Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
98. Mengunjungi Guild Petualang dan Keturunan Ras Juli??


__ADS_3

saat ini Juli sedang menuju kelas E bersama yang lainnya.


pas diperjalanan Juli teringat ingin mengunjungi Guild Master untuk memberi tahu tentang Miya yang akan tinggal dirumahnya dan berhenti berkerja menjadi resepsionis.


"Oiyaa aku ada urusan yang harus ku selesaikan terlebih dahulu, kalian bisa duluan ke kelas dan sore nanti bila ingin nginap di kelas ada kamar di ruang bawah tanah."ucap Juli.


lalu Juli melirik ke arah Zero dan berkata.


"Zero apa kau menginap disini?" ucap Juli bertanya.


Zero hanya mengangguk dan berkata.


"Iya lagian tidak mungkin aku tidur di Mansion mu terus, lagian kamar disini tidak buruk juga. bahkan lebih mewah dari penginapan bintang 5."ucap Zero tersenyum tipis.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah aku akan kembali ke Mansion ku dulu untuk bertemu Kinako, dan akan datang saat malam nanti pukul 09.30."ucap Juli.


Zero hanya mengangguk.


"Jangan lupa bawa makanan dijalan yaa."ucap Zero.


Juli hanya mengangguk dan berbicara pada yang lainnya.


"besok kalian datang pagi yaa kalo bisa sebelum upacara penerimaan murid baru, setelah itu kalian akan ikut aku berlatih."ucap Juli.


teman-teman Juli hanya mengangguk dan Asuka berkata.


"Berhati-hatilah dijalan, awas saja kau sampai kenapa-napa maka aku tidak akan memaafkan mu."ucap Asuka marah dengan muka merahnya.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"Kalo gitu aku berangkat, bye-bye."ucap Juli lalu pergi.


teman-temannya hanya melambaikan tangan pada Juli.


lalu Zero berkata.


"Apa kalian ingin tidur disini juga malam ini?."ucap Zero.


para lelaki Mengangguk dan Mirio berkata.


"Tentu saja, kami tidak akan melewatkan malam ini untuk berkenalan lebih dalam dengan kalian berdua dan minta mengajarkan kami."ucap Mirio semangat bila masalah ingin menjadi kuat.


begitu juga dengan Kenzo dan Kenzi yang juga setuju malam ini akan menginap.


"Aya bisa kah kau ijin kami pada orang tua kami?."ucap Kenzi pada Tunangan.


Aya hanya mengangguk dan berkata.


"Baiklah kami akan mengijinkannya, lagian ini adalah waktu pertama kalinya kalian tidak tidur diluar selain rumah kalian sendiri" ucap Aya.


para pria pun semakin bersemangat mendengar itu.


"Tenang saja nanti aku menyuruh ayah ku juga untuk menamai Aya meminta ijin."ucap Asuka yang menggunakan ayah nya sebagai alat ijin.


mereka semua mengangguk dan masuk kelas E untuk berkeliling.


sedangkan Juli saat ini berjalan keluar dari academi Barbara dan ia sudah menunjukkan surat ijin bahwa ia boleh keluar masuk sesukanya.


setelah sampai di luar academi Juli berteleportasi ke Guild Kerajaan ASURA.


dan Juli berteleportasi di gang sepi yang berada di tidak jauh dari Guild Master.


CLEKKK...


Juli pun membuka pintu dan menjadi sorotan karena seragam academi yang ia gunakan.


lalu ia menuju resepsionis baru yang menggantikan Miya sementara.


"Permisi nona apa ada Guild Master?."ucap Juli.


wanita itu hanya mengangguk dan mengajak Juli menuju ruang Guild Master.


Tokkk....Tokkkk...


"Tuan ada tamu yang sedang mencari anda."ucap wanita itu.


lalu terdengar suara dibalik pintu.


"Silahkan masuk."ucap Guild Master.


wanita itu pun mempersilahkan Juli masuk.


CLEKKK....


Juli membuka pintu dan langsung menyapa Guild Master.


"Sepertinya sibuk Tuan Burton?."ucap Juli.


Guild master yang mendengar suara tidak asing pun langsung menengok dan melihat Juli yang berdiri didepan pintu.


"Ahhh Tuan Juli rupanya, silahkan duduk tuan."ucap Guild Master.


Juli hanya mengangguk dan duduk di sofa.


"jadi tuan ada hal apa anda ke kemari?."ucap guild master.


Juli pun berkata.


"Ini masalah Miya, ia akan berhenti dari resepsionis karena ia akan menjadi istri ku dan ia akan tinggal di Mansion untuk menjaga anak ku Kinako."ucap Juli.


Guild master awalnya terkejut tapi kembali tenang dan berkata.


"Baiklah Tuan, tidak apa-apa. lagian sudah ada pengganti nya Miya bila memang ia ingin keluar."ucap Guild Master.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Apa ada disini sebuah dungeon tersembunyi atau apa pun itu?."ucap Juli.


Guild master pun berpikir sejenak dan berkata.


"Ada Tuan, dungeon rank A jaraknya berada di bagian Utara kerajaan ASURA ini."ucap Guild Master.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Memang berapa banyak dungeon dibenua timur?."ucap Juli karena ia tidak terlalu mengetahuinya.


"Sebenarnya dungeon di benua timur hanya sedikit saja tuan, itu juga karena anak tuan yang membangunnya. lalu setelah 1 tahun sejak pertempuran tuan dengan 10 Chaos Legion muncullah banyak sekali dungeon acak di berbagai benua Timur ini."ucap Guild Master.


Juli hanya mengangguk kepala saja dan mencerna.

__ADS_1


saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ada resepsionis datang menghampiri ruang Guild Master.


"Tuan ada berita buruk, dungeon Rank S muncul di dekat Desa yang berada di bagian selatan kerajaan. sedangkan para petualang yang berlevel tinggi saat ini sedang mengerjakan Misi dan hanya ada Nona Si Pedang Iblis putih saja."ucap resepsionis itu khawatir.


begitu juga dengan Guild Master yang pusing harus melakukan apa.


Juli yang melihat itu pun mengangkat tangannya dan berkata.


"Serahkan saja kepada ku guild master."ucap Juli tenang.


Guild master yang mendengar itu menepuk keningnya karena lupa ada Juli disini.


"Benar saja saya hampir lupa bila ada tuan Juli disini." ucap Guild Master.


Juli hanya diam mendengarkan dan Guild Master berkata kepada resepsionis itu.


"Baiklah masalah dungeon itu serahkan kepada tuan Juli saja bila Si Pedang Iblis putih ingin ikut silahkan, ia berkerjasama dengan tuan Juli."ucap Guild Master.


resepsionis itu hanya mengangguk dan membawa Juli kebawah untuk menunjukkan letak dungeon itu.


saat tiba dibawah para petualang ribut karena ada seorang gadis yang membawa ke 2 anak kembar sedang menuju meja resepsionis.


"Bukankah itu Si Pedang Iblis putih? seperti biasa ia terlihat dingin dan berbahaya."ucap salah satu petualang Rank SS.


"Apa kau tidak tau ia dulu nya adalah anak dari seorang pedagang kaya dari kerajaan Holy Kingdom, tapi karena ia memungut 2 anak bayi yang tidak tau asal usul nya pun akhirnya diusir dari kerajaan Holy Kingdom. karena para paus disana mengatakan bahwa bayi itu keturunan Iblis tingkat tinggi, maka dari itu ia terkena imbasnya yang dimana matanya berbeda sebelah akibat 2 bayi Iblis itu."ucap teman petualang itu disebalahnya.


tiba-tiba wanita pirang keputihan dan memiliki bila mata yang berbeda pun langsung mengeluarkan aura membunuhnya untuk menekan para petualang yang bergosip barusan.


~Swoshhhh~


aura Level Rank Saint yang berada di level 110.090.000.


seketika orang-orang disana bertekuk lutut dan ada pingsan akibat tidak tahan aura level itu bahkan resepsionis disebelah Juli juga ikut pingsan.


yang tersisa berdiri hanya Juli saja sambil terdiam karena mendengar notifikasi dari System.


[Ding!!! Mendeteksi salah satu dari keturunan Tuan rumah.


yaitu Keturunan dari Kaisar Dewa Iblis Kuno.


dimohon untuk tuan rumah segera mencari keturunan anda.]


Juli yang melihat itu sedikit terkejut dan kembali tenang.


karena ia merasakan aura keturunannya berasal dari 2 gadis kembar dari wanita itu.


Wanita yang mengeluarkan aura membunuhnya pun menjadi waspada terhadap Juli, karena Juli baik-baik saja.


Juli pun kembali sadar dan melihat wanita itu yang melindungi ke 2 anaknya yang dari tadi menatap Juli seperti mengenal nya.


Juli yang melihat itu pun tersenyum tipis dan mendekat ke 2 anak itu.


"Selamat datang kembali, apa kalian tidak rindu dengan ayah kalian?."ucap Juli tersenyum tipis.


Wanita itu pun merasa bingung dan semakin waspada terhadap Juli lalu ia berkata.


"Siapa kau? kenapa kau mendekati anak-anak ku?."ucap wanita itu dingin.


Juli pun menghela nafas panjang dan langsung menyentuh kening wanita itu dengan cepat agar wanita itu tidak menghindar.


wanita itu pun tidak sempat menghindar saat Juli menyentuh keningnya.


"Apa yang ka-."belum selesai wanita itu berbicara ia langsung melihat berbagai informasi tentang ke 2 anaknya dan asal usul anaknya serta identitas Juli.


"Kau??.. apa kau pantas disebut seorang ayah yang sudah menelantarkan anaknya?."ucap wanita itu dingin dan marah ke Juli.


Juli yang mendengar itu pun paham karena ini juga salah nya tidak segera mungkin mencari keturunannya.


"Maaf aku tau aku salah, tapi aku banyak tugas yang harus diselesaikan."ucap Juli menundukkan kepalanya dan terlihat bahwa raut wajah Juli sedih dan banyak beban yang dipikulnya.


wanita itu yang tau apa saja beban yang Juli dan seberat apa takdirnya pun langsung mendekat ke arah Juli.


PLAKKKK....


wanita itu menampar pipi Juli dan berkata.


"Bukan kah disaat seperti ini kau tidak harus bersedih? yang kau lakukan adalah maju bukan merasa bersalah dengan takdir mu."ucap wanita itu menundukkan kepalanya dan terlihat bahwa sedang menahan tangisnya.


Juli yang paham akan penderitaan wanita itu akibat menolong keturunannya pun berkata.


"Maaf aku telah membuat mu menderita selama ini, hingga kau diusir dari kerajaan mu dan di siksa oleh keluarga Tunangan mu,bahkan keluarga mu sendiri tidak ada yang membantu. maaf aku salah, aku berjanji akan membalaskan dendam mu kepada kerajaan Holy Kingdom."ucap Juli mengusap air mata wanita itu dan tersenyum tipis.


Wanita itu pun tidak tahan karena menahan semua penderitaan nya selama ini.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Menangis lah bila kau ingin, aku akan menanggung semua beban mu mulai saat ini. karena cuma ini yang bisa ku beri setelah kau menolong anak ku."ucap Juli mengelus rambut wanita itu.


seketika Wanita itu menangis dan memeluk Juli dengan sangat erat.


"HUAWAHHHHHH.....kenapa? kenapa? kenapa keluarga ku mengusir diriku padahal aku hanya ingin menolong anak bayi, Hiksss....Hiksss....kenapa? kenapa aku selalu dikucilkan karena menolong seseorang."ucap wanita itu menangis sejadi-jadinya.


Juli pun hanya diam dan mengelus rambut wanita itu.


sedangkan ke 2 anak kecil itu diam karena tidak tau apa-apa.


setelah menuangkan semua beban yang wanita itu pikul dengan menangis dipelukan Juli akhirnya kembali tenang.


Juli pun berkata.


"Apa sudah baikan?."ucap Juli.


Wanita itu hanya mengangguk dan masih memeluk Juli.


Juli hanya membiarkannya saja dan ia melirik ke arah 2 gadis kecil kembar itu.


"Kalo boleh tau siapa nama Kalian?"ucap Juli tersenyum manis.


gadis kecil yang memiliki bola mata berwarna biru pun berkata.


"nama saya Sophia, dan ini adik saya namanya Shafa."ucap gadis kecil itu tersenyum manis.


sedangkan adiknya nampak malu-malu terhadap Juli.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Perkenalkan nama ku Yuuzaki Juli."ucap Juli tersenyum manis.


seketika 2 gadis itu terdiam dan langsung menangis memeluk Juli.


"Huwahhhhhh....ayah akhirnya datang Juga hikss..kami pasti tau bila ayah datang."ucap Sophia yang memeluk kanan Juli.

__ADS_1


"Ayah kenapa lama sekali menjemput kami hiksss... hiksss..."ucap Shafa memeluk kiri Juli.


Juli yang dipeluk kiri kanan dan depan pun menghela nafas panjang dan berkata.


"Baiklah ayah akan menjelaskannya, jadi kalian bertiga tenang lah dulu. dan juga Sophia ingus mu lengket diseragam academi ayah."ucap Juli.


Sophie hanya tertawa sambil mengelap air mata nya.


dan mereka bertiga pun melepaskan pelukannya dari Juli.


"Baiklah Nona, kalo boleh tau siapa nama anda?."ucap Juli.


Wanita itu pun berkata.


"Nama ku Sherly."ucap wanita itu dingin.


Juli yang melihat sifat dingin Sherly pun kagum karena ia bisa cepat merubah ekspresi nya.


lalu Juli menjelaskan semuanya dari awal ia terpanggil ke dunia ini hingga sekarang dan ia mempersingkat ceritanya agar lebih cepat.


Sherly, Sophia, dan Shafa pun paham.


lalu Sherly pun berkata.


"Jadi kau hanya fokus mencari istri daripada mencari anak mu gitu?."ucap Sherly dingin.


Juli pun seketika langsung merinding dan berkata.


"Tidak-tidak, itu tidak benar."ucap Juli menyangkalnya.


sedangkan Sherly hanya diam menatap Juli dingin.


Juli pun bingung harus berkata apa.


"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini Sherly?"ucap Juli.


Sherly pun yang mendengar itu langsung menatap Juli tajam dan berkata.


"Bukannya tadi kau berkata akan bertanggung jawab atas yang ku lakukan selama ini? dan juga kau mengatakan akan menanggung semua beban ku dan merawat ku?."ucap Sherly dingin.


Juli yang mendengar itu pun kaget dan berkata.


"Loh kok ada merawat nya? bukannya tadi aku tidak ada mengatakan itu yaa? bukannya kau juga masih ada Tunangan?."ucap Juli.


Sherly pun langsung menatap Juli tajam dan berkata dengan dingin.


"Apa kau ingin aku kembali pada Pria baji*gan itu? apa kau menyuruh ibu dari anak mu menikahi Pria kurang ajar?."ucap Sherly dingin.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Baiklah-baiklah aku paham, aku akan bertanggung jawab. jadi mohon jangan tatap aku seperti itu terus."ucap Juli takut dengan tatapan Sherly.


Sherly pun hanya mengangguk dan langsung mendekat ke arah Juli.


Cupppp...


"Itu ciuman pertamaku untuk suami ku."ucap Sherly tersenyum manis.


Juli pun kaget dan memegangi pipinya dan berkata.


"Apa Tunangan mu sebelumnya juga kau cium?."ucap Juli bertanya polos.


seketika Sherly langsung mengeluarkan aura membunuhnya yang dia targetkan hanya kepada Juli.


"Bukan aku sudah katakan jangan bahas pria bren*sek itu, jangan kan menciumnya bahkan ia berselingkuh dengan adik ku dihadapan ku langsung."ucap Sherly marah mengingat hal itu padahal ia sudah mencintai tunangannya setulus hati tapi ia malah diselingkuhi.


Juli pun langsung panik dan bersujud.


"Maafkan hamba nona besar, hamba akan melakukan apapun asal jangan marah lagi."ucap Juli.


Sherly yang mendengar itu pun kembali tenang dan berkata.


"Baiklah aku ingin kau menikahi aku sekarang juga. Tanpa menunggu besok."ucap Sherly tegas.


Juli yang mendengar itu terkejut dan berkata.


"A-a-a-apa kamu yakin Sherly? bukannya kita baru kenal?."ucap Juli.


Sherly pun hanya mengangguk dan berkata.


"Tentu, lagian anakmu sudah aku rawat dari kecil hingga sekarang. maka dari itu kau harus segera menikahi ku, karena aku juga ingin anak kandung ku langsung."ucap Sherly santai.


Juli hanya mengangguk pasrah dan berkata dengan lemas.


"Baiklah setelah aku menyelesaikan dungeon Rank S, lalu aku akan menikahi mu."ucap Juli lemas.


Sherly pun menjadi senang dan bahagia.


"Baiklah mari kita selesaikan sekarang."ucap Sherly.


Juli pun bingung dan berkata.


"Tapi aku harus menunggu seseorang yang dijuluki Si Pedang Iblis putih."ucap Juli.


Sherly yang mendengar itu pun tertawa kecil dan berkata.


"xixixixi....itu julukan ku sayang, jadi tidak perlu kau menunggu lagi."ucap Sherly.


Juli pun kaget dan berkata.


"Eeeee...jadi itu kau? pantas saja kau wanita kuat."ucap Juli kagum.


Sherly pun tersenyum bangga dan berkata.


"Tentu saja aku kuat, karena ini demi melindungi anak-anak ku."ucap Sherly.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Baiklah mari kita berangkat, masalah disini biar mereka sadar sendiri nanti."ucap Juli mengandeng tangan ke dua anak baru nya.


Sherly hanya mengangguk dan tersenyum kecil sambil mengandeng tangan Sophia yang sebelahnya.


Bersambung...


***



{Ilustrasi Sherly, Sophia, dan Shafa. Sophia yang mata warna biru kalo Shafa warna merah. yang tanya kok cepat betul besarnya? kan kerajaan Holy Kingdom baru berdiri 2 tahun yang lalu dan Sherly diusir juga gak terlalu lama, jawabannya adalah karena ras keturunan Juli saat berumur 10 bulan mereka sudah seperti kaya anak 5 tahun dan awet muda juga meski sudah berumur puluhan ribu tahun.}


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.

__ADS_1


oiyaa 1 lagi Jangan iri sama Juli yaa karna terlalu gampang dapat istri dan anak yang cakep-cakep mukanya wkwkwk:v.


__ADS_2