Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
120. Drama Sebelum Perlombaan


__ADS_3

saat ini semua orang-orang sedang mimisan akibat senyuman manis dari Juli. baik tua, muda, anak, bahkan yang sudah bersuami istri pun semua mimisan.


sedangkan Juli ia malah asyik memutar Katana nya di tangan seperti main spinner.


saat Juli sedang asyik memutar Katana nya ia di hampiri oleh seorang gadis berambut hitam panjang.


"Anuuu apa benar anda yang bernama Yuuzaki Juli?." ucap gadis berambut hitam itu.


Juli yang mendengar itu pun berkata tanpa melihat ke arah gadis itu karena sedang asyik memutar Katana nya.


"Aku memang yang bernama Yuuzaki Juli, jadi ada apa mencari ku?." ucap Juli yang masih belum lihat ke arah gadis itu.


Huppppp.....


"Jadi memang kau Yuu-senpai yang Vira kenal." ucap gadis berambut hitam itu.


Juli yang mendengar itu pun menjatuhkan Katana nya.


"Vira? jangan-jangan." ucap Juli kaget dan melihat ke arah gadis itu yang sedang memeluknya.


lalu Juli pun berkata dengan panik.


"Anu nona nama saya lain Yuuzaki Juli, tapi Asmudin penjual Gorengan." ucap Juli.


tapi gadis itu tetap memeluk erat Juli dan berkata.


"Yuu-senpai percuma menipu Vira, apa Yuu-senpai lupa bahwa Vira memiliki mata kejujuran. jadi percuma Yuu-senpai berbohong." ucap gadis itu tersenyum manis kepada Juli.


Juli yang dipeluk pun hanya pasrah dan berkata.


"Baik-baik, seperti nya Vira kecil dulu telah tumbuh menjadi gadis yang baik dan cantik." Ucap Juli mengelus rambut gadis kecil itu.


Vira hanya mengangguk dan masih tetap memeluk Juli.


disaat Vira memeluk Juli ada seorang gadis berambut putih panjang yang mirip sekali dengan Vira tapi mereka berbeda umur 1 tahun.


"Vira bisa kau lepaskan Kak Juli? dan juga Kak Juli kenapa kakak pindah sekolah tidak memberitahu kami?." ucap gadis berambut putih itu dengan kesal tapi terlihat bahwa ia sedang menahan tangisnya.


Juli yang mendengar itu pun berkata dengan acuh tak acuh.


"Tidak apa-apa, waktu itu aku terburu-buru untuk kembali ke Jepang. lagian aku bersekolah di Indonesia hanya 1 tahun saja, Sebagai Murid pertukaran. dan sepertinya percuma aku memberi tahu kalian karena kita tidak memiliki hubungan apapun." ucap Juli tersenyum tipis.


Gadis berambut putih panjang itu pun menundukkan kepalanya saat mendengar ucapan dari Juli.


"Apa Kak Juli membenci Vina? apa karena Vina mencampakkan kak Juli waktu itu, sehingga Kak Juli pergi tanpa berpamitan kepada kami?." ucap gadis berambut putih panjang itu dengan suara yang ingin menangis.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Mungkin apa yang kau katakan benar, Aku pergi tanpa berpamitan karena kau mencampakkan ku. Coba kau bayangkan ketika orang yang kau cintai mengajak kau berputus tanpa alasan yang jelas padahal tidak ada masalah apapun yang diributkan malahan baik-baik saja, dan yang lebih menyakitkan lagi ternyata orang yang kau cintai mengajak mu putus setelah itu belum berapa hari tapi sudah jadian dengan orang lain? Apa kau tau rasa sakitnya? ini belum ada 2 hari sejak putus tapi orang yang kau cintai sudah memiliki pacar baru. pake logika orang yang Cinta pandangan pertama belum tentu 1 hari 2 hari langsung jadian paling gak perkenalan dulu, nah disitu kau harusnya berfikir 'ohhh pasti pacar aku ini sudah dekat dengan orang ini sejak aku pacaran.' berarti tanda selama ini kamu di duakan atau diselingkuhi dan cuma di jadikan batu loncatan untuk menunggu orang yang dia suka jadian sama kamu." ucap Juli tenang menjelaskan tapi terlihat bahwa emosinya naik turun.


"Makanya aku paling benci yang saat pacaran ada orang berkata 'Aku gak bisa hidup tanpa mu.' 'Aku gak bisa apa-apa kalo tidak ada kamu.' 'Cuma kamu yang ada di hati ku gak ada yang lain.', cuma satu ku bilang bagi orang orang ngomong begitu 'SAMPAH, OMONGAN MU SUDAH BASI. INI BUKAN JAMAN PENJAJAHAN YANG DIMANA DIKIT-DIKIT KAMU BAKAL MATI GAK BISA SAMA-SAMA.'. Ingat lebih baik pacaran sehat yang tidak mengatakan suatu hal sampah seperti itu dan mereka baik-baik sampai ke jenjang pernikahan, daripada orang berbicara seperti itu alay dan hanya saling berpisah. lagian jodoh tidak ada yang tau bila kau hanya pacaran, tapi bila kau menikah maka sudah pasti dia jodohmu." ucap Juli menatap gadis rambut putih panjang itu.


"Lupakan masa lalu itu, aku tau kamu masih menyukai mantan mu waktu itu yang lebih tampan dan populer. dibandingkan diri ku yang waktu itu aku hanya siswa yang pintar dan tidak bisa membuka hati untuk orang lain, tapi disaat hati ku udah mulai terbuka malah disakiti. jadi lupakan aku sudah memiliki keluarga yang bisa membahagiakan ku dan selalu ada disaat aku sedih ataupun senang, dan mereka siap menerima semua beban dan kekurangan yang ada di diriku. Jadi mari lupakan masa lalu kita dulu dan jangan pernah membahasnya lagi Karena aku tidak ingin Istri dan anak-anak ku kecewa ataupun sedih." ucap Juli tegas yang dimana semua orang mendengarkan semua ucapan Juli.


dan mereka semua tiba-tiba sadar bahwa pacaran itu hanya sebuah ikatan rapuh yang bisa putus kapan saja, berbeda dengan pernikahan bahwa kalian sudah memiliki ikatan janji untuk selalu bersama-sama.


Prokkkk.... Prokkkkk.... Prokkkk....


semua orang bertepuk tangan saat Juli sangat bijak sekali mengucapkan kata-kata seperti itu.


sedangkan wanita berambut putih panjang itu sudah menangis sekeras-kerasnya.


"Hiksss.....Hikssss.... Maafkan Vina Kak Juli, maafkan Vina Hiksss.... Hiksss..... Vina tau salah jadi Vina minta maaf pernah meninggalkan kak Juli." ucap Vina.


Juli yang mendengar itu pun hanya diam dan melihat ke arah kelompok Tim Vina dan ia melihat laki-laki yang menjadi penyebabnya.


lalu Juli pun berkata.


"Lebih baik kau menemui laki-laki yang bisa selalu bersama waktu dulu." ucap Juli sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Vina yang mendengar itu hanya diam dan menggeleng kan kepala.


Juli yang melihat itu pun bingung.


lalu Juli mendengar ucapan dari Vira.


"Yuu-senpai, Kak Vina tidak bersama Rakha lagi. Sejak Yuu-senpai pindah sekolah beberapa hari kemudian Kak Vina diselingkuhi oleh Rakha, dan sejak saat itu Kak Vina bersalah dan tidak memaafkan dirinya karena telah mencampakkan Yuu-senpai dan lebih memilih orang yang salah." ucap Vira di sebelah Juli.


Juli yang mendengar itu awalnya terkejut dan kembali tenang lalu berkata.


"Aku terkejut mengetahui itu ternyata lelaki yang kau pilih ternyata lebih sampah dari pada yang aku bayangkan, dan kau rela membuang sebuah berlian demi sebuah jarum yang bisa menyakitimu kapan saja. Bila menjadi seperti itu maka jadikanlah pelajaran untuk dirimu ketika sudah menemukan orang yang tepat maka jangan sia-siakan dia karena bila kau sia-siakan maka kau yang akan menyesal." Ucap Juli tersenyum tipis lalu memberikan tangannya kepada Vina untuk berdiri.


"Berdirilah, Wanita hebat tidak seharusnya menjatuhkan air mata hanya untuk pria Baji*ngan itu. Hapus air mata mu tunjukkan kepada dirinya bahwa kelak ia akan menyesal dan merasakan hal seperti yang kau rasakan." ucap Juli tersenyum tipis.


Vina hanya mengangguk mendengar Juli dan berkata.


"Apa Kak Juli memaafkan Vina?." ucap Vina.


Juli yang mendengar itu pun berkata dengan tersenyum tipis dan tertawa andalannya.


"Xixixixi....Untuk apa aku selalu memusuhi mu? tenang saja aku sudah memaafkan mu sejak lama, Bila sudah menjadi mantan bukan berarti musuhan kan?." ucap Juli tersenyum tipis.


Vina yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Juli juga ikut mengangguk dan mengelus rambut Vina.


lalu ia melirik ke arah Rakha dan berkata kepada Zero.


"Zero Pria yang menyakiti wanita pantas nya diapakan?." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Zero yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan menghilang dari tempatnya.


BUKHHHHHH.....


"Pria itu tidak pantas dimaafkan." ucap Zero memukul Rakha ke arah Juli.


Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berteriak kepada anaknya Rokuro.


Rokuro yang mendengar itu hanya mengangguk dan melemparkan pemukul baseball nya.


Juli yang melihat itu pun segera menangkap pemukul baseball anaknya.


dan menyambut tubuh Rakha yang di pukul oleh Zero ke arah nya.


"Tim medis bersiaplah mengejar tubuh ini, jika kalian terlambat mengobatinya maka dia akan tewas." Ucap Juli kepada Tim medis sebelum memukul tubuh Rakha.


BUKHHHHHH....


Kretakkkkk....


Bunya tulang patah dari tubuh Rakha dan ia terlempar hingga keluar Arena colloseum.


Tim medis pun segera mengejarnya.


Juli yang melihat itu pun berteriak.


"Bersemangatlah mengejar ia, paling tidak ia akan jatuh di kejauhan 50 km dari sini xixixixixi.... sungguh menyenangkan menyiksa orang." Ucap Juli tersenyum manis.


tapi bagi orang-orang yang melihat itu adalah senyuman dari dewa kematian yang menyamar jadi malaikat.


setelah itu Juli melihat ke arah kepala academi Knightley dan Magician.


dan Juli berkata.


"Maaf kepala academi Knightley dan Kepala academi Magician, aku telah mengeliminasi Tim yang jadi perwakilan dari academi kalian sebelum Perlombaan dimulai. apa kalian tidak marah?." ucap Juli tersenyum manis.


Kepala academi Magician yang mendengar itu pun berkata dengan senyum tipis.


"Tidak apa-apa Nak Juli, ibu tidak melarangnya. ibu tau kau melakukan itu atas dasar melindungi wanita jadi ibu tidak melarangnya." ucap Kepala academi Magician yang merupakan ibu mertua Juli, ibu dari Emma.

__ADS_1


Juli yang mendengar itu pun berkata dengan tersenyum manis.


"Terimakasih ibu sudah membela menantu mu ini, dan juga ibu kenapa tidak bergabung dengan yang lainnya di ruang VVVIP?." ucap Juli.


Kepala academi Magician pun berkata.


"Tidak usah, ibu disini aja untuk jaga murid-murid ibu." ucap kepala academi Magician.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.


"Bila butuh sesuatu katakan saja kepada Emma Bu, nanti biar Emma beritahu Maid/pasukan Juli untuk bantuin ibu." Ucap Juli.


Kepala academi Magician hanya mengangguk dan tersenyum manis.


sedangkan Kepala academi Knightley ia hanya diam saat ditanya seperti itu.


Juli yang merasa kepala academi Knightley hanya diam pun berkata dengan dingin.


"Kenapa kau diam? apa gak suka? kalo tidak suka turun sini kita bertarung hidup dan mati, bahkan jika leluhur mu ada disini dalam jumlah jutaan cuihhhh....aku gak takut." ucap Juli emosi saat melihat tingkah kepala academi Knightley yang ngajak kelai.


'Bang*sat itu muka kok ngeselin banget sih, Anj*ing pengen ku Tabok itu orang gara-gara mukanya.' batin Juli.


Kepala academi Knightley yang mendengar itu pun berdiri dari tempat duduknya dan ia turun menuju Arena pertandingan.


Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan bergumam.


'Kena juga si muka Bang*sat ini.' gumam Juli.


saat tiba dihadapan Juli, kepala academi Knightley pun segera mengambil pedangnya.


Juli yang melihat itu pun langsung menendang kaki nya hingga kepala academi Knightley tersungkur.


saat kepala academi Knightley tersungkur Juli pun menginjak dada nya dan berkata.


"Apa kau ingin menyerang secara langsung? aku sih tidak masalah untuk itu, tapi jika kau melakukannya sendiri maka kau akan mencari kematian saja. lebih baik kau pergi dan panggil kan orang-orang yang ingin kau ajak untuk melawan ku, aku menunggu mu disini selama 30 menit untuk melakukannya jika tidak academi Knightley akan ku musnahkan bersama Isi-isinya." ucap Juli dingin.


Bukhhhhhh...


Juli menendang kepala academi Knightley hingga menjauh 10 meter.


"Cepat cari orang yang ingin kau ajak meski 100.000 orang aku tidak takut."ucap Juli tersenyum menyeringai.


lalu Juli melirik ke arah Perserta lainnya.


"Kalian semua keluar bila tidak aku juga akan membunuh kalian semua, ini pertarungan ku." ucap Juli dingin.


Para perserta dari academi Barbara dan Magician pun segera meninggalkan arena pertandingan dan hanya menyisakan 5 Tim perwakilan dari academi Knightley dan kepala academi Knightley yang sedang berusaha berdiri.


"Thomas panggilkan para petinggi academi Knightley dan para siswa-siswi Elite, kita akan membunuh baji*ngan itu." ucap Kepala academi Knightley.


Thomas hanya mengangguk dan segera pergi.


sedangkan Juli hanya tersenyum sambil memainkan katana nya.


'Pesta darah dimulai.' batin Juli tersenyum menyeringai.


Bersambung....


***



{Ilustrasi Vira rambut hitam dan Vina rambut putih, mantan Juli boleh juga yaa.}


menurut kalian Vira dan Vina masukin ke list istri Juli gak? jawabnya di komen yaa.


Note ; Arc 2 bakal banyak konflik disetiap Chapter nya, dan juga author mulai Up 1 hari 1 chapter.


jangan lupa juga baca cerita baru author yang baru aja up hari ini jam 8 juga.

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.


__ADS_2