" ucap Juli lalu memegang katana itu



kira-kira panjang katana ini sekitar 1.2 meter yang dimana itu katana yang panjang dari pada katana rata-ratanya.


"kurasa ini pas dengan ku" kata Juli lalu menggantung kan katana nya di pinggang belakang nya karena ada gantungan.


"yaa sangat pas seperti master" ucap dwarf itu pelan dan tidak didengar oleh Juli. bila Juli tau bahwa dwarf ini adalah ras dwarf kuno mungkin Juli akan menanyakan tentang sejarah dulu. yaa dwarf ini adalah ras dwarf kuno yang berumur 1200 tahun dengan berlevel 112.000 yang dimana dwarf ini merupakan pasukan orang tua Juli dulu.


lalu mereka keluar dan melihat Rin yang sudah menunggu di depan kasir dan memegang 2 dagger ditangannya.



"kurasa dagger mu beda dari dagger biasanya" ucap ku karena model dagger nya keren menurut ku.


"yaa ini sangat pas untuk dan kau terlihat keren dengan katana itu" ucap Rin memuji Juli.


"tuan berapa harganya ke dua senjata ini" tanya ku tapi ketika aku dan Rin berkedip tiba-tiba kami sudah di depan bangunan tua yang tidak layak digunakan.


"RINNNNN....KEMANA TOKO SENJATA BARUSAN?" Tanya Juli takut karena dia benci dengan hal gaib.


"kau aja tidak tau apa lagi aku bodoh" ucap Rin tenang tapi dalam hatinya ketakutan.


"Rin cepat kita pergi dari sini dan makasih senjata nya tuan" ucap Juli ketakutan dan sempat berterima kasih didepan bangun dan pergi bersama Rin.


lalu mereka pun sampai di kerajaan dan ingin merahasiakan hal tadi karena mereka masih merasa ini ada hal aneh. setelah bercerita sebentar mereka berpisah karena Rin ingin pergi latihan sedangkan Juli dia menemui raja.


"permisi ayah apa kau ada didalam?" tanya Juli sambil mengetuk pintu ruang kerja raja Philip.


"masuklah nak Juli " ucap raja karena itu suara Juli.


CLEKKK....


"permisi maaf mengganggu ayah, aku hanya ingin berbicara hal penting" ucap Juli serius.


"hal apa yang ingin kau bahas nak?" ucap raja juga dengan serius.


"apakah di daerah sini ada tempat monster lemah? karena aku ingin menaikkan level ku?" tanya Juli yang masih serius.


" ahhh kalo itu ada kau berjalan saja ke arah barat sejauh 50km maka kau akan menemukan hutan mati, disana terdapat banyak Monster dan yang tertinggi hanya berlevel 100 saja" ucap raja menerangkan.


"baiklah ayah aku akan ijin keluar selama 3 bulan untuk pelatihan bila aku dicari maka katakan Juli sedang latihan tertutup dan tidak ingin ganggu karena firasat ku berkata bahwa di death forest nanti ada hal yang besar terjadi" ucap Juli serius.


"baiklah aku ijinkan kau dan berhati-hati lah karena Ai anakmu pasti akan khawatir ketika kau pergi terutama ke dua gadis itu, apa kau akan bilang mereka?" tanya raja.


"kurasa tidak, apa bila aku ijin maka mereka akan melarang ku dan ingin ikut, oiyaa dan untuk pelatihan di death forest kalian duluan saja aku akan menyusul disana" ucap Juli pergi dari sana.


"yaa aku akan memberi tahu kan jenderal" ucap raja melihat Juli pergi dan bergumam " kurasa betulan ada yang tidak beres nanti di pelatihan death forest soalnya itu firasat langsung dari keturunan pahlawan kuno yang dimana mereka adalah penentu takdir" batin raja dan menyuruh Assassin nya memperkuat prajurit.


****


GIMANA CERITA KU GAISSS? SERU GAK?.


JANGAN LUPA KOMEN YAA BUAT KASIH AKU SARAN


DAN JANGAN LUPA


-LIKE


-VOTE


-SHARE


SEKIAN DULU DAN BYEEEEEEE BYE

__ADS_1


__ADS_2